Showing posts with label #OurLittleFamily. Show all posts
Showing posts with label #OurLittleFamily. Show all posts
http://www.adrianadian.com/2016/04/pindah-dari-apartemen.html

Assalamu'alaikum :)

Setelah peristiwa kebakaran rumah tiga tahun yang lalu, suami, aku dan anak-anak sempat menempati sebuah apartemen di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara. Tinggal di unit ini merupakan pengalaman pertama aku hidup mandiri sama suami dan anak-anak. Waktu itu Luna baru berumur 4 tahun, dan Rizqi 3 tahun. Hepri kerja full day dari Senin sampai Jum'at, berangkat jam 7 pagi dan pulang jam 7 malem. Dan tinggal di apartemen ini jadi tantangan banget nih buat aku yang waktu itu masih berumur 23 tahun, untuk jadi ibu rumah tangga yang mandiri. 

http://www.adrianadian.com/2016/04/pindah-dari-apartemen.html
"Rumah Smurf", sebutan kesayangan kita untuk unit apartemen ini :)

Aku menempati salah satu unit dengan dua kamar, satu ruang TV, satu kamar mandi dan satu balkon untuk menjemur pakaian. Dengan fasilitas apartemen yang bisa dibilang cukup lengkap ya mulai dari foodcourt, minimarket, kolam renang, lapangan basket, lapangan sepakbola dan playground untuk tempat bermain anak-anak.

Awalnya memang aku pikir bakal seru ya tinggal mandiri di apartemen, dan emang berasa seru sih di bulan pertama. Karena semuanya disini lengkap, mau makan apa aja ada, mau jajan banyak pilihan, mau jalan ke Mall Kelapa Gading paling cuma 15 menit. 

Tapi akhirnya dua bulan kemudian kita memutuskan pindah dari apartemen ini. Lho katanya seru tinggal di apartemen, kok pindah sih? Naaaaah, berikut ini aku ceritakan ya 5 alasan aku pindah dari apartemen:

1. Nggak bisa hemat
Keluarga kecil aku saat itu bisa dibilang, belom terlalu stabil ya keuangannya. Dan aku masih belajar banget mengelola keuangan keluarga. Biaya sewa, biaya listrik, air dan iuran maintanancenya sebenernya masih bisa ke handle sama pendapatan suami. Yang dirasa cukup berat itu biaya belanja hariannya. Kalo untuk mama papanya masih bisa jajan, tapi kalo untuk anak-anak harus masak dong ya..

Harga cabai yang biasa aku beli di abang sayur depan rumah berkisar antara 2000-3000 rupiah satu plastiknya. Di toko penjual sayur di apartemen, semua sayuran perplastik kecilnya dihargai 5000 rupiah. Kalo pas dirumah, dipegangin 50ribu masih cukup untuk belanja, kalo di apartemen rasa-rasanya kurang yah.. mau diteken-teken sampai hemat pun, minimal pasti lebih dari 50 ribu ya. Seringnya sih sampe 100 ya, kalo ditambah sama anak-anak yang mampir ke minimarket atau toko roti yang ada di apartemen.

Tabungan? Apa itu tabungan? Tiap bulan nggak bisa nabung, sampe akhirnya kita mikir masa mau terus-terusan ngga punya tabungan sih? Anak-anak mau sekolah masa kita ngga punya tabungan sih? :')


2. Berasa tinggal sendirian di satu lantai
Kebetulan aku menghuni salah satu kamar di lantai 23, FYI lantai tertinggi di gedung apartemen aku lantai 30 ya kalo nggak salah. Jadi kalo kita udah rame nih naik lift bareng sama penghuni lain dari lantai dasar, pasti nggak banyak yang tersisa kalo udah sampe lantai aku. Bahkan, kadang cuma kita sekeluarga sendiri yang turun di lantai 23 itu. 

Pas keluar lift pun rasanya sepi banget. Dan selama dua bulan tinggal disana, aku belom pernah ketemu sama penghuni kamar sebelah. Suara-suara dari dalem unit lain pun ngga ada, karena sepertinya di setiap pintu ada peredam suaranya ya. Fix deh, di satu lantai yang pastinya berisi lebih dari 50 unit dan 50 keluarga, aku benar-benar merasa tinggal sendirian.


