Bagaimana rasanya pertama kali menggunakan KB IUD?

10.21.00

Holaaaaa :)
Assalamu'alaikum



Setelah lama nggak posting, akhirnya menemukan kembali semangat sharing pengalaman setelah baca beberapa komen di postingan Bagaimana Rasanya Menjadi Seorang ibu Muda? :) Terima kasih yang sudah komen, komen-komen yang menumbuhkan semangat untuk kembali posting! Yeah!

Oke, mari lanjut! :) Postingan kali ini mau cerita tentang pengalaman pertama menggunakan IUD :) Dua tahun yang lalu, tepatnya setelah melahirkan Rizky, aku langsung membulatkan tekad untuk menggunakan alat ber-KB. Karena dulu setelah melahirkan Luna aku nggak langsung memmbulatkan tekad untuk  KB, makanya kemudian muncul Rizky. Eheheee. 

Catatan khusus:
Desas desus tentang haramnya KB sempet ngebingungin aku sama suami awalnya, tapi kebetulan karena aku melahirkan di Rumah Sakit Islam, yang setiap ibu melahirkannya diberikan buku panduan berjudul 
"Tuntunan Islam Bagi Wanita Muslimah (Pada Masa Kehamilan, Kelahiran dan Menyusui)"
 Dan di dalam buku itu pada halaman 101-102 dijelaskan bahwa:

- Penjarakan kehamilan dapat dibenarkan sebagai kondisi darurat atas dasar kesehatan dan pendidikan dengan persetujuan suami istri atas pertimbangan dokter dan ahli agama.
- Yang diamaksud dalam kriteria darurat adalah:
a. Mengkhawatirkan keselamatan jiwa atau kesehatan ibu karena mengandung atau melahirkan, bila hal itu diketahui dengan pengamalan atau keterangan dokter yang dapat dipercaya sesuai firman allah dalam Q.S. Al Baqarah 195 dan Q.S An Nisa 29
b. Mengkhawatirkan keselamatan agama, akibat faktor-faktor  kesempitan penghidupan, seperti kekhawatiran akan terseret menerima hal-hal yang haram atau menjalankan atau melanggar larangan karena di dorong  oleh kepentingan anak-anak , sejalan dengan firman allah dlam Q.S Al Baqarah 185 dan Al Maidah 6. Serta mengkhawatirkan kesehatan atau pendidikan anak-anak bila jarak kelahiran terlalu rapat. Sesuai dengan salah satu Hadits hasan diriwayatkan Ahmad, Ibnu Majah dan Ibnu Abbas dan oleh Ibnu Majah dari Ubbadah "Jangan Bahayakan (dirimu) dan jangan membahayakan (orang lain) "

Dan bisa juga merujuk pada hasil googling berikut ini,

sumber: http://al-atsariyyah.com/hukum-program-keluarga-berencana.html
Alasan utama aku sendiri adalah memberikan jarak yang tepat diantara kehamilan dan kelahiran anak supaya bisa merawat,  menyusui, memberikan kasih sayang serta mendidik dengan maksimal dan sebaik-baiknya. :)

Oke lanjut! Dari awal emang aku udah mastiin pilihan aku untuk pake KB jenis IUD, karena mama dan ibu mertua aku pake itu juga, dan kurang yakin sama alat-alat KB yang lain. Contohnya, untuk kondom bakal lebih boros di biayanya, suntik KB? harus bolak-balik pertiga bulan atau enam bulan sekali, duh repot rasanya kalo mesti bolak-balik. Hehe. Ada susuk/implan juga ya, tapi rasanya serem sekali kalo ngebayangin mesti disayat kulitnya untuk masukin susuk tersebut (untuk keterangan lebih lengkap mengenai KB susuk/implan bisa dilihat disini). Dan ini sedikit info tentang IUD.


sumber: http://tips-sehat-keluarga-bunda.blogspot.com/2013/05/kelebihan-alat-kontrasepsi-iud-spiral.html


Akhirnya pun aku membulatkan tekad dan mengambil keputusan untuk emnggunakan KB jenis IUD. Nah, selanjutnya aku tanya-tanya dan cari-cari tempat masangnya nih.  Perkiraan aku, rumah sakit pasti bakalan jadi tempat paling mahal untuk pasang IUD ini, namanya ibu-ibu irit akhirnya aku cari-cari informasi biaya dulu di salah satu bidan yang kebetulan adalah ibunya temen kuliah aku. Dan ternyata di kliniknya untuk pasang KB IUD ini biayanya sebesar Rp. 450rb rupiah, dengan catatan IUD yang akan ditanamkan dalam rahim aku adalah IUD yang paling bagus dan paling mahal. Merknya Nova-T kalo nggak salah.

