7 Fakta Mengenai Vaksin Palsu yang Wajib Kita Ketahui

10.09.00


7 Fakta Mengenai Vaksin Palsu yang Wajib Kita Ketahui - Pada tanggal 1 Juli kemarin, Badan Pengawas obat dan Makanan (BPOM) bersama dengan Sahabat Ibu mengadakan acara talkshow yang mengundang segenap rekan blogger untuk membahas Vaksin Palsu yang kini tengah beredar di masyarakat. Dengan narasumber yang berasal dari perwakilan BPOM yaitu Drs. Arustiyono,  Apt, MPH dan Ibu Riati Anggriani, SH MARS, MHum sebagai kepala biro hukum dan humas BPOM. Dan moderator yang berasal dari Sahabat Ibu yaitu Ibu Dyah.

BPOM yang bertindak sebagai pengawas dan pemberi ijin edar terhadap obat, makanan dan kosmetik yang beredar di masyarakat, melaporkan bahwa telah ditemukan vaksin palsu yang kemarin diketahui beredar di tengah masyarakat. Saat ini pelaku pemalsu vaksin tersebut memang telah diamankan oleh pihak kepolisian, namun BPOM terus melakukan sampling pada semua vaksin yang beredar untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Dan berikut 7 fakta mengenai vaksin palsu yang wajib kita ketahui:

1. Dahulu, vaksin palsu adalah vaksin kadaluarsa yang diberi label dan tanggal expired baru

Kasus vaksin palsu sesungguhnya sudah mulai berawal sejak tahun 2008, namun saat itu vaksin yang dipalsukan adalah vaksin yang telah kadaluarsa namun diberi label dan tanggal expired baru. Dan saat ini, kasus vaksin palsu tergolong lebih sadis dibandingkan yang terdahulu, karena kandungan vaksin tersebut juga telah diganti menjadi antibiotik dan air mentah.

2. Vaksin palsu biasanya beredar secara illegal atau lewat jalur tidak resmi

Saat ini peredaran vaksin palsu hanya menempuh jalur tidak resmi atau illegal. Oleh karena itu kita tidak boleh mudah percaya dengan tempat vaksin yang terlihat tidak memenuhi syarat maupun harga vaksin yang murah.

3. Hingga tanggal 30 Juni 2016, telah ditemukan vaksin palsu dari 37 sarana kesehatan

Sarana kesehatan tersebut tersebar di 9 titik pengawasan BPOM yaitu Pekan Baru, Palembang, Bandar Lampung, Serang, Jakarta, Bandung, Surabaya, Pangkal Pinang dan Batam yang perolehan vaksinnya berasal dari sumber tidak resmi. Dan hingga saat ini juga BPOM terus melakukan sampling vaksin dan pengawasan di 32 provinsi di Indonesia.

4. Vaksin-vaksin yang dipalsukan lebih banyak merupakan vaksin tambahan yang harganya lebih mahal

Vaksin Palsu

Berdasarkan temuan BPOM, vaksin yang dipalsukan lebih banyak merupakan vaksin tambahan yang harganya mahal. Hal itu mungkin didasari motif pelaku ingin mengambil keuntungan lebih banyak, dibandingkan memalsukan vaksin dasar yang harganya murah.

5. Vaksin Dasar di RS, Puskesmas dan Posyandu Pemerintah dipastikan 100% AMAN

Vaksin dasar adalah vaksin BCG, DPT-HB, DPT-HB-HiB, Hepatitis B pada bayi baru lahir, Polio dan Campak yang diberikan di RS, Puskesmas, serta Posyandu Pemerintah dipastikan 100% AMAN karena sumbernya merupakan sumber resmi yang diawasi langsung oleh BPOM.

6. Alergi bisa menjadi salah satu akibat dari vaksin palsu

Vaksin palsu yang beredar setelah dilakukan uji leb, mengandung campuran antibiotik. Dan tidak semua tubuh bisa menerima semua jenis antibiotik. Alergi bisa menjadi salah satu efek samping dari vaksin palsu ini. Jadi segeralah bawa ke dokter jika setelah diberi vaksin anak kita mengalami gatal-gatal dan gejala alergi.

