From my favourite author

on
Selasa, 31 Januari 2012
Paulo Coelho
From his new book, 'Aleph'.

Ps. I want that book so bad :(

Dear my smiley baby,





My R.T.F.I.
Rizqi Tidus Fairuz Izdihar. 2 month.
The new guy in my lil' family, so lovable.

Dear anak laki-laki kesayangan mama sedunia,
Udah 2 bulan sekarang, gak berasa ya sayang. Cepet banget besarnya. Dalam 2 bulan naik 2 kilo, pantesan lumayan berasa kalo mama gendong. Gimana ga jd cpat besar kalo minum susunya kaya dikejer-kejer org sekampung. :) Sehat terus ya sayang. Mama sayang Rizqi, selalu.

With all love in the world,
Mama.

Just the two of us

on
Senin, 30 Januari 2012

My husband and I

Yes, he get a new haircut! I love your new hair ayank :D
More fresh, more mature and look younger.
Mau gondrong, cepak, ataupun botak sekaligus, i still love you! :)
Aaaaaaahhh, tapi rambut baru ini, bikin aku makin cinta kamu :*

i love you dear husband.
with love,
your wife :*

This is for you. I love you, i always do.

on
Sabtu, 21 Januari 2012

I dont care if he's a nobody
In my heart he'll be a somebody
Somebody to love me
(Gimme Gimme by Sutton Foster)


Hepri Prasetio Harmandi Putra. 21 years old.
A man who choosed me to be her wife and a mother of his childern.

Every great man always had a woman behind. I'm sure you will be a great man someday, and i wish i can always be your woman behind. Forever.
The road we've been trough is still very long. That may not be easy. But we'll get trough it together. As i always said, storms will always come. And like you said, we can go trough it all. Then, we believe, everything are gonna be ok.

I love you. Yes, i always do.

With love,
Your wife, Mrs. Hepri Prasetio.
:)

Some badnews from Picnik!

I love photo editing!
Tapi sayangnya aku ga terlalu nguasain software editing. Dan lebih suka pake photo editing online. My most favourite online photoediting is Picnik.
Today i opened Picnik for editing some photo. And you know what i got from picnik site? Here!

Picnik will be closing at this April! So sad :( That's a bad news. But, you bring a good news too for us. Yes, you free all Premium thing in Picnik! Awesome!
So, What i must say about this?
Bye Picnik, i know you will be back with something awesomer (like you've said!). And thanks for the free premium. I can enjoy it till April! Wohoooo!

So, what we wait? For you that love some easy simple creative photoediting, let's go to Picnik and enjoy the Picnik Premium Blogpals! :)

The Breaking Dawn Part 1 - Edward and Bella Wedding Spotted!

Poster #1


Poster #2


Poster #3


The Invitation


Bella Wedding Dress Detail (So beautiful!)


After The 'I do' words!


The Cullen Family

Source of the photo comes from http://movies.about.com


'Forever is Only The Beginning' adalah tagline film ini, Breaking Dawn Part 1. Film ini merupakan film yan ditunggu-tunggu oleh segenap pecinta Twilight Saga baik novel maupun filmnya. Aku bener-bener suka banget sama novel ke-empat Twilight Saga ini, Breaking Dawn. Novel yang paling tebel dibandingkan tiga Twilight Saga lainnya, Twilight, New Moon dan Eclipse. Ceritanya juga bener-bener indah, romantis dan gak terduga! Tapi sayangnya, aku kurang suka sama film The Breaking Dawn yang Part 1-nya, ngga sanggup ngeliat hancurnya hati Jacob saat Bella dan Edward menikah. Aku rasa Part 2-nya akan jauh lebih menarik. Ga sabar nunggu part 2-nya dan ngeliat happily ever afternya film ini!