Biaya segitu cukup berat untuk aku ya saat itu, apalagi waktu itu suami baru mulai-mulai kerja. Baru ngerintis dari bawah banget kerjanya, dan gajinya setara UMR. Akhirnya waktu itu mama bantuin tanya ke salah satu temen mama yang kerja di puskesmas pemerintah, sebagai salah satu tenaga kesehatan disana. Dan dari temen mama itu, aku jadi tau, baru tau bahkan kalo pemerintah Jakarta itu menggratiskan pemasangan KB jenis apapun untuk seluruh warga jakarta. Gratisnya mulai dari kondom, suntik, susuk, spiral bahkan operasi tubektomi/pengikatan rahim. Namanya juga ibu-ibu denger kata gratisan ya, akhirnya aku mutusin untuk ber-KB di puskesmas Cempaka Putih, puskesmas pemerintah yang terdekat dari rumah sekaligus puskesmas tempat temennya mama bekerja. 

Akhirnya akupun memutuskan untuk kesana kurang lebih dua bulan setelah melahirkan Rizqi tepatnya saat menstruasi pertama kali setelah nifas. Kebetulan gedung puskesmas Cempaka Putih saat itu sedang di renov, dan untuk sementara mereka menyewa sebuah rumah untuk dijadikan puskesmas yang kebetulan letaknya ga terlalu jauh juga dari gedung sebenarnya. Syarat utama untuk mendapatkan pelayanan dan pengobatan gratis adalah membawa fotokopi KTP DKI Jakarta dan fotokopi Kartu Keluarga, syarat ini wajib dan kalo nggak dipenuhi makanya pengobatannya pun dikenakan biaya. Aku pun ngebawa fotokopi KTP dan KK aku ke loket utama untuk mendaftar tanpa dikenai biaya sedikitpun. Dan di puskesmas tersebut untuk imunisasi bayi dan pelayanan KB tidak diberlakukan antrian umum, jadi kita bisa langsung masuk ke dalam ruangan periksanya. Saat itu aku ke puskesmas ditemenin mama, karena suami aku kerja dan aku juga mesti bawa dua anak aku, Luna waktu itu masih satu tahun dan Rizqi baru beberapa bulan. Aku pun langsung masuk ke ruangan, dan mama nunggu diluar sama anak-anak aku, aku bener-bener ketakutan kalo tiba-tiba pas aku di dalem ruangan, Luna bakalan lari-lari jauh dari mama atau Rizqi bakal nangis kenceng-kenceng. Maaf selalu ngerepotin ya Mah :'(

Sesampainya di dalam ruangan, ruangan untuk pasien KB dan imunisasi bayi ini disatukan, hanya dipisah oleh sebuah sekat kayu pendek. Dan ruangannya cukup sempit, maklumlah ya karena mereka pun statusnya hanya 'mengungsi' dirumah tersebut. Awal masuk ke ruangan tersebut temennya mama ikut nemenin aku dulu, dia ngejelasin ke temannya yang merupakan Bidan yang bertugas disitu tentang keadaan aku yang saat itu bawa dua anak dan minta untuk lebih didahulukan kalo bisa. Agak curang ya.. Tapi waktu itu emang puskesmas masih sepi sekali dan sepertinya aku bener-bener pasien pertama disana. Kemudian aku segera diwawancara mengenai data pribadi oleh salah satu bidannya, data-datanya mencakup tentang biodata diri sendiri, keluarga, serta data terpenting adalah kapan terakhirkali berhubungan badan dengan suami. Setelah melegkapi data tersebut, aku disuruh memfotokopi data tersebut dan diberi map berwarna hijau. Alhamdulillah waktu itu temennya mama bantuin aku memfotokopikan dokumen tersebut, soalnya aku sendiri bingung dimana mau fotokopi karena aku asing dengan daerah itu. Sembari menunggu fotokopian Ibu-ibu peserta KB lainnya pun mulai banyak berdatangan. Satu ibu yang menarik perhatian aku adalah ibu-ibu yang saat itu sedang diwawancara persisi di depan aku.

Ibu Bidan  : Kapan terakhir kali berhubungan dengan suami?
Pasien KB : Saya belum berhubungan sama sekali bu setelah melahirkan.
Ibu Bidan  : Jangan bohong! (Bener-bener keras suaranya)
Pasien KB : Saya nggak bohong bu.
Ibu Bidan  : Jangan bohong ya Bu! (Makin keras suaranya)
Pasien KB : Sumpah demi Allah bu, kan saya yang ngalamin.
Ibu Bidan   : Kalo ibu bohong ibu tanggung sendiri akibatnya ya.

Begitulah, aku sendiripun bingung, apa si ibu bidan ini bisa mendeteksi kebohongan atau gimana ya. Sampe nggak percaya sama sekali sama Ibu tersebut. Padahal Ibu pasien KB tersebut bener-bener nggak ada tampang berbohong, mukanya polos, pakaiannya pun sederhana, mimik wajahnya datar dan ga banyak ngomong kalo ditanya. Setelah kejadian itu aku jadi ketakutan sendiri, wah aku mesti lebih ramah dan jaga omongan nih abis ini, kalo nggak gitu mungkin aku juga bakal dibentak di depan banyak orang.

