Menikmati Virgin (and Private) Beach di Bali Shangrila Beach Club

on
Minggu, 15 Januari 2017

Bali Shangrila Beach Club Candidasa

Who needs vitamin sea? *absolutely not me๐Ÿ˜…* Sesungguhnya karena tingkat kecerdasan naturalis aku rendah, aku ga suka-suka banget sama wisata berbau alam. Kalo emang mau jalan ke pantai, harus memastikan ada hotel atau tempat makan yang adem dan nyaman deket situ. Jadi kalo kepanasan, langsung bisa ngadem๐Ÿ˜

Tapi kemarin, aku sempet berkunjung ke private beach yang dimiliki sebuah hotel di Bali. Pantai ini masih bersih, air lautnya pun masih keliatan bening dan sepiiii banget, karena pengunjungnya ya cuma tamu hotel itu sendiri. Walaupun aku nggak terlalu suka pantai, tapi aku cukup takjub juga liat pantai ini, berasa pantai milik sendiri soalnyaaaaa x)

Gimana ceritanya sih aku bisa sampe disini? Yang udah sering mampir ke blog ini pasti udah tau kalo tahun lalu, aku mendapat kesempatan menjadi blogger yang meliput selebrasi pemenang Joget Cokelat Frisian Flag Kental Manis Cokelat di Bali. Dan hotel ini merupakan hotel tempat aku dan rombongan menginap di malam kedua. Hotel yang aku tempati di malam pertama di Bali juga udah aku review di blog ini yaaa.


Jadi setelah perjalanan panjang di Karangasem dan Candidasa, rombongan pun mengakhiri perjalanan hari kedua ini di sebuah hotel masih di daerah Candidasa yang bernama Bali Shangrila Beach Club. Sayangnya bis kita nggak bisa masuk sampai tepat di depan hotel, jadi kurang lebih 100 meter dari Bali Shangrila Beach Club ini bis kita parkir dan perjalanan dilanjutkan dengan jemputan khusus dari Bali Shangrila Beach Club.

Sesampainya di Bali Shangrila Beach Club kita semua mendapatkan welcome drink berupa orange juice dan langsung dibagikan kunci kamar masing-masing. Alhamdulillah aku dapet kamar di bawah, aku pun langsung buka pintunya menggunakan anak kunci yang diberikan dan taraaaaaaaaa~ kamarnyaaaaaa gede banget!


Bali Shangrila Beach Club Candidasa

Bali Shangrila Beach Club Candidasa

Liat aja dari living roomnya kamar ini. Luas banget kan kalo cuma untuk 1 orang penghuni aja. Living room ini diisi dengan sofa yang agak jadul, plus TV, radio besar yang bisa untuk memutar CD juga, kulkas dan telepon di sudut ruangannya.

Bali Shangrila Beach Club Candidasa

Dan tersedia juga pantry yang terletak pas di depan living roomnya. Pantrynya lengkap banget loh isinyaaaa. Ada microwave, toaster, tea/coffee maker, pisau, talenan, sendok, garpu, segabrek gelas dan cangkir di lemari kabinet gantungnya, plus tempat cuci piring yang udah dilengkapi dengan sabun cuci piringnya juga. Boookk, ini mah berasa nginep di apartemen full furnished ya ๐Ÿ˜…

Bali Shangrila Beach Club Candidasa

Kamar mandinya juga luas dan bersih. Di kamar mandi terdapat dua pintu, yang disamping wastafel terhubung ke living room dan di depan shower terhubung ke bedroom. Amenitiesnya plus wadahnya standard aja,  tapi cukup kok untuk aku pake semalem disini.

Bali Shangrila Beach Club Candidasa

Kamar tidurnya pun... kegedean kalo ditidurin sendirian๐Ÿ˜‚ Aku ga ngomongin bed-nya ya, bed-nya asik kok ditidurin sendirian, tapi luas kamarnya ini loh. Pas didepan tempat tidur ini masih ada space yang cukup luas, ada jendela gede dan TV berukuran besar juga disamping jendela itu. 

Ada meja riasnya juga di pojokan yang agak jadul gitu gayanya. Lemarinya pun gede banget, di dalemnya ada setrikaan dan meja setrikanya๐Ÿ˜…  Pas masuk ke kamar ini, aku langsung membuat kesimpulan kalo aku nggak akan tidur di dalem kamar ini. Aku langsung nutup tirai jendela dulu, terus nyalain TV kamar kenceng-kenceng biar berasa rame. Seriously, kamar segede ini enaknya buat nginep bareng papa Api, Una dan Abang. Kalo sendirian gini selain ngerasa sepi banget ya aku takut  juga laaaaahhhhhh๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Akhirnya malam itu aku memutuskan untuk tidur di sofa living room dengan dialasi bed cover dari tempat tidur yang ada di kamar dan video-call sama papa Api biar nggak takut sekaligus untuk melepas rindu sampe aku ketiduran. Tanpa ditemenin papa Api di video call, mungkin aku nggak akan bisa tidur. Makasi cintakuuu❤❤

Bali Shangrila Beach Club Candidasa

Seperti di hari sebelumnya, aku udah tau kalo setiap pagi bakal dibangunin oleh morning call dari hotel. Jadi pagi itu aku berhasil bangun duluan, dan ngangkat si morning call dari petugas hotel dengan nggak gelagapan-karena-efek-baru-bangun-tidur. Horeeeeeeee๐Ÿ˜†๐Ÿ˜† Selesai mandi dan siap-siap aku langsung keluar kamar dan terpukau liat bagian luar kamar yang aku tempati semalem. Wuah, termyata bentuknya bangunan tersendiri gitu ya. Private banget, bagian depan selain ada berandanya, juga sama dengan bagian belakang yang masih dikasih space untuk pemisah dengan kamar lain sekaligus bisa untuk jemur baju atau handuk karena tersedia jemurannya juga disitu. 

