Beberapa waktu yang lalu, jagat sosial media dihebohkan dengan kisah yang diceritakan oleh seorang pria usia 25 tahun di channel youtube pribadinya sendiri, tentang proses pernikahannyaa dengan seorang perempuan usia 17 tahun. Bok, masih SMA loh! 

Pasangan ini tidak berasal dari keluarga kaum menengah kebawah, tapi berasal dari keluarga yang strata sosialnya tinggi, SES-nya tipe A. Pernikahannya bahkan diselenggarakan secara mewah dan megah. Dream wedding jaman sekarang banget deh pokoknya!

FYI, sejak September 2019 kemarin DPR telah mengukuhkan bahwa usia minimal perempuan untuk menikah adalah 19 tahun. Udah ada undang-undangnya nih, pernikahan dibawah usia 19 tahun saat ini disebut dengan 'Pernikahan anak', bukan nikah muda lagi sebutannya.

Dan kebetulan banget pasangan yang viral diatas menikah beberapa minggu sebelum UU batas minimal usia menikah ini disahkan. Beruntung sekali~

Dan sekarang pasangan ini tengah menanti kelahiran anak pertamanya. Menikah di umur 17 tahun dan hamil di umur 18 tahun. Semoga ibu dan bayi sehat sehat dan melalui proses melahirkan dengan lancar dan selamat ya.. Aamiin.

Yaudah sih biarin aja, mereka nikah juga nggak ganggu dan nyusahin hidup orang lain kan?

Iyap bener banget, akupun manusia biasa yang juga nggak sempurna. Yang sesungguhnya memang nggak punya hak untuk mengomentari hidup orang lain.

Tapiiii ada satu hal yang ngebuat aku ngerasa berhubungan dengan kisah diatas adalah, karena aku juga menikah di umur 19 tahun, tepatnya 10 tahun yang lalu.

Bedanya dengan pasangan yang viral ini, aku dan suami cuma terpaut usia 1 tahun. Saat itu, kita berdua mahasiswa sekampus-sekelas yang udah berpacaran selama 1,5 tahun dan akhirnya memutuskan untuk menikah di tahun kedua kuliah.

Kita berdua bener-bener memulai dari dibawah 0 banget rasanya. Dan tahun ini alhamdulillah nggak berasa udah memasuki tahun pernikahan yang ke-10. *Elap keringet, elap air mata*



Postingan ini juga sepertinya terinspirasi dari postingan lama di blog ini. Cerita dari Dian di usia 21 tahun, tentang perasaannya menikah muda dan memiliki anak 2 di usia muda. Postingan ini juga jadi salah satu postingan dengan view dan komen organik terbanyak, dan ngebuat aku terus semangat ngeblog sampe sekarang.


Dian di masa-masa itu sungguh manis dan masih polos banget kayanya. Bukan polos yang mudah dibego-begoin, tapi belom cukup makan asam garam pahit-nya kehidupan😂😂😂

Kayanya Dian 10 tahun dari sekarang juga bakal berpikir yang sama ya pas baca postingan ini?😅

8 tahun sejak postingan itu ditulis, tepatnya saat ini di usia 10 tahun pernikahan aku berharap semoga pembaca postingan itu hanya wanita yang sudah 'terlanjur' menikah muda dan sedang mencari seseorang untuk berbagi pengalaman yang sama. Bukan seorang wanita muda yang tengah galau memutuskan untuk menikah muda atau tidak. Karena setelah menjalani 10 tahun pernikahan usia muda, aku benar-benar tidak merekomendasikan pernikahan di bawah usia 21 tahun :')

Jadi udah berubah pikiran nih dari postingan yang pernah ditulis 8 tahun lalu?

Nggak. Sama sekali nggak. Baca postingan itu setelah 10 tahun pernikahan ngebuat aku flashback ke masa-masa pahit-manis di awal menikah. Aku inget banget menuliskan postingan itu dengan jujur dan dengan suasana hati yang bahagia di masa-masa yang membahagiakan. Kalo nggak salah postingan itu ditulis saat suami udah punya kerjaan tetap pertamanya, dan kondisi keuangan kita udah lumayan stabil dibandingkan sebelumnya. Semua yang ada di postingan berasal dari perasaan yang paling tulus dan jujur. 

Sama sekali nggak ada yang ingin aku rubah dari postingan tersebut. Dan postingan ini ada hanya untuk menambahkan beberapa fakta-fakta yang belum aku rasakan tentang pernikahan muda, saat aku menulis postingan tersebut.

Terus kenapa? Emangnya apa aja yang terjadi selama tahun ke-3 hingga tahun ke-10 tahun pernikahan?

BANYAK. BANGET. *mulai horor*

Sekarang aku bakal sharing tentang minus-minusnya menikah muda. CATATAN PENTING: Apa yang aku sharing disini, sepertinya nggak akan bisa disamakan dengan pernikahan-pernikahan muda yang lainnya. Karena setiap pasangan punya keadaan, masalah, dan kelebihannya masing-masing. Jadi masalah yang aku tuliskan disini nggak bisa dipukul rata dengan pernikahan muda yang lain, ya.

1. Pengorbanan

Semua baik-baik aja, semua terasa membahagiakan, tapi tetep rasanya rumput tetangga memang selalu lebih hijau. Dengan jadi satu-satunya mahasiswi yang menikah saat sedang kuliah. Aku juga jadi satu-satunya ibu muda di angkatan, di ruang lingkup pertemanan. 

Di masa-masa itu kalo buka sosmed pasti ngeliat kesibukan temen-temen yang mulai ngelamar kerja disana-sini. Pamer tempat kerja dan kesibukan pekerjaannya. Kehidupan yang berbanding 180 derajat dengan aku yang sibuk di rumah ngurus anak-anak.Dan kebetulan, suami emang lebih menginginkan aku jadi ibu rumah tangga aja. Jadi memang nggak pernah ada opsi jadi working mom sejak awal. 

Sayang banget kan kuliahnya dan gelarnya kalo nggak kerja? Yha gapapah, lumayan lah kuliah dan gelarnya untuk ngisi kolom 'Pendidikan Terakhir Ibu' di formulir daftar sekolah. huehehehehheheeee.

Nikah muda berarti, dateng ke nikahan temen seangkatan dengan bawa anak-anak. Ada masanya cuma aku doang yang bawa anak. Ada juga masa-masa anak-anak aku jadi anak paling besar diantara anak-anak teman seangkatan. *emang udah pasti jadi anak yang paling besar sih ya😅

Ada masa-masa gabisa ikutan kumpul karena mesti jagain anak-anak. Dan pas yang lain udah punya anak juga, kemungkinan nggak akan bisa playdate bareng karena jarak umur anak-anak yang jauh diatas anak-anak temen seangkatan. Saat anak-anak aku udah bisa ditinggal karena udah pada besar dan mandiri, temen-temen lain masih sibuk ngurus anak-anaknya yang masih kecil-kecil jadi susah buat ngumpul lagi.