Kemudian dokumen aku yang udah di fotokopipun dateng dan aku segera dipanggil. Akupun segera mendatangi bidan yang memanggil aku tersebut. Disitu aku baru sadar, kalo tempat tidur kelak aku bakal dipasangi KB dengan keadaan setengah telanjang tidak ada tirainya sama sekali dan berada di belakang Ibu Bidan tersebut, alias di ruangan yang sama dengan ruangan interview tadi, alias di tempat terbuka dimana aku bisa dilihat oleh banyak. Aduh! 

Sebelum naik ke tempat tidur, aku terlebih dahulu disuruh untuk ke kamar mandi untuk pipis dan cuci-cuci. Setelahnya, aku pun segera mendatangi ibu bidan yang akan memasangkan IUD tersebut. Dan aku pun disuruh buka celana di pojok dekat tempat tidur tersebut. Untungnya ada salah seorang mahasiswi akper yang mau megangin selimut untuk menutupi aku yang lagi buka celana tersebut. Karena agak malu dan takut diliatin banyak orang, aku buka celananya pun pelan-pelan (bego banget ya aku waktu itu pake celana) Dan akhirnya pun aku dibentak oleh Ibu Bidan, "Buka celananya lama amat sih Bu!!"Cukup nyesek ya akhirnya dapet bentakan juga dari ibu bidan tersebut, atas nama penghematan biaya pemasangan IUD tersebut akupun ikhlas menerima bentakan tersebut :') 

Selanjutnya akupun berbaring di tempat tidur khusus itu dimana terdapat penyangga kaki supaya aku bisa membuka kakiku lebar-lebar. Sayangnya saat itu nggak ada lagi mahasiswi Akper yang megangin selimut, jadi aku pun cuma naro selimut itu di atas badan aku dan nutupin sebisanya. Saat itu aku sadar, aku mulai jadi pusat perhatian. Saat itu lebih banyak pasien KB yang dateng kesana untuk menggunakan suntik KB dan posisi penyuntikannya di sebuah temat duduk yang mungkin cuma berjarak lima langkah dari tempat pembaringan aku.  San jarang sekali yang memilih IUD ya, mungkin karena terlalu horor cara memasangnya. Saat itu akupun mulai deg-degan sendiri. 

Sebelumnya, bisa diliat dulu ya salah satu video di youtube tentang pemasangan IUD ini, (Lumayan. Agak. Ngilu. )



Lanjut! Dari atas tempat tidur, aku ngeliat si Ibu bidan mensterilkan peralatannya dengan menggunakan api, peralatannya dibakar kurang lebih 30 detik hingga 1 menit. Mulai horor nih, dalam pikiran aku, wah ni Ibu mau debus ya pake-pake api segala. Sesudah steril dan didinginkan, Ibu Bidan tersebut mulai memasangkan kertas tisu di bawah badan aku, dan mulai mengambil salah satu alatnya yang bernama cocor bebek. Dan beliau mulai memanggil beberapa mahasiswi Akper agar mereka ngeliat caranya Ibu Bidan ini menanamkan IUD di rahim aku. Resmilah aku jadi tontonan langsung :") Speechless!

Kira-kira beginilah bentuk dari alat cocor bebek.

Jadi mulutnya si cocor bebek tersebut dimasukin ke dalam vagina kita (Duh, nulisnya ngilu!) kemudian dibuka dengan cara diputar ya tujuannya untuk melebarkan lubang vagina yang kelak akan ditanami oleh IUD. Dan horornya adalah pas diputer itu puteran cocor bebeknya bunyinya "Krek krek krek" Ngiluuuuuuuuuuuu rasanya dan dengernya :"| Kemudian Ibu Bidan ngambil sesuatu lagi dan kemudian ga sampe 3 menit, Ibu bidan bilang, "Selesai."

Saking cepetnya aku sampe nggak percaya, karena memang saat Ibu Bidan masukin IUDnya ga berasa apa-apa sama sekali, tusukan-tusukan pun nggak. Mungkin karena saat itu aku sedang hari haid ke lima, sesuai dengan waktu tepat yang disarankan bidan untuk pemasanangan IUD jadi rasanya nggak sakit sama sekali. Karena katanya saat itu jalur vagina kita sedang merenggang dan membuka lebar.

Akhirnya sebelum Ibu Bidan marah karena aku kelamaan akupun segera turun dari tempat tidur dan kembali mengenakan celana kau lagi. Kemudian Ibu bidan pun menjelaskan jika aku tidak boleh berhubungan dulu dengan suami selama seminggu kedepan dan diharuskan untuk kembali kontrol seminggu kemudian. Setelah mengucapkan banyak terima kasih akhirnya kaupun meninggalkan ruangan tersebut. Leganyaaaaaaaa! 