How 'bout you Blogpals? Are you love Twilight Saga too? :)

Christina Perri - A Thousand Years

on
Jumat, 20 Januari 2012

A Thousand Years

Heartbeats fast
Colors and promises
How to be brave
How can I love when I’m afraid to fall
But watching you stand alone
All of my doubt suddenly goes away somehow
One step closer

I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have loved you
For a thousand years
I love you for a thousand more

Time stands still
Beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything take away
What’s standing in front of me
Every breath
Every hour has come to this
One step closer

I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have loved you
For a thousand years
I love you for a thousand more

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I love you for a thousand more

One step closer
One step closer

I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have loved you
For a thousand years
I love you for a thousand more

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I love you for a thousand more



Adrianadian's Note:

This is one of my favourite song in romantic category. This song has a deep meaning about the edward feeling when he marries bella. I really love this song. Especially the scene of edward and bella wedding in this videoclip. Enjoy this video clip blogpals! :D


Balada Kaka dan Kiki

on
Sabtu, 07 Januari 2012
Video kaka, momong atau malah membully kiki? -___-

Liat ekspresi ketawanya Luna, puas banget ya rasanya. Ckck, kakaaaaaa.


Kaka dan Kiki

Perbedaan umur yang deket banget antara kaka dan kiki, kadang bisa menimbulkan hal-hal lucu yang nggak terduga. Kaka yang selalu penasaran sama hal-hal baru, langsung ikutan masukin empeng kiki waktu aku lagi makein kiki empeng. Kalo dari gambar sih keliatannya kaka ikutan ngejagain dan momong kiki. Padahal kalo ngeliat aslinya mah, ini semacam tindak pembulian -______- ahahahahahahaaa.

Gak cukup sekali dia masukin empeng ke mulut adeknya, berkali-kali dan dengan cara yang maksa pula. Kalo udah masuk, malah ditarik lagi sama kaka, dan kalo gak masuk dan empengnya dilepeh kiki, si kaka malah ketawa-ketawa kegirangan. Ckckckckckckckckck.

Alhamdulillah ya Allah, setiap hari ada aja hal-hal baru diantara mereka yang selalu bikin ketawa kalo diliat. Hari-hari bareng kaka dan kiki warna-warni banget rasanya.
Mudah-mudahan kalo udah besar kalian bisa terus akur, jadi sahabat dan saling ngejaga ya sayang.

Mama sama papa, sayang banget sama kaka dan kiki.
We love you kids, always.
:*

Bagaimana Rasanya Pertama Kali Melahirkan Secara Normal?

on
Minggu, 01 Januari 2012
Melahirkan merupakan pengalaman yang ngga akan pernah terlupakan.
Diawali dengan rasa sakit yang teramat sangat,
tapi diakhiri dengan kebahagiaan yang tak akan pernah bisa terucap :)

and now i wanna sharing little about my babybirthing...


Minggu, 17 Oktober 2010
Khansa Luna Sakhi Aysha

(Mukanya oh-so-alien sekali. hihi)


o4.oo WIB
Tanda-tanda pertama mau melahirkan

Waktu itu kehamilan udah hampir memasuki bulan ke 10. Duedate emang udah lewat. Tapi dokter bilang, "Gapapa, ditunggu aja pasti akan dateng waktunya". Dan pagi itu, di hari Minggu 17 oktober 2010. Aku kebangun karena sakit perut yang ngga biasa, sakit perut PMS. Sebagai ibu hamil, aku udah 9 bulan ga menstruasi, tapi perut berasa sakit kaya mau PMS. Setelah ke kamar mandi, ternyata emang tanda-tanda awal mau melahirkan udah keluar. Yaitu keluarnya flek-flek darah. Dan akhirnya aku sadar juga bahwa ternyata sakit perut mau PMS itu merupakan kontraksi yang pertama.

Eng Ing Engggg. Akhirnya aku buru-buru bangunin papa mama. Karena waktu itu suami aku lg tugas jaga eyangkung yang juga udah hampir sebulan dirawat di RSCM karena sakit keras. Papa mama pun langsung siaga, dan buru-buru nelpon suami aku di RS, tp berhubung waktu itu belum ada orang yang ngegantiin dia buat nemenin yangkung. Akhirnya papa mama yang anter aku duluan ke RS Islam Cempaka Putih, dan suami aku bakal langsung nyusul kesana kl penggantinya udah dateng.