3. Susah cari parkir
Walaupun aku belom punya mobil pribadi, tapi kasus susah cari parkir ini sering banget menimpa mama papa aku yang main ke apartemen. Si papa kadang suka males main ke apartemen karena susah banget cari parkir di depan gedung apartemen aku. Naik taksi pun ngga bisa leluasa berenti di depan lobby gedung apartemen, karena lalu lintasnya padet banget, apalagi kalo melem hari. Aku belom punya mobil aja udah penuh ya parkirannya, gimana kalo aku udah punya mobil sendiri?

4. Terbatasnya ruang gerak anak-anak di dalam apartemen
Sesungguhnya, sebelum menempati apartemen ini, suami aku juga udah survei ke beberapa kontrakan untuk jadi alternatif tempat ngungsi sementara kita. Sayangnya, kebanyakan rumah kontrakan meminta pembayaran sewa untuk setahun full, jadilah akhirnya kita ngungsi ke apartemen yang menerima pembayaran bulanan ini.

Kalo untuk fasilitas, memang lengkap ya disini. Tapi tetap aja ya begitu udah masuk ke unit apartemen, aku berasa ngurung anak-anak. Kegiatan anak-anak waktu itu kebagi dua antara nonton film dan main berdua.

Main ke playground di bawah juga seru sih, tapi tetap aja aku nggak bisa ke playground setiap waktu kan? Karena banyak tugas rumah yang harus aku kerjain. Jadi paling waktu main ke playgroundnya, kalo ngga pagi ya sore hari aja.  Beda kali ya kalo tinggal di rumah kontrakan biasa, keluar pintu langsung menghirup udara segar. Kalo di apartemen, menghirup udara segar perlu turun dulu 20 lantai. Balkon ada sih, tapi sempit dan serem banget kalo ngebiarin anak-anak main disana. Pintu balkon pun jarang dibukanya, dan AC nyala hampir 20 jam lebih sehari.

http://www.adrianadian.com/2016/04/pindah-dari-apartemen.html
Main di playground apartemen


5. Sekolah pilihan yang cukup jauh dari apartemen
Kebetulan waktu itu Luna sudah memasuki usia TK dan rencananya aku mau masukin dia sekolah di tahun itu juga. Di apartemen juga ada sekolah semacam PAUD, tapi sayangnya fasilitasnya kurang mendukung karena ruang belajarnya hanya menggunakan ruangan serbaguna di salah satu gedung apartemen aja. Sekolah terdekat yang ada pas di depan apartemen, cuma sekolah swasta Kristen. TK Islam yang aku taksir, jaraknya lumayan. Sayangnya nggak ada akses angkot kesana, bajaj jarang, naik taksi kedeketan, kalo bawa motor sendiri? Naik sepeda aja nggak bisa! :p Yasudalah, alasan terakhir ini akhirnya jadi alasan kuat aku dan suami untuk meninggalkan apartemen.

5 alasan itulah yang ngebuat aku akhirnya memutuskan untuk meninggalkan apartemen dan balik lagi ke rumah mama papa yang baru selesai di renov setelah kebakaran. Eaaaa, balik nggak mandiri lagi dong yaaa? Selain untuk nemenin mama yang pernah terserang stroke ringan dan sendirian dirumah sehari-hari (karena anggota keluarga yang lain yang lain pada sekolah dan kerja), nabung pun jadi alasan utama juga ya. Sekarang dua tahun berlalu, aku masih nabung untuk DP rumah/mobil juga sih. *Lama ya kekumpulnya :p* Luna pun akhirnya aku daftarkan sekolah tahun itu juga, di TK Islam yang ngga terlalu jauh dari rumah.

Jadi, alasan-alasan diatas merupakan alasan yang aku buat dari sudut pandang seorang ibu-rumah-tangga-dengan-dua-balita-yang-sedang-memulai-membangun-rumah-tangga ya. Kalo untuk yang masih single atau keluarga yang sudah lebih mapan dan mandiri, mungkin akan berbeda pengalamannya yaaa.

