Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Meningkatkan Kesadaran Diri di Adaptasi Kebiasaan Baru

Tips Meningkatkan Kesadaran Diri di Adaptasi Kebiasaan Baru. Hidup berdampingan dengan Covid-19. Sebuah kalimat yang tadinya terasa mengerikan, namun kini sudah pelan-pelan kita jalani selama hampir 7 bulan lamanya. Virus ini benar-benar terasa mengubah semua aspek dalam kehidupan kita.

Jumlah pasien baru yang terinfeksi virus ini di Indonesia semakin harinya mengalami semakin banyak peningkatan. 4000 adalah sebuah angka baru, yang terasa mengkhawatirkan karena membuat Indonesia seperti terperosok ke jurang yang semakin dalam-alih-alih mulai merangkak keluar jurang ini.

Menurut Studi Board of Innovation and BBC tahun 2020, Covid-19 turut mendorong perubahan pada perspektif, sikap, dan perilaku masyarakat seperti konsep bekerja, budaya hidup sehat, aktivitas belanja dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, kita semua termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah dan semua elemen masyarakat harus bergotong royong dan bersinergi untuk sama-sama menyelesaikan persoalan dampak pandemi ini.

Pemerintah sendiri telah mengumumkan mengenai adaptasi kebiasaan baru dalam melakukan beragam aktivitas di tengah pandemi ini. Adaptasi kebiasaan baru ini sudah digaungkan sejak berbulan-bulan yang lalu. Namun sayangnya, ternyata tidak semua lapisan masyarakat bisa disiplin menjalankan adaptasi kebiasaan baru ini.

Seminar online Seminar Online Yuk Disiplin.. Covid-19 Ambyar

Melalui Ditpromkes Kementrian Kesehatan, pada hari Rabu 30 September 2020 telah diadakan sebuah seminar online bersama para Blogger yang bertajuk "Yuk Disiplin.. Covid-19 Ambyar". Seminar Online ini juga dihadiri oleh Dr. Rose Mini A.P., M.Psi atau yang kita kenal dengan sebuatan Bunda Romi.

Disiplin dan Semangat menerapkan Protokol Kesehatan

Tips Meningkatkan Kesadaran Diri di Adaptasi Kebiasaan Baru

Bunda Romi menjelaskan materi mengenai penerapan disiplin dan semangat dalam menjalankan protokol kesehatan di masa pandemi ini. Sudah tau dan paham pastinya kan dengan protokol kesehatan selama masa pandemi ini, yaitu 3M: Menggunakan masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan dengan sabun. 

Menurut Survey Online Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan, Badan Litbangkes 2020 ternyata hanya 93,40% masyarakat yang disiplin menggunakan masker, 54,92% yang selalu menjaga jarak dan 91,67% yang mencuci tangan dengan sabun.

Jadi nggak heran ya kalo tingkat pasien yang terinfeksi semakin bertambah, karena ternyata belum 100% masyarakat Indonesia yang disiplin dengan adaptasi kebiasaan baru ini. 

Bagaimana membentuk disiplin protokol kesehatan?

Menurut Bunda Romi ada 2 faktor yang menyebabkan belum semua lapisan masyarakat menerapkan protokol kesehatan yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor Internal dalam membentuk disiplin protokol kesehatan

Moral Virtue

Moral virtue atau kebijakan moral merupakan hasil dari kebiasaan dan bagian dari karakter kita. Pemahaman dalam moral virtue yang harus ditingkatkan selama masa pandemi ini antara lain: 

Empati atau kemampuan untuk memahami perasaan orang lain. Hati nurani (Consclence), suara hati yang menyuarakan mana yang benar dan salah. Kontrol diri (Self Control), kemampuan mengendalikan dorongan dan berpikir sebelum bertindak. Menghargai (Respect), kemauan memperlakukan dan menganggap orang lain berharga. Kebaikan (Kindness), perhatian terhadap kesejahteraan orang lain. Tenggang rasa (Tolerance), penghargaan terhadap perbedaan kualitas tiap individu. Keadilan (Fairness), kemauan memperlakukan orang lain secara layak, adik, dan tidak memihak.

Proses Belajar

Proses belajar membutuhkan pemahaman yang bergantung pada usia, pendidikan dan budaya. Afektif yang perlu merasakan adanya konsekuensi dan juga tingkah laku yang memerlukan pembiasaan, contoh dan lain sebagainya.

