Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Let's Read: Ajak anak mencintai literasi dengan membaca cerita bergambar

Memiliki anak merupakan anugerah yang sangat luar biasa dari Allah SWT. Tapi perjalanan mengurus anak tentunya memiliki banyak tantangannya tersendiri. Memang nggak mudah ya Mams, membesarkan anak dan mendidik mereka. Prakteknya memang terkadang sungguh sangat berbeda dengan teori-teorinya yang sering kita baca dari website ataupun buku tentang parenting.

Let's Read Quote

Tapi pastinya, sebagai orangtua kita memiliki satu tujuan yang sama. Yaitu menginginkan buah hati kita untuk tumbuh dengan baik, sehat, pintar, mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan dan tentunya bahagia. Se-perfect itu ya goals kita bersama? :')

Terkadang untuk memenuhi segala ekspektasi kita yang sempurna, kita membebankan cukup banyak kewajiban kepada anak-anak kita. Wajib ikut les ini itu supaya lebih pintar. Wajib menghabiskan sayuran yang mereka nggak sukai, agar mereka tetap sehat. Wajib mengikuti segala hal yang sudah kita tetapkan yang menurut kita terbaik untuk mereka. 

Tentunya, semua kewajiban yang kita berikan kepada anak-anak kita bertujuan untuk kebaikan mereka di masa sekarang maupun di masa depan mereka nanti.

List kewajiban anak, check✓ 

Terus gimana nih Mams dengan list hak anak-anak? Udah di-check belum?

Tentang Hak-Hak Anak

Udah tau belum Mams? Bahwa ternyata hak anak sudah diatur dan pertama kali disahkan dalam Konvensi Hak-Hak Anak PBB pada tangga 20 November 1989. Indonesia juga turut mensahkan hak-hak anak ini dalam Keputusan Presiden no. 36 tahun 1990.

Pemenuhan hak-hak anak ini, tentunya menjadi kewajiban kita sebagai orangtua untuk memenuhi dengan sebaik-baiknya. Memberikan segala yang terbaik yng kita bisa untuk memenuhi hak-hak anak yang ada.

Emang apa aja sih hak-hak anak yang telah disahkan dalam Konvensi Hak-Hak Anak PBB?

hak-hak anak

Totalnya, ada 10 hak-hak anak yang harus kita sebagai orangtua, penuhi dan perhatikan.

Yang pertama adalah hak untuk bermain, hak untuk mendapat pendidikan, hak untuk mendapat perlindungan, hak untuk rekreasi, hak untuk mendapakan makanan, hak untuk mendapatkan jaminan kesehatan, hak untuk memiliki identitas, hak untuk mendapatkan status kebangsaan, hak untuk berperan dalam pembangunan dan terakhir adalah hak untuk mendapatkan persamaan.

Sekarang, mari kita tela'ah sedikit nih mengenai salah satu hak anak yaitu adalah hak untuk mendapatkan pendidikan.

Hak untuk Mendapatkan Pendidikan

Salah satu hak anak ini, mengatur bahwa setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Dan kita sebagai orangtua juga wajib memberikan pendidikan yang anak-anak kita butuhkan.

Nggak cuma dalam jenjang pendidikan formalnya aja ya kayanya, anak-anak juga berhak mendapatkan pendidkan non-formalnya jika kita mampu untuk memberikannya.

Selain memberikan pendidikan formal dan non-formal. Sebagai orangtua kita juga memiliki kewajiban untuk mendampingi anak-anak dalam jenjang pendidikannya. 

Memberikan perhatian terhadap pendidikannya, apa-apa saja yang mereka butuhkan untuk sekolahnya, dan sedini mungkin memberikan pengetahuan-pengetahuan yang sesuai dengan usianya.

Pernah denger ungkapan ini kah: "Seorang ibu merupakan madrasah pertama anak-anaknya". Sebuah ungkapan yang menggambarkan bahwa seorang ibu merupakan 'pengajar dan tempat belajar' pertama anak-anaknya. 