Saat ini Una Abang udah pada SD, sementara temen-temen seangkatan rata-rata anaknya masih usia balita. Kalo playdate dapat dibayangkan, anak aku ga akan bisa 'main-main bareng' anak-anak temen.  Kebetulan juga Una Abang bukan tipe yang ngemong anak kecil. Huhu. Pasti Una Abang bakal sibuk sendiri berdua kalo bikin playdate bareng temen-temen seangkatan mama Dian😅

Sungguhlah sesungguhnya umur aku termasuk yang paling muda diantara temen seangkatan, tapi sekarang setelah 10 tahun menikah muda, aku jadi yang berasa paling 'tua' diantara yang lainnya. Ehe ehe ehe ehe.

Ngerasa jadi yang 'paling tua' diantara teman-teman seangkatan, tapi tetep jadi yang paling muda diantara buibu temen sekolah anak-anak. Samapi saat ini udah gabung di 2 circle pertemanan buibu yaitu buibu TK dan buibu SD. Daaaaaaan, aku tetap jadi yang paling muda diantara semuanya.

Ini agak PR banget jaman pertama kali nyemplung ke circle pertemanan buibu TK. Karena rata-rata mereka lahir minimal tahun 80-an, dan aku lahir tahun 91. Kebanyang nggak sih, harus bergaul dan berusaha mengakrabkan diri dengan buibu yang usianya rata-rata 5 tahun diatas aku?

Buibu TK waktu itu alhamdulillah welcome-welcome banget. Baik-baik semuanyaaa💗 Permasalahannya ada di dalam diri aku sendiri yang kadang suka bertanya-tanya "Bisakah aku ikrib dengan buibu ini?"

Alhamdulillah akhirnya bisa! Dengan cara termudah yaitu, 'meng-ibu-ibu-kan' diri sendiri. Perlahan-lahan aku mulai membiasakan diri dengan obrolan tentang masakan, rumah tangga, urusan ranjang (yang ini masih belom kebiasa sampe sekarang) (karena buibu ini kadang sudah sangat ekspert dan dalam sekali obrolannya, dan kupingku belom terbiasa😅), KB dan lain lain, dan lain-lainnya. 

Begitu juga dengan circle pertemanan buibu SD. Aku mengulangi pola yang sama. So far sejauh ini mama mama teman sekelas Una dan Abang baik baik sekali. Dan aku selalu nemu beberapa orang yang klop banget untuk diajak ngobrol hal-hal receh. 

Inget inget aja pokoknya, kalo mau nikah muda, persiapkan diri untuk lebih banyak bergaul dengan buibu yang umurnya mungkin agak jauh diatas kita di ruang lingkup pertemanan sekolah anak-anak yaaa~


2. Ekonomi yang belum stabil

Aku dan suami bener-bener mulai dari dibawah 0. Karena kita nikah pas masih sama-sama kuliah. Suami dapat kerjaan tetap pertamanya setelah anak kedua kita lahir tepat beberapa bulan setelah kita lulus kuliah. 

Beruntungnya aku punya suami yang berjuang banget untuk aku dan anak-anak. Sebagai lulusan anak broadcast kerjaan kita ga bakal jauh-jauh dari TV atau production house (PH). 

Suami pertama kali kerja sebagai editor dan kameramen di PH-PH untuk dokumentasi wedding, kemudian jadi editor termuda di sebuah PH besar untuk stasiun TV. Sempet ke Brunei juga, kerja sebagai editor di PH TV disana. 


Balik ke Indo karena nggak bisa ajak aku dan anak-anak kesana, kemudian lanjut freelance di PH-PH dokumentasi wedding. Kemudian gabung ke sebuah perusahaan sebagai desain grafis, dan sekarang alhamdulillah udah jadi manajer desain di perusahaan tersebut. Lagi-lagi, manajer dengan usia paling muda😅

Suami pasti juga punya strugglingnya sendiri di dunia kerjaan yang nggak aku tau dengan pasti. Tapi saat ini kita udah ada di fase kondisi keuangan yang jauh lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Semua juga nggak terlepas dari bantuan keluarga kami berdua.

Saat ini aku masih tinggal di rumah orangtua. Kenapa nggak ngontrak rumah sendiri dari awal nikah? Saat itu aku ngerasa nggak cukup PD untuk ngurusin anak sendiri. Saat itu juga aku masih nitipin anak ke mama saat aku kuliah dan PKL. Agak repot ya kalo ngontrak rumah sendiri.

Keinginan buat tinggal mandiri pun selalu ada. Bukannya aku nggak pernah nyoba loh. Aku pernah tinggal di Apartemen pas anak-anak batita. Sungguh nikmat sekali ngurus anak dua sendirian tanpa nanny tanpa ART. Rasanya 24 jam nggak cukup sehari ya, mesti ngurus anak-anak, masak, nyuci baju, beres-beres unit. Benar-benar nikmat yang nggak akan pernah terlupakan seumur hidup!😅

Alhamdulillahnya aku bisa ngehandle semua dengan cukup baik, cuma stress aja pas anak dua rewelnya barengan dan aku sendirian di unit karena suami kerja. Huhuhuhu. 

Saat itu aku dan suami kaya udah mencapai satu goals yang kita idam-idamkan dari awal menikah yaitu tinggal mandiri. Tapi semua berubah saat akhir bulan dan kita menyadari bahwa nggak ada sisa penghasilan suami untuk ditabung. Jadi saat itu penghasilan suami udah ngepas aja untuk biaya sewa Apart dan biaya hidup sehari-hari. Nggak ada tabungan padahal saat itu kita mesti siap-siap juga untuk biaya sekolah Una yang mau masuk Playgroup. 

Akhirnya dengan berat hati ditambah kelegaan yang luar biasa, kita balik lagi ke rumah orantua aku dengan pertimbangan menghemat pengeluaran dan akses yang lebih dekat untuk playgroup Una.


Dibandingkan beli rumah setahun kemudian kita malah memutuskan untuk membeli mobil terlebih dahulu. Tentu saja bukan untuk gaya-gayaan, tapi lebih ke kebutuhan karena saat itu anak dua udah nggak bisa lagi dibawa naik motor. Dan waktu itu ibu mertua juga mesti bolak-balik RS karena harus operasi pengangkatan kista di rahimnya. Jadi untuk lebih memudahkan mobilitas kita berempat dan memudahkan ibu mertua untuk berobat ke RS, akhirnya saat itu kita memutuskan untuk membeli mobil. 

Dan alhamdulillah tahun ini tepat sebelum pandemi, cicilan mobil udah LUNAS! Huhuhuhuhuhuhuu. Bahagia. Banget. Setelah ini tentunya aku dan suami kepikiran untuk beli rumah. Tapi kita berdua sepakat untuk punya rumah di Jakarta, biar nggak jauh-jauh dari sekolah dan tempat kerja suami. Tapi tau kan rumah di Jakarta ngga ada yang murah, sampe sekarang pun kita nggak tau gimana caranya bisa beli rumah di Jakarta. Huahaahahhahahahahahahaaaaa. Niat, doa dan ikhtiar dulu aja ya pokoknya!