Apakah cerita panjang ini berakhir samapai disini? Belum belum. masih ada bagian menarik! Seminggu kemudian aku balik kesana. kali ini tanpa minta ditemenin temennya mama, nggak enak ngerepotin terus. Hehe. Aku pun kembali dibaringkan dan diperiksa dengan cocor bebek untuk dilihat posisinya. yang kali ini ga begitu horor ya karena udah tau situasinya. Hehe. Dan alhamdulillah hasilnya bagus, karena aku nurutin nasihatnya Ibu Bidan. Hihihii

Dua atau tiga bulan kemudian, menstruasi aku semacam tersendat-sendat. Jadi nggak lancar kaya biasanya, dan aku jadi parno sendiri karena takutnya aku udah 'isi' lagi. Akhirnya akupun memutuskan untuk memeriksakan IUD ini ke RS OMNI yang terdekat dari rumah. Dengan pertimbangan di OMNI ini ada alat USG yang bisa melihat langsung ke dalam perut aku. Super deg-degan sebelum ketemu Obgynnya takutnya aku bener-bener divonis hamil lagi. Setelah masuk dan konsultasi, dengan pelayanan dokternya yang ramah banget banget banget, ternyata alhamdulillah kata dokter keadaan seperti itu (menstruasi yang tidak lancar dan hanya keluar flek-flek saja) memang normal untuk wnaita yang menggunakan IUD. Untu lebih yakinnya pun aku menjalani USG dan Alhamdulillah lagi, dokternya bilang kalo posisi IUD aku bagus yang berarti Ibu Bidan yang waktu itu memasangkannya, sudah sangat senior dan mahir sekali.  Walaupun Bu Dokter pun sempet berbincang sama aku dan dan mengingatkan aku, kalo sebenernya dengan menggunakan KB apapun, bahkan pengikatan rahim sekalipun, kita tetep bisa hamil lagi kok, nggak ada yang benar-benar 100% menstop kehamilan kita. Karena semuanya datang dari Allah dengan seizinnya kan. Ibu Dokter ini bijak sekali. :'))

Akhirnyaaaa, sampai juga kita di ujung postingan. Bersama postingan ini sayan ingin mengucapkan terima kasihbanyak sekali kepada Mama tersayang yang selalu setia nemenin aku kemana aja. Makasih banyak ya MAh :') Kepada temennya mama,Ibu Sadeli yang udah repot mengurusi aku pertama kali di puskesmas :) Ibu Bidan senior yang kemahirannya tidak diragukan lagi waktu memasangkan saya IUD (Maaf saya tidak sempat berkenalan secara langsung). Ibu Dokter Obgyn di OMNI Pulomas yang aku lupa namanya tapi yang  pasti beliau ini ramah sekali :') dan untuk pemerintah Jakarta yang sudah memberikan dana kesehatan untuk mendukung program KB :) Semuanya terima kasih banyaaaak, semoga Allah memebalas kebaikan semuanya dengan balasan yang setimpal. Aaaaamin YRA.

Kesimpulannya, mungkin efek puskesmas yang fasilitasnya saat itu minimun dikarenakan sedang direnov ngebuat aku horor sendiri ya saat pasang IUDnya. Tapi pemasangan IUD ini sendiri sebenernya cukup cepat sekali dan ga berasa apa-apa kok pas ditanamkannya (mungkin karena waktu itu hari sedang haid hari ke 5 juga). Pemakaiannya pun aman, aku nggak ngerasain sama sekali ada yang ngeganjel di rahim dalam berbagai aktivitas aku. ASI pun lancar alhamdulillah, akupun masih bisa beraktivitas normal. Angkat galon pun masih bisa :) Ehehe. Walaupun kabarnya IUD ini masa aktifnya hingga 5 tahun ke depan, tapi untuk amannya mungkin setiap tahun aku bakal memeriksakan posisi IUDnya ke dokter kandungan yang ada alat USGnya langsung. Jadi nggak perlu ketemu cocor bebek lagi :') Serem!

Oke, cukup sekian dulu postingan super panjang kali ini. Semoga bermanfaat dan berguna untuk ibu-ibu yang akan menggunakan KB. Kalo mau tanya-tanya boleh via comment box :) Insyaallah akan aku jawab secepatnya :)

Thank you for walking here Young Mother!
Wassalam :)

You Might Also Like

64 komentar

  1. Sist. Infonya bermanfaat banget kebetulan saya sedang cari2 info tentang IUD. Alhamdulilah nemu. Dan sepertiny kasus kita sama deh. Jarak si kaka sama dede deket banget. Anak aku juga 2 cowo samacewe nah sekarang baru mau KB. Hehehe..thanks a lot ssist

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Ibu Muda! Alhamdulillah kalo bermanfaat :)
      Kita harus toss dulu sesama ibu beranak dua *toss!* Ehehee.
      Aku doakan semoga sukses ya KBnyaa. Aaaamiiinn :)

      Hapus
    2. Bund mau tanya apakah memakai kb iud benar2 akurat untuk mencegah kehamilan sesuai jangka waktu yang diberikan oleh alat kb tersebut.

      Hapus
  2. sista..emang waktu pemasangan yang baik itu pada saat kita haid ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo sist! Hehe
      Iya baiknya begitu saat sedang hari ke empat/kelima haid. Saat darahnya udah ngga begitu banyak lagi. Sebetulnya bisa juga kok pas lagi ngga dapet. tapi katanya lebih sakit. Hehe. Karena aku pasang pas lagi haid hari ke empat dan beneran ngga berasa sakit. Mungkin penjelasan lebih detailnya lagi bisa langsung ke bidan terdekat. Ehehee.