Sedari mereka kecil, kita sudah mengajarkan mereka untuk berbicara, kemudian mengajarkan mereka untuk makan sendiri, mandi sendiri, memakai bajunya sendiri dan lain sebagainya.

Kecerdasan pertama anak-anak mungkin juga ditentukan oleh kita sendiri sebagai ibunya.

Seberapa banyak dan rutinkah kita memberikan stimulasi-stimulasi anak sejak dini untuk mengembangkan kecerdasannya?

Mengenalkan anak dengan dongeng untuk awal stimulasi kecerdasannya

Karena buku adalah jendela dunia! Sebuah ungkapan yang kalo disesuaikan dengan masa kini, bisa juga berarti membaca beragam jenis pengetahuan lewat media apapun merupakan jendela dunia.

Kebetulan mama Dian sendiri sejak kecil selalu dijejali dengan buku cerita bergambar. Sebuah kebiasaan dari orangtua mama Dian yang mama Dian syukuri banget di saat dewasa ini. Karena sekarang mama Dian jadi suka banget baca dan punya banyak koleksi buku dirumah. Dan hal tersebut juga menjadi inspirasi untuk mama Dian lakukan kepada anak-anak, agar anak-anak bisa lebih mencintai literasi dan menyukai kegiatan membaca. Karena membaca menyenangkan.

Sampe sekarang tuh masih keingetan banget sama buku-buku cerita dongeng dan fabel yang berbentuk persegi, dengan 1 halaman penuh tulisan dan di sebelahnya 1 gambar ilustrasi penuh yang menggambarkan tentang apa yang diceritakan dalam halaman sebelahnya.

Dan ternyata buku cerita bergambar ini memang memiliki kelebihan untuk anak-anak loh!

Beberapa kelebihan dongeng dengan cerita bergambar

Kelebihan membacakan cerita bergambar

Membuat anak lebih tertarik dengan cerita tersebut

Tentunya, agak sedikit membosankan ya kalo buku cerita tanpa gambar. Ilustrasi gambar yang ada pada buku cerita tersebut bisa membuat anak-anak semakin tertarik dengan ceritanya. Perhatian anak-anak memang lebih mudah berpusat pada gambar warna-warni yang menarik mata mereka, ya. Jadi anak-anak akan lebih merasa bahwa membaca menyenangkan.

Mengenalkan anak dengan kata-kata dan ekspresi

Anak-anak usia dini yang belum lancar membaca, tidak terlalu banyak memiliki kosakata yang telah mereka kenali. Lewat ilustrasi dari sebuah cerita bergambar, anak-anak juga bisa mengenal kosakata baru, bentuk benda baru dan juga ekspresi yang biasanya digambarkan dalam ilustrasi cerita tersebut.

Membuat mereka lebih kaya imajinasi

Pengenalan gambar dan benda-benda baru dalam ilustrasi cerita yang kita bacakan, bisa membuat anak-anak lebih kaya berimajinasi dengan benda-benda dan ekspresi baru yang mereka ketahui lewat ilustrasi sebuah cerita.

Untuk anak-anak usia pra-sekolah yang belum lancar membaca, tentu aja kita nggak bisa langsung melepas mereka dengan sebuah buku bacaan yang penuh dengan tulisan. Karena mereka belum bisa membaca, jadi udah pasti malah bingung dong ya liat potongan-potongan gambar-gambarnya aja. 

Bukannya mmemperkenalkan mereka dengan buku bacaan malah akhirnya bisa rusak nanti buku ceritanya dipake untuk mainan lain sama anak-anak usia pra-sekolah ini yaaaa😅

Jadi untuk menstimulasi anak-anak usia dini ini untuk mengenal huruf dan menamkan sifat suka membaca, tentunya butuh pendampingan khusus dari kita sebagai orangtuanya.

Salah satu cara yang bisa kita lakukan adalah membacakan cerita bergambar untuk mereka.