Bali Shangrila Beach Club Candidasa

Dan pas disamping kamar adalah kolam renang yang nggak terlalu besar, tapi bersih dan kelihatannya nyaman untuk berenang kok๐Ÿ˜ Aku pun langsung cuss ke tempat sarapan yang letaknya tepat di sebelah kolam renang.

Bali Shangrila Beach Club Candidasa

Bali Shangrila Beach Club Candidasa

Restonya Bali Shangrila Beach Club ini nggak besar-besar banget, semi outdoor tanpa pendingin ruangan. Menu breakfastnya juga standard aja sih, dan sayangnya nggak tersedia cukup banyak untuk pilihan nasi gorengnya. Selain nasi goreng ada mi gorengnya juga dan seperti biasa ada roti, sereal juice, susu dan buah-buahan. Selesai sarapan aku langsung gatel mau foto-foto sudut-sudut lain di Bali Shangrila Beach Club ini.

Bali Shangrila Beach Club Candidasa

Bali Shangrila Beach Club Candidasa

Bali Shangrila Beach Club Candidasa

Jadi letaknya Bali Shangrila Beach Club ini pas banget di tepi pantai, kalo dari kamar aku ke bibir pantainya jaraknya nggak nyampe 50 meter. Di pagar pembatas bercat biru putih yang ada di atas itu, ada tangga turunan untuk menuju ke bibir pantai. Di sepanjang dalam pagar ini juga disediakan sofa bed untuk para tamu yang mau berjemur. 

Bali Shangrila Beach Club Candidasa

Ini dia pantainyaaaaaa, sepi bangeeeet. Beneran pantai milik sendiri rasanyaaaaa. Airnya pun terlihat masih bersih dan bening, recomended banget kalo mau snorkeling disitu. Tersedia juga perahu-perahu yang bisa mengantarkan kita ke tengah laut. 


Selesai menikmati angin laut di tepi pantai, aku balik lagi ke kamar untuk beberes koper dan ngebawa koper tersebut untuk dikumpulkan di depan resepsionis. Karena kita akan melanjutkan perjalanan di Bali hari ketiga itu. Oh iya, di samping meja resepsionis juga tersedia banyak novel dan DVD yang bisa dipinjam secara gratis, sayangnya aku lupa foto dari deket. Dan kenapa sih novelnya harus berbahasa inggris semua? Uhuhuhuuu 

Bali Shangrila Beach Club Candidasa

Selanjutnya disamping kiri meja resepsionis tersebut, kalo kita jalan beberapa langkah kita bakal sampe ke depan Bali Shangrila Beach Club ini. Sesuai dengan tampilan kamarnya yang sederhana, wajah depan Bali Shangrila Beach Club ini juga cukup sederhana. 

Menurut pendapat aku sendiri menyenangkan kok menginap di Bali Shangrila Beach Club ini, karena pantainya pas banget di depan mata! Sepi pula pantainyaaaaaa. Yang perlu dirubah dari Bali Shangrila Beach Club ini mungkin interior kamarnya, berasa agak jadul soalnya. Serta sarapannya, untuk wisatawan lokal yang maunya makan nasi pas sarapan, agaknya menu sarapannya berasa kurang beragam deh. 

Bali Shangrila Beach Club ini juga pas banget untuk pasangan yang mau honeymoon dan cari-cari tempat yang sepi dan romantis gitu untuk berdua. Keuntungan terbesarnya Bali Shangrila Beach Club ini adalah pantainya. Waktu aku menginap disana kemarin, kebanyakan tamunya yang terlihat adalah turis asing, yang keliatannya menikmati sekali virgin beach di Bali Shangrila Beach Club ini.

Would definitely love to stay here again next time. Semoga tahun ini bisa balik lagi ke Bali bareng Una, Abang dan Papa Api yaaaa. Aaamiin!

Bali Shangrila Beach Club
Dusun Samuh Candidasa, Karangasem, Bali
http://www.balishangrila.net/

Mudahnya Belanja Online Menggunakan UANGKU

on
Rabu, 11 Januari 2017

Belanja Online? Siapa yang hobi belanja online? *sayaaaaa ๐Ÿ˜›๐Ÿ˜›๐Ÿ˜›* Namanya juga bu-ibu yaaaa, pasti suka lah ya yang namanya belanja. Tapi beberapa bulan terakhir, aku akui kalo aku jadi agak males belanja online, karenaaaaa males transfer-transfernya. Ribeeeettt. Kebetulan di handphone memang cuma tersedia sms banking, nggak pake m-banking karena nanti makin khilaf kalo lagi belanja online. Sms banking juga sering nggak bisa dipake, karena aku tak punya pulsa๐Ÿ˜…soalnya seringnya dirumah dan kalo internetan modal wifi aja. Jadi kalo belanja online, aku mesti isi pulsa dulu buat transfer via sms banking atau jalan langsung ke ATM. Ribet khaaaannnn? Belom lagi pake foto-foto bukti transfernya, nungguin seller verifikasi transferan dulu dan lain-lain dan lain-lain. 

