Showing posts with label Parenting Sharing. Show all posts
Showing posts with label Parenting Sharing. Show all posts
Bebelac Aksi Hebat Ramadan 2019

Beberapa waktu yang lalu, kami satu keluarga besar pergi berlibur ke daerah puncak. Niat hati ingin bersenang-senang, saat baru saja sampai di tempat wisata, mama Dian malah demam dan pusing. Udah minum obat tapi demam dan pusingnya tetap balik lagi selang 3 jam kemudian. Akhirnya dengan berat hati, mama Dian memutuskan untuk balik lagi ke Jakarta. Rencananya Kakak Una dan Abang tetap berlibur di Puncak bersama eyang, sepupu dan tante-tantenya. 

Kakak Una udah setuju tetap stay di Puncak, tapi Abang ngotot mau pulang ikut mama Dian ke Jakarta. Bukan karena nggak bisa pisah jauh sama Mama Dian, tapi kata Abang "Abang mau ngerawat mama Dian aja sampe mama sembuh.." 

Hiks, mama Dian terharu banget denger apa yang Abang bilang. Alhamdulillah juga berarti, Abang punya rasa peduli yang tinggi. Dan akhirnya malam itu, Abang bener-bener ikut balik ke Jakarta, nemenin mama Dian ke dokter, bahkah pijet-pijet kepala mama Dian sebelum mama Dian tidur.

Dibanding kakaknya yang punya sifat cuek, Abang lebih mudah mengekspresikan rasa sayang dan empatinya kepada mama Dian. Mama Dian nggak tau apa kira-kira sebabnya Una dan Abang yang jarak umurnya cuma berbeda 1 tahun ini, bisa juga berbeda rasa empatinya. Mama Dian pikir, rasa empati Abang yang berlebihan ini, memang sifat bawaan sejak Abang lahir. 

Tapi ternyata, di event Bebelac yang kemarin mama Dian hadiri, mama Dian baru mengetahui bahwa sesungguhnya rasa empati bisa ditumbuhkan dengan stimulasi-stimulasi kepada si kecil sejak dini. Mama Dian langsung kepikiran, apakah waktu jaman Una kecil, mama Dian ngga maksimal menstimulasi rasa empati pada diri Una?

Oh iya, sebelum lanjut ke pembahasan menumbuhkan rasa empati ini, mama Dian mau cerita sedikit ya tentang acara seru yang mama Dian hadiri pada hari Kamis kemarin.

Bebelac Aksi Hebat Ramadan 2019
photo credit: Bebelac

Acara Bebelac yang bertajuk "Bebelac Aksi Hebat Ramadan" ini digelar di Hotel Four Points by Sheraton, Menteng. Acara yang semarak dengan warna tumerik khas Bebelac ini, dihadiri oleh teman-teman mom-blogger dan media, serta pakar-pakar ahli yang akan memberikan banyak ilmu baru sore itu.

Bebelac Aksi Hebat Ramadan


Bebelac Aksi Hebat Ramadan 2019

Acara yang dimulai pukul 3 sore ini, dibuka oleh sambutan hangat dari Ibu Deska Hapsari, Manager Marketing Bebelac. Sore itu Ibu Deska membawakan sebuah quote dari Aristotle:

"Educating the mind, without educating the heart is no education at all"
-Aristotle

Bener banget ya, tentunya semua orangtua ingin anak-anaknya nggak hanya pinter semata, tapi juga memiliki akhlak dan perilaku yang baik.

Oleh karena itu Bebelac yang telah memiliki pengalaman dan inovasi di bidang Nutrisi Awal Kehidupan selama 100 tahun berkomitmen untuk mendukung ibu menyediakan nutrisi dan stimulasi yang tepat agar kebesaran hati si Kecil berkembang seiring kemampuan berpikirnya. 

Seperti yang mbak Deska tuturkan nih "Bebelac percaya bahwa anak yang memiliki kebesaran hati yang berkembang seiring daya pikirnya akan tumbuh menjadi anak Hebat dengan Tanggap yang Lengkap, yang punya rasa peduli, cepat tanggap dan tanggap bersosialisasi"

Untuk itulah peran orangtua juga diharapkan nggak hanya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak saja. Tapi juga harus bisa memberikan stimulasi untuk mengasah hati dan akal si Kecil sejak dini.

Pada bulan Ramadan ini, Bebelac juga meluncurkan kampanye yang mengajak orangtua untuk mengasah kebesaran hati dan daya pikir si Kecil dengan stimulasi yang tepat sesuai tahap usia mereka. Seperti pada acara sore ini yang akan menghadirkan 2 pakar hebat di bidangnya masing-masing, yang mau menjelaskan tentang Nutrisi dan Stimulasi Tepat untuk Mendukung Anak Tumbuh Hebat.

Penasaran nggak sihsiapa aja expert yang hadir? Langsung aja terus baca postingan ini yaaa~

Pembicara pertama adalah psikolog terfavorit sepanjang masa, yang kalo ngomong tuh adem dan suka bikin "nyess" dihati. 

Ini dia, Ibu verauli yang selalu hadir dengan senyumnya yang manis dan ceria ini, langsung menghangatkan suasana sore itu dengan ice breaking sejenak agar para moms bisa siap menerima materi yang akan dipaparkan dengan baik.

Bebelac Aksi Hebat Ramadan 2019

Selanjutnya langsung aja yuk menyimak penjelasan dari ibu psikolog cantik ini tentang "Asah Kebesaran Hati si Kecil Seiring Daya Pikirnya".

Mengasah dan Menstimulasi Kemampuan Empati, Kebesaran Hati serta Rasa Peduli Anak


Menurut Ibu Vera, berdasarkan penelitian dari Hartshorne & May dalam Vasta, Miller dan Ellis 2004: Sesungguhnya aksi hebat yang menggambarkan kebesaran hati anak ditentukan oleh tuntutan situasi yang ada. Jadi lingkungan dan stimulasi memang sangat berpengaruh terhadap si Kecil.

Jika stimulasi dan lingkungannya baik, maka anak-anak akan dapat menunjukkan aksi hebat, aksi prososial yang tergambar dalam 3 bentuk. Yaitu, menolong, berbagi dan bekerja sama.

Dan Ibu Vera juga memberikan fakta yang cukup menyedihkan di sore itu, mengenai Perundungan yang terjadi pada anak-anak di Indonesia.

Bebelac Aksi Hebat Ramadan 2019

Dan ternyata, para pelaku dan korban perundungan kerap akan mengulang apa yang mereka alami dan relatif menetap sepanjang waktu. Serem banget ya? Ternyata perilaku buruk anak-anak yang suka mem-bully teman-temannya nggak bisa dibiarkan dan disepelekan begitu aja ya? Karena ternyata hal itu merupakan pola umum dari perilaku antisosial.

Situasi sosial seperti konflik dan perundungan ini juga ternyata mendorong si Kecil untuk memiliki tidak hanya kamampuan daya pikir, tapi juga kebesaran hati. Menurut Ibu Vera, orangtua harus mengasah kebesaran hati si kecil sejak dini agar mereka tumbuh dengan melihat permasalahan dari hatinya. Sehingga rasa empati dan peduli yang terbentuk akan mendorong daya pikir mereka untuk melakukan aksi hebat sesuai nurani mereka.

Dan menurut Ibu Vera, "Sesungguhnya setiap anak telah memiliki kemampuan empati. Dan dengan mengembangkan rasa empati, si Kecil mampu memiliki perilaku prososial yaitu perilaku membantu orang lain tanpa pamrih. Hal inilah yang harus terus diasah sejak dini seiring dengan kemampuan daya pikir si kecil, agar si kecil mampu menyikapi permasalahn serta memberikan solusi yang tepat dan penuh empati."

Ada 5 tahap perkembangan empati yang dijelaskan oleh ibu Vera pada sore itu. Seperti yang tertera pada poin 1-5 dibawah ini. 
Bebelac Aksi Hebat Ramadan 2019

Suka sadar nggak sih bahwa kadang bayi-bayi itu nangisnya bersahut-sahutan? Hal itu ternyata karena bayi juga sudah memiliki rasa empati loh, jadi mereka memang akan refleks menangis jika mendengar tangisan bayi lain. Perkembangan empati pada bayi seperti yang tertulis pada poin 1 dan 2 diatas.

Selanjutnya, saat mama sedang sedih, atau sedang lesu, suka ada yang anaknya kucluk-kucluk menghibur sambil memberikan mainan kesukaannya sebagai bentuk penghiburan kepada kita nggak sih? Nah ini sesuai sekali dengan poin 3 dan 4 yang merupakan tahap perkembangan empati toddler dan balita. Mereka kerap kali memberikan barang kesukaannya sebagai bentuk empati dan kasih sayang kepada orang lain, hal itu terus berkembang hingga akhirnya mereka bisa berempati dengan cara yang tepat.