      Hapus
  3. Setalah pasanh iud ada meriangnya ga mba?kan itu ada benda asing masuk ke tubuh kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama sekali ngga kok mba. Malah ngga berasa apa-apa. Kita bergerak, jongkok, tiduran atau leloncatan pun juga ngga berasa. Pokoknya aman kok mba.. Kata suami juga oke-oke aja. Ehehee

      Hapus
  4. Trimkasi yah sist atas informasi yg penting ini.. Kbetulan aku lgi mncari informasi ttg program KB IUD.. Sngat brmanfaat skali..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mba.. Alhamdulillah bisa bermanfaat untuk yang pembacanya.. Terima kasih juga sudah mampir ke blog ini ya mba.. :)

      Hapus
  5. Iya saya juga udah pakai KB IUD ini..pasang nya cepet dan Alhamdulillah ga ada rasa ngeganjel..suami juga nyaman katanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya setuju banget mba! *toss* ehehee

      Hapus
  6. Sist saya jg baru pertama kali pake IUD Blum Ada 1 minggu, klau prtama pakek IUD menstruasi.a APA gk lancar gitu.a?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, aku juga awalnya selama beberapa bulan pertama menstruasi hanya berupa flek. Setelah setahun baru normal seperti biasa. Kalo mbak masih menyusui juga biasanya akan terpengaruh ke menstruasi. Aku juga sempet bingung dan sampe konsultasi ke obgin di RS Omni karena takut hamil lagi. Ehehe. Alhamdulillah kata dokternya hal itu normal kok. Malah kata dokternya,( waktu itu saya berkonsultasi dengan obgin wanita) Beliau ngga menstruasi sampe 7 bulan setelah melahirkan karena pengarah ASI eksklusif juga :)

      Hapus
  7. Sist saya jg baru pertama kali pake IUD Blum Ada 1 minggu, klau prtama pakek IUD menstruasi.a APA gk lancar gitu.a?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo!
      Iya, berdasarkan pengalaman pribadi aku sendiri memang pemakaian IUD ngerubah siklus menstruasi. Dari yang tadinya normal-normal aja mendadak jadi ngeflek yang cuma beberapa hari aja. Dan kata Obgyn tempat aku konsultasi, itu normal-normal aja kok. Mohon maaf baru sempet bales komennya yaaa. Hehe.

      Hapus
  8. Sista, sy pake iud ko msh ngflek ya pdhl udh 1bulanan trus nt berhenti 1s/d 2hr tp abz t keluar lg ngflek nya. Yg sy pke jg merk t nova punya nya bayer. Mohon penjelasan nya sista...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Sist Dina!
      Pun aku juga begitu setelah menggunakan IUD, menstruasi jadi ngeflek dan cuma beberapa hari aja. Menurut pendapat Obgyn tempat aku konsultasi hal itu normal-normal aja kok. Memang IUD katanya memberikan efek yang beda-beda ke setiap penggunanya. Apalagi kalo sist sendiri masih ASI eksklusif, hal itu juga mempengaruhi hormon yang berimbas langsung ke menstruasi. Dan kalo ngga salah Nova T itu merk paling bagus kok untuk IUD (dan paling mahal juga ya kalo ngga salah? Hehe) Tapi kalo memang sist merasa kurang nyaman dan masih ngga yakin, bisa langsung konsul ke dokter/bidan untuk mendapatkan penjelasan yang lebih meyakinkan lagi. Ehehe. Semoga jawaban ini membantu ya sist. Terima kasih sudah mampir ke blog ini yaa :)

      Hapus
  9. Bundsay pas pke cocor bebeknya itu sakit ga? Rasanya gmn yaa pas bunyi krek krek gitu >.<
    Trus cocr bebeknya itu gede apa ga??
    Yampunn bner2 takut :'(

    Thx bundsay

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo juga Bundsay! Ehehe.

      Emang agak horor ya cocor bebek yang di puskesmas ini. Tapi menurut cerita kakak aku yang pasang IUD di rumah sakit biasa. Katanya ngga ada tuh bunyi krek krek di cocor bebeknya. Ehehe. Berarti mungkin cocor bebek yang di puskesmas ini cocor bebek jenis lama ya. Jadi mungkin agak kurang oli atau gimana ya? (Lah kok malah makin horor :D) Hihiiii.

      Tapi yang pasti ya Bund, pas IUDnya dimasukin ke dalem rahim kita, bener-bener ngga berasa apa-apa kok. Ngga ada rasanya sama sekali. Yang berasa cuma pas dipasang cocor bebeknya aja. itu juga cuma 5-15 menit aja paling lama. Hehe. Abis dipasang ya udah. Ngga ada perasaan apa-apa. Ganjel-ganjel di perut pun ngga. Kalo aku sih nyaman-nyaman aja. Suami juga nyaman-nyaman aja. hihihii

      Pokoknya kalo dari aku, IUD ini recommended banget deh. Ngeri-ngeri dikit selama 5-15 menit untuk keamanan 5-10 tahun kedepan worth it kok untuk aku. Ayo Bundaaa, jangan takut yaaaa! Hehe

      Hapus
  10. Ikutan nanya ya bund, dlu bunda melahirkan normal atw operasi? Kebetulan saya operasi, kira2 ngaruh gak ya pas pasang IUD nya (tingkat gampang susah alias sakit nggaknya), kn kalau normal udah agak longgar miss v- nya apakah berpengaruh... Jujur, saya takut sakit wkt pasang IUD... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Bunda Yuli!