Tapi kemudian ternyata di akhir tahun kemarin dalam dunia perbelanjaan online ada sebuah terobosan baru bernama UANGKU. Kebetulan aku juga udah pernah cerita tentang UANGKU di blog ini. Jadi UANGKU itu merupakan e-wallet yang menyimpan e-money kita. Tapi ada satu perbedaan signifikan UANGKU dibanding e-wallet lainnya yaitu adalah bisa digunakan untuk online shopping di Instagram.


Sejujurnya aku yang rada gaptek sempat memandang sebelah mata tentang UANGKU ini. "Duh, pasti ribet deh transfer-transfer pake UANGKU.." Hingga akhirnya, kemarin aku nyobain langsung belanja online di online shop IG @Hijabvara menggunakan UANGKU. Dan ternyata proses bayar menggunakan UANGKU itu simpel banget! Jadi gimana sih cara berbelanja di instagram menggunakan UANGKU?


Pertama, pastikan kamu berbelanja di online shop yang menerima pembayaran dengan UANGKU ya. Lalu belanja aja seperti biasa, saat sudah sampai di totalan akhir, minta Payment Request via UANGKU. Kemudian tunggu sampai kita mendapatkan SMS dari UANGKU mengenai Payment Request dari online shop tersebut. 


Selanjutnya langsung masuk aja ke app UANGKU kamu, dan lihat di menu bagian bawah, pilih Payment Req. Kemudian pilih Payment Request dari online shop tersebut. Pastikan lagi jumlahnya dan pilih Pay Now.


Selanjutnya masukan pin dan Selesai! Selesai? Iya, selesai! Cuma beberapa kali tap, pembayaran belanja kamu udah beres! Nggak perlu screenshoot jugaaa, karena si seller secara otomatis juga sudah menerima pemberitahuan dari  UANGKU tentang pembayaran kita. Kan, mudah banget kaaaan?๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Saat barang dikirim, UANGKU juga akan mengirimkan notifikasinya kepada kita via sms. Nah, misalkan barang yang kita beli nggak sampe-sampe atau pas sampe ternyata barangnya nggak sesuai. Kita bisa langsung komplain ke UANGKU, agar dana yang tadi kita transfer ditahan dulu sampe masalah anatara kita dan seller tersebut diselesaikan. 

Oh iya, kalo si seller nggak kunjung mengirim barang setelah lewat 3 hari kita transfer, dana tersebut kembali masuk ke akun UANGKU kita. Kemarin kebetulan aku belanja pas tanggal 30 Desember dan karena libur tahun baru, seller baru mengirim pesanan aku di tanggal 3 Januari. Pas ditanggal 2 Januari tengah malem aku menerima pemberitahuan kalau dana yang udah aku transfer dikembalikan lagi karena seller belum mengirimkan pesanan aku. Keesokan harinya aku konfirm lagi ke seller mengenai dana yang dikembalikan tersebut, dan aku minta supaya Payment Requestnya diulang. Alhamdulillah bisa dan di tanggal 3 Januari itu aku bayar lagi via UANGKU dan dihari itu juga pesanan aku dikirim. Horeeee!


Satu hari kemudian, hijab aku udah sampe! Wuah, cepat sekali kaaaaan. Simpel banget rasanya social shopping menggunakan UANGKU. FYI, online shop di Instagram yang telah bekerja sama dengan UANGKU juga merupakan online shop yang sudah terpercaya. Jadi In Shaa Allah nggak akan deh ada cerita, ditipu sama online shop instagram yang sudah bekerja sama dengan UANGKU. Sayangnya, saat ini belum terlalu banyak online shop yang bekerja sama dengan UANGKU. Mungkin masih tahap diseleksi juga ya online shopnyaaaa, semoga kedepannya makin banyak deh online shop yang bekerja sama dengan UANGKU yaaaaa๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Mama Dian wearing Yuki Shawl from @Hijabvara. Love it! Thank you UANGKU dan Hijab Vara๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’

Basa-Basi Minta Oleh-Oleh, Basi Banget Nggak, Sih?

on
Jumat, 06 Januari 2017

Sering nggak sih kita denger kalimat "Jangan lupa oleh-oleh yaaa" untuk orang yang lagi liburan ataupun travelling?  Sesungguhnya, kalo menurut aku sendiri si kalimat "Jangan lupa oleh-oleh yaaa" ini merupakan kalimat basa-basi yang ditujukan ke orang yang pergi travelling tersebut. Biasanya sih, awal mulanya "Wah mau travelling? Asik banget! Jangan lupa oleh-oleh ya!" Kalimat "Jangan lupa oleh-oleh" itu jadi semacam kalimat yang pas untuk melengkapi kalimat sebelumnya. 

(Baca juga tulisan Mak Muthia: Minta oleh-oleh? Ini etikanya!)

