Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Belajar Financial Planning: Ketahui Perlindungan Keuangan dengan Asuransi Syariah

Blogger gathering asuransi syariah prudential

Buibu, udah pada khatam belom sih tentang ilmu financial planning atau perencaan keuangan? Financial planning adalah susunan rencana yang digunakan untuk mengatur keuangan pribadi seseorang, demi memenuhi suatu tujuan keuangan.

Faktanya nih, indeks literasi keuangan laki-laki mencapai 39,64% sedangkan indeks literasi keuangan perempuan hanya 36,13%. Hal ini membuktikan bahwa ternyata pemahaman keuangan perempuan masih lebih rendah dibandingkan laki-laki. Padahal kan ya, 85% keputusan keuangan diatur oleh perempuan di dalam rumah tangga, yaitu istri atau ibu.

Fungsi perencanaan keuangan keluarga adalah mengelola keuangan untuk masa depan sedini mungkin dalam mencapai tujuan keuangan, yang dilakukan secara teratur, terencana, dan bijaksana.

Pas banget nih dalam momen Bulan Inklusi Keuangan 2021 ini, mama Dian kemarin ikutan bBlogger Gathering virtual bersama dengan Kumpulan Emak Blogger dan Prudential yang mengangkat tema "Membangun Keluarga yang Tangguh Secara Finansial Melalui Asuransi". 

Blogger gathering asuransi syariah prudential

Alhamdulillah jadi nambah ilmu nih tentang perencanaan keuangan keluarga. Mama Dian akan sharing sedikit disini yaaa~ 

Financial Planning Rumah Tangga

Kalo ngomongin financial planning, pastinya buibu juga sering banget denger beberapa mitos perencanaan keuangan. Seperti, bener nggak sih penghasilan besar dapat menjadi jaminan ketahanan finansial? Apakah investasi baru bisa dimulai saat penghasilan sudah mencapai angka 2 digit? Terus, mengelola keuangan pribadi tuh beneran sulit ngga sih? 

Mari kita bedah fakta mulai dari "Bener nggak sih penghasilan besar dapat menjadi jaminan ketahanan finansial?" Nyatanya, hal ini cuma mitos aja tuh! Karena berapaun jumlah penghasilan yang dimiliki kalo ngga dikelola dengan baik justru akan mencelakakan hidup kita.

Selanjutnya "Apakah investasi baru bisa dimulai saat penghasilan sudah mencapai angka 2 digit?" Jawabannya tentu saja tidak! Karena ternyata, semakin dini kita mulai berinvestasi makan semakin banyak waktu untuk membuat uang bertumbuh. Semakin cepat, semakin baik!

Terakhir, "Mengelola keuangan pribadi tuh beneran sulit ngga sih?" Kenyataan sesungguhnya nggak sesulit yang kita pikirkan kok, Buibu. Justru, hidup akan jadi lebih sulit dan penuh penyesalan saat kita tidak bisa mengendalikan diri dan mengelola keuangan.

Faktanya, 75% perempuan berusia kurang dari 45 tahun harus membuat keputusan-keputusan finansial penting terkait dirinya atau keluarganya. 

Plus ternyata terbukti nih "Woman are better investor!" Karena perempuan lebih jeli dan teliti dalam melakukan riset, mencari sumber terpercaya, attention to the detail serta lebih waspada dan berhati-hati.

Yuk Buibu, nggak pernah ada kata terlambat untuk mulai meningkatkan literasi keuangan diri. Jadi, ayo kita mulai belajar tentang gimana sih cara melakukan perencanaan keuangan keluarga?

Yuk mulai mengatur financial planning rumah tangga!

Pertanyaan pertamanya tentu saja, mulai dari mana yaaa? 

Financial planning adalah

Alhamdulilahnya nih, dalam zoominar bersama dengan KEB dan Prudential kemarin, Kak Aliyah hadir untuk memberikan pencerahan mengenai perencaan keuangan terhadap kepada para Emaks.

Hal yang paling utama harus dipikirkan adalah tentang monthly budgeting. Jadi, kita buat dulu nih perkiraan pemasukan dan pengeluaran bulanan atau pertiga bulan.

Selanjutnya mulai buat pos-pos pengeluaran dari jumlah pendapatan yang kita miliki, untuk spending (pengeluaran dan kebutuhan sehari-hari), protection, self reward, invetasi dan charity (zakat). 