Dan poin ke-5 adalah untuk anak usia 7 tahun diatas. Dimana biasanya mereka lebih memahami apa yang telah kita rasakan, cepat tanggap dan bertindak secara tepat. Pada usia ini juga sebaiknya libatkan si Kecil dalam 'emotional talk'  agar mereka bisa menyampaikan apa yang mereka rasakan dan kemudian jangan lupa untuk memberikan pujian dan penghargaan untuk setiap hal baik yang mereka lakukan.

Bebelac Aksi Hebat Ramadan 2019

Nah, untuk mendukung orangtua memberikan stimulasi yang tepat, Bebelac bekerjasama dengan Ibu Verauli dalam menyediakan materi yang dapat digunakan orangtua dalam memberikan stimulasi seimbang dari aspek IQ, EQ dan SQ dalam bentuk flashcard - Tips Tumbuh Kembang si Kecil. 

Bebelac Aksi Hebat Ramadan 2019

Flashcard ini ada bentuk hardcopy dan softcopy juga loh. Untuk yang mau softcopynya langsung aja akses dan unduh dengan mudah dari laman Bebeclub.co.id yaaa. Atau cuss langsung aja follow instagram dan FB @bebeclub untuk emndapatkan beragam informasi mengenai cara mengembangkan daya pikir dan kebesaran hati si Kecil.

Bebelac Aksi Hebat Ramadan 2019

Selanjutnya ada Prof. Tati yang juga nggak kalah kece dalam busana balutan warna turmerik. Prof tati akan memberikan ilmu baru mengenai nutrisi yang tepat untuk si Kecil. Ngomongin tentang Nutrisi, jangan lupa dengan Piramida Gizi Seimbang yaa. Karena lewat Piramida Gizi Seimbang, kita udah bisa mengetahui apa-apa aja nih asupan makanan yang dibutuhkan oleh tubuh kita.

Tapiiii, untuk anak usia 1 tahun ke atas, kemampuan daya pikir, intelektual, emosi dan sosial berkembang sangat pesat. Nah pada masa inilah orangtua juga harus  memperhatikan asupan nutrisi anak secara tepat agar ia dapat tanggap secara intelektual, emosi dan sosial. 

Pentingnya Menjaga Kesehatan Saluran Cerna


Nah ada satu bagian di dalam tubuh yang sebenernya penting sekali untuk kita, terutama untuk anak-anak namun sering terlupakan. Bagian itu adalah~ saluran cerna!

Seperti yang dikatakan oleh Prof Tati nih "Kesehatan saluran cerna mampu memengaruhi kemampuan daya pikir dan emosi si kecil. Usus adalah organ yang kompleks dan penting. Organ ini memiliki 60-70% sel imun, 100 juta neuron dan menghasilkan 95 serotonin tubuh yang memengaruhi mood atau emosi si Kecil."

Bebelac Aksi Hebat Ramadan 2019

Oleh karena itu untuk anak usia 1 tahun ke atas, perlu lebih diperhatikan lagi nih nutrisi spesifik yang mendorong anak tanggap secara intelektual dan emosional. Nutrisi spesifik yang harus diperhatikan adalah kebutuhan makronutrien dan mikronutriennya, termasuk asam lemak esensial (AA & DHA), Asam amino essensial, tambahan vitamin A & D, mineral (Besi dan Seng) serta prebiotik untuk kesehatan saluran cerna.

Seperti yang dikatakan oleh Hippocrates "All disease begins in the gut": semua penyakit bermula di usus atau saluran cerna.

Prof Tati juga mengenalkan kita kepada Gut-Brain Crosstalk. Atau hubungan antara saluran cerna dan otak kita. Dimana ternyata apa yang terjadi pada saluran cerna kita, benar-benar mempengaruhi pikiran atau mood kita. Seperti yang digambarkan oleh Prof Tati dalam slidenya di bawah ini.

Bebelac Aksi Hebat Ramadan 2019


Jadi, jangan sepelekan kesehatan saluran cerna kita mulai sekarang, ya. Terutama saluran cerna anak-anak kita. Penuhi asupan nutrisi spesifiknya untuk bisa terus mengoptimalkan tumbuh kembang mereka.

Bagaimana Cara Shireen Sungkar Mengasah Rasa Peduli, Cepat Tanggap dan Tanggap Sosialisasi Anak-anaknya?


Bebelac Aksi Hebat Ramadan 2019

Seperti sharing dari Shireen Sungkar nih. Pada kesempatan kemarin, Shireen bercerita banyak tentang anak-anaknya. Ternyata semua yang dikatakan oleh Ibu Vera , bener banget nih menurut Shireen. Adam, anak pertamanya adalah anak yang memiliki rasa empati yang tinggi. Terutama kepada adik-adiknya juga loh. 

Semua aksi hebat Adam, selalu diapresiasi oleh Shireen dan suaminya. Shireen dan suami ingin anak-anaknya kelak menjadi anak hebat dengan tanggap yang lengkap. Oleh karena itu Shireen terus mengasah kebesaran hati dan daya pikir anak-anaknya di rumah. Dan nggak lupa juga untuk selalu memenuhi nutrisinya.

Hal kecil yang dilakukan Shireen di rumah adalah mengajarkan anak mengungkapkan perasaannya, memiliki rasa peduli terhadap lingkungan sekitar hinggal melakukan aksi kecil yang bermanfaat bagi orang lain. Campaign Bebelac Aksi Hebat Ramadan, dirasa pas oleh Shireen dalam terus mengasah kebesaran hati serta rasa empati anak-anaknya.

Ngobrolin tentang asupan nutrisi untuk anak-anaknya, Shireen juga ngebocorin susu pertumbuhan favorit anak-anaknya. Yang ternyata kesukaannya sama nih sama Abang. Yaitu susu Pertumbuhan Bebelac yang dilengkapi dengan Fish Oil serta Omega 3 & omega 6 yang ditingkatkan, FOS:GOS 1:9 yang dipatenkan serta vitamin dan mineral yang menjadi salah satu sumber nutrisi si kecil untuk mendukung tumbuh kembang secara optimal. 


Menjaga kesehatan saluran cerna dan pemenuhan nutrisi penting sekali untuk si Kecil, agar mereka siap menerima stimulasi untuk melatih kemampuan daya pikir dan juga kebesaran hatinya. Pemenuhan nutrisi juga harus disesuaikan dengan tahapan tumbuh kembang dan juga harus bisa diserap oleh sistem pencernaan dengan baik. Agar berguna untuk pertumbuhan otak dan juga emosi si Kecil.

Bebelac Aksi Hebat Ramadan 2019


Alhamdulilah dapet banyek banget insight baru dari acara. Acara ditutup dengan lomba menghias parcel dan dilanjut juga dengan buka puasa bersama tentunya. Terima kasih banyak Bebelac, sudah memberikan banyak ilmu baru untuk para ibu seperti kamiđź’›

Semoga kelak seluruh anak Indonesia memiliki rasa empati, kebesaran hati,selalu sehat dan terpenuhi nutrisinya. Serta jadi anak Tanggap yang Lengkap yang Punya Rasa Peduli, Cepat Tanggap, dan Tanggap Bersosialisasi yaaaa! Aamiin.. Sampai disini dulu ya Parenting Sharing kali ini. Semoga bermanfaat untuk semua yang membacanya yaaaa❤️❤️❤️
"Setiap anak itu unik."

Sebagai orangtua aku percaya banget dengan hal itu. Setiap anak nggak mungkin diciptakan sama. Setiap anak pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Pada saat pembagian rapot semester tahun lalu, mama Dian nggak sengaja mengetahui bahwa Abang ternyata mendapat peringkat 21 di kelasnya. Bayangkan, peringkat 21!

Sebetulnya sistem rangking memang sudah dihapuskan dari sistem pendidikan kita. Etapi kemarin secara nggak sengaja bu guru Abang menggunakan daftar absen yang juga berisi rangkuman nilai dan peringkat nilai mereka dikelas. Jadilah, pas satu buibu tau rangking anaknya, buibu yang lain pun nggak kalah kepo termasuk mama Dian.

Pas pertama kali tau Abang ternyata mendapat peringkat ke-21 di kelasnya, reaksi mama Dian cuma ketawa dan tentunya nggak percaya. Karena mama Dian langsung membandingkan ke diri sendiri semasa SD dulu yang nggak pernah lepas dari 5 besar di sekolah. Kok ternyata Abang beda? Huhu.

Walaupun sebagai mama Millenials, tentunya udah paham banget bahwa nilai bukan segalanya, dan tentunya kesuksesan anak di masa depan kelak nggak semata ditentukan dari angka-angka di atas raport mereka. Tapi tetep pas tau peringkat 21 itu, ya mama Dian nyesek jugaaaa.

Tapi Alhamdulillah Bu Gurunya Abang juga memberikan respon yang positif, "Nggak apa-apa kok Mah, nggak masalah.. Peringkat nggak menentukan segalanya, masih kelas 1 juga jadi pasti masih bisa meningkat dan diperbaiki lagi."