Eh tapi mungkin ada juga ya yang nggak memaksudkan itu untuk basa-basi, alias emang mau nitip oleh-oleh beneran. Kalo untuk aku sendiri sih, kata-kata "Jangan lupa oleh-oleh" itu biasanya diucapkan untuk keluarga deket aja. Tapi kalo emang mau nitip oleh-oleh ke yang bukan keluaga dekat, biasanya aku menetapkan 3 peraturan ini:

1. Jelaskan oleh-oleh yang kita inginkan

Misalnya ada temen yang mau ke korea, pengennya sih nitip face mask yaaa. Di Korea kan lucu-lucu plus murah-murah pula. Jadi langsung aja jelasin "Nitip ini dooong!" Tujuannya biar dia nggak kebingungan kalo mau beliin oleh-oleh untuk kita.

2. Jangan lupa diganti uangnya ya!

Setelah menjelaskan barang spesifik yang aku mau, pastinya nggak lupa untuk nitip uang juga dong. Setelah ngomong "Nitip ini dong!" bakal aku lanjutin dengan "Minta no rekening sekalian plis, nanti uangnya aku transfer ya.." Atau kalo emang barangnya kecil aja dan bisa dibeliin dulu pastinya aku bakal bilang "Ntar aku ganti uangnya yaaa"

3. Memastikan kalo barang yang kita titip itu, tempat belinya nggak jauh dari tujuan liburannya

Sebelum nitip oleh-oleh tanya duluuu, "Eh ngelewatin tempat ini nggak sih? Kalo lewat titip dooong" Atau bisa juga "Nitipnya kalo ketemu pas jalan aja, kalo nggak ketemu nggak usah bela-belain nyari ya.." Karena bakal ngerepotin banget kan, kalo barang yang kita titip ternyata tempat belinya jauh dari tujuan liburannya.

Pokoknya inti dari 3 peraturan diatas adalah, jangan ngerepotin! Karena tujuan orang liburan dan travelling kan mau santai dan seneng-seneng yaa, bukan untuk dititipin ini itu๐Ÿ˜…

Jadi sebaiknya kalimat basa-basi "Jangan lupa oleh-oleh yaaa", diganti aja dengan "Selamat liburan, selamat menikmati perjalanannya yaaaa". Soalnya basa-basi minta oleh-oleh, basi banget nggak siiih?

2017


Hello! It's me~~ *eh kenapa malah nyanyi yaaaa๐Ÿ˜…*

Waaaaah nggak berasa ya udah 2017 ajaaaa, yang punya cicilan cicilan pasti happy ya, karena jangka waktu cicilannya berkurang setahun. Hihi. Ngomongin tahun baru, sebenernya apa sih yang paling berasa disetiap pergantian tahun ? Yak, betuul! Ganti kalender di rumah ๐Ÿ˜

(Baca juga tulisan mak Arinta: Tahun baru, antara evaluasi, resolusi dan prediksi)

2016 untuk aku sendiri jadi tahun yang cukup bersinar, mulai dari awal april yang gabung di KEB, kemudian Mei ganti domain TLD, dan kemudian menghadiri banyak event-event blogger bahkan sampai diundang ke Bali sebagai blogger untuk meliput selebrasi sebuah event. Blogging sendiri bisa dibilang changing my life. Aku yang bercita-cita jadi penulis, jadi menyalurkan hobbi nulis aku lewat blog ini. Lewat blog juga jadi bisa banyak ketemu temen baru, ketemu banyak relasi baru, ketemu keluarga baru, bahkan sampe ketemu banyak penulis dan novelis handal yang punya profesi sebagai blogger juga. Aku bahagia!

Di 2016 juga si kakak lulus TK, pas temen-temennya masuk SD, aku memutuskan untuk cuti setahun dulu sekolahnya. Sepertinya mama Dian dulu nyekolahin kakak terlalu cepet, biarlah setahun ini disambi bimbel juga sembari menebus waktu bermainnya yang kurang. 

Naaaaahhh, 2017! Pengennya tahun ini gimana ya? Yang pasti lebih baik lagi dari tahun sebelumnya yaaaa. Mama Dian makin rajin ngeblog, atau balik lagi nulis fiksi melanjutkan cita-cita lama yang belum terwujud, yaitu mengeluarkan novel sendiri. Aaamiin!

Semoga di tahun ini juga keadaan menjadi lebih baik untuk semua saudara-saudara muslim kita di luar sana. Semoga ujian-ujian yang menimpa mereka segera berakhir dan bisa berganti menjadi ketenangan dan kedamaian ya.. Aaamiin :'

Tahun ini juga si kakak mau memulai lembaran baru pendidikannya di sebuah sekolah dasar. Doain juga supaya mama Dian cepet ilang galaunya ya tentang pilih-pilih sekolah si kakak. Semoga kakak dapet sekolah yang terbaik dan semoga dia betah ya di sekolah barunyaaaaa! Aaamiin

Selamat memasuki tahun 2017 semuanyaaaa! Semoga 2017 ini lebih baik dari 2016 kemarin yaaaaaaa❤❤❤

Mari tetap semangaaaaattt๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

Menjadi Ecomom dan di apresiasi. Ini yang saya lakukan!