05.00 WIB
Masuk RS

Sampe dirumah sakit, sakit perut kadang muncul kadang ngga. Kontraksi awal emang terjadi sekitar 5 menit sekali, tp lama-lama kontraksi bakal terjadi lebih sering. Kontraksi waktu itu masi biasa aja. Ngga kaya di film-film dimana ibu hamil yang mau melahirkan teriak-teriak kesakitan dan dibawa pake tempat tidur dorong, didorong-dorong dengan panik oleh segenap keluarga dan tim medis masuk ke ruang operasi. Tapi aku engga, sambil nungguin mama papa ngurus administrasi, aku masi bisa jalan mondar-mandir (agar mempermudah persalinan) sambil sms-an sama suami. Waktu itu masih bs senyam-senyum kegirangan, gak sabar mau melahirkan, mau ngeliat muka bayinya.

Selesai administrasi, petugas sempet nanya apa aku perlu pake kursi roda buat dianter ke paviliun Shafa Annisa (tempat melahirkan di RS Islam Cempaka Putih). Walaupun perut makin berasa sakit, tp masi bisa dibawa santai. Akhirnya aku milih buat jalan kaki aja. Manja banget rasanya kalo di dorong-dorong pake kursi roda segala. Hehe. Waktu itu keinget banget sama perkataan ibu bidan yang ketemu aku waktu terakhir periksa kehamilan di RS ini. Katanya salah satu kunci biar bisa melahirkan normal secara cepat adalah rileks. Jadi waktu itu bener-bener berusaha buat gak tegang, tetap tenang dan rileks, biar bisa lancar dan normal persalinannya.

05.30 WIB
Tindakan pertama di RS

Masuk ke ruang tindakan. Waktu itu ditangani sama seorang dokter jaga perempuan yang baik dan cantik, tp ga tau namanya. Hehe. Dokter itu mulai nanya-nanya kapan pertama kontraksi terjadi, kapan duedate, dll. Sempet mikir ni dokter kepo banget, tp kl ga kepo gimana mau nolongin pasien ya. ahaha. Setelah selesai nanya-nanya dokter nyuruh ganti baju dengan baju opersi, baju warna hijau yang tertutup depannya tp kebuka belakangnya. Setelah itu disuruh tiduran dan mulai diperksa detak jantung bayinya. Kemudian diperiksa tingkat kontraksinya dengan alat yang entah apa namanaya. Alat itu semacam sabuk yang ditempel di peut dan kehubung ke monitor kecil. Jadi bisa terlihat tingkat kontrasi dan kedengeran detak jantung bayinya dari situ.

Waktu itu sakit perutnya udah lumayan gak santai. Tapi masih bisa ketawa-ketawa dan ngobrol sama mama. Mama terus-terusan nyuruh istighfar dan berpesan kalo ga boleh teriak-teriak pas melahirkan, kata mama kalo sakit lebih baik istighfar terus. Gak lama kemudian berasa kalo ketubannya pecah, rasanya kaya ada balon yang meletus pelan dalem perut dan keluar cairan yang rasanya hangat. Gak lama kemudian dokter dateng dan memantau perkembangannya. Waktu itu sakit perutnya bikin pengen istighfar terus. Sakit perutnya mulai gak nyantai. Tapi saat itu masih bisa ketawa-ketawa dan ngobrol santai sama dokternya. Dalam hati penasaran banget, kenapa dokternya masi santai aja ya, padahal waktu itu aku malah pengen banget cepet-cepet melahirkan. Bener-bener gak sabar dan penasaran mau liat bayinya. Setelah dipantau tingkat kontraksinya mulai naik, tp belum maksimal. Dokter bilang kontraksi yang bakal pertanda bener-bener mau melahirkan dan mau keluar bayinya bakal puluhan kali lebih sakit dr itu. Dokter bilang, kontraksi saat itu belom ada apa-apanya.

Ya Allah, Padahal ini udah cukup ga nyantai banget loh sakitnya. Bikin meringis-meringis! Ni dokter mau nakutin atau apa sih. Tapi karena ketuban udah pecah, dokter mutusin aku untuk pindah ke kamar bersalin. Kontraksinya udah lumayan, tapi masi kuat jalan ke kamar bersalin. Masi sempet negor dan nye-nyumin ibu bidan jaga yang ada di depan kamar bersalin juga. Mereka sempet bilang, "waaah, hebat ya ibu-ibu muda sekarang, mau melahirkan tapi masih bisa senyum lebar loh...". Dalam hati bener-bener bingung, emang kalo mau melahirkan beneran ga bisa senyum ya..?