Dua bulan tinggal mandiri di apartemen tetap jadi pengalaman yang nggak akan terlupakan untuk aku sama anak-anak. Banyak serunya juga kok tinggal di apartemen. Sekarang kalo nggak sengaja lewat depan gedung apartemennya, aku pasti nanya sama anak-anak "Mau nggak main kesitu?"Anak-anak langsung semangat jawab "Mau!" Hihihi.

Aku dan suami sih akhirnya menyimpulkan bahwa kita akan lebih memilih rumah biasa aja ya untuk tempat tinggal keluarga kecil kita. Lebih nyaman, lebih aman, dan lebih bebas menghirup udara segar juga ya pastinya :) Kalo kamu, lebih milih tinggal di rumah biasa atau di apartemen?

Thank you for walking here :)
Wassalamu'alaikum

Assalamu'alaikum :)

Tahukah kamu? Berdasarkan sebuah survey yang diadakan oleh SEANUTS dan PERSAGI, ternyata hanya 1 dari 10 anak Indonesia berusia 2-12 tahun yang mempunyai kuantitas sarapan yang cukup dengan kualitas yang baik.

Fakta diatas dikemukakan dalam acara Blogger Gathering Frisian Flag Bulan #SarapanSempurna yang diselenggarakan hari Sabtu, tanggal 27 Februari 2016 kemarin, di Rumah Alexandra, Kemang. Dan langsung kepikiran Luna dan Abang, dua anak aku yang masing-masing baru berusia 5 dan 4 tahun. Apakah mereka termasuk 1 dari 10 anak yang sudah mengamalkan sarapan dengan kuantitas yang cukup dan kualitas yang baik?

Assalamu'alaikum :)

Ada yang sudah pernah ke Perpustakaan Umum DKI Jakarta? Perpustakaan ini masih terbilang baru karena baru diresmikan bulan Maret tahun 2015 kemarin. Berawal dari rasa ketertarikan setelah baca postingan blognya mbak Fifi Alvianto tentang Perpus ini. Akhirnya hari minggu siang kemarin, Mama Dian, Papa Api, Luna dan Abang berangkat ke perpustakaan yang berada di daerah cikini ini. 

Balik ke jaman kecil dulu ya, kalo ngomongin tentang perpustakaan. Aku terbayang-bayang perpustakaan SD yang horor, nggak boleh berisik, buku-bukunya membosankan, berdebu, sempit dan pokoknya suram deh.  Tapi Perpustakaan Umum DKI Jakarta ini, dari awal pintu masuknya aja, udah memberikan kesan yang super menyenangkan untuk duo krucil aku, Luna (5th) dan Abang (4th).  



"Eh eh liat itu Kak, Bang, gambarnya bagus"
-Papa Api
Assalamu'alaikum
Hola Blogpals!
Sekali-kali boleh ya posting isisnya foto diri sendiri. Soalnya aku jarang sekali foto, karena ribet kan kalo mau foto mesti pake kerudung dulu, sedangkan akunya sendiri jarang jalan keluar. Hihi. Setelah sebulan kemarin nggak jalan sama papa Api, alhamdulillah akhirnya kemarin kita Little Family Time lagi sembari nyari baju lebaran. Hihi. 


Assalamu'alaikuuuuum..
Halooo Blogpals :))

Lama sekali nggak update Blog, bulan ini sakit flu-nya ganti-gantian dan bertubi-tubi. Semua kebagian, pertama Rizqi, nular Ke Luna, nular ke aku, trus ke papanya anak-anak. Rizqi sembuh terus sakit lagi karena ketularan papanya. Sedih banget Ya Allah :'( Walaupun seperti biasa, berat badan aku langsung turun begitu aku maupun anak-anak sakit, tapi kali ini aku jadi mikir gapapa deh gendut, yang penting anak-anak sama aku dan papanya sehat terus ya Allah. Aaaaamin Ya Rabbal Alamiiiinn.

Dan sekarang sekalinya posting malah pengen curhat. Kalo bahasa anak gaulnya Tsurhat :/ Anak gaul jaman sekarang bisa nggak ya berenti ngerusak bahasa indonesia :/ *Kemudian digetok oleh sekumpulan anak gaul*

Okei, Lets talk about Brunei Darussalam.