Nah teknik membaca nyaring atau read-aloud ini ternyata juga punya banyak banget manfaat untuk anak-anak.

Manfaat membacakan cerita untuk anak

Manfaat membacakan cerita untuk anak

Mempererat bonding antara orangtua dan anak

Nah, sambil membacakan cerita biasanya juga terbangun nih interaksi antara anak dan orangtuanya. Dari cerita yang kita bacakan juga bisa menimbulkan obrolan-obrolan kecil yang hangat yang dapat mebuat ikatan orangtua dan anak semakin erat. Sentuhan atau pelukan yang bisa kita lakukan saat membacakan cerita untuk anak-anak juga dapat semakin mempererat bonding orangtua dan anak.

Nggak cuma itu aja sih, biasanya momen momen kecil seperti rutin membaca cerita untuk anak sebelum tidur ini, bisa menjadi kenangan manis masa kecil yang akan selalu mereka ingat hingga mereka dewasa nanti.

Melatih daya ingat anak

Ditengah cerita yang sedang kita bacakan, kita juga dapat menyelipkan pertanyaan-pertanyaan mengenai jalannya cerita kepada anak sebagi bentuk latihan daya ingat untuk anak. Pertanyaan-pertanyaannya semacam "Tadi siapa aja ya yang bantuin cinderella membuat baju pestanya?"

Mengenalkan bahasa ibu lewat membaca nyaring

Dengan membacakan mereka sebuah cerita bergambar, kita juga turut serta mengenalkan kosakata baru dan membiasakan mereka dengan bahasa ibu sehari-hari. Penting banget ya emang membiasakan anak-anak dengan bahasa ibu, agar mereka lebih mudah berkomunikasi dengan sekitarnya.

Cerita yang kita bacakan juga mampu merangsang kemampuan berbahasa anak. Misalnya nih Buibu mau membacakan cerita berbahasa inggris, untuk menambah perbendaharaan kosakata bahasa inggris kepada anak. Tapi, jangan lupa untuk mentranslate kosakata bahasa inggris yang tidak mereka mengerti, ya.

Jadi buibu udah pada punya buku cerita anak bergambar sebanyak apa nih dirumah? Kayanya dibeliin sebanyak apapun, tetep aja rasanya kurang untuk anak-anak yaaaa

Beberapa orangtua bahkan sampai menyisihkan budget khusus untuk membeli buku cerita anak setiap bulannya. 

Eits, tapi untuk buibu yang nggak bisa nyisihin budget buat beli buku cerita bergambar untuk anak, nggak perlu khawatir!

Karena sekarang udah ada sebuah aplikasi yang berisi cerita bergambar yang dibuat untuk anak-anak. Duh, seneng banget yaaaa makin banyak nih cerita bergambar yang bisa kita bacakan untuk anak-anak!

Ayo membaca cerita bergambar dari beragam ilustrator di Asia, lewat aplikasi LET'S READ!

Let's Read, aplikasi perpustakaan digital yang berisi cerita bergambar untuk anak

Aplikasi perpustakaan digital Lets Read

Let's Read merupakan sebuah aplikasi perpustakaan digital. Let's Read memiliki BookLab yang berisi banyak cerita bergambar dari banyak penulis, ilustrator, editor yang biasanya memproduksi buku cerita anak yang berkualitas.

Let's Read juga bekerjasama dengan organisasi lokal, penerbit dan juga pemerintah.

Aplikasi Let's Read ini ditujukan untuk anak-anak di Asia. Oleh karena itu adalah sebuha cerita memiliki banyak translate bahasa. Bahkan translate bahasa jawa, bahasa sunda dan bahasa bali juga tersedia loh di beberapa ceritanya! 

Kenapa kita harus mengunduh aplikasi Let's Read?

