Berhati-hatilah dalam Meninggalkan Jejak Digital!

01.23.00


Beberapa saat yang lalu aku sempet baca sebuah sharing pengalaman seseorang di facebook, dia menjelaskan betapa mudahnya kita mengajukan kredit pinjaman berbekal foto KTP seseorang atau memata-matai seseorang lewat data-data pribadi yang mereka bagikan di facebook. Tanpa kita sadari, hal-hal kecil semacam data pribadi yang kita bagikan di jejaring sosial media kita, ternyata bisa berpotensi mendatangkan kejahatan untuk kita.

Oleh karena itu, sebagai pengguna internet kita harus lebih bijak dalam meninggalkan jejak digital kita. Apa sih jejak digital itu? Jejak Digital atau digital footprint adalah rekaman interaksi kita di dunia maya yang kadang dengan sadar atau tidak sadar kita tinggalkan atau bagikan kepada yang lain.


Jadi, sebagai pengguna internet yang bijak, kita juga harus lebih berhati-hati lagi nih dalam meninggalkan jejak digital kita. Nah, kira-kira jejak digital seperti apa sih yang harus segera kita delete?

1. Data pribadi atau segala foto yang memuat data-data pribadi kita

Kalo aku biasanya tidak memunculkan nomer telepon di Facebook Profile maupun di kontak instagram bisnis. Masih mending kalo cuma dikejer tukang KTA lagi untuk nawarin produknya, gimana kalo sampe telepon penipuan? Begitupun dengan fotokopi KTP, SIM maupun paspor, kalo emang mau pamer kalo pasfoto kita oke disitu, jangan lupa ditutup dulu ya nomer-nomer penting dan alamat kita. 

2. Jangan pernah memilih 'Remember Password' jika log in ke akun sosial media kita di gadget yang bukan milik kita pribadi

Yup, untuk amannya, jangan pernah meng-klik 'Remember password' saat kita masuk ke sebuah web yang menggunakan user dan password kita, di komputer warnet atau gadget pinjaman. Bahaya kan kalo akun kita sampai dibajak dan dipergunakan untuk hal yang tidak baik?

3. Untuk para mommies, hindarilah memposting foto anak-anak kita yang kelak akan mengundang kejahatan

Apalagi kejahatan seksual yang akhir-akhir ini lagi marak banget ya. Hindarilah memposting foto anak kita dalam keadaan nude atau minim busana. Kalo sampe disalahgunakan oleh pedofilia kan mengerikan yaaa :(

Ada juga yang berpendapat bahwa sebaiknya kita tidak menguplod foto anak-anak sama sekali, selain karena sesungguhnya mereka punya haknya pribadi, rawannya kejahatan kepada anak juga menjadi salah satu alasannya. Tapi semuanya kembali lagi ke tangan orangtua si anak tersebut.

Kalo aku sendiri, jujur belom bisa untuk tidak memposting foto anak-anak sama sekali. Tapi niatnya sedikit-sedikit mau mulai mengurangi lah, atau kalo bisa jangan posting foto anak yang terlalu close up, mungkin yang pas nunduk, hadap samping, atau ketutup topi yang penting kalo bisa jangan full photo yang terlalu jelas aja. Yang sekiranya bakal memancing kejahatan lah yaaa. Ehehehee

Yak itu dia menurut aku, 3 poin utama yang harus dihapus dari jejak digital kita. Soalnya jaman makin ngeri, bok. Adaaa aja orang jahat yang menggunakan segala cara untuk mendapatkan kemauannya. Semoga kita dan keluarga kita selalu terlindungi dari hal-hal buruk di depan yaaa. Aaaaaaamiin.

Kalo yang lain gimana? Sekiranya apalagi nih yang penting banget untuk dihapus dari jejak digital kita? :)

You Might Also Like

14 komentar

  1. Wah, kalo soal nggak sama sekali posting foto anak sih jujur aku kurang setuju hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku jugaaaa, masih pengen ya mak posting-posting foto anaaak. Hihihihiiii

      Hapus
  2. saya rasa posting foto anak gak apa sih mbak. asal pas foto dinonaktifkan maps-nya. Katanya sih, penjahat mempelajari kebiasaan kita. Jd sering foto anak pas pulang sekolah, keliatan dari seragam atau lokasinya. Terus cerita banyak si anak ada kegemaran khusus, pokoknya yg terlalu personal dah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaa, setuju banget maaaak. Pokoknya jangan sampe ngebuat orang jahat bisa nyiriin kebiasaan kita sm anak-anak yaaaa

      Hapus
  3. bener tuh,, jangan memposting hal hal yang sifatnya personal.. supaya aman dari kejahatan.

    BalasHapus
  4. aku juga ngurangin posting foto anak mba...ga kayak dulu lagi. kalaupun posting biasanya"latepost" jadi ga pas kejadian...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah idenya boleh juga nih mak, kasi latepost aja yaaa. Atau ya itu jangan dikasi keterangan lokasi yaaaa

      Hapus
  5. Nice share mbak ^^
    tulisannya bermanfaat
    #note

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasi sudah mampir kesini ya mbak Nunuuuu :D

      Hapus
  6. Kalo aku, jangan update status macem : sendirian di rumah, org rumah pada ke suatu tempat sampe tanggal sekian.
    Trus pake geotag location pula.

    Syeremmm

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha. BENER BANGEEETTTT! Apalagi kalo ngepostnya di sosmed yang bisa diliat semua orang yaaa. Ngeri aja kan kalo ada maling masuk rumaaah. Huhuhuuhuu

      Hapus
  7. ini nih postnya ngena banget. aku kadang suka gimana gitu kalo ngeliat mommies yang pada post foto anaknya di sekolah lengkap dengan geotaggingnya. kita kan gatau siapa aja yang buka sosmed kita dan who knows kalo ada org ga bener disitu :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa, kadang emang suka pada ngasal aja ya, biar oke ditulis lengkap semuanya di foto yang diuplod. Mudah-mudahan makin lama makin banyak mommies yang makin sadar kalo berlebihan ngasi keterangan di sosmed itu bahaya ya mbaaaa

      Hapus

Terima kasih sudah membaca Adriana Dian's Blog dan meninggalkan komentar disini. Silakan tinggalkan link blog lewat pilihan name/URL ya, jadi bisa aku kunjungi balik. Link hidup yang ada pada komentar akan langsung dihapus. Makaciiii❤︎❤︎❤︎