Lagi dan lagi rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau, ya. Begitupun aku melihat kehidupan teman-teman seangkatan di sosial media. Rata-rata udah pada punya rumah sendiri, keren keren sekaliiiii. 

Dari situ aku mengambil kesimpulan, kayanya memang beda ya menikah muda dan menikah di usia matang. Untuk pasangan yang menikah di usia yang matang, sepertinya punya kondisi keuangan yang lebih stabil dibandingkan aku dan suami yang memulai dari dibawah 0. 

3. Godaan dari luar dan dalam

5 tahun pertama katanya merupakan masa-masa pernikahan yang terberat. Lalu apakah tahun ke-6 dan seterusnya masalah-masalah yang menimpa akan lebih ringan? TENTU SAJA TIDAK! Bahkan masalah-masalahnya bisa lebih berat dari 5 tahun pertama. Tapi masalah di tahun ke 6 dan seterusnya akan terasa lebih mudah dihadapi karena kita sudah melewati uji kekompakan dan kasih sayang di 5 tahun pertama. Jadi semua masalah yang kita hadapi di 5 tahun pertama, akan jadi 'bekal' kekuatan untuk menghadapi masalah ditahun ke 6 dan seterusnya. *tsailah, sok bijak amat😅

Untuk pasangan yang nikah muda, pasti cobaan di 5 tahun pertama bakal terasa berat karena ego di usia muda masih berapi-api banget. Butuh banyak kewarasan, kesabaran, pengorbanan, air mata dan kekuatan cinta kayanya untuk melewati semua masalah di 5 tahun pertama. Pengalaman menghadapi masalah di 5 tahun pertama pernikahan di usia muda  kayanya aku tulis terpisah aja ya, bakal super panjang kalo ditulis disini😅

Oh iya, permasalahan lain tentang rumput tetangga. Ada kalanya rumput tetangga mati dan keadannya jauh lebih buruh dari rumput kita sendiri. Kadang selain ngebuat aku jadi bersyukur (atas rumput sendiri yang masih cukup hijau), juga ngebuat aku insecure.

Beberapa sepupu yang usianya sepantaran aku dan suami juga, memutuskan juga untuk menikah muda di bawah usia 20 tahun. Semuanya keliatan baik-baik aja sampe akhirnya mereka mengumumkan perceraian mereka. Dan perceraian mereka jadi suatu pertanyaan besar di kepala aku. Kenapa? Ada Apa? Nggak bisakah mereka bertahan? Apa aku akan berakhir seperti itu juga?

Sebenarnya hal ini sih cuma ketakutan aku sendiri, yang ngebuat aku ngerasa berjalan di atas lantai kaca. Sekuat apa kaca ini bertahan, apa kaca ini bakal hancur tiba-tiba?

Aku juga nggak ngerti kenapa sampai sekarang masih sering dihinggapi ketakutan-ketakutan seperti itu saat melihat orang-orang di usia sepantaran aku bercerai. Mungkin cuma ketakutan dan ke-over-thingking-an aku ajah. Tapi semoga lantai kaca ini tetap kuat bertahan dan kelak akan jadi lantai marmer yang lebih kuat untuk aku injak, ya.

Kemudian, godaan perselingkuhan. Ini sih ya, nggak cuma mengancam pasangan yang menikah dari usia muda aja, tapi juga pernikahan di segala usia. Godaan-godaan ini udah pasti bakal ada. Lebih perkuat 'benteng' hati dan jiwa aja ya kalo menghadapi masalah ini. Role model aku seandainya menghadapi masalah seperti ini tentu saja Gigi-nya Raffi Ahmad, beberapa tahun yang lalu kabar perselingkuhan suaminya tersebar hingga ke seluruh negeri, tapi dia masih tetap kuat dan bertahan sampai sekarang. Keren sekaliiii~

[Baca juga: Selingkuh]

Semoga kamu, yang saat ini sedang menghadapi masalah ini, tetap kuat ya. Aku nggak memaksakan kamu untuk bertahan, tapi semua masalah selalu punya jalan keluar dan semoga kamu diberikan jalan keluar yang terbaik untukmu dan untuk keluargamu ya.. Aamiin!

Yang terkhir dari poin godaan ini adalah masalah yang sumbernya dari keluarga besar. Ini yang kadang nggak bisa kita perkirakan ya. Aku dan suami kayanya sepakat untuk fokus ke keluarga kecil kami aja saat menghadapi masalah ini. Karena masalah dari keluarga besar biasanya ada diluar kendali kita berdua. Lebih baik fokus ke dalam hal yang bisa kita kendalikan aja, seperti pikiran-pikiran kita sendiri. It works lah, karena pada akhirnya yang bisa mengendalikan jalan pernikahan kita ya cuma aku dan suami aja, kan?

Baiklah, untuk saat ini, kayanya cukup 3 poin diatas aja yang aku tuliskan, ya. Mungkin aku bakal bikin tulisan semacam ini lagi di tahun ke 20 pernikahan? Aamiin.. Doakan saja yaaa~

Semoga yang berniat nikah muda juga dan udah mampir ke tulisan aku sebelumnya, menjadikan tulisan ini sebagai bekal dalam menjalani pernikahan muda-nya nanti. Untuk yang sudah menikah muda, ketahuilah bahwa aku juga merasakan semua yang kamu rasakan, kamu pasti bisa melewati semuanya dengan baik! Aamiin.. *peluk jauh*


Dibalik semua cobaan-cobaan diatas, aku bersyukur sekali mampu melewati 10 tahun pernikahan dan sampai ditahun ke 10 ini dengan baik :') Alhamdulillah.. Jadi kalo ada yang iri liat 'rumput di pekaranganku', percayalah sesungguhnya warnanya nggak sehijau yang kamu lihat kok😉

Sampai disini dulu deh, semoga tulisan ini bermanfaat untuk pembacanya yaaaaaaa. Aamiin.. Untuk yang mau sharing-sharing tentang pengalaman menikah muda, atau mau tanya-tanya tentang hal-hal seputar menikah muda, boleh langsung aja komen di bawah ini yaaaa. InsyaaAllah akan aku balas secepatnya! 

Google Adsense merupakan salah satu fitur google yang banyak jadi 'inceran' para blogger saat membuat blognya. Karena blog yang terpasang Google Adsense, bisa mendatangkan pendapatan tambahan untuk sebuah blog. Makanya, nggak jarang kita menemukan blogger yang sampe 'ternak blog' untuk memperbanyak pundi-pundi Adsense mereka.

Alhamdulillah juga blog ini udah dipasangi Adsense juga dong dari tahun lalu. Mayan deh kalo nengok-nengok akun Adsense blog ini, belom banyak sih, tapi teteup alhamdulillah~


Nah beberapa waktu yang lalu, aku nerima email dari Google Publisher Policy yang menerangkan bahwa ada pelanggaran kebijakan penanyang AdSense di blog ini.