Jangan lupa pikirkan juga proteksi-proteksi yang harus kita miliki sebagai jaring pengaman jika di masa depan terjadi kejadian-kejadian tidak terduga. Proteksi ini dapat berbentuk asuransi jiwa dan asuransi kesehatan.

Selanjutnya Kak Aliyah Natasha (Financial advisor) juga memberikan beberapa tips memilih asuransi, nih.

Tips memilih asuransi

Asuransi adalah bentuk pengendalian risiko yang dilakukan dengan cara mengalihkan atau mentransfer risiko dari satu pihak ke pihak lain dalam hal ini adalah perusahaan asuransi.

Gimana sih cara memilih asuransi yang tepat?

Pertama, sesuaikan dengan budget yang dimiliki. Tentu saja sebelum membeli, cari tau dulu nih berapa dana yang bisa kita alokasikan untuk asuransi setiap bulannya.

Kedua, ketahui kebutuhanmu. Penting juga nih untuk mengetahui, perlindungan apa sih yang kita butuhkan? Apakah asuransi kesehatan atau asuransi jiwa?

Ketiga, bijaklah dalam memilih perusahaan asuransi. Inget-inget nih, jangan sembarang saat memilih perusahaan asuransi, yaaa. Paastikan perusahaan asuransi yang kita pilih memiliki reputasi yang baik, akses yang mudah, riwayat klaim yang oke dan  Risk Based Capital (RBC) yang sesuai dengan aturan OJK.

Keempat, untuk teman-teman yang muslim, pastinya lebih tenang dan lebih baik jika memilih asurasi berbasis syariah yaaa. 

Selanjutnya, yuk kita bahasa lebih dalam tentang asuransi syariah!

Asuransi Syariah

Asuransi merupakan salah satu cara untuk meminimalisir dan mengalihkan risiko seputar keuangan yang mungkin akan terjadi di masa depan. 

asuransi syariah adalah

Manfaat Asuransi

Asuransi dibutuhkan untuk beberapa hal, mulai dari perlindungan pendapatan, dana darurat, perlindungan kesehatan, warisan, dana pensiun dan juga perlindungan dana pendidikan. 

Jenis dan Fungsi Asuransi Jiwa

Berdasarkan jenisnya, asuransi terbagi menjadi asuransi tradisional dan unit link. Asuransi tradisional kemudian terbagi lagi menjadi dwiguna, berjangka dan whole life.

Berdasarkan fungsinya, asuransi terbagi menjadi asuransi jiwa, kesehatan, penyakit kritis dan kecelakaan diri.

Saat ini telah banyak perusahaan asuransi yang tidak hanya menyediakan asuransi konvensional saja, seperti Prudential yang udah menyediakan asuransi syariah juga loh!

Terus apa sih perbedaan asuransi konvensional dan syariah?

perbedaan asuransi konvensional dan asuransi syariah

Berdasarkan prinsip dasar asuransi, asuransi konvensional merupakan risk transfer sedangkan asuransi syariah merupakan risk sharing.

Dalam perjanjiannya, asuransi konvensional memiliki akad jual beli atau akad antara tertanggung dengan penanggung. Tertanggung akan membayar premi, dan penanggung (dalam hal ini perusahaan asuransi) akan memberikan klaim-nya.

Sedangkan akad yang terkandung pada asuransi jiwa syariah adalah hiba iuran tabarru'. Akad anyara kumpulan peserta dengan perusahaan adalah wakalah bil ujrah.

Jadi, lewat akad tabarru', beberapa peserta akan berkumpul memberikan hibah berupa upah atau ujrah yang dikumpulkan oleh pengelola (dalam hal ini perusahaan asuransi). Dana hibah yang terkumpul tersebut, selanjutnya akan digunakan untuk membiayai jasa yang diberikan oleh pengelola kepada peserta. 

Dalam hal peran perusahaan, pada asuransi konvensional, peran perusahaan adalah penanggung risiko sedangkan pada asuransi syariah, peran perusahaan adalah pengelola operasional dan investasi asuransi syariah.

Nah bagaimana dengan sisi surplus underwriting? Surplus Underwriting adalah selisih lebih (positif) dari pengelolaan risiko underwriting dana Tabarru yang telah dikurangi oleh pembayaran santunan, reasuransi, dan cadangan teknis, yang dihitung dalam satu periode tertentu.