on
Kamis, 29 Desember 2016

Menjadi ibu yang baik dan selalu berusaha memberi yang terbaik untuk keluarga. Setelah menjadi ibu, pernah kepikiran gak kalau kita akan di apresiasi oleh anak kita? Terlebih anak kita masih kecil? Sekedar Ia memberikan gambar yang Ia buat sendiri dan bertuliskan “I love you, Mom!” Bangga, karena Ia bisa mengekspresikan perasaanya melalui gambar yang Ia buat untuk saya. Bangga, karena Ia sudah mampu mengapresiasi orang lain atau saya sebagai Ibunya. Bangga, karena Ia punya inisiatif untuk memberikan hadiah kecil di momen hari Ibu ini. Tapi ini membuat saya berpikir juga, Mengapa si kecil bisa seperti itu di momen hari ibu kemarin. Dan kalau melihat kebelakang, mungkin hal-hal yang saya lakukan juga berdampak pada sikapnya. Beberapa hal yang saya lakukan dan mungkin berdampak pada sikapnya adalah:

1. Menemaninya bermain ataupun belajar


Hal yang sebenarnya simple banget, menemani Ia bermain ataupun belajar. Tapi ini pun sebenarnya butuh usaha. Karena sebagai ibu yang juga bekerja, gak mudah mengatur waktu untuk menemaninya bermain ataupun belajar. Namun saya bisa menyiasatinya dengan menemaninya belajar di malam hari, sehabis saya pulang dari kantor dan mengajaknya bermain saat akhir pekan ataupun saat libur tiba. Memang tidak banyak waktu yang dihabiskan, namun waktu yang diluangkan cukup berkualitas

2. Melatih kreatifitasnya sejak kecil


Melatih kreatifitas disini banyak bentuknya. Biasanya saya menemani Ia menggambar, mewarnai, atau mengajaknya mengkreasikan makanan. Saat hari libur atau akhir pekan tiba, selain bermain bersama, saya biasanya juga menemani si kecil menggambar atau mewarnai. Terbiasa saya temani saat menggambar bukan berarti saat menggambar harus ada saya. Bukti nyatanya ketika Ia memberi saya gambar bertuliskan “I Love you, Mom!” saat momen hari ibu. Kadang saya juga mengajaknya mengkreasikan makanan. Biasanya saya mengajaknya membuat bento, yang nantinya Ia bisa hias sendiri tapi gak jarang juga bikin kreasi makanan lainnya sehabis baca ide-ide menarik di internet. Kalau membuat bento ini sendiri, selain melatih kreatifitasnya, ini juga membuat Ia lahap memakan makanan yang kami buat.

3. Memberinya makanan yang sehat dan bergizi


Memberikan makanan yang sehat berarti kita juga harus memperhatikan bahan makanan yang akan kita olah menjadi masakan. Sebagai Ibu yang juga bekerja, saya tidak mungkin setiap hari membeli bahan makanan. Biasanya saya membeli bahan makanan setiap seminggu atau dua minggu sekali, kemudian saya simpan di lemari es. Kalau beberapa Ibu takut menyimpan makanan di lemari es karena dapat menyebabkan kerusakan pada bahan makanan, saya tidak begitu. Saya biasa menyimpan makanan di lemari es milik saya dengan tenang karena memiliki fitur kontrol kelembapan yang dapat menjaga sayuran saya di kondisi terbaik. Ataupun saat menyimpan daging, ayam dan ikan sekalipun, Fitur prime fresh pada lemari es Panasonic saya mampu membekukan sekitar -3°C sehingga yang dibekukan hanya permukaanya saja. Pembekuan makanan dengan cara inilah yang akan menjaga bahan makanan kita dalam kondisi terbaiknya. Dengan memiliki bahan makanan yang baik dan fresh, tentunya saya dapat memberikan makanan yang sehat dan bergizi untuk anak saya 

4. Mengajarkannya mencintai lingkungan


Mencintai lingkungan yang saya ajarkan pada si kecil mulai dari hal-hal simple yang biasa kita lakukan. Mulai dari mencintai lingkungan dengan menghemat energi ataupun menghemat air. Untuk menghemat air, biasanya saya ajarkan saat Ia memperhatikan saya mencuci pakaian. Atau terkadang Ia membantu sekaligus bertanya-tanya tentang mencuci kepada saya. Pertanyaan sederhana yang kadang Ia tanyakan, “kenapa air yang saya gunakan terlihat lebih sedikit jika dibanding dengan air yang digunakan tante-nya saat mencuci?” Langsung jawab saja, karena cara mencucinya berbeda. Didukung dengan mesin cuci Panasonic yang memiliki teknologi econavi, saya bisa menghemat air, menghemat waktu dan menghemat energy pastinya. Jadi saat menggunakan cara yang berbeda, hasilnya pun berbeda.

5. Mengajarkannya mengepresiasi orang lain


Sesederhana mengucapkan terimakasih saat diberi bantuan oleh orang lain. Saya belajar bahwa sebenarnya orang lain akan senang jika kita apresiasi. Begitupun saat saya di apresiasi si kecil, saat Ia menulis “I Love You, Mom!” di gambarnya. Ia membuat saya senang dan terharu, saat itu. Yang kemudian saya balas dengan ucapan terimakasih dan peluk untuknya.

Beberapa hal yang saya sebutkan diatas yang saya sudah ajarkan pada si kecil. Saya rasa ini cukup berdampak pada sikap dan kepribadiannya. Saya percaya, hal-hal yang saya (sebagai Ibu) ajarkan akan berdampak besar pada si kecil di masa depannya. Menjadi Ibu yang baik, Menjadi smart mom, Berarti saya menjadi Ecomom. Yang pasti, saya akan terus memberikan yang terbaik untuknya. Bukan terbaik untuk saat ini saja, tapi terbaik untuk masa yang akan datang juga.