Karena aku sungguh gaptek, aku sempet diemin email ini selama beberapa bulan. Dan email pemberitahuan pelanggaran ini nggak cuma dikirimin sekali tapi kalo nggak salah dikirim setiap sebulan sekali. Udah berapa bulan aku cuekin, karena emang beberapa waktu terakhir lagi nggak pengen nyentuh-nyentuh blog sama sekali kecuali tiap ada sponsored post😅

Tapi karena 3 bulan terakhir ini bener-bener #dirumahaja, jadi punya lebih banyak waktu, anak-anak udah selesai home learning dan PAT onlinenya dan saking gabutnya akhirnya mulai berpikir "mau ngapain lagi ya?" 

Kemudian buka-buka blog lagi, dan keingetan sama 'masalah' yang belum dipecahkan ini. Jiwa gaptek dan pemalas nan introvert ini awalnya bingung mau nanya ke siapa ya tentang masalah ini. 

Akhirnya setelah repot repot mikir mau nanya ke siapa, akhirnya memutuskan untuk googling ajah! *Lah kenapa nggak dari awal kepikiran googling yaaaa*😂

Akhirnya google google dan menemukan jalan keluarnya!

Baiklah, aku share juga ya disini gimana sih cara mengatasi masalah ads.txt pada google adsense blog kita?


Pertama langsung aja menuju ke beranda blog kita, klik 'Penghasilan', scroll kebawah dan klik 'Kunjungi AdSense untuk detail penghasilan saya'.


Kemudian akan muncul peringatan di bagian atas klik 'Perbaiki sekarang' dan klik 'download'


Kemudian buka file yang sudah kita download tersebut, dan langsung di-copy aja kode yang ada di dalamnya, ya.


Selanjutnya, kembali lagi ke beranda blog kita, pilih 'Setelan', scrol-scrol sampai menemukan 'Monetisasi'. Kemudian klik button 'Aktifkan ads.txt kustom' hingga berwarna hijau. 


Terakhir,  klik 'ads.txt kustom' dan paste kode yang udah kita copy tadi, ya. Pilih 'Simpan' dan selesai!

Dan untuk mengecek apakah ads.txt kita sudah terpasang dengan baik. langsung aja search nama blog kamu ditambah dengan /ads.txt dibelakangnya: https://www.namablogkamu/ads.txt Seperti yang aku lakukan diatas, kalo sudah terpasang dengan benar, nanti akan muncul kode yang telah kita copy paste tadi. Kalo ada yang belum tepat, yang muncul adalah 'page not found'. Kalo masih 'page not found' yang muncul, coba ulangi langkah-langkah diatas ya!

Oh iya, berdasarkan yang aku baca, katanya peringatan yang muncul saat kita membuka akun adsense kita nggak akan langsung hilang setelah setting ads.txt ini. Butuh sekitar satu minggu pemasangan sih katanya. 

Postingan ini ditulis beberapa hari setelah aku setting ads.txt diatas. Dan peringatan di akun adsense masih muncul sih. Nanti kalo udah tepat satu minggu setelah, aku update lagi disini yaaa~

Yang punya pengalaman Mengatasi Masalah Ads.Txt Pada Google Adsense Blog share-share di kolom komen pliz! Apakah langkah-langkah diatas sudah tepat untuk mengatasi masalah ads.txt di google adsense blog kita? Semoga benar-benar sudah tepat yaaaaa😅

"Aku ingin tinggal di Meikarta!"


Pasti masih familiar banget kan dengan kata-kata dari iklan Meikarta yang beberapa waktu lalu sempat lekat di telinga kita. Hunian idaman di Cikarang ini udah sampai mana ya pembangunannya?


2 tahun lalu, pembangunan Meikarta Cikarang diisukan sempat berhenti total, tapi ternyata proyek Meikarta ini malah sudah melakukan serah terima ke penghuni sejak tanggal 31 Maret lalu loh!



Bulan lalu mama Dian sempat lewat Meikarta dan terpukau banget sih sama area Central Park seluas 105 hektar yang kece parah. Bener-bener luas dan ada kesan megahnya. Nggak cuma Central Parknya yang kece, tower-tower di district 1 yang udah selesai pembangunannya ini juga punya desain futuristik yang keren.


Dengan Central Park yang super luas dan 28 tower apartemen dengan desain yang futuristik jadi berasa ada vibe-vibe suasana luar negerinya gitu. Kece deh!




Tentang Meikarta



Buat yang belum tau tau aja nih, Meikarta merupakan proyek pembangunan kota baru dengan skala internasional yang juga proyek investasi Lippo group di area timur Jakarta. Berlokasi di jantung ekonomi Indonesia, Meikarta terletak di pusat keseluruhan industri di Tanah Air dengan ribuan perusahaan raksasa nasional dan multinasional.


Saat ini udah ada 2 district nih di Meikarta. District 1 dengan 28 tower yang sudah selesai proses topping off dan sudah diserahterimakan tanggal 31 Maret kemarin. Dan District 2 yang memiliki 30 tower yang saat ini masih dalam proses pembangunan.



Meikarta yang digadang-gadang sebagai kota impian ini memang memiliki fasilitas super lengkap yang bakal bikin penghuninya merasa betah tinggal disana.


Fasilitas super lengkap di Meikarta



Meikarta Cikarang memiliki taman kota Central Park seluas 105 hektar dengan danau cantik di tengah taman. Taman kota ini juga memiliki jogging track, pusat rekreasi dan hiburan yang akan menjadi penunjang healthy living dan lifestyle penghuni di Meikarta. Psssst, saat ini cuma Meikarta loh satu-satunya developer Indonesia yang memiliki taman kota sebesar ini.


Meikarta juga mengusung konsep Smart Living Apartment yang didukung dengan fasilitas digital seperti Internet Fiber Optic yang stabil dengan kecepatan 1 GBPS untuk akses internet yang pastinya super cepat.  Terdapat juga aplikasi MyMeikarta yang menjadi sarana informasi terupdate untuk para penghuni. Lewat aplikasi ini, penghuni juga dapat melakukan pembayaran dan pengecekan cicilan di Meikarta. Terdapat juga fitur CCTV dalam aplikasi yang mempermudah penghuni memonitor secara live, situasi di lobi dan koridor unitnya. Dan juga ada fasilitas Smart PopBox yang akan memberikan notifikasi di HP penghuni bila ada penerimaan barang atau dokumen.



Kalo mikirin apartment, pastinya kepikiran tentang tenant-tenant yang melengkapi juga, ya. Nah Meikarta udah punya banyak tenant commercial yang akan menemani para penghuninya. Mulai dari minuman-minuman lucu seperti KOI, Kopi Kenangan dan Maxx Coffee. Tempat makan atau ngemil lucu seperti Solaria, Imperial Kitchen, Sate Taichan, Shabu Itasuki, Couple Tteokbokki, Sang Pisang. Bioskop Cinepolis, toko buku books and beyond.


Untuk Fasilitas publik di Meikarta juga udah lengkap banget. Mulai dari Rumah Sakit Siloam Hospital, Sekolah nasional hingga internasional, Sekolah Dian Harapan, Sekolah Pelita Harapan, 3 Universitas Unggulan lengkap dengan Pusat Penelitian Industri di area Lippo Cikarang. Akan ada 1 mall besar juga di area CBD Meikarta.