Tapi memang kalo dilihat dari sifatnya, setiap kali mama Dian dampingi belajar, Abang agak susah untuk serius. Pasti lebih banyak bercandanya dibanding seriusnya. Tapi untuk matematika, mama Dian malah berpikir kalo Abang bisa menghitung lebih cepat daripada Una kakaknya (8 tahun, kelas 2 SD).

Walaupun mama Dian udah tau dan udah ngerti bahwa nilai-nilai di atas kertas itu bukan penentu keberhasilan Una dan Abang kelak, tapi kalo memotivasi Abang untuk lebih maksimal lagi dalam belajar sehingga bisa mendapatkan nilai yang lebih baik tentunya nggak ada salahnya bukan?

Tapi sejujurnya mama Dian juga agak bingung dengan dimana sih letak kesalahan mama Dian dalam mengajari Abang belajar?  Sejujurnya mama Dian nggak punya petunjuk sama sekali tentang hal itu. Huhuhu.

Sampai akhirnya hari ini mama Dian mengetahui tentang suatu test kecerdasan yang bisa mengenali dan mengembangkan potensi anak sejak dini, bahkan hasil tesnya kelak bisa memberikan gambaran lengkap tentang kemampuan anak serta membantu cara belajar anak lebih efektif. 

Nah ini dia tes kecerdasan yang sepertinya sangat dibutuhkan oleh Abang, yaitu adalah #AJTCogTest.

Tentang AJT CogTest


AJT CogTest adalah tes kognitif yang akurat dan komprehensif dalam membantu mengidentifikasikan kekuatan serta kelemahan belajar anak. 

Berbeda dengan alat test IQ yang biasanya dipakai di Indonesia yang merupakan saduran dari luar negeri sehingga belum sesuai dengan norma yang ada di Indonesia. AJT CongTest dinormakan untuk anak indonesia atau terstandarisasi sesuai dengan karakteristik bahasa serta budaya Indonesia.  Alat tes kognitif ini dirancang oleh psikolog dan ahli psikometri Indonesia maupun internasional untuk anak Indonesia.


AJT CogTest memberikan hasil yang komperehensif dari 8 bidang kecerdasan anak. Dengan melakukan tes IQ menggunakan AJT CogTest, diharapkan orangtua dan guru dapat memahami cara belajar yang terbaik untuk anak berdasarkan domain kognitif serta mengoptimalkan potensi yang dimiliki anak. 

AJT CogTest ini merupakan hasil dari penelitian yang dilakukan selama lebih dari 4 tahun terhadap hampir 5.000 siswa dari propinsi di Pulau Jawa, bekerja sama dengan Fakultas UGM dan Kevin McGrew sebagai konsultan proyek, ahli dari teori CHC dan Co-Author dari Woodcock-Johnson III & IV. AJT CogTest telah diuji coba di 10 sekolah terkemuka se-Jabodetabek.

Teori CHC yaitu Cattel-Horn-Carrol merupakan model kemampuan kognitif manusia paling komperenhensif dan empiris yang mencakup beberapa dekade penelitian.

AJT CogTest yang ditawarkan oleh PT. Melintas Cakrawala ini terbagi menjadi 2 jenis paket yaitu,

1. AJT CogTest Full Scale yang dapat mengidentifikasi 8 kemampuan kognitif lengkap yang menampilakn profil lengkap kekuatan dan kebutuhan belajar anak. Biaya untuk AJT CogTest Full Scale sebesar Rp. 760.000,-

2. AJT CogTest Comprehensive yang diperuntukkan ketika seorang anak memerlukan data lebih terperinci untuk dianalisis, psikolog akan merekomendasikan tambahan tes. Biaya untuk AJT CogTest Comprehensive ini sebesar Rp. 1.200.000,-



AJT CogTest dirancang khusus untuk siswa Indonesa yang berusia 5 sampai 18 tahun. Test kognitif ini akan dilakukan oleh psikolog yang sudah mengikuti pelatihan dan disertifikasi. Hasil dari AJT CogTest akan dikirimkan berupa softcopy melalui email dalam waktu 7 sampai 14 hari kerja setelah tes dilakukan.

Diusia yang ke-7 Abang kini tengah mengalami masa penting dimana seharusnya mama Dian bisa mengetahui profil Kognitif guna membantu memotivasi Abang dengan tepat dan efektif. Dengan mengetahui profil pembelajarannya juga, sepertinya mama Dian akan dapat memahami bagaimana Abang dapat belajar sebaik mungkin dan bisa mengarahkan potensi yang dimiliki lebih maksimal seiring dengan perkembangan dan pertumbuhannya.

Kayanya, mama Dian bakal segera mengambil tes AJT CogTest nih untuk Abang. Mumpung masih 7 tahun kan, jadi biar kedepannya mama Dian bisa lebih mudah mengatahui pola pembelajaran yang tepat untuk Abang. Namanya juga ikhtiar orangtua. InsyaaAllah nanti kalo Abang udah ambil #TesKognitifAJT bakal mama Dian ceritakan lagi di blog ini yaaa~

#YukKenaliAnakKita dengan AJT CogTest! Untuk buibu lain yang mungkin tertarik untuk lebih mengetahui  dan memahami kemampuan istimewa belajar anak lewat AJT CogTest ini. silakan langsung klik www.melintascakrawala.id. Atau langsung aja follow instagramnya di @melintascakrawalaid atau WhatsApp CS di nomor 087883258354.

Beberapa hari yang lalu saat Abang baru turun dari mobil jemputan, Abang langsung nyeritain apa yang dia alami hari itu di sekolah.

Abang: Mah tadi Abang dilempar sama temen. Nih tangan Abang jadi berdarah sedikit.
Mama Dian: Loh kok bisa? Dilempar apa Bang?
Abang: Abang dilempar sama temen Abang..
Mama Dian: Iya Abang dilempar apa sama temen Abang?
Abang: Abang yang dilempar mah. Dia tarik Abang terus lempar Abang ke depan sampe Abang jatoh ke lantai..

Mama Dian langsung shock dan kesel dengernya. Iyalah ya, siapa sih ibu yang mau anaknya kenapa-kenapa? Mama Dian pun langsung meminta Abang menceritakan detail kejadiannya, dan bagaimna perasaannya setelah ia 'dilempar' oleh temannya.

Abang: Abang nggak nangis kok mah. Karena temen yang lempar itu ketawa-ketawa abis lempar Abang, Abang juga ikutan ketawa. Tapi terus pas Abang pegang kok tangan Abang perih, ternyata berdarah..
Mama Dian: Terus Abang lapor ke bu guru kan?
Abang: Iya mah, Abang langsung bilangin ke bu guru kok abis itu..

Walaupun kesel banget dengernya, tapi mama Dian masih bersyukur karena Abang ternyata nggak memilih untuk langsung membalas temannya tersebut. Abang lebih memilih untuk melaporkan perbuatan temannya tersebut ke guru kelasnya.

Baru 1 bulan ini Abang jadi anak SD. Sekolah baru, kelas baru, lingkungan baru, dan teman-teman baru. Syukurlah Abang ternyata bisa cepat belajar beradaptasi dengan tema-teman barunya. Dan mampu mengelola emosinya dengan baik saat dia diganggu oleh temannya.

Setelah kejadian tersebut mama Dian kemudian jadi menyadari tingkat kecerdasan emosional Abang. Saat Abang mampu menahan emosinya dan bukannya malah membalas apa yang dilakukan oleh anak tersebut, berarti Abang telah memiliki kecerdasan emosional yang baik.

Kebetulan Abang memang punya pembawaan yang kalem. Sejak TK pun nggak pernah nangis sama sekali di sekolah dan nggak pernah berantem dengan teman sekolahnya. Walaupun cowok, tapi sifat Abang lebih ke sifat yang pendiem dan penurut. 

Oleh karena itu awlnya mama Dian sempet takut kalo Abang bisa jadi sasaran empuk kalo ada perundungan di lingkungan sekolahnya. Tapi alhamdulillah, ternyata Abang udah mampu membela dirinya sendiri dan tau apa yang harus dia lakukan jika dia 'diganggu' oleh temannya.

Sebagai mama millenials, mama Dian paham banget bahwa kecerdasan seorang anak nggak hanya dinilai dari angka-angka yang mereka dapatkan di sekolah. 

Karena mama Dian yakin setiap anak punya kecerdasan mreka masing-masing. Bukan diangka loh ya, namun di bakat yang mereka miliki.

Pas banget nih kemarin mama Dian mengikuti takshow tentang Anak Cerdas Itu pada Media dan Blogger Gathering Cerebrofort yang diselenggarakan di lobby Utama AEON Mall BSD Serpong.


Disana hadir Dra. A. Kassandra Putranto seorang Psikolog yang menceritakan bahwa banyak sekali orangtua yang datang ke kliniknya dan meminta Dr. Kassandra untuk menggali kecerdasan dan bakat yang dimiliki anaknya. Dan Dr. Kassandra pun menanyakan kembali kepada si orangtua, stimulus apa sajakah yang telah diberikan di rumah untuk si anak. Karena ternyata kecerdasan dan bakat anak-anak nggak hanya bisa hadir begitu saja, namun juga memerlukan pancingan atau stimulus dari lingkungan sekitar terutama orangtuanya.