Thanks child, you made me as a good mom, you made me an ecomom!
Bu-ibuuuu, apa yang kalian ajarkan ke anak kalian dan sangat berpengaruh pada sikap serta kepribadiannya sekarang? Sharing-sharing dooong!

Jalan-Jalan Naik Bis Tingkat City Tour Yuk!

on
Senin, 19 Desember 2016

Jalan-jalan naik Bis Tingkat Jakarta

Weekend di akhir bulan kemarin, mama Dian, papa Api, Una dan Abang memilih untuk jalan-jalan yang murah meriah di tanggal tua. Kebetulan emang weekend itu kita mau nginep di rumah oma (mamanya papa Api), Rumah Oma di sekitaran Jakarta Barat dan rumah kita di sekitaran Jakarta Timur. Biasanya sih kita naik taksi online atau naik mobil pribadi kalo lagi ada. Hihi. Tapi kemarin karena mobilnya lagi nggak ada, dan kita bosen naik taksi online terusss. Akhirnya kita memutuskan untuk nge-busway aja. Sembari nyobain bis tingkat City Tour sekalian.

Dari awal bis tingkat City Tour ini keluar, mama Dian sama papa Api udah penasaran banget pengen naik dan ajak duo krucil nyobain naik bis tingkat juga. Alhamdulillah jaman kecil dulu mama Dian masih kebagian nyobain bis tingkatnya PPD. Seru bangeeeettt. Makanya, sekarang mama Dian dan papa Api mau ngajak Una Abang nyobain naik bis tingkat juga, biar mereka punya sesuatu yang bakal dikenang sampe mereka dewasa nanti. *tsailaaah*

Baiklaaaah, akhirnya Sabtu itu, kita berangkat sekita jam 10-an. Nge-bajaj sampe halte busway terdekat. Begitu naik tangga dan jembatan penghubung menuju shelter busway, duo krucil heboh ketakutan! "Mah, tinggi amat mah, Una takut.." Nggak Una nggak Abang, mereka berdua pegangan kenceng banget ke mama Dian dan papa Api sepanjang jalan di jembatan busway itu. Ya ampun, anak dua ini, udah lama banget nggak naik busway kayanya sampe norak sama ketinggiannya jembatan busway ini x)

Di dalem busway mama Dian googling halte pemberhentian bis tingkat City Tour Jakarta ini. Dibeberapa blog, aku baca sih bis tingkat ini berenti di sejumlah halte seperti halte Monas, Istiqlal dan beberapa halte sekitaran sana pokoknya. Berbekal dengan info dari berbagai macem blog itu, dengan PD mama Dian, papa Api, Una dan Abang turun di halte Istiqlal yang kosong melompong, bahkan penjaganya aja nggak ada. Pas baru aja turun, sebelum busway yang tadi kita tumpangi nutup pintunya lagi, mama Dian tanya sama mas-mas buswaynya "Mas kalo mau naik bis tingkat bisa dari sini (halte Istiqlal) kan ya?" Dan mas itu langsung buru-buru jawab, "Nggak bisa Bu, mesti dari Juanda.." Akhirnya mama Dian, papa Api, Una dan Abang balik lagi naik busway itu menuju ke Halte Juanda๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

(INFORMASI: Sebaiknya kalo mau naik Bis Tingkat City Tour Jakarta untuk rekreasi, naik dari halte Juanda aja. Karena disinilah halte utama Bis Tingkat City Tour Jakarta, setelahnya memang akan berhenti lagi di halte Pasar Baru (untuk yang arah menuju Kota Tua) namun kalo naik dari halte Pasar Baru, bis tingkatnya sudah dalam keadaan terisi hampir penuh jadi nggak bisa bebas memilih tempat duduk lagi. Bis tingkat di Juanda selalu muncul dalam keadaan kosong, jadi bisa bebas milih tempat duduk deh, mau diatas ataupun dibawah :)

Jalan-jalan naik Bis Tingkat Jakarta

Turun di halte Juanda, udah keliatan deh beberapa bis tingkat mengantri di pinggir samping Istiqlal. Wuah, anak-anak udah super excited banget ngeliatin bis tingkat yang lagi antri itu.

Jalan-jalan naik Bis Tingkat Jakarta

Jalan-jalan naik Bis Tingkat Jakarta

Ternyata di samping bis tingkat itu udah banyak yang antri. Tapi alhamdulillah antriannya masih normal banget. Ada dua pilihan antrian waktu itu, menuju ke monas atau kota tua. Karena mama Dian nggak ngerti antriannya ke bagi dua, mama Dian antri aja di antrian yang sepi yang ternyata adalah antrian ke Monas. Kebetulan saat itu bis tingkat yang baru mau berangkat tujuannya ke Kota Tua, papa Api bilang "Ke Kota Tua aja yuk.." Ternyata karena bis tingkat tujuan Kota Tua ini ngelewatin Monas juga, akhirnya semua penumpang diangkut deh.. Horeeee! Mari memulai perjalan ngebolang dengan bis tingkat iniiii.