      Aku alhamdulillah lahiran normal. Sepertinya ngga terlalu ngaruh kok Bund, kan kalo normal dijahit juga. Malah sebenernya mungkin sereman normal ya. Takutnya mungkin jaitannya robek gitu. Heheheee. Tapi kalo aku pasang IUD berselang sebulan setelah melahirkan, aman-aman aja kok jahitannya kena cocor bebek. Hihi.

      Emang pasti ngeri ya Bund bayanginnya. Hihii. Tapi beneran kok, sama sekali ngga ada rasanya pas IUDnya masuk ke rahim kita. Kalo pas dipasang cocor bebeknya, saran aku rileks aja. Kalo pasang di rumah sakit mungkin lebih nyaman ya dibanding pasang di puskesmas. Hehe. Kalo sakit sih beneran ngga, cuma mungkin agak ngilu aja waktu bagian cocor bebeknya dan kebetulan juga kitanya udah parno duluan ya. Hehehe. Duh, mudah-mudahan artikel blog ini ngga ngebuat ibu-ibu jadi takut ya pasang IUD. Aku jadi ngga enak. Uhuhuuu.

      Semangat ya Bunda Rahmaaa! Jangan dibawa parno, paling lama cuma 15 menit kok. Semangaaaat!

      Hapus
  11. Bundsay mau tanya lagii dongg. Pas dipasang cocor bebeknya itu vagina kita di colok, coblos, apa gmna yaa??
    Aku bneran takut loh bund. Masalahnya brhbungan sm suami aj aku selalu takut alhasil smpe skrg masih sakit. Mknya aku takut kalo ada bnda asing masuk melalui vagina. Takutnya itu yaaa TAKUT SAKIT bund apalagi kalo ud COBLOS atau COLOK vagina :(
    Bls yaa bund.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo juga Bundsay! :D

      Hmmm. Gimana yaaaa, aku jadi bingung balesnya. Eheheee. Tapi dari pertanyaan Bundsay ini aku tau kl Bundsay itu bener-bener takut banget ya kalo ada benda asing masuk ke vagina kita. Aku bingung apa bedanya dicolok sm dicoblos. Huhu. Dicolok mungkin ya. Tapi beneran prosesnya ngga sampe 5 menit kok Bund. Dan aku yakin kl pasang di rumah sakit besar, alat cocor bebeknya ngga akan bunyi krek-krek kaya cocok bebek di puskesmas ini. Ehehe. Tapi semuanya balik lagi ke Bundsaynya juga. Kalo emang bener-bener takut, gmn kalo pake KB selain IUD aja. Beberapa sepupu aku juga ada yang ngga mau pake IUD karena ngeri juga mungkin ya bayangin masangnya. Mereka pilih pake kondom aja malah. Hehe.

      Jadi semuanya balik lagi ke Bundsaynya. Coba Bundsay googling-googling lagi pilihan lain KB selain IUD. Hehe. Semangat terus ya Bundsaaaaaay! :D

      Hapus
  12. Bund, it sblm dipasang iud ny, diukur dlu panjang leher rahimny dlu g? Tmnq ad yg bilg klo mo pasang iud mesti minimal panjang leher rahimny tu brp cm gt, klo kurg dr ukuran minimal y ga disaranin pke iud. Gmn bund?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Bund! :)

      Dari awal pasang bidannya sama sekali ngga ngejelasin ada pengukuran leher rahim deh seinget aku. Dan pas aku masang aku ngga ngerti deh sebelom masang bidannya ukur panjang dulu atau ngga, soalnya proses aku masang ya cuma itu. Cocor bebek, masukin IUDnya, lepas cocor bebek, selesai.

      Mungkin menurut aku IUDnya sudah dibuat sesuai standar rata-rata panjang mulut rahim wanita ya. Aku sebenernya kurang ngerti juga tentang pengukuran panjang mulut rahim ini. Hehe. Mungkin Bunda bisa langsung konsul ke bidan/Obgynnya Bunda biar lebih jelas lagi. Ehehe. Semoga jawaban aku bisa ngebantu ya Bunda. Terima kasih sudah mampir ke postingan ini :)

      Hapus
    2. Kayaknya dengernya ngeri-ngeri sedap ya bun tapi aku mau coba coz aku pake kb suntikn1bulan rambut pada rontok abis sama kok gigi jadi ikutan goyang

      Hapus
    3. Waaaah efek samping KB suntik ngga enak juga ya.. Kalo begitu, selamat mencoba KB IUD ya Bun :)

      Hapus
  13. Wah detail sekali penjelasannya.
    Pengen ketawa deh waktu baca tentang si bidan galak. Hahaha, ga pikirin bahwa si pasien malu dia yah.
    Thx ya sis buat informasinya, berguna sekali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang nih bidannya galak pisan euy! untung beneran jago masanginnya. Hihi. Sama-sama sis, makasi udah mampir kesini yaaa :)