Pada asuransi syariah, surplus underwriting akan dikembalikan ke dana Tabarru' atau diberikan ke peserta, bisa juga diberikan kepada perusahaan. Sedangkan pada asuransi konvensional, surplus underwriting akan menjadi milik perusahaan.

Untuk pengawasannya, asuransi konvensional diawasi langsung oleh OJK dan manajemen internal. Sedangkan pada asuransi syariah, diawasi oleh OJK, manajemen internal dan Dewan Pengawas Syariah (DPS). 

Kenapa memilih asurasi jiwa syariah?

Ada 5 alasan nih yang bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menjadikan asuransi syariah sebagai salah satu bentuk ikhtiar dalam menghadapi risiko yang akan terjadi di masa depan:

Pertama, asuransi syariah memiliki nilai tolong menolong. Kedua, asuransi syariah bersifat universal. Ketiga, sesuai dengan prinsip syariah atau bebas dari gharar, maysir dan riba. Keempat, asuransi syariah memiliki nilai keadilan. Kelima, adanya transparansi keuangan dalam asuransi syariah.

Hal yang dihindari dalam asuransi syariah  

Ada 3 hal yang dihindari dalam transaksi asuransi syariah yaitu gharar, riba dan maysir.

Gharar adalah kondisi ketidakjelasan yang tidak diperbolehkan jika terjadi pada kontrak komersil atau jual beli. Gharar merupakan unsur akad yang dilarang dalam syariat Islam dan bersifat haram. Contoh gharar adalah ketidakjelasan mengenai kapan unag pertanggungan asuransi akan dibayarkan.

Riba adalah tambahan yang terjadi pada transaksi hutang atau jual beli yang tidak memenuhi ketentuan syariah. Riba dilarang dalam hukum perdagangan dan jual belu serta bersifat haram. Contoh riba adalah membayar besar, tapi mendapatkan hasil yang kecil. 

Maysir adalah taruhan yang menempatkan keuntungan salah satu pihak menjadi kerugian pihak lain dalam suatu transaksi. Para ulama sepakat, bahwa maysir merupakan sesuatu yang dilarang dan haram. Contoh maysir adalah perjudian dan taruhan. 

Itu dia perbedaan lengkap antara asuransi syariah dan asuransi konvensional. Abis dengerin penjelasan lengkap dari Pak Bondan Margono (Head of Sharia Strategic Development Prudential Indonesia), mama Dian jadi berasa lebih melek nih tentang masalah asuransi syariah.

Blogger gathering KEB Prudential

Oh iya, dalam kesempatan zoominar yang dipandu oleh Maketu KEB, Elly Nurul ini, hadir juga salah satu anggota KEB yaitu Mak Lidia yang juga sharing seputar asuransi yang dimiliki.

Mama Dian juga setuju banget sama mak Lidia nih, kalo asuransi merupakan salah satu instrumen keuangan yang bermanfaat banget untuk meminimalisir risiko yang mungkin terjadi di masa depan.

Seperti asuransi jiwa yang akan memberikan dana tanggungan kepada keluarga yang ditinggalkan jika pemilik asuransi meninggal dunia.

Alhamdulillah saat ini papa Api dah punya asuransi jiwa. Setelah mengikuti zoominar ini, mama Dian jadi kepikiran mau nambah asuransi jiwa, asuransi kesehatan dan asuransi pendidkan untuk anak-anak. Tentunya asuransi yang berbasis syariah, supaya hati terasa lebih tenang. Hihi.

Untuk mencapai tujuan keuangan dan keamanan finansial di masa depan, Buibu emang wajib banget ya untuk melek literasi keuangan. Jangan lupa juga nih untuk mulai memikirkan perlindungan atau proteksi keuangan, bisa banget menggunakan produk asuransi syariah dari Prudential juga loh~

Yuk Buibu, tetap semangat untuk mencapai financial goals keluarga di masa yang akan datang yaaaaaaa!