Faktor Eksternal dalam membentuk disiplin protokol kesehatan

Faktor eksternal yang harus diperhatikan dalam membentuk disiplin protokol kesehatan adalah perlu adanya penerapan aturan yang baku dalam hal ini aturan yang ada harus benar-benar jelas sehingga dapat dimengerti oleh semua lapisan masyarakat, perlu adanya contoh dari para tokoh dan perlu adanya konsekuensi yang ketat dan relevan dalam pemberian hukuman bagi yang tidak menjalankan penerapan protokol kesehatan.

Tips meningkatkan kesadaran dan disiplin dalam diri

Jadi bagaimana sih cara meningkatkan kesadaran dan disiplin dalam diri saat menerapkan protokol kesehatan dan adaptasi kebiasaan baru ini?

1. Perkuat Moral Virtue

Perkuat 7 aspek moral virtue yang telah disebutkan diatas. Dengan meningkatkan moral virtue kita, maka secara perlahan kesadaran dan disiplin dalam diri juga akan meningkat.

2. Kenali manfaat 3 M untuk diri sendiri

Kebiasaan 3M sebenarnya juga memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan kita di tengah pandemi ini. Oleh karena itu, kenali manfat 3M ini sebaik-baiknya untuk diri kita.

3. Permudah, jangan persulit

Seperti selalu menyiapkan masker lebih dari 1 jika akan keluar rumah dan letakkan masker atau sabun di tempat yang mudah dijangkau.

4. Terapkan kebiasaan konsisten

Konsisten memang cukup sulit di awalnya. Namun untuk keselamatan dan kesehatan kita di tengah pandemi ini, kita harus terus mencoba untuk konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan ini.

5. Mulailah dari diri sendiri

Karena semua kebiasaan yang kita lakukan, memang dikendalikan oleh diri kita sendiri.


6. Mulai dari lingkungan pengaruh anda

Ingatkan orang-orang terdekat seperti keluarga dan teman sekantor dalam melakukan protokol kesehatan dan adaptasi kebiasaan baru ini.


7. Jadilah contoh untuk lingkungan

Tidak usah menunggu untuk diingatkan, mulailah dari diri sendiri dan jadikan contoh untuk orang-orang sekitar kita.

Edukasi Protokol Kesehatan Zaman Now


Pada seminar online bersama blogger ini juga hadir dr. Riskiyana S. Putra, M.Kes selaku Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. 

Seminar blogger ditpromkes

dr. Riski menginfokan bahwa virus Covid-19 saat ini sudah mengalami mutasi atau perubahan dibandingkan dengan virus Covid-19 yang dulu pertama kali beredar di Wuhan. Gejalanya virus ini masih mirip dengan gejala flu biasa, yaitu demam, batuk pilek, sakit tenggorokanm sesak nafas, dan juga lemah, letih  dan lesu. Gejala baru yang akhir akhir dirasakan oleh para pasien positif adalah tidak bisanya membaui sebuah bau dan juga merasakan semua rasa di lidah. Tidak lagi bisa mencium bau parfum dan terasa hambar saat memakan semua makanan.

Penularan virus ini masih melalui droplet, kontak pribadi saat menyentuh atau berpegangan tangan dan juga saat menyentuh benda yang telah terpapar virus dengan tangan kosong dan kemudian langsung menyentuh area wajah.

Faktor pendorong transmisi penyebaran Covid-19


Faktor pendorong tansmisi covid-19


Cukup banyak yang menjadi faktor pendorong transmisi penyabaran virus ini di Indonesia. Diantaranya adalah jumlah penduduk indonesia sebesar 268juta jiwa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, praktek cuci tangan yang masih rendah, pelaku perjalanan di dalam negeri maupun ke luar negeri, masih banyaknya penderita ISPA dan Populasi terbanyak tinggal di daerah urban. Dan juga faktor lainnya seperti ketidakpercayaan akan adanya virus ini dan juga belum adanya vaksin yang bisa mengatasi virus ini.

Pentingnya Protokol Kesehatan


Oleh karena itu dr. Riski mengingatkan tentang pentingnya menjalankan protokol kesehatan supaya jumlah penderita virus ini tidak semakin meningkat lagi di masa depan. 