06.00 WIB
Proses Melahirkan

Sehabis berbaring di salah satu tempat tidur di kamar bersalin, seorang suster dateng untuk memasukan infus yang entah isinya cairan apa. Mungkin cairan ini bisa nguatin pas melahirkan kali ya, aku pikir kaya gitu. Seorang bidan pun masuk dan nanya, mau dibantu sama siapa melahirkannya dokter atau bidan? Aku pun milih untuk melahirkan sama dokter kandungan aku sendiri, karena aku pikir memang lebih aman kalo ditangani sama orang yang bener-bener paham sama kondisi janin aku sendiri. Bidan pun segera keluar untuk nelpon dokter kandungan aku, dr. Eddy Purwanta. Aneh ya, perasaan udah di RS dari tadi, kenapa baru nelponnya sekarang? Kalo tu dokter rumahnya jauh dimana tau, kapan sampenya dan kapan melahirkannya dong?

Kontraksi pun mendadak jadi berasa lebih sakit rasanya dan lebih sering datengnya. Bikin pengen ngeremes-remes sesuatu, dan pengen istighfar sekenceng-kencengnya. Mama yang selalu ada disamping aku terus ngebimbing aku buat istighfar. Selidik punya selidik, ternyata cairan infus yang dimasukin tadi itu adalah cairan untuk memacu kontraksi agar bisa segera melahirkan. Saat itu bener-bener sakit, sakit perutnya 1000 kali lebih sakit daripada sakit perut PMS. Kalo kata bidan-bidan mah, nikmat banget rasanya. Masyaallah, emang nikmatnya ga akan pernah terlupakan! Seorang bidan pun masuk dan senyam-senyum sambil nanya, "ibu, mana senyumnya..?Kok ga senyum lagi..?". Setengah mati aku maksain buat senyum, dalam hati tuh rasanya mau bilang ngeledek banget ya si ibu bidan.

Saat sakit-sakitnya perut kaya gitu mama masih sempet nyuruh aku makan jatah sarapan dr RS, kata mama biar kuat melahirkannya. Dengan keadaan sakit perut banget itu, makanan yang dipaksain masuk pun akhirnya keluar lagi. Tiduran pun udah bener-bener ga nyaman rasanya. Saking sakitnya rasanya mau minta operasi cesar aja biar sakitnya bisa cepet ilang. Ngga bisa mikirin hal-hal lain kecuali rasa sakit tersebut, nikmat banget. Sakit sakitnya sampe ga bisa teriak, istighfar secepet-cepetnya dan ngeremet-remet tiang infus. Ngga berapa lama kemudian dokter dateng. Kirain dokternya bakal panik atau segera nanganin atau gimana, tapi ini malah menyapa dengan ramahnya dan nanya "Gimana ibu keadaannya..?". Waktu itu cm bisa jawab pake senyum perpaduan antara sakit, kesel, bete, dan marah. Beneran kesel dan mau marah rasanya! Ternyata saat itu dokternya masih sempet keluar ruangan lgi entah kemana, mungkin ngupi-ngupi dulu kali yaaa. Saat itu waktu rasanya lambat banget, detik berubah jadi menit, menit berubah jadi jam. Bener-bener sakitnya udah ga bisa diungkapkan lagi.