      Hapus
  14. Bun, kan kalo iud katanya ada benangnya tuh. Itu ngeganggu ga sih waktu ML? Suami berasa aneh ga ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang pasti ada sih ya keluhan-keluhan kaya gitu. Akunya sih ngga berasa apa-apa ya bun. Suami tuh bilangnya cuma kaya ada yang tajem. Dan aku ngga tau ni suami beneran ngerasain ada yang tajem apa cuma karena parno aja. Tapi keluhan kaya gitu ngga sering kok bun. Selama aku make hampir 5 tahun ini, keluhan kaya gitu dari suami kurang dari 5 kali sih. Hihi. Apa mungkin karena posisi yang nggak pas, pas lagi hubungan ya? *duh aku malu ngomonginnya. wehehe* Semoga balesan aku ini menjawab rasa penasaran bunda yaaa. Hehe

      Hapus
  15. Assalamualaikum bunda mau tanya pas pake alat cocor bebek itu vagina kita berdarah gak...q lahiran normal dijahit luar dalem takut robek lagi bun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam Bunda. Akupun juga melahirkan normal. Dijahit luar dalem juga bun. Pas lahiran anak kedua aku ditangani bidan soalnya, ngga pake gunting-guntingan. jadi kayanya robekannya ga rapi. Hehe. Sama sekali ngga berdarah kok Bun waktu pake cocor bebeknya.Bidannya mungkin ngerti juga ya batasan ngebuka lubang vagina kita itu segimana. Hehe. Pengalaman aku sih sama sekali ngga berdarah, ngga perih pun ngga sakit juga setelahnya. Tetep berasa normal-normal aja. Ehehe

      Hapus
  16. emang kb suntik ngaruh jd rambut rontokby bun,soalnya akhir2 ini rambut aq jg rontok bgd bun,ak kb suntik yg sebulan sekali,trus tensi jd tinggi jg,padahal biasanya normal,sama bidan di disaranin pake IUD tp msh takut bun,hihi suami jg tanyanya aneh2 klo lepas gmna?blm pasang si untuk sekarang tp pgn coba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga awalnya takut sih Bun pake IUD. Tapi karena liat mama aku dan mama mertua aman-aman aja, yaudah akhirnya aku beraniin. Hehe. Saran aku sih yang penting pas abis pake tetep ikutin saran dari dokter/bidannya. Kaya kata bidan aku yg masang ini, jangan berhubungan dulu. Abis itu tetep dateng pas kontrol kedua. Dan aklo ngerasa ada yang aneh-aneh sebaiknya langsung balik lagi ke dokter/bidan. Kalo gamau dikobok-kobok vaginanya, bisa cari dokter/bidan yang ada USGnya. Inshaallah aman kok Bun.. Aku buktinya udah 5 tahun pake dan aman kok. Hehe. Makasi sudah mampir kesini ya Bun.. :)

      Hapus
  17. Bunsay mksh informasinya,kebetulan emank lg browsing pengen iud soalnya trauma hamil lg karna pas lahir anak kedua aq pendarahan infeksi rahim. Lg cari rs yg pas sama biayanya nih..klo aq lebih takut setelah pemasangannya takut pendarahan lg..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Inshaallah aman kok Bun.. Aku juga awalnya nggak percaya sama puskesmas, eh tapi ternyata alhamdulillah malah yang masang ternyata bidan senior.. Walaupun galak banget orangnyaaa. Ehehehee. Biar lebih yakin, kalo saran aku cari tempat masang yang sekalian ada USGnya bun, jadi biar abis masang bisa langsung diliat posisi si IUDnya ini udah oke atau belum.

      Wah kalo ada riwayat pendarahan rahim gitu mungkin emang lebih parno ya Bun.. Baiknya didiskusikan dulu aja sama dokternya KB apa yang paling cocok untuk bunda Waras.. Mudah-mudah bunda sekarang sudah menemukan dokter/bidan yang cocok untuk pemasangan IUDnya yaaa. Dan semoga nggak ada pendarahan lagi, sehat terus ya Bunda.. Aaaaamiinnn.

      Hapus
  18. Hay Bun..

    salam kenal sebelumnya :)

    terima kasih artikelnya yang amat sangat membantu,
    aku kepengen banget pasang spiral tapi rasa takut yg menghantui bikin gak jadi-gak jadi mulu >,<

    aku kan kerja jarak tempuhnya kurleb 25km sekali jalan, kalau pake spiral aman gak ya?
    kan di motor duduk terus dan banyak guncangan :(

    oiya ak jg baca2 efek pasang spiral setelah pemasangan katanya ada yg mual, pegal, nyeri dan kejang..

    bener gak sih bun?

    ditunggu jawabannya ^^

    terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Bunda Rindu, salam kenal jugaaaa :D