Assalamu'alaikum :)
Hola!
Sudah lama nggak posting foto anak-anak. ihihi. *plus mamanya yang numpang eksis :p*
Yak, mari kita mulai dengan sedikit review dari kaka Una dan Dedek Iki,

Una skarang udah 2 tahun 4 bulan, udah super cerewet, super banyak nanya, Super pengen tau, super kreatif,  mulai genit ke cowok -.-, pokoknya perkembangannya udah pesat banget. Sekarang hobinya nyanyi, dari lagu anak-anak, lagu tasya cilik, sampe lagu-lagu dewasa bahasa inggris salah satunya contohnya adalah lagu Girl on fire nya Alicia Key. Eh lagu Pretty Boy nya M2M dia juga bisa loh -.- 

Kalo Iki sekarang umurnya udah 1 tahun 3 bulan. Dan bulan kemarin dalam sebulan Iki flu sampe 2 kali :( Dulu Una umur segini udah bisa jalan, tapi Iki belom sampe sekarang. Sebenernya sih udah bisa selangkah dua langkah, tapi dianya emang males dan lebih suka merangkak :( Tapi abis sakit itu Iki jadi super cerewet, banyak ngomongnya. Kalo didengerin mirip bahasa planet. yah namanya juga bahasa bayi yaa~ Dan sekarang Iki jauh lebih ngerti kalo diajak ngomong. Udah ngerti kata "jangan" juga, tapi kalo ngambek lebih parah daripada dulu yaaa -.- 

Kabar buruknya adalah, dokter bilang beratnya Kakak Una kurang untuk anak seumurannya. Una beratnya 10 kg dan Iki 8 kg. :( Makanya ini sekarang sedang dalam proses penggemukan kaka Una dan Dedek Iki. Ayo semangat Mama Diannnn! *nyemangatin diri sendiri* ('_')9

My Khansa Luna and Rizqi Tidus :)
Kakak seneng banget ngegodain adiknya.
Adiknya dipaksa foto walaupun lagi nangis -.-

Assalamu'alaikum...
Holaaaaa!

Postingan kali ini mau share tentang tempat liburan yang di datengin tanggal 15-16 Desember kemarin. Liburan ini sepenuhnya disponsori oleh my older sister, Mbak Dina, dalam rangka merayakan 26 tahun perkawinan Mama Papa yang jatuh di tanggal 7 Desember Kemarin.
 Happy Annive ya Mama Papa, semoga langgeng dan rukun selalu seperti Pak Habibie dan Ibu Ainun, selalu bersama hingga maut yang memisahkan. Aaaaaaaaaaaaaaamin :')
Tadinya rencana pergi emang cuma sekeluarga aja, Papa Mama, Mbak Dina, Icha, Aku, Hepri-ku, Kakak Una dan Dedek ici ajah. Tapi sayang seribu sayang, mendadak Hepri memutuskan untuk nggak ikut karena ada liputan dari kantor yang mesti dia pegang :'( Padahal dari sebulan yang lalu aku udah ngeyakini dia untuk ngga ambil job sama sekali di tgl 15-16 ini. Tapi namanya juga kerjaan ya, dateng dadakan, mau nolak juga nggak enak. Akhirnya dia mutusin untuk ambil kerjaan kantor itu ditambah lagi pas hari minggunya dia ambil job birthday party, sekalian ngisi waktu karena dua hari itu dia bakal sendirian aja dirumah. Aku tadinya bingung, mau ikut apa nggak, kalo ikut ninggalin dia dirumah sendirian, kalo ngga ikut aku yang bakal ditinggalin seharian dirumah :'( Tapi akhirnya Hepri yang nyuruh aku ikut, dan akhirnya akupun ikut, walaupun rasanya berat  ninggalin si ayank :'(