69 komentar untuk "Belajar Financial Planning: Ketahui Perlindungan Keuangan dengan Asuransi Syariah"

  1. Monthly budgeting itu memang penting banget sih, Mbak. Jadi uang kita masuk ke pos yang tepat. Sekarang saya lagi mau budgetkan untuk asuransi jiwa secara kayanya udah perlu yaa. Setelah baca ini jadi pengen pilih asuransi syariah, deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul mak, monthly budgeting itu ternyata penting banget taaa

      Hapus
  2. aku enggak bisa dibilang khatam sih, tetap berusaha terus belajar. rata2 masih pada rendah ya literasi keuangannya, baik lelaki maupun perempuan

    BalasHapus
  3. Sebenarnya kurang paham dengan istilah di asuransi syariah, memang harus bener2 dipahami bagi yg pengen join asuransi syariah. Saya aja jadi customer bank syariah masih kebolak-balik sama istilahnya. Tapi jadinya wawasan soal ekonomi syariah lebih bertambah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. akupun begitu mak, abis ikutan zoom ini jadi ngerti bedanya asuransi syariah dan konvensional.. hihi

      Hapus
  4. Aku belum ada ikutan asuransi lagi, bagus juga nih informasinya, bisa dijadikan tambahan wawasan dalam memilih asuransi

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah ya mak, jadi makin melek asuransi syariah nih

      Hapus
  5. Asuransi yang nggak asing didengar emang dari Prudential ya? Apalagi produk syariah bikin kita sebagai umat muslim tenang tidak ragu-ragu

    BalasHapus
  6. Dana darurat ni penting banget ya mbak. Aku belum lunya nih makanya pas awal2 pandemi kemarin kelabakan juga. Mana suami usaha sendiri kan. Syukurlah makin ke sini mulai bisa bediri lagi dan mulai bikin perencaan keuangan yg lebih matanh

    BalasHapus
  7. Yang membedakan antara asuransi konvensional dan syariah adalah akadnya. Saya cukup tertarik dengan asuransi Syariah ini. Memang financial planing ini penting banget, biar bisa seimbang mengelola keuangan keluarga.

    BalasHapus
  8. Literasi keuangan kita masih rendah ternyata. Hehehe

    Btw, penjelasan yang disampaikan oleh Mbak, beneran lengkap dan ringan dibaca. Aslinya tu saya malas kalau bahas asuransi. Tapi di sini saya mendapat pencerahan, asurasi itu apa, manfaatnya apa saja dan perbedaan asuransi konvensional sama syariah.

    Sampai sekarang, masyarakat awam tuh kalau denger asuransi rada gimana karena banyak kasus yg mencuat berkonotasi negatif.

    Setelah tahu, jadi pengen daftar asuransi syariah Purdential. Insya Allah, hal-hal terlarang tidak ada ya. Riba dkk, tidak ada di asuransi ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak, insyaaAllah dengan asuransi syariah hati lebih tenang juga ya maaak

      Hapus
  9. Mengenali kebutuhan kita akan asuransi penting banget ya.. Jadi kita beli bener-bener sesuai sama kebutuhan ya..

    BalasHapus
  10. Perencanaan Keuanganku masih amburadul banget mbak, malah jadinya besar pasal daripada tiang. Tapi pas kemarin ikutan webinar ini, mataku jadi terbuka lebar buat bikin financial planning

    BalasHapus
  11. Iya, harus teliti memilih perusahaan asuransi untuk kita ya karena asuransi ini jangka panjang dan jangan sampai dana yang kita bayarkan malah raib digondol perusahaan tak bonafid..kalau Prudential sudah terkenal perusahaannya amanah..

    BalasHapus
  12. Wajib banget sebenernya, bukan karena kita punya asuransi "aman dan kaya" saja tapi kalo aku liatnya lebih ke tanggung jawab buat anak anak dan suami sih

    BalasHapus
  13. BAgus banget acaranya, bikin makin melek finansial dan asuransi tentunya. JAdi kita bisa pilih, mau yang syariah atau konvensional

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyes, alhamdulillah jadi makin melek asuransi syariah.. hehe

      Hapus
  14. Sering banget dengar teman-teman yang udah punya produk asuransi Prudential. Ditambah lagi, jalan ke rumah saya nih ya ada billboardnya Prudential, kayaknya Prudential udah muter-muter terus di kepala saya. Hahhaha. Semoga suatu saat bisa punya memiliki salah satu produknya deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Prudential emang selalu dihati ya maaak.. hihi