Membaca nyaring cerita bergambar di Lets Read

Untuk menambah bahan bacaan cerita bergambar untuk anak

Nah ini untuk orangtua yang biasanya udah mati gaya karena kayanya udah bosen ngebacain semua buku  cerita yang ada di  rumah, Let's read bisa jadi pilihan banget nih! Nggak usah khawatir untuk orangtua yang nggak pengen anaknya kelmaan terkena radiasi handphone, karena cerita-cerita di Let's Read juga bisa diprint kok! Cocok banget kan untuk buibu yang lebih suka bacain cerita dari kertas, dan supaya bisa liat ilustrasi gambarnya lebih jelas ya kalo udah diprint dikertas. Hehe.

Cerita bergambar di Let's Read memiliki tema dan ilustrasi yang beragam

Nah, yang juga nggak kalah spesial adalah: Cerita-cerita bergambar yang tersedia di aplikasi Let's Read ini memiliki banyak tema-tema penting yang juga bermanfaat untuk anak. Sepert tema lingkungan, toleransi dalam perbedaan hingga tema STEAM (Science, Tech, Engineering, Art and Math) yang cocok untuk anak-anak.

Gaya ilustrasinya juga beragam yang bisa membuat anak-anak mengenal lebih banyak gaya menggambar dan juga memperkaya imajinasi mereka.

Aplikasinya ringan dan mudah digunakan

Aplikasi dengan rated umur 3+ ini kayanya emang harus kita unduh di smartphone kesayangan kita nih buibu. Karena selain gratis, ukuran aplikasinya ringan dan juga sangat mudah digunakan. Cerita bergambarnya bisa kita baca dengan full screen, tulisannya besar, tidak terlalu banyak dan nyaman untuk dibaca. Anak-anak juga pasti seneng deh dengan aplikasi Let's Read ini💚

Apalagi di masa pandemi gini, cocok banget nih aplikasi Let's Read menjadi pengisi waktu senggang anak-anak. Jangan lupa ya buibu, menemani anak membaca dan membaca nyaring untuk anak bisa mempererat bonding kita bersama anak loh.

Jadi Buibu, yuk langsung aja download aplikasi Let's Read ini di smartphone kita. Ayo membaca cerita bergambar bersama anak, untuk menanamkan rasa cinta kepada literasi ke dalam diri anak-anak yaaaaa❤️

21 komentar untuk "Let's Read: Ajak anak mencintai literasi dengan membaca cerita bergambar"

  1. Jangankan anak2, orang dewasa juga menyukai tulisan bergambar. Nah ini ada yang unik ya dari aplikasi Let's Read. Anak2 makin semangat belajar bahasa tinggal pilih aja. Apalagi gambar2nya menarik banget sehingga makin nambah kosakata dan bisa bercerita lebih baik dan lancar.

    BalasHapus
  2. Favorit banget sih emang aplikasi ini.. Sehari bisa tiga kali bolak balik buka apps nya krn anak2 pas pegang gadget kubatasi hanya bbrp apps yg lolos sensor ortu aja, termasuk let's read ini

    BalasHapus
  3. Hhahaaa, bener banget, lets read ini solusi mati gaya buat para ortu biar nambah lagi wawasan di perpustakaan digital. Sekalian menanamkan gemar membaca apada anak sedari kecil nih, apalagi kalo membaca cerita bergambar yang lebih asik.
    Aku infoin ke adekku yang punya anak2 masih kecil.

    BalasHapus
  4. memahami banyaknya manfaat membacakan cerita dan dongeng pada anak sedari dini, membuat tumbuh kembangnya dan tingkat kecerdasannya, terutama kecerdasan linguistik bisa terstimulasi dengan baik

    BalasHapus
  5. Asik ini ditengah2 mulai daring dan pSBB lagi , bisa menjadi solusi buat orang tua mengisi kegiatan dengan membaca nyaring pada anak2nya., biar ga ada alasan lagi mati gaya yaa.