Sesuai dengan Teori Multiple Intelligence, pendapat mama Dian dibenarkan nih oleh Dr. Kassandra. Bahwa ternyata setiap anak memiliki multiple intelligences, IQ, SQ dan EQ.

Dr. Kassandra mengatakan "Cerdas ternyata nggak melulu hanya pintar. Lewat teori Multiple Intelligences, kecerdasan anak anak kita bisa dinilai dari aspek lain."

Menurut Dr. Robert J Sternberg, Kecerdasan adalah merupakan hasil keseinbangan dari kemampuan analitis, kreatif, dan praktik yang berfungsi secara bersamaan sehingga individu dapat mencapai tujuan hidupnya dalam konteks sosio-kultural. 

Ada 3 Aspek yang bisa memaksimalkan kecerdasan anak

Yang pertama adalah Orangtua. Orangtua senantiasa berada disamping anak-anaknya. Oleh karena itu, orangtua memiliki peran penting untuk mengenalkan kecerdasan kepada anak-anaknya. Sejak kecil orangtua bisa mnegenalkan anak-anak ke berbagai stimulus seperti mewarnai, musik, tari, buku bacaan dan lain sebagainya.

Yang kedua adalah Sekolah. Dalam menentukan sekolah anak-anak kita tentunya harus memalui berbagai macam pertimbangan. Karena disekolahlah anak-anak akan belajar banyak hal baru yang berpotensi besar memaksimalkan kecerdasan yang mereka miliki.

Yang ketiga adalah Masyarakat. Masyarakat disini bisa termasuk orang-orang diseitar rumah, orang-orang disekolah, ataupun orang-orang yang mereka kenal lewat teknologi digital. Kumpulan masyarakat ini,  ternyata juga berpegaruh dalam kecerdasan anak-anak kita. Oleh karena itu sebagai orangtua kita harus mengenalkan anak-anak kita pada lingkungan masyarakat yang baik.

Selain itu, Dr. Kassandra juga menjelaskan 2 Faktor penentu kecerdasan anak

Yaitu adalah Nature dan Nurture. Nature maksudnya adalah kecerdasan yang dibawa via genetikdan biologis. Aspek nature ini meliputi kapasitas intelektual, potensi alami anak dan karakteristik fisik. Dan memang ternyata ada bakat alami anak yang diturunkan langsung sari orangtuanya. 

Dan Nurture merupakan paktor penentu kecerdasan anak yang berasal dari luar atau lingkungan yaitu bisa berasal dari asupan gizi, stimulus orangtua dan guru serta  lingkungan si anak tersebut

Dr. Kassandra juga mengatakan orangtua tidak boleh melupakan doa dan ikhtiar sebagai penentu kecerdasan anak-anak kita. Doa dan ikhtiar tentu saja penting untuk mengimbangi aspek nature dan nurture kecerdasan anak-anak kita. Semua bakat alami yang dimiliki anak, tidak akan bisa berfungsi maksimal jika orangtua tudak melakukan ikhtiar dengan memberikan media untuk mengasah bakat tersebut.

Generasi Titanium untuk masa depan anak-anak Indonesia

Karena emas aja nggak cukup, kita harus membuat generasi titanium yang tahan banting dan tahan lebur untuk penggambaran generasi masa depan anak-anak kita. Dan ternyata 4 pilar kecerdasan Cerebrofort yang diwakilkan oleh 4 zona yang ada pada acara Cerebrofort ini sesuai banget loh dengan Generasi titanium ini.

1. Kreatif

Anak yang cerdas adalah anak yang kreatif. Setuju nggak sih mams? Kalo mama Dian sih setuju banget karena dengan kreatifitas, anak-anak bisa berpikir dan menemukan solusi atau sudut pandang baru yang membantu mereka menyelesaikan masalah-masalah unik yang akan dihadapi di jaman globalisasi dan digital ini.



Nah pada zona Kreatif Cerebrofot pada Lobby AEON Mall BSD kemarin, ada banyak stimulus yang diberikan kepada anak-nak supaya mereka semakin kreatif. Salah satunya adalah Science for Kids dari Enginering for Kids. Ada pisang yang bisa jadi piano loh. Nah gimana bisa pisang jadi Piano? Biarkan anak-anak mengasah kreatifitasnya dengan mengawasi dan bermain dengan science pada zona kreatif ini.

Kalo untuk Una dan Abang, mama Dian suka mengasah kreatifitas mereka dengan memberikan peralatan gambar dan crafting lengkap untuk mereka berkreasi. Kebetulan Una juga suka banget nih bikin cerita komik, jadi mama Dian selalu dukung Una dengan membaca dan mengoreksi semua cerita komik yang dia buat.

2. Peduli

Anak yang cerdas adalah anak yang memiliki rasa kepedulian dan empati serta kasih sayang kepada sesama. Rasa peduli tersebut merupakan suatu tanda bahwa anak memiliki kecerdasan sosial-emosional.

Dan ternyata sudah ada penelitiannya loh, bahwa manusia yang memiliki kemampuan sosial--emosional dapat menjalin hubungan dan benekrjasama dengan lebih baik serta prestasi akademiknya juga dapat meningkat.


Pada zona Peduli ini ada sebuah box yang disediakan oleh Cerebrofort sebagai tempat berbagi anak-anak kita untuk anak-anak yang membutuhkan. Dengan memberitahukan kepada anak-anak kita bahwa masih banyak anak yang kurang mampu diluar sana, kita juga bisa mengajak anak-anak untuk menyumbangkan sebagian barang yang layak pakai untuk teman-temannya yang kurang beruntung.

Dan sedihnya, kemarin banyak sekali saudara-saudara kita di lombok yang terkena bencana gempa. Melalu tayangan-tayangan gempa itulah mama Dian juga mencoba untuk menjelaskan kepada Una dan Abang tentang berbagi. Dan menyisihkan uang jajan mereka untuk membantu para korban gemmpa di Lombok. Semoga bencana di lombok segera usai, dan semuanya bisa kembali lagi seperti sedia kala. Aamiin.

3.  Berani

Karena anak cerdas itu berani. Dengan keberanian yang dimiliki si anak dapat melakukan eksplorasi dan hal-hal positif lainnya. Karena keberanian juga akan menumbuhkan kepercayaan diri, asertivitas dan kemandirian pada anak. Yang apda akhirnya akan membentuk keberanian dalam bersikap, mengambil keputusan dan tindakan serta kesiapan menghadapai rintangan di depan.


Nah pada zona berani ini disediakan fotografer dan background foto untuk anak-anak yang akan mengikuti audisi Pemilihan Model Cover SBH 2018 sebuah event yang juga diselenggarakan oleh Cerebrofort yang bekerjasama dengan Tabloid Si Buah Hati (SBH).

Dengan mengajak anak kita untuk mengikuti pemilihan Cover Model SBH ini, tentunya kita juga mendorong anak-anak untuk berani mencoba sesuatu yang baru dan untuk lebih percaya diri.



Selain event tersebut Cerebrofort bersama SBH juga mengadakan event "Kids Got Talent" 2018. Lewat ajang "Kids Got Talent" anak-anak bisa menunjukkan bakat yang ia miliki. Bisa menyanyi, menari, bermain alat musik, modelling dan lain sebagainya, dan semua itu bisa dilakukan sendiri ataupun berkelompok hingga 8 orang.

Audisi akan dilakukan di beberapa kota di Indonesia loh. Hadiahnya juga besar banget, ada uang ratusan juta rupiah plus liburan ke Universal Studio Singapore! Untuk keterangan lebih lanjut silakan klik www.sangbuahhati.com yaa~

4. Sehat

Anak yang cerdas adalah anak yang sehat. Karena jika anak kita sehat maka mereka bisa belajar dan bereksplorasi untuk memaksimalkan kecerdasan mereka.

Anak yang sehat adalah anak yang optimal pertumbuhan dan perkembangannya. Pertumbuhan anak biasanya meliputi ukuran fisik dan struktur tubuh seperti tinggi badan, lingkar kepala dan berat badan. Sedangkan perkembangan anak artinya bertambahnya kemampuan dan fungsi tubuh. Seperti kemampuan motorik kasar dan halus, sosialisasi dan kemandirian.

Pertumbuhan dan perkembangan ini akan terjadi secara simultan dan berkesinambungan. Jika anak tumbuh dengan normal berat badan dan tinggi badannya, maka akan diikuti pula dengan bertambahnya kemampuan dan fungsi tubuhnya.



Untuk membuat anak-anak sehat tentunya kita nggak boleh melupakan asupan makanan dengan gizi seimbang dan tambahan vitamin yang diperlukan ya. 