Protokol kesehatan Covid-19


Jangan lupa untuk selalu menggunakan masker, menjaga jarak hindari kerumunan, mencuci tangan dengan sabun atau bawa handsanitizer saat keluar rumah, konsumsi gizi seimbang dan juga menjaga daya tahan tubuh dengan olehraga dan mengelola stress. Berikan juga perhatian lebih kepada kelompok rentan seperti orangtua usia lanjut, bayi dan juga ibu hamil. Jangan lupa juga untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Pentingnya Peran Komunitas dalam Menerapkan Disiplin Kebiasaan Baru

Peran komunitas blogger di masa pandemi


Pada seminar ini juga telah hadir Mbak Wardah Fajri sebagai perwakilan dari Blogger Crony, sebuah komunitas Blogger yang turut sera berperan untuk meningkatkan kesadaran menerapkan protokol kesehatan dan adaptasi kebiasaan baru.

Mbak Wawa menjelaskan tentang pentingnya peran sebuah komunitas di tengah pandemi ini. Sebagai salah satu komunitas Blogger yang cukup besar, Blogger Crony telah menyelenggarakan banyak kegiatan offline selama pandemi ini sebagai bentuk literasi digital disiplin protokol kesehatan. 

Program-program Komunitas Blogger Crony


Program Blogger Crony


Melalui program Blogger Care, Blogger Hangout para anggota komunitas selalu saling update informasi, bertukar kabar, saling mendukung dan juga diberikan pendampingan psikologi lewat edukasi dan diskusi via virtual event dan juga workshop online.

Wardah Fajri Founder Blogger Crony

Menurut mbak Wawa, sebuah komunitas sesungguhnya dapat memberikan peran besar di tengah pandemi ini. Bisa lewat saling bertukar kabar, memberikan bantuan moral dan materiil, memberikan pendampingan dan motivasi lewat workshop online, dan juga lewat program-program digital lainnya yang bertujuan untuk memberikan motivasi kepada yang lainnya dalam melakukan penerapan disiplin protokol kesehatan. 

Emang nggak salah banget deh turut bergabung dengan komunitas Blogger Crony yang digawangi oleh mbak Wardah Fajri dan Mas Satto Raji. Banyak banget manfaat yang bisa kita dapat dengan bergabung dalam satu komunitas, salah satunya komunitas Blogger Crony ini!

Banyak banget deh insight baru yang didapatkan setelah mengikuti seminar online dari Kemenkes ini. Untuk menekan angka penyebaran, mari kita semua lebih didiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan juga adaptasi kebiasaan baru. 

Mari kita mulai dari kita sendiri! Semoga tahun depan vaksin virus ini sudah dapat dipatenkan dan dapat didistriusikan kepada seluruh masyarakat dan kita bisa kembali beraktifitas normal seperti biasanya lagi. Aamiin. 

Tapi sebelum itu semua terwujud, tetep nggak boleh kendor pake masker, selalu ingat untuk jaga jarak dan mencuci tangan dengan meggunakan sabun yaaaa!

23 komentar untuk "Tips Meningkatkan Kesadaran Diri di Adaptasi Kebiasaan Baru"

  1. Semoga masyarakat diberikan kesadara, biar ga lengah lagi dengan keadaan sekarang ini yaaa. Dan kita pun yang penting dari diri sendiri, terus meningkatkan kewaspadaan. makasih remindernya

    BalasHapus
  2. Di depan rumah ada tempat cuci tangan dan kusediain sabun juga. Dan memang harus dimulai dari diri sendiri meski jadi patuh itu kadang dianggap aneh. Semoga itu bisa menyelamatkan

    BalasHapus
  3. Bener kayak gini dimulai dari diri sendiri dulu, baru deh edukasi sekitar. Biar pandemi cepet selesai

    BalasHapus
  4. Banyak yg patuh, tapi lebih banyak yg ignore.
    Memang susyaaahhh mengajak masyarakat untuk terapkan protokol kesehatan.
    Yah, paling engga kita aja yg komit menjalankan

    BalasHapus
  5. adaptasi menghadapi kebiasaan baru yang entah sampai kapan akan kita lakukan dan lalui ini mau gak mau harus bisa dibiasakan

    BalasHapus
  6. Jadi pengen ngoceh kayak bu Tejo. "Empatinya itu lho dipakaaaaai." Sebel saya sama yang abai dengan protokol kesehatan

    BalasHapus
  7. Iya, daripada pusing mikirin orang lain makin abai, mending kita jaga diri dan keluarga serta orang terdekat kita untuk patuhi protokol kesehatan ya..