    BalasHapus
  6. Membaca itu menjadi salah satu aktivitas menyenangkan ketika anak-anak saya masih kecil. Coba dulu udah ada Let's Read, ya. Pasti tambah menyenangkan, deh

    BalasHapus
  7. Aku lupa, tapi kayanya pas kecil tuh gak ada yang namanya dongeng sebelum tidur. Sekarang karena suka baca dan tahu manfaat dari buku bergambar, semoga nanti pas punya anak, aku mau mengenalkan mereka pada literasi. Gak perlu susah karena ada Let's Read juga

    BalasHapus
  8. Dengan dongeng bergambar, anak bisa belajar sekaligus mengembangkan imajinasi ya...Let's Read ini cerita dan gambarnya bagus-bagus banget...Bahkan ada yang cerita lokalnya juga suka deh

    BalasHapus
  9. aku juga sudah download aplikasi led-ini sangat menarik dan membantu banget apalagi anak aku juga suka banget diceritain dongeng seperti ada di buku ini

    BalasHapus
  10. Cerita dengan adanya gambar kayaknya bikin anak juga nggak merasa bosan dan masih semangat belajar membaca dan dapat ilmu dengan cara yang menyenangkan ya mba

    BalasHapus
  11. Aplikasi Let's Read ini sangat membantu anak untuk mendapatkan Hak Pendidikannya. Walaupun bila pandemi sudah berakhir pun menurut saya tetap membantu menstimulasi minat baca anak. Setidaknya bisa mengalihkan perhatian anak dari main game.

    BalasHapus
  12. Memang sih ya kita kalau baca buku atau majalah biasanya yang diliat deluan visualnya atau gambarnya baru isi ceritanya karena gambar yang menarik bikin kepo isi ceritanya ya kan maak

    BalasHapus
  13. aku sangat senang dg aplikasi perpustakaan digital seperti let's read ini mbak
    banyak buku cerita bergambar yg selalu bikin anak anak bahagia bila dibacakan buku di let's read

    BalasHapus
  14. Kayaknya saya perlu nih coba lets read. Secara anak saya juga suka di dongengin. Bisa jadi rekomendasi saya nih dengan beragam cerita rakyat di lets read.

    BalasHapus
  15. aku salfok ke 10 Hak Anak yang dari PBB,,, aku baru tahu euy jadi langsung introspeksi diri apakah sudah memberikan Hak Anak ke Nurani seutuhnya huhuhu... terus kalo apps Let's read ini bagus ya, banyak ceritanya dan niat banget bikin ilustrasinya per halaman, meski begitu dijalaninnya tetep ringan, suka suka suka..

    BalasHapus
  16. Ini tuh anakku banget deh, senangnya dengan cerita yang lebih banyak gambarnya. Kebetulan aku juga punya aplikasi Lets Read ini dan aku membiasakan dia memilih sendiri ceritanya biar lebih semangat bacanya.

    BalasHapus
  17. Kudu banget di HP ada Lets Read.
    Bisa melatihkan dan membentuk kultur membaca untuk Ibu dan Anak dengan cara yang menyenangkan.

    BalasHapus
  18. Aplikasi keren nih meurut saya, bisa menumbuhkan minat baca anak dengan liat aplikasi Lets Read ini yah

    BalasHapus
  19. Udah dong! Aku pakai Let's Read udah 2-3 tahun kali yaa dari zaman sering Naik busway sama Sid bawa bekal Let's Read yang udah dicetak. Enaknya Let's Read itu bebas dicetak dan diperbanyak, legal gitu. Kalau di perjalanan, kami baca cerita dari Let's Read deh.

    BalasHapus
  20. Good luck, Mbak
    Semoga dengan let's read anak anak jadi lebih enjoy membaca
    Karena membaca jendela dunia

    BalasHapus
  21. Anak aku juga duka dibacain dongeng Let's Read sebelum tidur.
    Yang aku suka ceritanya menarik, kaya nilai, kasih wawasan baru ke anak.
    Bisa belajar bahasa lain juga.

    Menolong banget untuk isi aktifitas selama di rumah aja seperti sekarang.

    BalasHapus