A2G untuk Generasi Titanium Anak Indonesia

A for Attitude and Achievement
Anak indonesia tentunya harus memiliki attitude atau sikap dan perilaku yang baik. Serta sebagai orangtua tentunya kita tidak boleh lupa memberikan achievemen atau penghargaan kepada anak-anak kita. 

B for Big Brain and Heart
Kita harus memaksimalkan tumbuh kembang otak anak dengan asupan yag tepat dan bergizi mulai dari dalam kandungan hingga mereka lahir dan menjalani masa 1000 hari ertama kehidupannya. Itulah mengapa setiap dokter selalu mengecek lingkar kepala anak-anak kita, karena mereka terus memantau pertumbuhan otak yang jadi kunci utama kecerdasan anak-anak kita.

C for Care and Love
Orangtua harus mengisi juwa dan pikiran anak anak dengan cinta dan kasih sayang. KArena anak bisa menjadi anak yang peduli jika melihat lingkungan yang juga peduli di sekitarnya. Begitu juga dengan cinta, anak bisa mencintai denganbaik jika dia juga dicintai dengan sepenuh hati.

D for Dance and Excercise
Jauh-jauh deh dari istilah mager atau malas gerak. Karena ternyata banyak bergerak itu memiliki manfaat yang baik untuk anak-anak kita. Anak yang sehat juga merupakan anak yang aktif tentunya.

E for Eat Healthy Foods and Drinks
Berikan asupan makanan yang baik untuk anak-anak kita. Hindari makanan yang terlalu banyak minyak, garam dan gula.

F for Fun Edutainment
Berikan pendidikan yang tepat nan menyenangkan untuk anak-anak kita. Karena anak-anak ternyata bisa memaksimalkan kecerdasannya jika belajar dengan menyenangkan loh.

G for Good Quality of Sleep
Perhatikan juga durasi tidur anak-anak kita. Jangan sampai mereka bermain gadget hingga malam hari dan mngorbankan waktu tidurnya. Karena anak-anak membutuhkan waktu istirahat yang cukup untuk masa pertumbuhannya.

Metode A2G ini bisa juga menjadi tolak ukur apakah anak kita merupaan anak-anak yang sehat atau tidak. Coba dibuat ceklis satu-satu dari A hingga G diatas ya Mams, untuk mengukur apakah anak-anak kita sudah tumbuh dan berkembang dengan baik.


Selanjutnya adalah penjelasan dari dr. Claudia Anggi yang akan menjelaskan tentang Anak Cerdas Itu adalah anak yang sehat dan memperhatikan asupan gizinya dengan baik. 


Berbicara mengenai asupan makanan yang sehat, jangan lupakan pedoman kerucut gizi seimbang. 

Roti, nasi dan makanan yang terbuat dari tepung mengandung karbohidrat kompleks yang baik untuk anak-anak kita. Hindari pemberian minuman manis yang berlebihan untuk anak-anak ya Mams, karena gula yang terkandung di dalamnya adalah karbohidrat simpel yang kurang baik untuk anak-anak kita. 

Untuk snack time, jangan melulu memberikan sweet treats berupa kue atau makanan manis. Agar lebih sehat, semua makanan manis bisa diganti dengan buah-buahan. 

Hindari juga makanan yang digoreng, terlalu asin dan terlalu manis untuk anak-anak kita. Usahakan buat menu bervariasi untuk makanan anak-anak sehari-hari.

Jangan lupa berikan 2 nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh kembang otak anak-anak kita. Makronutrien yaitu karbohidrat, lemak dan asam lemak (AA, DHA, OMega 3 dan 6 untuk kecerdasan) dan Protein untuk pertumbuhan sel dan fungsi otak serta perlindungan infeksi. Dan Mikronutrien yaitu Mineral contohnya zat besi untuk pembentukan Myelin dalam otak dan vitamin seperti asam folat untuk pertumbuhan sel sel otak.


Selanjutnya adalah penjelasan dari Bapak Johan Leo selaku perwakilan dari Cerebrofort. Ternyata Cerebrofort sudah ada sejak 45 tahun yang lalu loh. Dan cerebrofort juga ingin mengambil peran serta dalam mencerdaskan anak-anak bangsa lewat asupan vitamin dan mineral dalam beberapa produk Cerebrofort.


Cerebrofort Gold merupakan multivitamin syrup yang diperkaya dengan minyak ikan untuk kecerdasan anak dan tumbuh kembang optimal. Tersedia dalam dua rasa yaitu strawberry dan orange. Serta dua ukuran yaitu 100ml dan 200ml.

Cerebrofort Gold mengandung AA+DHA+EPA+Asam Folat+Asam L Glutamat yang berfungsi untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Lysine yang berguna untuk menambah nafsu makan. Biotin yang berguna untuk metabolisme asam lemak, kolesterol, dan asam amino (Protein), sehingga gizi anak tetap terjaga. Asam Folat + Vit B12 untuk pembentukan sel darah merah. Vitamin A untuk menjaga kesehatan mata. Vitamin B Komplek untuk membantu metabolisme tubuh. Vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh dan vitamin D untuk membantu pembentukan tulang dan gigi.


Tersedia juga Cerebrofort Marine Gummy. Satu satunya gummy sehat yang mengandung minyak ikan tuna serta diperkaya dengan omega 3 dan 6 (DHA dan EPA) yangbaik untuk kecerdasan otak. Cerebrofort Marine Gummy tersedia dalam rasa strawberry, orange, mango, grape, dan mixed fruits.

Cerebrofort Marine gummy mengandung DHA : EPA = 4.1 yang mirip dengan ASI sehingga mudah diserap oleh tubuh.
 

Pas banget diacara kemarin, ada booth khusus yang menjual produk Cerebrofort. Mama Dian langsung beli deh buat oleh oleh Una dan Abang di rumah. 


Kebetulan Abang emang suka banget nih sama Cerebrofort Gummy. Karena gummy ini merupakan gummy sehat, jadi mama Dian lebih tenang dong ya memberikan gummy sehat yang kaya akan omega 3 dan 6 ini kepada Una dan Abang.

Orangtua-orangtua zaman dahulu biasanya  sih menilai kecerdasan anak dengan angka-angka yang mereka terima di rapot sekolah. Kalo dulu, mungkin anak yang cerdas adalah anak yang dapet ranking 10 besar.

Tapi kalo jaman sekarang sih, InshaaAllah mama mama millenials udah punya pemikiran yang berbeda tentang kecerdasan anak-anaknya yaaaa?


Mama Dian pun sekarang bersyukur banget karena tau bahwa Abang memiliki EQ yang baik untuk menghadapi masalah-masalah di sekitarnya. Semoga bisa semakin berteman baik serta semakin kompak dengan teman-teman sekelas ya Bang.. Aamiin.

Mama Dian pun percaya bahwa tidak ada anak yang tidak cerdas. Setiap anak punya kecerdasan mereka masing-masing. Dan tugas kita sebagai orangtuanyalah untuk selalu mendukung kecerdasan anak-anak kita. Termasuk salah satunya adalah melengkapi asupan untuk anak-anak kita dengan Cerebrofort Gold dan Cerebrofort Gummy.

InshaaAllah mama Dian aku semakin rajin juga untuk mendukung kecerdasan yang dimiliki oleh Una dan Abang. Karena #AnakCerdasItu tidak melulu dari nilai akademis namun juga harus  berani, kreatif, peduli dan juga sehat. Yuks mams, kita dukung selalu kecerdasan anak-anak kita!
Assalamu'alaikum :)
Hola!

Abang Rizqi, waktu berumur 2,5 tahun.

Bulan November lalu, Alhamdulillah anak kedua aku Rizqi menginjak umur ke empat tahun. Daaaan postingan kali ini aku mau menulis tentang Drama Cerita Menyapih Abang. Berbeda sama kakaknya dulu yang cuma ASI selama setahun dan  harus dipaksa berhenti ASI karena munculnya Rizqi. Naaaah kalo Rizqi, masih ASI sampe umurnya 4 tahun. Alhamdulillah sekarang udah nggak bergantung sama ASI lagi. *Mama Dian happy! :D* Aku share ya metode pertama yang sempet  aku pilih untuk menyapih Rizqi di umur 2,5 tahun. Yaitu adalah...

 Menyapih Anak Metode Air Do'a


Serius nih metode air do'a? Serius banget! Hehe. Jadi ceritanya waktu itu lagi main ke rumah mertua selama beberapa hari. Kebetulan disana ada tetangga, pasangan muda (temen kecilnya Hepri juga) yang punya anak seumuran Rizqi (yang kebetulan nama anaknya juga Rizky. Tapi dipanggilnya Kiki. Hihi). Dan dia baru aja berhenti ASI. Langsung dooong sesama ibu-ibu muda sharing-sharing tentang gimana sih caranya menyapih Kiki?

[Baca: Bagaimana Rasanya Menikah dan Memiliki Anak di Usia 19 Tahun?]