Jadi dari satu bulan sebelumnya, Mbak Dina udah sibuk cari-cari hotel daerah puncak untuk tempat kita nginep. Sempet ketemu satu hotel yang lengkap dengan kolam renang dan kids playground yang bagus. Waktu itu salah satu pertimbangannya emang kids playground, supaya Luna sama Rizqi bisa  liburan sekalian main disana. Pas dikasi liat ke mama papa, langsung pada oke sama hotel itu. Sayangnya  pas dihubungi hotelnya ternyata udah full booked di bulan Desember. Akhirnya nyari-nyari lagi dan pilihannya jatoh ke Safari Lodge ini. Abis telpon untuk ngebooking, mbak dina transfer DPnya sebagai tanda jadi. Dan pada tanggal 15 kemarin berangkatlah kita. Tadinya rencananya tuh mau berangkat pagi biar bisa main di Taman Safarinya dulu, tapi karena mobilnya mendadak butuh service lagi, akhirnya kita berangkat jam 12an siang, perjalanan lumayan ngga gitu macet dan sampe sana sekitar jam 3an. Barang yang dibawa banyaaaak sekali, baju sampe 5 tas karena masing-masing tiap orang bawa tas sendiri, kecuali Luna dan Rizqi yang bawa dua tas baju sendiri :p Terus bawa stroller, piring-piring plastik dan rantang makanan (Piknik ya teteup :D), dan yang paling menuhin mobil adalah kasur lipet yang rencananya bakal dipake buat tidur-tiduran di depan TV di penginapannya nanti -_-

Jadi si penginapan ini tuh emang satu tempat sama Taman Safari, tapi bukan di dalem Taman Safari melainkan sebelum Taman Safari. Jadi pintu masuknya Safari Lodge ini terletak tepat sebelum pintu masuk Taman Safari. Sampe disana, kita disambut sama Gedung Safari Lodge. Gedung ini adalah gedung hotel dari Safari Lodge, banyak jenis kamar yang bisa dipilih loh, dari yang kamar biasa yang harganya kurang lebih Rp. 400.000/malam sampe President Suite seharga Rp. 1.700.000/malam.


To my lovely husband Hepri Prasetio, my incridible lil girl Luna,
and my lovely boy that i love u so, Rizqi.


I just wanna say,
Thank you for make me feel so special everyday.
Papa, Una and Izky will always be part of me for ever.
I love you in every breathe i take.
Thank u for comin' to my live,
and surely made me alive! :')

With billion love,
Mama Dian.
 :*
Assalamu'alaikum :)
Hola Blogpals!

Posting kali ini tentang Hepri Prasetio Lil' Family :)
Sabtu adalah hari yang tepat untuk hari keluarga. Seperti Sabtu beberapa minggu kemarin, setelah selesai nyuapin dua hamster ini. Papa ngajak kaka nyuci vespa dan aku ngeluarin box bayi ke halaman supaya Ici tetap bisa main di box sambil liat papa dan kakaknya cuci vespa. Dan aku  mengcapture sedikit kegiatan anak-anak di sabtu siang itu :)

Kaka Una - 23 bulan
My fave photo!
Kaka with her big smile :D
Ini namanya pose "giginya mana kak?"
Kaka jadi asisten pemegang selang. Udah ketebak, niat bantuinnya ternyata cuma alesan supaya bisa main air. Walhasil setelah selesai nyuci vespa basah semua bajunya. Tapi kaka seneng banget, seru!  

Still with pose "giginya mana kak?"
Dia lgsg "Hiiii" lebar-lebar :D
Selesai dicuci, papa lgsg ambl kanebo buat ngelapin sisa-sisa airnya. Selesai papanya ngelap-ngelap, si kaka ngambil kanebonya, sok-sokan diperes terus dielap-elapin lg vespanya. Kok gue jd ngerasa ngeeksploitasi anak sendiri kl liat foto ini -,- 


Dede Ici - 10 bulan
Belom bisa pose apa-apa,
cuma nengok aja kl dipanggil namanya :)
Ici sendiri aku taro di dalem box bareng beberapa boneka dan bola-bola plastik. Dari dalem box, dia teriak-teriak sendiri ngeliat papa sama kakaknya main air. Ihihi. 