    BalasHapus
  8. Penting banget untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi ini ya, Mbak. Setidaknya bisa mengurangi kemungkinan kita tertular virusnya. Sehat-sehat ya, Mbak.

    BalasHapus
  9. Saat pandemi gini memang butuh kesadaran masing-masing ya mbak buat patuh sama protokol kesehatan. Aku miris aja nih sama orang-orang yang masih mengabaikan itu, apalagi sama yang masih suka nongkrong ngopi-ngopi di cafe. Gemes lihatnya.

    Kalau aku karena sebelum pandemi udah selalu pakai masker dan bawa hand sanitizer ke mana-mana cukup mudah buat ngikutin ini semua. Yang sulit itu ngingetin orang rumah karena nggak terbiasa. Tapi nggak akan pernah capek kok, demi kesehatan bersama.

    BalasHapus
  10. Memasuki kondisi adaptasi kebiasaan baru malah banyak masyarakat yang kendor kedisiplinannya, saya lihat banyak yang gak pakai masker. Memang harus terus disosialisasikan lagi peraturannya dengan baku ya ...

    BalasHapus
  11. Benar ya mbak, penting banget untuk selalu sadar disiplin mematuhui protokol kesahatan

    BalasHapus
  12. Dukungan teman & komunitas bikin semangat ya & bisa salingmemngungatkan di masa adaptasi baru ini. Sehat selalu untuk kita semua dengan mematuhi protokol kesehata

    BalasHapus
  13. Nah, iyess we need support each other and alwaya keep protokol. Now i am focus with my self and family

    BalasHapus
  14. Setuju, untuk menekan angka penyebaran, kita semua harus lebih didiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan juga adaptasi kebiasaan baru. Semangat kita, untuk disiplin agar covid-19 ambyar!

    BalasHapus
  15. iya nih..urusan pakai masker tuh udah mulai kendor. Termasuk di tempat tinggal saya, udah pada berasa biasa aja. Sementara di satu sisi, jumlah kasus kian meningkat :(

    BalasHapus
  16. Jangan lupakan moral virtue.
    Aku jadi mengingat kembali dengan fenomena yang ada saat ini.
    Webinar yang bagus dan dukungan dari komunitas, semoga bisa menyadarkan banyak pihak akan pentingnya tetap menerapkan protokol kesehatan.

    BalasHapus
  17. Bagus banget acara seperti ini sering diadakan ya, blogger pun bisa berperan menyampaikan pesan ke masyarakat agar selalu menjaga protokol kesehatan

    BalasHapus
  18. Mba Wawa selalu memberikan insight yang baru tentang protokol kesehatan di masa pandemi. Kemudian juga tetap jaga jangan sampai gaduh di medsos. Senang ya bisa ikut event ini

    BalasHapus
  19. Komunitas-komunitas yang mendukung gerakan dan kampanye seperti ini harus diperbanyak lagi agar gemanya makin terdengar dan terasa oleh masyarakat luas. Salut untuk Blogger Crony.

    BalasHapus
  20. Jujur aja aku sering kesel loh mba dengan mereka yang abai dengan protokol kesehatan. Hal yang mudah aja kayak pake masker gitu aja mereka ga mau lakukan. Terus kudu gimana lagi kan ya menjaga kesehatan kalau hal mudah gitu aja tak mau menjalankannya. PR banget deh edukasi hal ini ke masyarakat.

    BalasHapus
  21. Memang nggak mudah untuk menanamkan kesadaran menerapkan 3M ini. Musuh sesuatu yang tidak terlihat. Jadi ada yg masih tidak percaya. Tapi semoga dengan edukasi seperti ini yg tadinya abai jadi mengerti dan patuh.

    BalasHapus
  22. Ngeri ya mbak dengan peningkatan pasien covid 19,kita itu tertinggi ke3 sedunia Dan dab nomor 1 Asia lho. Subhanallah. Parahh banget. Dan Sekarang malah ngurusin omnibus law yang bikin retake hati takut, bukannya serious meredam penyebaran covid 19 .

    BalasHapus
  23. Alhamdulillah pas acara ini bisa asyik ngetwit jadi ngga ketinggalan info juga

    Eeeem ga salah ada dalam komunitas keren keren yaa Jeng Dian

    BalasHapus