7. Kita sebagai kosumen berhak mengecek sendiri botol vaksin yang akan kita gunakan

Walaupun sampai saat ini sesungguhnya masih sulit membedakan vaksin asli dan palsu secara kasatmata. Namun sebagai konsumen kita berhak untuk mengecek vaksin yang akan kita gunakan. Pertama, tanyakan secara sopan kepada bidan/dokter yang akan memberi vaksin, "Apakah vaksin yang akan diberikan merupakan vaksin asli?" Kedua, lakukan pengecekan pada botol vaksin terutama pada bagian expired date, tutup botolnya (ada bekas congkelan atau tidak) dan labelnya (dibuat rapi atau tidak). Hal itu tentu saja juga kita lakukan untuk mencegah penyebaran vaksin palsu lebih lanjut lagi.

Seiring dengan bulan puasa dan lebaran yang akan datang, BPOM kini melakukan peningkatan pengawasan terhadap segala jenis obat, makanan dan kosmetik yang beredar. Masyarakat diminta untuk tidak terlalu khawatir terhadap penyebaran vaksin palsu ini karena kini semua vaksin palsu telah disegel dan diamankan oleh BPOM. Namun kita juga diminta untuk membantu mengawasi peredaran obat, makanan maupun kosmetik yang tengah beredar di masyarakat. 

Silakan cek website resmi BPOM di http://www.pom.go.id dan klik bagian Public Warning untuk mengetahui apa saja obat, makanan dan kosmetik berbahaya yang sedang dilarang peredarannya. Dan hubungi hallo BPOM di 1500533 untuk melakukan pelaporan atau mengajukan pertanyaan  terhadap vaksin maupun obat, makanan dan kosmetik bernahaya yang beredar di tengah-tengah masyarakat.

Semoga kelak, masalah vaksin palsu ini bisa segera diselesaikan dan dimusnahkan keberadaannya dari tengah-tengah kita yaaa. Dan jangan lupa tetap lakukan vaksinasi kepada anak-anak kita karena sarana kesehatan yang dibangun dan dioperasikan pemerintah menjamin keaslian vaksin dasar mereka 100%. Mari bersama-sama kita memberantas vaksin palsu!

You Might Also Like

13 komentar

  1. wah infonya manteb,menghilangkan kegalauan saya sebagai seorang ibu yang dua anaknya di vaksin . terima kasih ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah kalo bermanfaat, Makasi udah mampir kesini ya Maaaak :D

      Hapus
  2. kadang nggak habis fikir dengan orang2 yang membuat vaksin palsu ini, menghalalkan cara untuk meraih keuntungan.

    BalasHapus
  3. ya ampun ternyata udah dari 2008 ya mak..huff Alhamdulillah ga ada tanda-tanda alergi sama Gavin, insya Allah pakai vaksin yang aman, Amin.. thanks sharingnya mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillaaaahhh. Makasi udah mampir kesini ya Mak Dew :*

      Hapus
  4. Wahhh..... saya gimana yah..... jangan-jangan saya pas kecil di encus ama yang palsu, soalnya setau saya, diencusnya di dokter, saya masi inget lari ke jalan ga pake celana lalu jarumnya bengkok T___________________T jgn2 palsu... skrg saya alergi, alergi debu sama alergi kalo dijahatin orang XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh, mas Iip, masa sama jarum aja akut siiihhh x)

      Hapus
  5. Duh sekarang vaksin jadi permasalahan yang sendang bumming kayanya ya mbak karena kebanyakan orang mengeluhkan tentang ini jadi perihatin juga ya, dan semoga saya diberi vaksin yang asli deh, ahi hi hi.

    BalasHapus
  6. terimakasih infonya Mba Dian..
    kemarin sempat panik juga tapi setelah tahu bahwa vaksin yang diberikan lewat posyandu itu aman, saya jadi tenang deh soalnya anak saya divaksinnya via posyandu.

    BalasHapus
  7. Serem juga yah fenomena ini.

    Kita jadi harus lebih hati-hati dalam bertindak. Imi bahaya. Bahan medis sampe aja ada yang palsu gini.

    BalasHapus
  8. Aamiin. Gak kebayang deh kalo anak-anak dapat vaksin palsu. Gimana dengan masa depannya nanti? Jadi gak sehat dong. :(

    BalasHapus
  9. Iya mbak..kok ada ya yg seperti itu

    Makasih sharingnya..bermanfaat sekali :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca Adriana Dian's Blog dan meninggalkan komentar disini. Silakan tinggalkan link blog lewat pilihan name/URL ya, jadi bisa aku kunjungi balik. Link hidup yang ada pada komentar akan langsung dihapus. Makaciiii❤︎❤︎❤︎