Informasi:
Baby seumran Ici emang mesti sering-serin ditaro box kalo playtime. Soalnya dari box itu nanti dia belajar berdiri dan rembet-rembetan sendiri. Dulu Kakak Una pertama kali bisa berdiri sendiri di dalem box :)

Sibuk sama mainannya dan Buk!
Tengkurep sendiri,
Mau kejer Kaka mau ikutan main air :)
 Walaupun kadang baru ditaro beberapa menit aja udah teriak-teriak minta gendong karna bosen. Justru malah aku sengajain, dibiarin aja di dalem box sampe nangis, biar anaknya biasa dan mau belajar berdiri dan rembetan sendiri di dalem box.

By the way soal Babybox. Baby box fungsinya untuk aku cuma untuk tempat mainnya Ici aja. Sedangkan kalo tidur, Ici masi sekasur sama mama papanya. Kadang suka heran sama bule-bule di film-film, mereka bisa banget pisah kamar sm anaknya, trus anaknya ditidurin sendiri di dalem box yg kamarnya beda sama mereka. Dasar orang Indonesia ya kayanya ga tegaan, Aku ngga akan tega soalnya ngebiarin anak aku yg masih bayi tidur sendiri di kamar yang beda sama aku. 


Yup, itu adalah sedikit kegiatan sm anak-anak di hari sabtu siang. Walaupun sekarang semenjak jadi freelancer sebagai editor dan cameraman, papanya jadi jarang dirumah saat weekend karena kerjaannya di wedding. Tapi kita masih suka memanfaatkan weekdays siang buat cuci motor dan seru-seruan main air. :) Tapi kadang-kadang kita suka kangen loh pah bersabtu-minguan bareng lagiiii :') 
We love you, papaaaaaa!!! :*

Oke deh, sampe sini dulu aja postingannya. 
Kalo family timenya keluarga kecil yang lain gimana ya? :)
Thank u for walking here Blogpals!
Hei! U can  leave u'r bloglink in comment box,
so i can walking to u'r blog too. :)
Wassalam.
Assalamu'alaikum.
Lama ngga posting tentang kaka dan ici, and now the time for posting of them! Here they are, my beloved two :)

Salah satu hobi Kaka Una adalah mantengin layar komputer buat nonton kartun-kartun kesukaannya (especially, pororo) dan video-video klip kesukaannya. Kalo udah nonton itu, dia bisa betah dan anteng untuk beberapa saat lah. Ehehe. Dan sekaraaaang, ternyata adiknya, Ici juga udah mulai ngerti nonton-nonton kartun gitu, jadi kadang mereka berdua aku dudukin depan komputer buat nonton kartun sama-sama. Bener-bener bukan kebiasaan baik ya untuk mereka, tapi untuk saat ini aku rasa cara itu cukup ampuh untuk ngebuat mereka anteng pas mereka rewel, ntar kalo udah gedean dikit pasti bakalan lebih aku ketatin waktu untuk duduk di depan layar komputer. Soalnya kan itu bener-bener ngga bagus untuk mata mereka :'(
Kembali ke postingan, aku sering merhatiin mereka berdua yang keliatan lucu banget depan komputer, langsung deh aku photobooth-in mereka! Daaaan, inilah hasilnyaaaa...









Luna (23bulan) & Rizqi (10bulan)

Kaka Una emang udah jago banget kalo disuruh pose. Kalo ici masi belom ngertiii, kalo ada tangan di foto diatas, itu tangan aku yang megangin Ici (maafin mama ya sayang, kalo mama menyakitimu. Uhuhu).
Mereka berdua sudah tambah besar sekarang, tambah rusuh dan pecicilan juga, Alhamdulillah. Ehehe. Yang aku suka adalah bahwa Kaka selalu nunjukin bahwa dia sayang sama adiknya, dengan kadang-kadang ngegemesin, ngajak becanda dan nyium-nyium Ici. Walaupun kadang suka ngegeplak juga. Eh, tapi sekarang Ici juga udah mulai bisa narikin rambut Kaka, dan mukul-mukul Kaka juga. Gawat sekaliiiii -,- 
Tapi dunia aku selalu fun di deket mereka. U'r awesome kiddos!!!
Bismillah, semoga Allah selalu memberikan aku kesehatan, kekuatan dan kesabaran untuk terus menjaga, merawat dan menyayangi mereka. Aaamin ya Rabbal Alamiiin.