      Hapus
  15. Benar banget mbak. Memilih asuransi untuk keluarga memang harus jeli dan detail. Apalagi sebagai seorang muslim, semua akad harus jelas syarat dan ketentuannya. Semoga asuransi syariah bisa membantu nasabah yang memang membutuhkan asuransi untuk kepentingan tertentu

    BalasHapus
  16. Perlu belajar banyak memang nih mengatur keuangan keluarga
    Apalagi sekarang anak anak udah mulai sekolah. Perlu pilah pilih kebutuhan yang penting biar ga boros dan bisa capai impian2 yg belum teralisasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. akupun juga masih perlu banyak belajar seputar financial planning mak.. hehe

      Hapus
  17. Ternyata literasi financial laki-laki masih di bawah 40% juga ya. 11 - 12 sama literasi perempuan. Dan bener banget perempuan ternyata investor yang lebih baik. Hehe. Karena harus buat banyak keputusan penting soal keuangan keluarga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mak, menteri keuangan keluarga mesti lebih ngerti soal finansial yaaa

      Hapus
  18. Segala yang menimbulkan keraguan dan bersifat tidak pasti, memang harusnya ditinggalkan yaa, kak..
    Dan dengan investasi syariah melalui asuransi, maka akan memberikan kemudahan untuk masa tua nanti.
    Semoga senantiasa diberi kesehatan.

    BalasHapus
  19. Iya yah ga nyangka padahal perempuan yang lebih sering megang uang nyatanya literatur keuangannya lebih rendah ya mba kudu banyak belajar lagi nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kan mak, kita yang megang uang, tapi ternyata kita jug yang tingkat literasi keuangannya lebih rendah yaa.. huhu

      Hapus
  20. Financial planning tuh penting buat kita sebagai perempuan, apalagi ngatur uang di rumah ya.

    Asuransi syariah sekarang bisa jadi pilihan. Aku pake juga.

    BalasHapus
  21. aku pun belajar lagi secar aperempuan jadi yang utama untuk menentukan keuangan keluarga 4tapi aku juga jadi mikir untuk menambh investasi di asuransi buat proteksi anak2 dan keluarga di masa depan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyes, akupun jadi pengen belajar lebih banyak lagi seputar financial planning nih maaak.. hihi

      Hapus
  22. Hmm asuransi syariah bisa jadi salah satu pilihan ya untuk memulai proteksi diri. Tidak takut ada riba dll

    BalasHapus
  23. di saat seperti ini, financial planning memang memegang peranan penting dalam memastikan kondisi keuangan kita di masa - masa penuh tantangan

    BalasHapus
  24. Asuransi syariah menjadi banyak pilihan orang saat ini ya mbak
    aku juga berpikir untuk punya asuransi jiwa syariah, sebab asuransi kesehatan dan pendidikan yang aku punya sifatnya konvensional dan

    BalasHapus
  25. Seru ya Dian, sebagai IRT patut belajar banyaaaak

    menarik karena kemasan edukasi keuangan sekarang ini kok bagus bagus, dan banyak anak muda jaman now yang sukses juga

    BalasHapus
  26. Ngomongin financial selalu menegangkan yaa, mau pendapatan besar kecil relatif agar ketahanan financial terjaga dalam keluarga, yang penting bagaimana kita mengelola uang tsb. Dan hadirnya asuransi berbasis syariah ini semoga bisa membukakan mata kita untuk bisa merencanakan keuangan kita menjadi lebih baik lagi.

    BalasHapus
  27. Perencanaan financial sangat penting bagi setiap Rumah tangga aplg bagi seorang ibu yg bertindak sebagai Menteri Keuangab. termasuk menyisihkan uang unt Masuk Asuransi masa depan keluarga di masa depan. Alhamdulilllah anak2 dan cucu bunda memilih Asuransi PRU.

    ,




    avi tenta v Asuransi

    BalasHapus
  28. Makasih tipsnya ya mba. Harus cek2 secara teliti ya mba. Perencanaan keuangan berguna banget buat aku dan suami juga. Jadi ketauan sisa atau kurangnya berapa ya. Cycle perbulannya itu kalau nggak dibudget suka bablas

    BalasHapus
  29. Pilih asuransi syariah makin tenang ya...sudah konsepnya tolong-menolong, bersifat universal, bebas dari gharar, maysir dan riba, punya nilai keadilan dan adanya transparansi keuangan. Saya jadi tahu seputar asuransi syariah dari event ini. Menarik sekali!