Infrastruktur pendukung ke Meikarta juga lengkap kok. Dekat dengan Jalan Tol Cikampek, Elevated Tol Jakarta Cikampek, KRL. Serta Tol Jorr II, MRT, LRT dan Express Train Jakarta Bandung yang sedang dalam proses pembangunan.


Meikarta Cikarang sudah siap ditempati



Mulai bulan Maret 2020 kemarin, setiap harinya sudah ada 10-20 orang yang sudah diserahterimakan unitnya. Semua unit di District 1 sudah siap serah terima loh, dan udah bisa langsung dihuni juga! Dan secara bertahap setiap bulan akan berlangsung serah terima tower-tower lain hingga mencapai total 28 tower pada akhir 2020 ini. Hunian idaman di Cikarang ini udah siap dihuni nih!


Meikarta sebagai investasi kaum Millenials


Dengan fasilitas-fasilitas di atas, udah mulai melihat Meikarta sebagai hunian yang ideal untuk kaum millenials nggak sih?


Memiliki tempat tinggal sendiri tentunya sudah menjadi impian kita semua. Dan Meikarta sekaan menjadi jawaban dari impian tersebut!

Unit-unit apartment yang ada di Meikarta benar-benar pilihan ideal untuk millenial yang masih single maupun yang udah berkeluarga nih. Karena fasilitas di Meikarta sudah sangat lengkap yang ditunjang dengan keunggulan dalam hal fasilitas, keamanan, kepraktisan dan juga gaya hidup. Infrastruktur teknologinya juga bis memudahkan dan sesuai banget dengan gaya hidup para milenial.


Selain itu yang juga nggak kalah penting adalah harga unitnya yang terjangkau. Harga Unit di Meikarta mulai dari 200 juta-an untuk ukuran studio dengan cicilan mulai 1 juta-an perbulannya. Tuh mayan banget kaaaaannn~ Selain untuk ditinggali, pas banget juga ya untuk investasi.


Gimana-gimana, mulai tertarik nggak nih memiliki hunian impian di Meikarta? Yang penasaran sama Meikarta, langsung aja kunjungi Instagram @themeikarta dan Youtube: The Meikarta yaaaaa~



COVID-19 merubah segalanya. Sejak awal kemunculan virus ini di Wuhan, kecemasan mendalam sudah menghinggapi pikiran. Sosial media Twitter saat itu, yang paling update mengenai virus ini. Beberapa Twitter user selalu mengumpulkan update serta video terbaru perkembangan kota Wuhan, kota pertama di Cina yang dijangkiti virus ini. 

Januari 2020

(Baca juga: 2020)

Video pertama yang waktu itu aku lihat adalah, sebuah video di bulan Januari 2020. Video seorang berpakaian menyerupai astronot / hazmat suit lengkap dengan membawa termometer tembak di dalam pesawat. Video yang lebih menyerupai potongan adegan film tentang infeksi sebuah virus mematikan. Tapi ini bukan potongan film, ini adalah kejadian di dunia nyata. Orang yang berpakaian hazmat suit itu terlihat mengecek suhu tubuh para penumpang dengan tubuh yang dibalut hazmat suit lengkap. 

Kenapa? Ada apa? Seberapa parahkan virus ini hingga petugas tersebut harus berbalut hazmat suit lengkap yang hanya pernah aku lihat di film-film tentang bocornya radiasi nuklir atau potongan film saat awal munculnya virus zombie.

Tapi perbedaan jarak yang cukup jauh dari Cina dan Indonesia membuat hati cukup tenang. Belum lagi permasalahan banjir besar di awal tahun ini yang membuat kita lebih memikirkan masalah yang sudah pasti ada di depan mata, dibanding masalah yang ada di negara yang berbeda.

Saat itu, kita benar-benar belum tau apa yang kemudian akan kita hadapi dalam waktu 2 bulan setelahnya.

Terlalu banyak cobaan di tahun 2020 ini.. Akibat banjir besar yang melumpuhkan Jakarta, kantor tutup dan sekolah yang terdampak banjirpun diliburkan. Akhir Januari tersebut masalah banjir usai. Hati sebagian besar warga Jakarta cukup lega.

Sementara itu virus mematikan di Cina yang di awal kita ketahui sebagai Wuhan Corona Virus, semakin merajalela. Di twitter semakin banyak beredar video-video rumah sakit Wuhan yang kewalahan menerima pasien yang membludak.

Video-video menunjukan para korban tiba-tiba bisa collapse dimana saja. Di jalan dan di rumah sakit. Nggak ada yang berani mendekati orang yang pingsan mendadak tersebut tanpa hazmat suite yang lengkap.

Semuanya semakin memburuk dengan cepat. Hingga akhirnya pemerintah Cina memutuskan untuk me-lockdown Wuhan. Seperti sebuah adegan film, dimana kota yang terjangkit virus mematikan harus dikarantina. Tidak ada orang yang bisa keluar dari kota tersebut. Jalanan diblokir dan dijaga ketat petugas keamanan. Mobil-mobil antri, di jalan keluar. Namun tidak ada yang bisa keluar sama sekali dari batas kota itu. 

Horor. Cuma itu satu kata yang terpikirkan setiap melihat perkembangan terbaru kota Wuhan. Situasi semakin tak terkandali, video-video menunjukkan para dokter dan perawat sangat aman kewalahan menghadapi ratusan bahkan ribuan pasien. Para pasien terlihat marah karena tak kunjung mendapatkan penanganan. Rumah sakit kekurangan tenaga medis. 

Beberapa video menunjukkan orang-orang di Wuhan justru sengaja menularkan virus tersebut dengan cara meludahi petugas kesehatan atau meludahi barang-barang di tempat umum.

Penelitian terbaru saat itu mengatakan, jika virus ini bisa menular lewat selaput mata. Seolah virus ini begitu tangguh ingin menginfeksi semua manusia saat itu. Bahkan virus ini bisa bertahan 24 jam di benda-benda besi dan plastik.

Video itu merupakan sebuah kengerian yang nyata.

Februari 2020

Indonesia mulai menaruh perhatian lebih dalam lagi terhadap virus ini saat para mahasiswa dari Wuhan di evakuasi ke Indonesia dan dikarantina di Pulau Natuna selama 14 hari sebelum kembali ke keluarga masing-masing. Saat itu belum ada 1 pun kasus virus korona ini di Indonesia. 

Saat itu Indonesia masih sangat amat normal. Jakarta masih sangat sibuk, kantor dan sekolah berjalan seperti biasa, kemacetan masih menjadi penghias jalanan ibukota.

Hingga kemudian virus ini ditemukan telah menyebar ke berbagai negara. Setiap negara mengumumkan pasien pertama yang telah terjangkit virus yang kemudian diberi nama COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) ini. Negara tetangga kita pun, Malaysia dan Singapura sudah mengumukan pasien positif pertamanya.

Indonesia saat itu masih digadang-gadang menjadi negara sakti tanpa pasien positif satu pun. Masih ingatkah kalian betapa bahagia dan positifnya pikiran kita semua saat itu? :')

Hingga akhirnya di pertengahan Februari diumumkan WNI pertama di Singapura yang terinfeksi virus ini. WNI tersebut adalah seorang TKW di sebuah rumah di Singapura. Beliau tertular oleh majikannya yang terlebih dahulu tertular virus ini.