Mamanya Kiki langsung cerita kalo dia ini punya kenalan ibu-ibu yang bisa ngasih air do'a biar anak kita lupa sama ASI. Tadinya sempet nggak percaya dan sangsi, tapi ya itu buktinya ada sendiri di depan mata. Hehe. Yaudah akhirnya obrolan berakhir dengan "Duh aku juga mau dong, besok anterin ya ke rumahnya ibu itu." "Oke deh" Kata mama Kiki.

Keesokan sorenya dapet BBM lah dari mamanya Kiki. Kalo kebetulan ibu itu lagi ada di deket-deket situ. Abis mijit bayi ya kalo ngga salah. Dan aku langsung diajak ketemuan di rumahnya Kiki. Langsung lah aku meluncur kesana. Kata mama Kiki di BBM, "Jangan lupa bawa air minum di botol ya". Aku pun mulai grasak-grusuk di rumah mertua nyari botol untuk diisi air minum. Bapak sama ibu mertua sempet penasaran dan nanyain mau kemana tumben grusak-grusuk. Aku cerita langsung tentang air do'a mujarab si ibu yang bisa membuat Kiki berhenti ASI. Dan apa reaksinya Ibu Bapak mertua saat itu? Ketawa. Aku malah diketawain sambil dinasehatin, "Rizqi kan masih kecil, jadi ngga usahlah diberentiin dulu. Dilanjutin aja, dulu juga anak-anak ibu rata-rata pada ASI sampe 3 tahun kok." Aku jadi sempet mikir, apa iya yaaa biarin dulu aja? Tapi kemudian aku kembali membulatkan tekad untuk menyapih Rizqi karena terbayang-bayang asiknya kalo bisa jalan-jalan tanpa mesti repot pake baju yang ribet untuk menyusui dan nyari temnpat menyusui yang enak. *nah ini emang faktor emaknya yang udah ngga mau ribet x)*  Lagian Rizqi udah dua tahun lewat juga kaaan. *Dan ini lah alasan yang sesungguhnya xD* Yaudah deh, lanjutlah aku jalan ke rumah mamanya Kiki sambil tak lupa membawa sebotol air putih.

Sesampainya di rumah mama Kiki, bertemulah aku dengan si ibu pembuat air do'a ini. Ibunya berpenampilan biasa aja, menggunakan gamis panjang bermotif batik (yang mirip daster ibu-ibu) dan turban khas ibu-ibu. Orangnya juga ramah. Setelah kenalan dan basa-basi sedikit, ibu ini tanya-tanya dulu umur anak aku berapa dan langsung minta botol air putihnya untuk di do'akan. Proses mendo'akannya lima menit-an ya kalo ngga salah. Tutup botolnya dibuka, lalu di dekatkan ke mulut ibu itu sambil ibu itu mulai komat-kamit. Ngga terlalu kenceng sih baca doanya, tapi cukup kedengeran sampe telinga aku kok, yang waktu itu duduknya ngga terlalu jauh juga. Yang dibaca emang doa kok, dalam bahasa arab. Bukan jampi-jampi dalam bahasa ngga jelas yaaa.

Setelah selesai membaca doa. Ibu itu menjelaskan tata caranya nih. Ada tata cara dan ketentuannya juga loh, nggak serta-merta diminumin langsung nggak mau ASI loh anaknya. Tata caranya yaitu:

1. Saat anak minta ASI kita minumkan dulu air doa dari ibu ini. Nggak usah dipaksa, dibilang aja pelan-pelan "Minum air putih dulu ya dek.."
2. Nah yang ini agak ke nipu-nipu dikit ya. Berikan betadine ke payudara kita, jangan langsung ke puting ya, kesekitarnya aja. Atau bisa juga tutupi puting menggunakan hansaplast. Terus tunjukkin deh ke anak kita. "Duh mama sakit nih dek, ngga usah mimik dulu ya.."

Kalo aku sih di-poin ke dua menggunakan metode betadine. Kebetulan Rizqi langsung percaya kalo mamanya lagi "berdarah". Nggak jadi ASI deh. Begitu terus diulang setiap Rizqi minta mimik. Dan ini berlangsung semaleman. Jadi aktivitas malam itu setiap Abang bangun minta ASI adalah minumin air doa, tunjukin payudara yang "berdarah", terus gendong pok-pok bentar, tidur lagi deh si Abang. Akhirnya, semaleman Rizky nggak ASI! Mama Dian antara sedih dan seneng ya. Sedih banget sampe nangis malah, karena kepikiran bakalan kehilangan momen-momen boboan berdua peluk-pelukan pas lagi mimik-in Rizqi. Suami sampe nanya "Kenapa sih?" Dan aku cuma bisa jawab "Aku sedih deh nggak akan bisa bobo peluk-pelukan lagi sama Abang kalo Abang udah nggak ASI.." Dengan berlinangan air mata. Drama nggak sih, tapi ya emang sedih banget ya saat-saat melepaskan anak kita untuk lebih mandiri. Huhu.

Tetapi, cerita tak berakhir disini. Drama terbesar adalah keesokan harinya. Besok paginya sekitar jam 10-11, aku masih di rumah mertua nih. Badan aku mulai anget dan keringet dingin, payudara mulai mengeras dan sakiiiiiiit banget. Sampe kemudian pusing, pusing banget. Aku udah ngadu ke suami kalo badan aku anget, dan payudara mengeras kaya jaman waktu masih ASI-in Luna dan kuliah dulu. Payudara yang ngga dipumping bisa mengeras sampe kaya batu dan bikin ibunya panas dingin.

Karena nggak ngerti mesti gimana ya sama payudara yang sakitnya udah kebangetan ini, aku keluarin lah asinya pake cara pijat tangan ke baskom. Padahal seharusnya justru nggak boleh ya ngeluarin ASI kalo memang mau memberhentikan produksi ASI kita. Harusnya didiamkan aja, biar ASInya stop produksi sendiri. Krena aku keluarin ASInya yang nggak seberapa banyak itu, jadi makin-makin lah panas dinginnya.

Dan harusnya siang itu aku ikut ke acara nikahan salah satu saudara yang rumahnya nggak jauh dari rumah mertua. Tapi karena aku bener-bener nggak tahan sama rasa pusing-panas dingin plus ngilu dari payudara. Yang bisa aku lakuin cuma tiduran aja dirumah. Anak-anak tetap dibawa kondangan sama papanya. Mama Dian ditinggal sendirian dirumah :'( Ngga bisa ngapa-ngapain sama sekali cuma tiduran aja karena pusing yang kebangetan. "Kalo tau gini harusnya aku ngga usah berenti ngASI-in Abang ya. Kalo sakit gini kan jadi nggak bisa ngurus dan megangin anak-anak.." begitulah kira-kira dialog mama Dian di dalam hati sambil berlinangan air mata. *Dramah*

Sampe akhirnya beberapa jam kemudian Papa Api pulang dan bawa obat pusing. Langsung deh mama Dian minum dan badannya langsung enakan. Ibu mertua sempet nengok ke kamar buat nanyain keadaan dan bilang ini pasti karena efek nyapih Abang. Duh jadi nggak enak sama Ibu, kemarin kan udah dibilangin buat nggak nyapih Abang dulu. "Apa gue kualat ya?" pikir mama Dian dalem ati x)

Langsung deh abis perasaan nggak enak itu muncul, mama Dian kembali minumin Rizqi ASI lagi. Daaaaannnn GAGAL deh proses nyapihnya x) Pikiran mama Dian saat itu, "Yaudalah ya, nanti aja nyapihnya nunggu 3 tahun. Atau pelan-pelan aja. Daripada mama Dian sakit seharian dan nggak bisa megangin anak-anak kan, malah kasian mereka kalo ngak ke-urus kaaaaan"

Jadi kesimpulan dari postingan ini adalah "Metode Mama Dian Menyapih Rizqi Dengan Air Do'a: GAGAL!"

Aku nggak menyalahkan faktor Air Do'a ya atas kegagalan proses menyapih Rizqi. (Karena Kiki aja berhasil ya) Jadi apa aja nih faktor-faktor kegagalan dalam proses penyapihan ini? Berikut mama Dian jabarkan ya..

1. Niat mama Dian yang masih setengah-setengah. Sejujurnya dari awal diomongin sama ibu mertua itu emang udah agak bimbang ya, nyapih enggak nyapih enggak. Jadi ya niatnya belom 100% untuk nyapih Abang. Niat yang belom full ini menyebabkan gampang patahnya semangat untuk nyapihin Abang. Jadi gampang nyerah kalo mendadak ada batu sandungan.

2. Memompa ASI saat payudara mengeras dan berimbas panas-dingin. Ini jangan banget ya untuk yang lagi proses menyapih dan memang berniat menghentikan produksi ASI kita. Karena kalo di keluarkan ASInya, dia akan terus-terusan produksi. YAng paling bener adalah diemin aja saat payudara mengeras sampe bikin seluruh badan panas-dingin dan nggak karu-karuan. Katanya proses panas-dingin dan dada bengkak itu cuma sehari aja kok.

3. Kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar. Dukungan suami dan orang-orang sekitar itu ternyata penting banget untuk mensukseskan proses menyapih anak-anak kita. Kalo disini suami aku emang cuek ya. Walaupun pas aku sakit langsung dia yang 100% handle anak-anak. Tapi kalo untuk dukungan semacam "Ayo Yank kamu pasti bisa nyapih Abang" itu nggak ada sama sekali. mungkin dia juga nggak ngerti ya kalo sebenernya istri butuh dukungan seperti itu saat menyapih anaknya. Dan dukungan dari orang sekitar, ibu bapak mertua memang kurang setuju kalo aku nyapih Abang saat itu. Jadi ya sama sekali nggak ada dukungan dari mereka. Kalo dukungan dari orangtua sendiri? Kebetulan aku nggak ngomong dan cerita sama mama kalo aku mau nyapih Abang waktu itu. Pas aku pulang dari rumah mertua baru aku cerita. Kata mama, "Yaudalah ntar aja nyapihnya pas Abang 3 tahun.." Kirain bakalan dukung ternyata sama aja ya nasihatnya sama ibu mertua x)

4. Nah ini yang terakhir tapi nggak kalah penting. Kurangnya informasi tentang proses menyapih anak. Si Ibu air do'a ini sebetulnya dengan jelas memaparkan apa-apa aja yang mesti aku lakuin pas menyapih Abang, tapi sayangnya beliau tidak menceritakan apa aja yang akan dilewati ibunya saat menyapih anaknya. Mamanya Kiki juga nggak nyeritain tuh ada proses payudara membengkak dan panas dingin. Pas keesokan waktu aku cerita kalo aku gagal nyapih Abang pake air do'a, aku nanya deh dia sempet panas dingin juga nggak waktu nyapih Kiki. Dan mama Kiki jawab "Iya kemarin juga aku gitu, tapi sehari aja langsung ilang kok panas dinginnya" Seandainya mama Dian tau ada proses dada bengkak dan panas-dingin mungkin bakalan beda ya cerita menyapih kali ini. *Ah Mama Dian bikin alesan ajaaaa :p*

[Baca: Bagaimana Rasanya Pertama Kali menggunakan KB IUD?]

Walaupun gagal, tapi mama dian nggak patah semangat untuk mempersiapkan proses menyapih yang selanjutnya. Mama Dian mulai serius googling-googling tentang proses menyapih. Dan akhirnya menemukan satu metode baru yang klik di hati mama Dian. Menyapih dengan cinta atau Weaning with love, merupakan metode menyapih selanjutnya yang mama Dian pilih untuk menyapih Abang Rizqi. Gimana ceritanya? Cerita selengkapnya di postingan selanjutnya ya!

Terima kasih sudah mampir ke blog ini.
Semoga postingan ini bermanfaat untuk para pembacanya yaa.
Wasalamu'alaikum :)



Tulisan ini terinspirasi dari percakapan kecil antara aku dan kakakku, Dina.

Mba Dina:
"Repot banget ya punya anak?"

Aku:
"Repot itu pasti, tapi semua pasangan pasti mau punya anak.
Repot sekarang atau nanti, sama aja laah.
Repotnya, repot membahagiakan kok."
Am i right? :D

I'm Adriana Dian, a 21 y.o. woman. I decided to commit in a marriage with the man i loved, Hepri Prasetio since i was 19. At my first year of marriage life, Allah give me and my husband, our first daughter. I named her Luna. Then, the second pregnancy was so surprised for us. In my second year of marriage life, i birthed my second son named Rizki. Now, my lil' family feel so complete with the two of them :)
And now, i just wanna sharing about being a young mother with two kiddo :)


Gimana rasanya menikah muda?

Melahirkan merupakan pengalaman yang ngga akan pernah terlupakan.
Diawali dengan rasa sakit yang teramat sangat,
tapi diakhiri dengan kebahagiaan yang tak akan pernah bisa terucap :)

and now i wanna sharing little about my babybirthing...


Minggu, 17 Oktober 2010
Khansa Luna Sakhi Aysha

(Mukanya oh-so-alien sekali. hihi)


o4.oo WIB
Tanda-tanda pertama mau melahirkan

Waktu itu kehamilan udah hampir memasuki bulan ke 10. Duedate emang udah lewat. Tapi dokter bilang, "Gapapa, ditunggu aja pasti akan dateng waktunya". Dan pagi itu, di hari Minggu 17 oktober 2010. Aku kebangun karena sakit perut yang ngga biasa, sakit perut PMS. Sebagai ibu hamil, aku udah 9 bulan ga menstruasi, tapi perut berasa sakit kaya mau PMS. Setelah ke kamar mandi, ternyata emang tanda-tanda awal mau melahirkan udah keluar. Yaitu keluarnya flek-flek darah. Dan akhirnya aku sadar juga bahwa ternyata sakit perut mau PMS itu merupakan kontraksi yang pertama.

Eng Ing Engggg. Akhirnya aku buru-buru bangunin papa mama. Karena waktu itu suami aku lg tugas jaga eyangkung yang juga udah hampir sebulan dirawat di RSCM karena sakit keras. Papa mama pun langsung siaga, dan buru-buru nelpon suami aku di RS, tp berhubung waktu itu belum ada orang yang ngegantiin dia buat nemenin yangkung. Akhirnya papa mama yang anter aku duluan ke RS Islam Cempaka Putih, dan suami aku bakal langsung nyusul kesana kl penggantinya udah dateng.

05.00 WIB
Masuk RS

Sampe dirumah sakit, sakit perut kadang muncul kadang ngga. Kontraksi awal emang terjadi sekitar 5 menit sekali, tp lama-lama kontraksi bakal terjadi lebih sering. Kontraksi waktu itu masi biasa aja. Ngga kaya di film-film dimana ibu hamil yang mau melahirkan teriak-teriak kesakitan dan dibawa pake tempat tidur dorong, didorong-dorong dengan panik oleh segenap keluarga dan tim medis masuk ke ruang operasi. Tapi aku engga, sambil nungguin mama papa ngurus administrasi, aku masi bisa jalan mondar-mandir (agar mempermudah persalinan) sambil sms-an sama suami. Waktu itu masih bs senyam-senyum kegirangan, gak sabar mau melahirkan, mau ngeliat muka bayinya.

Selesai administrasi, petugas sempet nanya apa aku perlu pake kursi roda buat dianter ke paviliun Shafa Annisa (tempat melahirkan di RS Islam Cempaka Putih). Walaupun perut makin berasa sakit, tp masi bisa dibawa santai. Akhirnya aku milih buat jalan kaki aja. Manja banget rasanya kalo di dorong-dorong pake kursi roda segala. Hehe. Waktu itu keinget banget sama perkataan ibu bidan yang ketemu aku waktu terakhir periksa kehamilan di RS ini. Katanya salah satu kunci biar bisa melahirkan normal secara cepat adalah rileks. Jadi waktu itu bener-bener berusaha buat gak tegang, tetap tenang dan rileks, biar bisa lancar dan normal persalinannya.

05.30 WIB
Tindakan pertama di RS

Masuk ke ruang tindakan. Waktu itu ditangani sama seorang dokter jaga perempuan yang baik dan cantik, tp ga tau namanya. Hehe. Dokter itu mulai nanya-nanya kapan pertama kontraksi terjadi, kapan duedate, dll. Sempet mikir ni dokter kepo banget, tp kl ga kepo gimana mau nolongin pasien ya. ahaha. Setelah selesai nanya-nanya dokter nyuruh ganti baju dengan baju opersi, baju warna hijau yang tertutup depannya tp kebuka belakangnya. Setelah itu disuruh tiduran dan mulai diperksa detak jantung bayinya. Kemudian diperiksa tingkat kontraksinya dengan alat yang entah apa namanaya. Alat itu semacam sabuk yang ditempel di peut dan kehubung ke monitor kecil. Jadi bisa terlihat tingkat kontrasi dan kedengeran detak jantung bayinya dari situ.

Waktu itu sakit perutnya udah lumayan gak santai. Tapi masih bisa ketawa-ketawa dan ngobrol sama mama. Mama terus-terusan nyuruh istighfar dan berpesan kalo ga boleh teriak-teriak pas melahirkan, kata mama kalo sakit lebih baik istighfar terus. Gak lama kemudian berasa kalo ketubannya pecah, rasanya kaya ada balon yang meletus pelan dalem perut dan keluar cairan yang rasanya hangat. Gak lama kemudian dokter dateng dan memantau perkembangannya. Waktu itu sakit perutnya bikin pengen istighfar terus. Sakit perutnya mulai gak nyantai. Tapi saat itu masih bisa ketawa-ketawa dan ngobrol santai sama dokternya. Dalam hati penasaran banget, kenapa dokternya masi santai aja ya, padahal waktu itu aku malah pengen banget cepet-cepet melahirkan. Bener-bener gak sabar dan penasaran mau liat bayinya. Setelah dipantau tingkat kontraksinya mulai naik, tp belum maksimal. Dokter bilang kontraksi yang bakal pertanda bener-bener mau melahirkan dan mau keluar bayinya bakal puluhan kali lebih sakit dr itu. Dokter bilang, kontraksi saat itu belom ada apa-apanya.