Jalan-jalan naik Bis Tingkat Jakarta

Di pintu masuk bis tingkat, mbak-mbak memberikan tiket gratis ke semua penumpang yang waktu itu udah berdesak-desakan aja gak sabar mau masuk ke dalam bis, mau pada milih tempat duduk diatas kali ya. Kasian si mbak tiketnya lelah ngeliatin pada desek-desekan sampe teriak, "Nggak usah dorong-dorongan yaaaa!" Mama Dian ikutan dorong-dorong nggak? Ya enggak dooonggg, mama Dian kan penumpang yang nggak alay dan tertib.

Jalan-jalan naik Bis Tingkat Jakarta

Pertama kali masuk, aku langsung terpukau sama... tangganya! Aaaaaak ada tangga di dalem bis! Lucuuuuuu! *emaap norak* *makanya dipoto nih x)* Karena bis ini disponsori sama Alfamart, makanya tangganya warnanya warna Alfamart alias meraaah. 

Jalan-jalan naik Bis Tingkat Jakarta

Walaupun kita terakhir masuk ke dalam bis karena nggak mau alay dan dorong-dorongan, alhamdulillah masih dapet tempat diatas. Emang beneran sepi nih berarti, soalnya lantai atas bis tingkat ini masih banyak tempat kosongnyaa.

Jalan-jalan naik Bis Tingkat Jakarta

Di dalem bis nggak lupa untuuuk foto-foto duluuu ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜  Sembari menikmati perjalanan dari lantai 2 Bis Tingkat City Tour ini. Dari Juanda, bis melewati sekitaran Monas kemudian menuju Harmoni dan menuju ke Kota hingga berhenti depan Museum Bank Indonesia. Seturunnya di depan Museum Bank Indonesia waktu itu udah hampir jam 12. Bingung mau kemana lagi, jadi kita memutuskan untuk cari makan siang dulu. Agak bingung ya cari tempat makan yang enak dan nyaman di sekitaran Kota situ.

Sampe akhirnya di depan Museum Bank Indonesia, ada mbak-mbak yang ngebagiin brosur Canteen MBI. Diliat dari harganya yang normal banget, yaudalah kita langsung tanya ke mbaknya tadi letak Canteen MBI ini. Dan ternyata letak Canteen MBI ini pas disisi sebelah kanan gedung Museum Bank Indonesia. 

Canteen MBI Museum Bank Indonesia Kota Tua Jakarta

Awalnya mama Dian kira Canteen MBI ini cuma tempat makan ala-ala kantin biasa. Eh pas buka pintu kacanya, wuaaaaahhhh tempatnya asik bangeeeet!

Tempat nongkrong nyaman di Kota Tua

Tempat nongkrong nyaman di Kota Tua

Lantainya yang beraksen kayu ini ngebuat MBI Canteen ini berasa homey dan nyaman. Tempatnya juga luas yang kebagi dua kalo ga salah, yang depan untuk non smoking area room, dan bagian belakangnya smoking area room. Tempat duduknya ada yang kursi biasa, dan ada sofa-sofanya juga. Di sisi sebelah kirinya ada gubug-gubug yang jual macem-macem cemilan. Untuk tempat yang nyaman gini, harga makanannya juga terjangkau bangeeet.

Tempat nongkrong asik di Kota Tua

Papa Api pesen baso, anak-anak nasi goreng, mama Dian soto ayam. Oh iya, anak-anak juga pesen Kentang goreng dari salah satu gubug makanannya. Kentang bumbu kejunya enaaaak, si Abang sampe request satu lagi untuk dibawa pulang. Hihi.


Kelar makan, rasanya nggak pengen langsung pergi, tapi mau duduk dudk cantik dulu disini, sebelum keluar lagi disambut teriknya matahari Kota Tua. Oh iyaaa, waktu kemarin amam Dian kesini MBI Canteen juga ngasi reward roti bakar gratis untuk pengunjung yang upload foto di Canteen MBI sambil ngetag akun instagramnya @CanteenMBIJKT.

Saking baiknya owner MBI Canteen ini, mama Dian belum upload fotonya, roti bakarnya udah dihidangin di atas meja. Owner MBI Canteen ini emang baik banget, selesai makan pas bayar di kasir nggak lupa beliau nanyain pendapat kita untuk rasa makanannya. Kalo menurut aku sih oke oke aja rasa makanannya, standar dan pas kok sama harganya, yang penting tempatnya nyamaaaannn. Cocok untuk melepas lelah setelah naik bis tingkat. Hihi. Dan ternyata Canteen MBI ini memang baru dibuka 3 bulan yang lalu. Pantes masih kinclong banget nih semua muanyaaa.

Untuk yang abis naik bis tingkat jurusan kota dan bingung mau nyari makan dimana, langsung ke Canteen MBI di sisi kiri gedung Museum Bank Indonesia aja. Tempatnya adeem, nyaman, jenis makanannya banyak banget. Pelayan plus ownernya ramah pula, kamar mandinya juga bersih banget. Nggak nyesel pokoknya deh mampir kesini๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Setelah makanan yang diperut udah turun semua, papa Api ngajakin untuk cuss jalan lagi. Tadinya kita mau langsung lanjut aja ke rumah oma naik taksi online. Tapim ama Dian masih pengen jalan-jalan dan naik bis tingkat lagiiii. Yaudin kita lanjut lagi aja ngebolang di Kota Tua, sekalian lewat menuju ke halte Bank BNI untuk naik bis tingkat lagi. Kebetulan anak-anak juga belum pernah ke daerah Kota Tua sini, dan disepanjang jalan banyak tante-tante cantik yang dandan ala noni Belanda untuk diajakin foto bareng, ada juga om-om yang jadi patung ala-ala pahlawan, ada juga yang atraksi duduk melayang itu loh *ntahlah apa sebutan benerannya* 