WHO bahkan sempat menyatakan menudiang Indonesia tidak memiliki alat tes COVID-19 yang memadai,  karena Indonesia masih menyatakan belum ada satupun warga negaranya yang positif COVID-19.

Kecemasan mulai sedikit memasuki celah pikiran. Benarkah seperti itu? 

Di tengah pandemi virus yang sudah mulai mendunia ini, pemerintah kita masih dengan semangatnya mempromosikan pariwisata. Merekomendasikan orang-orang untuk liburan domestik, harga tiket pesawat pun ikut jatuh saat itu.

Berbagai rumor tentang kehadiran virus ini sudah menyebar. Bali bahkan digadang-gadang sudah memiliki pasien WNA yang positif COVID-19. WNA yang katanya merupakan super spreader sempat mampir di Indonesia dalam perjalanannya.

Seolah olah pertanyaan "Apakah virus ini sesungguhnya sudah ada di sekitar kita?" selalu muncul di kepala. Namun segera kita sanggah sendiri dengan "Nggak mungkin. Nggak akan. Indonesia kuat."

Maret 2020

Akhirnya, semua mimpi buruk masyarakat indonesia menjadi kenyataan di awal bulan ini.

Pemerintah mengumumkan pasien positif pertama di Indonesia. 1 keluarga yang terdiri dari 3 orang, tertular dari salah seorang anggota keluarganya yang sempat berkontak langsung dengan seorang WNA yang dinyatakan positif terinfeksi setelah kembali dari perjalana luar negeri, salah satunya ke Indonesia.

Pengumuman presiden saat itu serasa mimpi buruk. 

Sekolah-sekolah langsung mengumumkan langkah-langkah pencegahan virus ini di sekolah. Aku menjadi salah satu orangtua yang ikut panik karena mendadak diperintahkan untuk mencari hand sanitizer untuk anak-anak bawa ke sekolah. Semua apotik penuh dengan orang, masker dan sanitizer menjadi langka. Jika ada, harganya pun naik berkali-kali lipat. 

Sekolah menghapuskan tradisi bersalaman dan cium tangan di sekolah. Gerakan cuci tangan lebih digalakkan lagi.

Masyarakat mulai panik, namun semua berusaha untuk tetap beraktivitas normal seperti biasa.

Tapi semakin hari angka penderita positif semakin bertambah. Bangun pagi di masa-masa itu serasa mimpi buruk, "Bertambah berapakah jumlah pasien positif hari ini?"

Angka-angka bertambah banyak dengan cepat. Jakarta menjadi daerah pertama dengan jumlah pasien terbanyak.

Hingga akhirnya 16 maret 2020, Gubernur menutup tempat wisata dan sekolah-sekolah hingga 2 minggu setelahnya. Dan menyerukan kegiatan #DiRumahAja.

Belajar di sekolah diganti menjadi belajar di rumah. Sesuatu yang sangat baru dan berbeda. Setiap hari setiap guru mengirimkan tugas untuk dikerjakan anak-anak. Orangtua menjadi pengganti guru di rumah. Repot memang, namun itu lebih baik daripada melepaskan anak-anak kesekolah dengan hati yang was-was.

Pada waktu yang sama kantor-kantor diminta untuk menerapkan bekerja dari rumah.

Belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan beribadah dari rumah.

Sholat jum'at di masjid-masjid mulai ditiadakan. Jalanan Jakarta menjadi sangat sangat sepi. Seolah libur lebaran tiba 2 bulan lebih awal. Tidak ada lagi pagi yang bising setiap weedkay, tidak ada lagi kemacetan di Jakarta. 

Semua orang mulai memakai masker keluar rumah, beberapa orang sudah menggunakan sarung tangan saat beraktifitas di luar rumah. Tidak ada lagi tawa anak-anak kecil yang biasa memenuhi taman di sore hari. Banyak sekali pesta pernikahan yang dibatalkan. Tidak ada lagi event blogger offline yang diselenggarakan.

Jakarta menjadi sangat sepi.

Sementara itu angka pasien positif COVID-19 semakin banyak. Angka kematian meningkat. Beberapa rumah sakit sudah mulai kewalahan. Beberapa tenaga kesehatan yang bertugas di garda terdepan mengeluhkan kurangnya APD dan masker medis. 

Di akhir maret, Pemerintah mencoba bertindak lebih cepat, dengan mengubah beberapa tempat menjadi RS khusus penanganan COVID-19.

Indonesia ternyata belum siap menghadapi virus ini.

April 2020

Angka positif terus meningkat. Kebijakan home learning dan WFH yang semula hanya berlangsung 14 hari, kembali diperpanjang untuk 14 hari setelahnya. Pemerintah mewajibkan semua warga yang beraktifitas keluar rumah menggunakan masker kain. 

Saat itu, Jakarta sudah bukan lagi Jakarta yang biasanya.

10 April, alih-alih melockdown Indonesia, pemerintah memutuskan untuk menerapkan Pembatasan Nasional Berskala Besar (PSBB). Jam beroperasi berbagai transportasi umum dikurangi. 

Berbagai lapisan masyarakat sudah mengeluhkan pendapatan yang berkurang. Banyak pegawai yang dirumahkan tanpa digaji. Atau bahkan di-PHK tanpa pesangon. Yang tetap bekerja namun dipotong gajinya, sudah merasa sangat sangat bersyukur sekali.

Kengerian kita akan virus ini kemudian berubah menjadi kesedihan.

Tapi bukan hanya Indonesia saja yang menderita karena virus ini. Seluruh dunia juga tengah menjalani karantina dan lockdown untuk menurunkan angka positif mereka. Perekonomian dunia juga menjadi lebih lesu.

Akhir April, seluruh umat muslim di Indonesia dihadapkan dengan kenyataan pahit. Solat tarawih ditiadakan. 

Waktu untuk home learning dan WFH kembali diperpanjang.

1 bulan lebih kita semua mengurung diri di rumah, tanpa tahu kapan pandemi ini akan usai.

Akhir April, pemerintah resmi memberlakukan larangan mudik. Walaupun entah sudah berapa banyak masyarakat yang telah mudik terlebih dahulu ke kampung halaman jauh sebelum itu. Semoga semua faskes di daerah-daerah sudah siap menghadapi para pemudik.

Mei 2020

Saat ini angka pasien positif di Indonesia sudah mencapai 10.000 orang. Di negara lain, bahkan sudah mencapai angka ratusan ribu.
COVID-19 sudah mengurangi 200.000 lebih penduduk bumi. 1 juta orang telah terinfeksi.

Peneliti mengatakan pandemi ini akan berakhir di Indonesia pada bulan Juni nanti. Merayakan Idul fitri tanpa solat idul fitri, seperti apa rasanya ya? :'(

Menjalani hari esok dengan kabut abu abu di depan kita.. Kita semua nggak akan pernah tau tentang apa yang akan terjadi esok.