Akhirnya segenap tim pun dateng. Dokter pun mulai siaga dibantu juga oleh dokter jaga, beberapa bidan dan perawat. Ternyata sakit perut kontraksi itu bisa berkurang rasanya dengan cara mengejan. Beberapa bidan pun ngajarin aku cara ngejan yang bener. Rasanya lama banget saat itu, udah berkali-kali mengejan, tapi bayinya ngga keluar juga. Dokter sempet nanya ke mama aku yang saat itu juga di dalam ruang operasi ngedampingin aku, apa perlu dilakukan proses vakum biar mempercepat kelahirannya. Tapi mama ngga setuju. Ngga tau aja ni dokter, kalo bs minta cesar, saya udah minta daritadi kali dok. Ngga tau deh dah berapa lama di dalem situ. Proses mengejan itu cukup susah dan melelahkan, berkali-kali bidan ngasi tau cara mengejan yang baik, tetep aja salah. Cara mengejan yang benar adalah dengan mengambil satu tarikan nafas panjang dan mengejan lama dengan sekuat tenaga. Kalo aku ngga, nafas bentar, trs ngejan, nafas lagi, ngejan lagi. Salahnya adalah mengambil nafasnya terlalu sedikit dan mengejannya terlalu sebentar.

Sampe akhirnya seorang ibu bidan yang baik hati naik ke atas tempat tidur, memposisikan diri duduk bersimpuh di atas kepala aku, dan nmenaruh kepala aku di pangkuannya. Ibu bidan itu ngebantu ngedorong perut aku. Sampe akhinya, rambut bayinya keliatan, tanpa babibu, dokter segera melakukan pengguntingan pada lubang keluarnya si bayi (kresss! mau tau gimana rasanya? ga berasa! sumpah beneran!) agar kepala bayinya bisa ditarik.

07.10 WIB
Keluarnya Baby Luna :D
(ditambah proses IMD dan penjahitan!)

Setelah itu ditariklah kepala bayinya sama dokter dan voila! Keluarlah Lunaaaa! :D Dan ga kaya di film-film lagi, bayi kecilku ga nangis. Mama yang panik langsung nanya dokter kenapa bayinya ga nangis. Kata mama, dokter cuma senyum sambil bilang "Ibu, mau bayinya nangis. Tenang aja bu, sebentar ya.." Abis itu dokter masukin semacam selang kecil ke mulut bayinya, sampe ada cairan yang keluar, dan luna kecil langsung nangis! :) Setelah bayi dibersihkan, bayinya langsung dikasi ke ibunya (baca: aku!), untuk proses IMD (Inisiasi Menyusui Dini). Sayangnya waktu itu luna ga bisa nemuin putingnya, jd ga sempet minum asi pas IMD itu. Ga berapa abis proses IMD yang gagal, bayinya diambil lagi sama perawat untuk dimandikan, diazankan dan lain sebagainya.

And what's going on me next? Proses penjahitan, ga begitu berasa karena suntikan bius yang disuntik di daerah paha. Tapi pas disuntiknya sakit loh. Proses penjahitan lumayan lama lah, waktu itu sekitar 5-10 menit. walaupun udah dibius, tapi masi berasa juga waktu benangnya ditarik. Agak ngeri ya, ditambah pemandangan benang yang ditarik ke atas. Persis kaya jait baju yang sobek! Setelah selesai dijahit, perawat segera nolong aku untuk berpakaian. Waktu itu ngga langsung dipindahin ke ruang rawat inap, karena obat biusnya masi berasa banget bikin lemes area paha sampe kaki.

Ngga berapa lama abis itu, suami aku baru dateng, katanya dia uda liat bayinya dan udah diazanin juga. Aku kira dia nyesel karena ga bs nemenin aku melahirkan, tapi ternyata, di udah pulang ke rumah dr tadi, dan malah sibuk bebenah rumah. Dan sempet-sempetnya ngopi-ngopi dan ngerokok segala. Ternyata, dia sengaja ga nemenin aku melahirkan karena sedikit ngeri liat darah dan lain-lainnya. Ckckckckckckckckck.
Bener-bener deh si ayaaaaaaaaaaaaank!

Dikamar rawat inap, sehabis melahirkan
(blur disengajakan loh :p)

unique fact about babybirted Luna:
Luna lahir di hari minggu atau hari ke-7 dalam satu minggu.
Luna lahir tgl 17 oktober atau 17-10
Luna lahir jam 07.10
Kamar rawat inap no.7
Tempat tidur no. 0710
Semuanya serba 7! Kebetulan yang bagus :) Alhamdulillah


- Thank you for reading blogpals!
Mudah-mudahan bermanfaat :)
See yaa in next posting yaaa! -


Custom Post Signature

Custom Post  Signature