    Hal yang dihindari dalam asuransi syariah

    BalasHapus
  30. Kemarin aku sempat bikin survei biaya sekolah anak untuk jenjang PAUD dan SD mba, untuk sekolah swasta biayanya WOW banget. Jadi di sini memang ortu jaman sekarang dituntut melek finansial, salah satunya pakai asuransi agar rencana pendidikan anak terlindungi.

    BalasHapus
  31. Kebayang ya kalo istri literasi finansialnya rendah, suami juga, kek mana keuangan rumah tangganya 🙈
    Prudential sekarang banyak mengedukasi ttg keuangan syariah ya. Mantap.

    BalasHapus
  32. Saya belum khatam, masih ada pr nyari asuransi jiwa buat suami. Rencana memang mau nyari asuransi jiwa syariah

    BalasHapus
  33. Pokoknya mau gaji berapa tetap aja harus dislipin tentang pencatatan keuangan dan juga konsisten melaksanakan pembayara asuransi tepat waktu, berinvestasi

    BalasHapus
  34. Pertanyaan pembukanya bikin ingin menjawab "Beluum".
    Dilakukan setiap hari tapi selalu ada aja bocor alusnya.
    Dan sadar-sadar kalau sudah tanggal tua atau ada suatu kejadian tak terduga.

    Sungguh penting sekali edukasi mengenai literasi keuangan ini.

    BalasHapus
  35. Soal asuransi ini aku masih harus banyak belajar sih Mak, aku belum punya asuransi swasta gini, baru asuransi kesehatan di sebelah ama dana pendidikan anak. Noted, asuransi syariah ini bisa jadi pilihan, ntar cek ricek berapa preminya.

    BalasHapus
  36. Aku gak khatam2, harus terus belajar ya biar tetap istiqomah, apalagi perempuan punya tingkat literasi keuangan yang rendah dibanding laki-laki. Tetap semangat menyongsong hari esok ya dengan perencanaan keuangan yg baik

    BalasHapus
  37. Makasih sharingnya mba... Aku masih dalam tahap belajar mengatur keuangan nih biar nggak bocor sana sini. Memang mesti disiplin mengalokasikan pos-pos pengeluaran bulanan ya.

    BalasHapus
  38. finance checking dan planning ini penting banget sebelum memutuskan ikut asuransi. terus iya ini keren loh pake dibuat perbandingan secara nyata pake tabel gini, jd jelas banget dan bisa menentukan mana yg cocok ya mba

    BalasHapus
  39. Bulan inklusi keuangan bnyak manfaatnya ya.. bner deh Memiliki asuransi Juga langkah Penting sbg Cara Literasi keuangan Karena bisa meminimalisir kerugian financial nantinya aplg Ada yg Syariah lbh Aman tentunya

    BalasHapus
  40. Saya sepakat nih kalo milih asuransi sebaikny sesuaikan dengan kebutuhan dan juga kemampuan dalam membayar juga

    BalasHapus
  41. Sudah sejak lama juga nih aku pindah ke asuransi syariah juga. Apalagi namanya financial planning dalam rumah tangga penting banget ya.

    BalasHapus
  42. Perempuan harus melek literasi keuangan itu bener banget deh, karena ya kita harus tahu cara pengelolaan keuangan, yg bisa ikut memutuskan soal keuangan ya

    BalasHapus
  43. Asuransi memang penting ya... Untungnya udah ada pilihan asuransi syariah yang bikin umat muslim lebih tenang dan nyaman...

    BalasHapus
  44. bicara investasi, the sooner the better yaaa mba.. memang kita harus paham dengan segala tawaran yang ada niiiih untuk asuransi syariah

    BalasHapus
  45. Untuk meminimalisir resiko di kemudian hari, memang sebaiknya minimal kepala rumah tangga punya asuransi jiwa karena preminya lebih terjangkau dibandingkan unit link dan kesehatan.
    Sebagai umat muslim, sebaiknya pilih yang syariah agar selamat dunia akhirat. Aamiin

    BalasHapus
  46. Sharingnya berguna banget nih mak, jadi tahu secara detail perbedaan asuransi syariah dan konvensional yang ditawarka oleh Prudential. Sempat punya asuransi buat pendidikan tapi saya salah pilih produknya

    BalasHapus