Panas yaaaaa jalan di tengah-tengah situ jam 2 siang. Untung anak-anak nggak ngeluh kepanasan. Sampe akhirnya kita keluar dari Kota Tua kemudian nyebrang dikit menuju ke Halte Bank BNI. Hayuk naik Bis Tingkat City Tour lagiiiii~

Jalan-jalan naik Bis Tingkat Jakarta

Jalan-jalan naik Bis Tingkat Jakarta

Jalan-jalan naik Bis Tingkat Jakarta

Kali ini kita kebagian bis tingkat yang biasa aja dalemnya, tangganya juga plain banget. Biasa aja warnanya. Hihi. Tiap bis tingkat interiornya emang beda-beda ya, karena beda juga sponsornya๐Ÿ˜…๐Ÿ˜… Dan nyebelinnya, waktu itu mama Dian salah ambil tempat duduk, sisi sebelah kiri dari foto diatas, kalo jalannya siang, terpapar sinar matahari bangeeet. Saking gerahnya, dinginnya AC bis tingkat ini jadi nggak berasa. Huhu. Belom lagi kemudian kena macet di kawasan Harmoni. Sayang banget ya bis tingkat ini nggak masuk ke jalur busway, kalo masuk jalur busway kan jadinya enak nggak kena macet. Hihihii. Walaupun kepanasan dan kena macet, tetep aja kita sedih pas udah sampe di halte Juanda, karena berarti perjalanan ngebolang kita di siang itu telah usai. Hiks hiks.. 

Rute Bis Tingkat City Tour Jakarta Terbaru 2016

Diatas ini adalah Peta Bus Wisata Bis Tingkat City Tour Jakarta ya. Dulunya, bis tingkat ini punya akun twitternya sendiri, kalo nggak salah namanya @mpoksiti ya. Tapi sekarang akun tersebut udah nggak aktif lagi karena bis tingkat ini sekarang dipegang langsung sama TransJakarta. Jadi kalo mau tanya-tanya tentang rute bis tingkat ini, langsung aja ke Twitternya TransJakarta yaaa.

Beberapa poin yang harus diperhatikan kalo mau naik bis tingkat City Tour Jakarta ini adalah:

1. Halte awal bis tingkat City Tour ini ada di halte Juanda. Yang naik busway, berentinya langsung di halte Juanda aja ya! 

2. Ada 3 rute yang disediakan oleh Bis Tingkat City Tour ini:
- Rute Sejarah Djakarta / History of Jakarta (Rute menuju Kota Tua)
Tersedia setiap hari Senin-Sabtu mulai pukul 09.00-17.00 dan hari Minggu mulai pukul 12.00-19.00
- Rute Jakarta Baru / Jakarta Modern (Rute menuju Monas)
Tersedia setiap hari Senin-Sabtu mulai pukul 09.00-17.00 dan hari Minggu mulai pukul 12.00-19.00
- Rute Kesenian & Makanan / Art & Culinary (Rute menuju ke Senayan)
Tersedia hanya pada hari Sabtu pukul 17.00-23.00

3. Bis Tingkat City Tour tidak memungut biaya alias gratis

4. Beberapa bis tingkat menyediakan TourGuide yang menjelaskan tentang tempat-tempat yang dilewati beserta penjelasan sejarah tenpatnya. Kemarin sih waktu kita naik yang ke arah Kota, nggak ada TourGuidenya, pas naik yang ke arah Juanda lagi, baru ada mbak-mbak yang menjelaskan sejarah-sejarah beberapa tempat yang kita lewati.

Pengalaman naik bis tingkat City Tour di tahun 2016 ini pastinya seru bangeeeet dan In Shaa Allah bakal terus dikenang sama anak-anak sampe mereka besar nanti yaaaa. Mama Dian, papa Api, Una dan Abang, benar-benar menikmati sekali family time kita siang itu. Yang pasti dompet lebih aman dibawa jalan begini dibanding dibawa jalan ngemall yaa. Hihi. Biaya yang kita keluarkan hari itu cuma biaya bajaj menuju halte busway saat berangkat, biaya busway, biaya makan, dan biaya taksi online menuju rumah oma,  semua itu nggak lebih dari 200ribu kalo nggak salah. Kalo ngemall mah kurang ya segituuu. Hihi. 

Pas banget kan sekarang udah menuju ke liburan semester akhir tahun niiihhh, buat mama mama papa papa yang nyari liburan murah meriah di jakarta coba aja naik Bis Tingkat City Tour ini. Seruuuuuuu. Kalo nggak menuju kota, bisa juga kok menuju monas dan berhenti di museum nasional, ajak anak main ke museum, untuk menambah pengetahuan mereka. Atau mau malem mingguan naik bis tingkat ke arah senayan juga bisaaaa. Seru kaaaannn? Ada juga kah yang pernah naik bis tingkat City Tour ini? Cerita-cerita pengalamannya dong di kolom komen yaaaaa๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Custom Post Signature

Custom Post  Signature