Tetap jaga kesehatan selalu ya teman-teman semua. Karena kesehatan adalah hal yang sangat berharga di tengah pandemi ini. Di saat saat seperti ini, rasanya pasti langsung panik sekali ya kalo ada anggota keluarga yang mendadak demam. Ke rumah sakit juga menjadi hal yang menakutkan. Semua jadwal ke dokter gigi ataupun periksa kandungan pun juga harus di cancel untuk menghindari cross infection.

Untuk yang ingin berkonsultasi dengan dokter tanpa harus ke rumah sakit, bisa juga dilakukan via aplikasi Halodoc. Halodoc menyediakan fitur-fitur yang menyediakan layanan medis. Seperti konsultasi langsung ke dokter via chat, panggilan suara atau panggilan video dalam 24 jam. Jadi jika ada yang terasa urgent, namun takut untuk langsung pergi ke rumah sakit. Langsung aja melakukan konsultasi online via Halodoc, ya!

Apakah doa kita semua masih sama? Semoga virus ini cepat ditemukan obatnya. Semoga pandemi ini cepat usai, dan semoga semua keadaan bisa kembali normal seperti biasanya. Aamiin.

Tetap semangat dan tetap sehat ya teman-teman semuanyaaaaa~ Kita pasti bisa kuat melewati semua ini. Kita. Pasti. Bisa.
Menemukan produk perawatan tubuh yang cocok itu susah-susah gampang seperti menemukan jodoh, ya?
Selama masa remaja hingga sekarang, udah nggak terhitung lagi deh berapa banyak produk perawatan tubuh yang udah aku coba. Gonta ganti produk demi menemukan produk yang terbaik dan yang paling cocok.

Rekomendasi biasanya jadi salah satu pertimbangan utama memilih produk perawatan tubuh. Biasanya sih rekomendasi dari orangtua yang paling berpengaruh.

Nah, ada satu produk yang aku inget dari kecil selalu mama pakai untuk kulitnya. Produk cream kulit dalam jar berwarna biru dengan desain yang simpel. 

Palagi kalo bukan: NIVEA!

Inget banget jaman kecil suka disuruh balurin kaki mama dengan cream ini. Dan akupun jadi ikut-ikutan suka balurin cream berwarna putih ini ke kulit.

Dan belasan tahun berselang, mama masih setia banget sama produk cream NIVEA dalam jar berwarna biru yang bahkan sampe sekarang belum banyak berubah ya packaging produknya. Hihi.

Karena mama, sampe sekarang aku sahabatan dan percaya banget nih sama produk-produk dari NIVEA. Sampe ke body lotion dan deodorantnya juga!

Dan beberapa hari belakangan, aku happy banget nih karena NIVEA punya produk baru berupa hijab series! Ini semacam produk yang khusus diciptakan untuk aku kah? *GR amat sik!*

Produk untuk Hijabers Pertama dari NIVEA

Ternyata sudah hampir 100 tahun NIVEA menjalankan komitmennya dalam menghadirkan produk perawatan kulit yang dapat membantu konsumen di seluruh dunia menampilkan versi terbaik dari dirinya sendiri. Inovasi-inovasi NIVEA diinspirasi oleh karakter dan kebutuhan kulit konsumen yang beragam.

Dan kali ini terinspirasi dari para Hijabers di Indonesia, NIVEA mengeluarkan dua inovasi produk terbaru: NIVEA Whitening Hijab Fresh Deo dan NIVEA Ekstra White Hijab Cooling Body Serum!



Kedua produk ini diformulasikan khusus untuk menjawab produk perawatan kulit para Hijabers, agar lebih percaya diri dan yakin untuk melangkah menggapai mimpi-mimpi yang ingin diraih.

Holger Welters, PresDir PT Beiersdorf Indonesia mengatakan bahwa hal ini adalah pencapaian terbaru dari NIVEA, pertama kalinya Beiersdorf memiliki produk khusus untuk Hijabers. Kini Beiersdorf memiliki rangkaian produk perawatan kulit yang semakin lengkap dan diyakini dapat diterima dengan baik oleh seluruh konsumen di Indonesia.

Sally Marryta Dianty, Senior Brand Manager NIVEA Indonesia mengatakan bahwa produk produk ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kepercayanaan dari 40% konsumen NIVEA Indonesia yang merupakan para Hijabers. 

"Kedua produk ini juga telah memiliki sertifikat halal yang nggak hanya mengandung bahan-bahan yang halal saja, tapi juga diproses secara halal sehingga para hijabers dapat merawat kesehatan dan kecantikan kulitnya dengan rasa nyaman." -Sally Marryta Dianty, Senior Brand Manager NIVEA Indonesia

NIVEA Ekstra White Hijab Cooling Body Serum


Sebagai Hijabers yang tinggal di Indonesia yang beriklim tropis dengan suhu dan kelembaban udara yang tinggi, kita menjadi mudah kepanas dan berkeringat hingga menimbulkan bau badan tak sedap saat beraktivitas sehari-hari. Untuk menutupi auratnya dengan baik, para Hijabers juga sering menggunakan pakaian tertutup yng berlapis.

Dokter spesialis Kulit, dr. Listya Paramita, Sp.KK mengatakan bahwa karena sebagai besar permukaan kulit para Hijabers bersentuhan dengan bahan pakaian, maka dibutuhkan perawatan kulit ekstra supaya tetap nyaman dalam melakukan berbagai aktivitas. Sebaiknya, para Hijabers  memilih produk perawara yang formulanya lembutdikulit serta memiliki manfaar melembabkan dan menyejukkan.

Seperti NIVEA Ekstra White Hijab Cooling Body Serum yang dilengkapi dengan Vitamin C dengan tingkat kemurnian 95% yang dapat membantu mencerahkan kulir serta UV Filter untuk melindungi kulit dan juga mengandung ekstrak lotus yang memiliki keharuman yang menenangkan. 

Body serum ini juga dilengkapi dengan cooling technology yang merupakan perpaduan peppermint dan menthol untuk memberikan sensasi menyejukkan seketika saat kita beraktifitas di bawah terik matahari, tekturnya juga ringan dan mudah menyerap pada kulit kita.

Kemarin aku udah cobain sendiri menggunakan NIVEA Ekstra White Hijab Cooling Body Serum setelah mandi, suka sama sensasi dinginnya. Adem tapi nggak berlebihan. Wanginya juga enak sekaliiiii❤️

NIVEA Whitening Hijab Fresh Deo


Produk dengan packaging bernuansa pink ini dilengkapi dengan ekstrak bunga sakura yang bisa memberikan kesegaran sepanjang hari. NIVEA Whitening Hijab Fresh Deo ini juga mengandung vitamin C yang dapat mencerahkan kulit ketiak dan juga memiliki formula yang lembut di kulit dengan kandungan 0% alkohol.

Kemarin aku juga udah cobain pakai NIVEA Whitening Hijab Fresh Deo seharian. Efek 0% alkoholnya ngebuat produk ini terasa lebih ringan dikulit dan wanginya juga lembut banget! Superluvvv!