Thank u for walking here Blogpals!
Wassalam.
:)

Hola! long time no blogging, setelah sambungan internet putus, diikuti kesibukan mengurus anak sendiri *maklum ibu muda #eciyeh* jadinya tak sempat-sempat posting blog, blog jadi terbengkalai. Sedih sekaliiii :(((

And here it is, my Khansa Luna Sakhi Aysha. Kebetulan pinjem SLR temen *semoga secepatnya bisa memiliki sendiri. Aaaamin* Langsung deh ngegantiin bajunya si Kaka, niatnya mau moto-motoin dia yang lagi main di teras, belom sempet main, dia malah liat roti terus makan sendiri. Dan inilah hasilnya, anak kecil yang sibuk makan sendiri. Saat suka sama suatu hal, anak-anak akan masuk ke dunianya sendiri, dan tanpa kita sadari, kita yang mengawasinya pun turut dibawa masuk ke dunianya. So colourful baby world!
Lets enjoy the photo!










Sibuk ngemil roti
KLSA - 20 bulan

Colourful dress from Bali (Thank you Oma Bali :))
Photograph (used nikon D7000) and retouch by myself.

Thank you for walking here Blogpals!
Wassalam :)

My super husband and my super kiddo,
I love them so much! :*

"Ya Allah lindungilah selalu orang-orang yang aku sayangi,
berikanlah kekuatan dan kesehatan untuk mereka terus menjalani hari.
Berikanlah selalu perlindunganMu kepada mereka ya Allah."
Aaaaaamin ya Rabal Alamiiin.


Ket:
hphp (Hepri Prasetio Harmandi Putra, my hubby)
ad (Adriana Dian, it's me)
KLSA (Khansa Luna Sakhi Aysha, my daughter)
RTFI (Rizqi Tidus Fairuz Izdihar, my son)


I made it in paintbrush,
maybe you think its really really childish :D
But its true! :)
So this is my happiness, what's yours?

Thank you for walking here,
wassalam :)
Iseng-iseng cobain Kolase Photo di Picnik.
Daaaaannn, ini beberapa hasilnya :)

All bout Kiki,




All bout Kaka,






Kiki dan Kaka :)
Kaka lagi ngisengin kiki yg lagi bobo -___-

Sebenernya feature kolase yang ini feature premium (member only). Tapi karena tanggal 19 April ini Picnik mau tutup, jadi picnik menggratiskan semua feature premiumnya :D
Mau coba-coba photo kolase di picnik? Klik aja disini :)

Thank you for walking here blogpals!
Wassalam :)
Video kaka, momong atau malah membully kiki? -___-

Liat ekspresi ketawanya Luna, puas banget ya rasanya. Ckck, kakaaaaaa.


Kaka dan Kiki

Perbedaan umur yang deket banget antara kaka dan kiki, kadang bisa menimbulkan hal-hal lucu yang nggak terduga. Kaka yang selalu penasaran sama hal-hal baru, langsung ikutan masukin empeng kiki waktu aku lagi makein kiki empeng. Kalo dari gambar sih keliatannya kaka ikutan ngejagain dan momong kiki. Padahal kalo ngeliat aslinya mah, ini semacam tindak pembulian -______- ahahahahahahaaa.

Gak cukup sekali dia masukin empeng ke mulut adeknya, berkali-kali dan dengan cara yang maksa pula. Kalo udah masuk, malah ditarik lagi sama kaka, dan kalo gak masuk dan empengnya dilepeh kiki, si kaka malah ketawa-ketawa kegirangan. Ckckckckckckckckck.

Alhamdulillah ya Allah, setiap hari ada aja hal-hal baru diantara mereka yang selalu bikin ketawa kalo diliat. Hari-hari bareng kaka dan kiki warna-warni banget rasanya.
Mudah-mudahan kalo udah besar kalian bisa terus akur, jadi sahabat dan saling ngejaga ya sayang.

Mama sama papa, sayang banget sama kaka dan kiki.
We love you kids, always.
:*

Custom Post Signature

Custom Post  Signature