Ya Allah, Padahal ini udah cukup ga nyantai banget loh sakitnya. Bikin meringis-meringis! Ni dokter mau nakutin atau apa sih. Tapi karena ketuban udah pecah, dokter mutusin aku untuk pindah ke kamar bersalin. Kontraksinya udah lumayan, tapi masi kuat jalan ke kamar bersalin. Masi sempet negor dan nye-nyumin ibu bidan jaga yang ada di depan kamar bersalin juga. Mereka sempet bilang, "waaah, hebat ya ibu-ibu muda sekarang, mau melahirkan tapi masih bisa senyum lebar loh...". Dalam hati bener-bener bingung, emang kalo mau melahirkan beneran ga bisa senyum ya..?

06.00 WIB
Proses Melahirkan

Sehabis berbaring di salah satu tempat tidur di kamar bersalin, seorang suster dateng untuk memasukan infus yang entah isinya cairan apa. Mungkin cairan ini bisa nguatin pas melahirkan kali ya, aku pikir kaya gitu. Seorang bidan pun masuk dan nanya, mau dibantu sama siapa melahirkannya dokter atau bidan? Aku pun milih untuk melahirkan sama dokter kandungan aku sendiri, karena aku pikir memang lebih aman kalo ditangani sama orang yang bener-bener paham sama kondisi janin aku sendiri. Bidan pun segera keluar untuk nelpon dokter kandungan aku, dr. Eddy Purwanta. Aneh ya, perasaan udah di RS dari tadi, kenapa baru nelponnya sekarang? Kalo tu dokter rumahnya jauh dimana tau, kapan sampenya dan kapan melahirkannya dong?

Kontraksi pun mendadak jadi berasa lebih sakit rasanya dan lebih sering datengnya. Bikin pengen ngeremes-remes sesuatu, dan pengen istighfar sekenceng-kencengnya. Mama yang selalu ada disamping aku terus ngebimbing aku buat istighfar. Selidik punya selidik, ternyata cairan infus yang dimasukin tadi itu adalah cairan untuk memacu kontraksi agar bisa segera melahirkan. Saat itu bener-bener sakit, sakit perutnya 1000 kali lebih sakit daripada sakit perut PMS. Kalo kata bidan-bidan mah, nikmat banget rasanya. Masyaallah, emang nikmatnya ga akan pernah terlupakan! Seorang bidan pun masuk dan senyam-senyum sambil nanya, "ibu, mana senyumnya..?Kok ga senyum lagi..?". Setengah mati aku maksain buat senyum, dalam hati tuh rasanya mau bilang ngeledek banget ya si ibu bidan.

Saat sakit-sakitnya perut kaya gitu mama masih sempet nyuruh aku makan jatah sarapan dr RS, kata mama biar kuat melahirkannya. Dengan keadaan sakit perut banget itu, makanan yang dipaksain masuk pun akhirnya keluar lagi. Tiduran pun udah bener-bener ga nyaman rasanya. Saking sakitnya rasanya mau minta operasi cesar aja biar sakitnya bisa cepet ilang. Ngga bisa mikirin hal-hal lain kecuali rasa sakit tersebut, nikmat banget. Sakit sakitnya sampe ga bisa teriak, istighfar secepet-cepetnya dan ngeremet-remet tiang infus. Ngga berapa lama kemudian dokter dateng. Kirain dokternya bakal panik atau segera nanganin atau gimana, tapi ini malah menyapa dengan ramahnya dan nanya "Gimana ibu keadaannya..?". Waktu itu cm bisa jawab pake senyum perpaduan antara sakit, kesel, bete, dan marah. Beneran kesel dan mau marah rasanya! Ternyata saat itu dokternya masih sempet keluar ruangan lgi entah kemana, mungkin ngupi-ngupi dulu kali yaaa. Saat itu waktu rasanya lambat banget, detik berubah jadi menit, menit berubah jadi jam. Bener-bener sakitnya udah ga bisa diungkapkan lagi.

Akhirnya segenap tim pun dateng. Dokter pun mulai siaga dibantu juga oleh dokter jaga, beberapa bidan dan perawat. Ternyata sakit perut kontraksi itu bisa berkurang rasanya dengan cara mengejan. Beberapa bidan pun ngajarin aku cara ngejan yang bener. Rasanya lama banget saat itu, udah berkali-kali mengejan, tapi bayinya ngga keluar juga. Dokter sempet nanya ke mama aku yang saat itu juga di dalam ruang operasi ngedampingin aku, apa perlu dilakukan proses vakum biar mempercepat kelahirannya. Tapi mama ngga setuju. Ngga tau aja ni dokter, kalo bs minta cesar, saya udah minta daritadi kali dok. Ngga tau deh dah berapa lama di dalem situ. Proses mengejan itu cukup susah dan melelahkan, berkali-kali bidan ngasi tau cara mengejan yang baik, tetep aja salah. Cara mengejan yang benar adalah dengan mengambil satu tarikan nafas panjang dan mengejan lama dengan sekuat tenaga. Kalo aku ngga, nafas bentar, trs ngejan, nafas lagi, ngejan lagi. Salahnya adalah mengambil nafasnya terlalu sedikit dan mengejannya terlalu sebentar.

Sampe akhirnya seorang ibu bidan yang baik hati naik ke atas tempat tidur, memposisikan diri duduk bersimpuh di atas kepala aku, dan nmenaruh kepala aku di pangkuannya. Ibu bidan itu ngebantu ngedorong perut aku. Sampe akhinya, rambut bayinya keliatan, tanpa babibu, dokter segera melakukan pengguntingan pada lubang keluarnya si bayi (kresss! mau tau gimana rasanya? ga berasa! sumpah beneran!) agar kepala bayinya bisa ditarik.

07.10 WIB
Keluarnya Baby Luna :D
(ditambah proses IMD dan penjahitan!)

Setelah itu ditariklah kepala bayinya sama dokter dan voila! Keluarlah Lunaaaa! :D Dan ga kaya di film-film lagi, bayi kecilku ga nangis. Mama yang panik langsung nanya dokter kenapa bayinya ga nangis. Kata mama, dokter cuma senyum sambil bilang "Ibu, mau bayinya nangis. Tenang aja bu, sebentar ya.." Abis itu dokter masukin semacam selang kecil ke mulut bayinya, sampe ada cairan yang keluar, dan luna kecil langsung nangis! :) Setelah bayi dibersihkan, bayinya langsung dikasi ke ibunya (baca: aku!), untuk proses IMD (Inisiasi Menyusui Dini). Sayangnya waktu itu luna ga bisa nemuin putingnya, jd ga sempet minum asi pas IMD itu. Ga berapa abis proses IMD yang gagal, bayinya diambil lagi sama perawat untuk dimandikan, diazankan dan lain sebagainya.

And what's going on me next? Proses penjahitan, ga begitu berasa karena suntikan bius yang disuntik di daerah paha. Tapi pas disuntiknya sakit loh. Proses penjahitan lumayan lama lah, waktu itu sekitar 5-10 menit. walaupun udah dibius, tapi masi berasa juga waktu benangnya ditarik. Agak ngeri ya, ditambah pemandangan benang yang ditarik ke atas. Persis kaya jait baju yang sobek! Setelah selesai dijahit, perawat segera nolong aku untuk berpakaian. Waktu itu ngga langsung dipindahin ke ruang rawat inap, karena obat biusnya masi berasa banget bikin lemes area paha sampe kaki.

Ngga berapa lama abis itu, suami aku baru dateng, katanya dia uda liat bayinya dan udah diazanin juga. Aku kira dia nyesel karena ga bs nemenin aku melahirkan, tapi ternyata, di udah pulang ke rumah dr tadi, dan malah sibuk bebenah rumah. Dan sempet-sempetnya ngopi-ngopi dan ngerokok segala. Ternyata, dia sengaja ga nemenin aku melahirkan karena sedikit ngeri liat darah dan lain-lainnya. Ckckckckckckckckck.
Bener-bener deh si ayaaaaaaaaaaaaank!

Dikamar rawat inap, sehabis melahirkan
(blur disengajakan loh :p)

unique fact about babybirted Luna:
Luna lahir di hari minggu atau hari ke-7 dalam satu minggu.
Luna lahir tgl 17 oktober atau 17-10
Luna lahir jam 07.10
Kamar rawat inap no.7
Tempat tidur no. 0710
Semuanya serba 7! Kebetulan yang bagus :) Alhamdulillah


- Thank you for reading blogpals!
Mudah-mudahan bermanfaat :)
See yaa in next posting yaaa! -


Custom Post Signature

Custom Post  Signature