NIVEA Whitening Hijab Fresh Deo ini sudah tersedia di berbagai outlet, drugstore dan e-commerce dengan varian roll-on berukuran 25 ml dan 50 ml, serta varian spray dengan ukuran 150 ml.

#YakinMelangkah Bersama NIVEA

Dalam rangka launching produk terbarunya ini, NIVEA juga mengadakan kampanye #YakinMelangkah untuk mengapresiasi hijabers inspiratif Indonesia yang tangguh dalam menghadapi rintangan dalam meraih mimpi-mimpinya. Mimpi-mimpi besar yang nggak hanya berguna unrtuk dirinya sendiri, tapi juga orang-orang disekitarnya.


Ada 4 wanita tangguh yang digandeng oleh NIVEA dalam kampanye ini. Ada Hamidah Rachmawati, influencer muda yang menjalani usaha kopi bersama dengan rekan hijabers lainnya untuk maju bersama-sama. Ada juga Heni Sri Sundani, seorang anak petani yang #YakinMelangkah menggapai mimpinya menempuh bangku kuliah dan membantu ribuan anak kurang mampu untuk membantu mendapatkan pendidikan yang lebih layak. Kemudian ada Qonitah Al Zundiah, seorang pecinta fashion yang #YakinMelangkah menggapai mimpinya menghadirkan produk fashion ramah lingkungan dengan pasar yang cukup menantang. Dan terakhir ada Puti Karina Puae, seorang ilustrator yang menyebarkan nilai positif dan #YakinMelangkah hingga mengdapatkan Emmy Awards untuk video perdamaiannya.

Bersama dengan 4 sosok tersebut, NIVEA mau mengajak semua hijabers di Indonesia untuk lebih percaya diri menampilkan versi terbaik diri sendiri dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai yang sesuai dengan keyakinannya. 

NIVEA juga berharap semoga NIVEA Whitening Hijab Fresh Deo dan NIVEA Ekstra White Hijab Cooling Body Serum dapat menemani semua Hijabers agar #YakinMelangkah meraih mimpi-mimpi tersebarnya.

Senang banget melihat brand sebesar NIVEA membuat satu series produk khusus untuk Hijabers Indonesia dan terharu banget dengan nilai-nilai dibalik kampanyenya. 

Jadi kepikiran dengan semua mimpi-mimpi yang sampai sekarang belum tercapai. Semoga aku juga bisa semakin #YakinMelangkah untuk meraih semua mimpi-mimpi yang tertunda! Kamu juga harus #YakinMelangkah untuk meraih semua mimpi-mimpi yang belum tercapai yaaaaaa😍
Hi, how's life? Sejak kasus pertama COVID-19 diumumkan, rasa-rasanya menanyakan kabar pun menjadi lebih berat. Khawatir, cemas, takut mengisi pikiran kita sebulan terakhir ini. 

Kapankah semua ini akan berakhir? Kapan semua akan kembali normal seperti biasa? Entah siapa yang bisa memberikan jawaban pasti atas dua pertanyaan ini. 

Walaupun berita-berita yang beredar mengenai virus ini terkadang membuat kita menjadi lebih cemas. Namun tetap penting untuk mengikuti beritanya agar selalu update pada perkembangan terbaru yang bisa membuat kita lebih waspada menghadapi virus ini.

Dalam sehari ternyata Kominfo menerima hingga 500 laporan mengenai berita hoax tentang virus ini. Jadi penting sekali untuk mendapatkan update berita mengenai virus ini di Pusat Informasi Corona yang terpercaya. 

Karena tidak semua orang bisa selalu menyaksikan channel berita di layar kaca setiap saat, kita membutuhkan portal berita online yang mudah diakses dimana saja dan pastinya bisa terpercaya.

Jadi berapakah jumlah pasien positif COVID-19 hari ini?

Pertanyaan itu menjadi pertanyaan yang setiap hari kita tanyakan sejak virus ini pertama kali menjangkiti orang Indonesia. Masih suka bingung cari update-an jumlahnya kemana? Langsung aja klik Pusat Informasi Corona Kumparan. Karena setiap hari Kumparan selalu update mengenai jumlah pasien dan kasus dari sumber yang pasti dan terpercaya.


Semakin hari, rasanya semakin ngeri ya melihat jumlah sebaran kasus virus ini. Mendadak hampir semua Pulau di Indonesia, memiliki titik merah yang menjadi penanda zona merah virus ini. Dan semua itu terjadi dalam waktu 1 bulan saja. Tapi tentunya, kita juga harus melihat angka pasien yang sembuh. Karena untuk saat ini jumlah pasien sembuh mengalami peningkatan yang cukup tinggi dibanding biasanya. 

Dibalik semua musibah, tentunya kita harus tetap memperhatikan hal-hal kecil yang tidak boleh terlewatkan untuk disyukuri.

Pusat Informasi Corona Kumparan


Nggak hanya update seputar jumlah sebaran kasus COVID-19. Di Pusat Informasi Corona, Kumparan juga menyediakan berbagai berita terbaru dan artikel-artikel yang bisa kita baca selama masa #DiRumahAja. 

Mulai dari artikel lengkap mengenai Virus Corona, Pencegahan Diri dan Keluarga, Prosedur Tes dan Pengobatan, Happy at Home, Rumah Sakit Rujukan, Hotline, Kumpulan Do'a, Pengumuman Pemerintah hingga Donasi Lawan Corona.

Saat Berada #DiRumahAja


Tidak hanya menyediakan artikel berita seputar virus ini, Kumparan juga menyajikan artikel-artikel menarik mengenai hal-hal yang bisa kamu lakukan selama #DiRumahAja. Pada kolom "Happy at Home" ada artikel seputar tips mengatasi stress selama #DiRumahAja, rekomendasi game smartphone yang oke untuk anak-anak, resep masakan, rekomendasi film keluarga serta rekomendasi drama korea untuk mengisi waktu luang kamu.

Dengan adanya Pusat Informasi Corona Kumparan, kita nggak akan ketinggalan update berita seputar perkembangan virus ini. Semua berita disajikan secara lengkap dengan sumber yang terpercaya. Infografis yang ada juga menarik dan mudah kita mengerti.

Selama pandemi virus ini, kita semua diminta untuk tetap tenang dan tidak panik. Namun jangan lupa juga untuk tetap menjaga kewaspadaan kita. Dengan memahami informasi dan mendapatkan update-update berita terkini, kita bisa lebih waspada untuk menghadapi virus ini. 

Jadi, tetaplah di rumah aja. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan, menjaga kebersihan, menjaga diri sendiri dan menjaga keluarga kita. Jangan lupa juga untuk mendapatkan update berita seputar Corona, dari sumber yang terpercaya seperti Pusat Informasi Corona Kumparan. Dan selalu patuhi juga aturan physical distancing dan pembatasan nasional berskala besar yang telah ditetapkan oleh pemerintah. 

Kita semua pasti bisa melewati terpaan badai ini. Indonesia pasti bisa melewati pendemi ini! #KuatBersama karena kita pasti bisa!


Custom Post Signature

Custom Post  Signature