      Kalo menurut pengalaman aku sendiri, aku juga kan belom punya mobil pribadi ya. Jadi kalo jalan masih naik motor, hehe. Aman-aman aja kok Bun.. Kalo efeknya aku sama sekali ngga ngerasain mual pegel atau nyeri sama sekali. Cuma sekarang kalo haid, Kalo sebelum pake IUD kan biasanya langsung banyak keluarnya, kalo sekarang pasti awalnya ngeflek dulu seharian, baru deres di hari kedua.. Udah, cuma itu aja sih. Hehe

      Semoga jawaban aku cukup membantu ya Bun. Ehehehee. Sama-sama Bundaaa. Makasih juga sudah mampir kesini ya Bun.. ^^

      Hapus
  19. Ok bulan depan fix jalanin iud. Makasiiii bunda atas kisahnya.. jadi gw g parnoo lagy.. dari abis lahiran parno yang mau masang. Sampe anak aku uda setahun..

    Thank you thank you bingits buuuun..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang pemasangan IUD awalnya bikin parno ya Bun. Ihihihiii. Tapi ternyataaa, pas dipasang cuma 5 menit saja. Cepet bener sampe ngga akan percaya kalo si IUD udah ada di dalem rahim kita. Ehehehee.

      Sama-sama Bundaaaa. Semoga lancar pemasangan IUDnya yaaaaa :D

      Hapus
  20. abis operasi cesar february lalu, aku lgs pasang IUD mbak... itu lgs dipasang pas si dedek bayi udh dikeluarin, jd jujur aku ga terasa apapun krn obat bius msh bekerja :D.. april bsk disuruh dtg lagi utk ngecek nih.. moga2 masih bgs.. eh tapi kmrn aku kluar kayak flek coklat, berarti itu normal yaa?? krn sblm2nya ga prnh ada... tanda2 mau haid kah krn pake iud ini?

    btw, aku emosi juga baca itu bidan -__-... galak bener... mentang gratis jd ga menghargai pasien bgt.. sebel aku -__-.. ga pernah bljr service apa dia..

    eh kamu periksa di omni, ama dr caroline bukan? chinese rambutnya pendek? aku dulu ama dia, tapi kemudian pindah RS ama dokter lain :D..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaaah aku baru tau kalo bisa pasang langsung abis melahirkan ya.. Kayanya dulu aku di RS Islam ngga bisa deh..

      Iya bidannya bikin emosiiii. Uhuhuhuuu. Untung aku nggak digituin jugaaa.

      Aku bukan Dr.Caroline, lupa namanya, yang pasti dokternya orang jawa rambutnya agak panjang. Itu juga rekomendasi dari sepupu aku yang abis lepas IUD juga. Hehe. Dr. Caroline emang heits banget ya kayanyaaa. Dia khusus infertilitas juga kan ya, makanya kayanya jadi lebih Heits. Weheheehe

      Hapus
  21. Assalamualaikum. ..bunda makasih ya atas share nya,aq baru dua minggu pasang IUD di bidan yg kebetulan temen aq...aq ada masalah nih say, pas pertama x berhubungan badan suami ngeluh ada yg ngengganjel,itu bakal selamanya atau hanya sementara dan nnti akan hilang dg sendirinya? Mau tanya sama temen aq yg bidan itu tp aq nanya bunda dulu deh yg berpengalaman...makasih ya atas jawabannya...salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin salah posisi aja ya Bun? Atau suaminya parno juga? Eheheee. Aku selama pasang IUD, udah hampir mau 5 tahun ya ini, suami cuma komen 3 kalian aja pas berhubungan. Mungkin pas posisi berhubungannya nggak pas kali ya? Biasanya baik-baik aja sih Bun.. Ehehee. Kalo masih berkelanjutan juga, coba segera konsul ke yang lebih ahli Bun.. Ehehee

      Hapus
  22. hy bunda adriana.
    terimakasih atas smw sharingnya.
    kl pake IUD ketika berhubungan intim qt harus pelan2 sm suami?
    atw tidak bisa kencang atw keras ketika berhubungan dgn suami ?
    krn tipikal suami sy ketika berhubungan intim tdk bisa pelan.
    yg sy takutkan bkn pas pemasangan IUD tp ttg hal yg saya tanyakan bund.
    hhihihihi
    dtunggu respon jawabannya ya bunda.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bun. mohon maaf baru sempet respon komennya. aku nggak liat ada komen baru. Huhu. Nggak perlu pelan-pelan kok bun, segala gaya masih aman. Hihihihi xp

      Hapus
  23. Takut Maaaak. Sumpeeeh. Saking ngga beraninya sampai sekarang saya ngga pake KB. Eh, pernah deng. Pake pil KB buat mengatur haid supaya teratur. Setelah itu saya KB kalender saja Mak. Sampai sekarang. Setelah minum pil, haid teratur 26-28 hari, jadi waktu subur bisa lebih terprediksi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Diriku ngga bisa pake KB kalender, nggak ngerti ngitungnya. Takut salah-salah malah isilagi maaaaak. Hihihihihiii

      Hapus
  24. Terima Kasih atas Info yang Anda Berikan

    BalasHapus
  25. Terima Kasih atas Info yang Anda Berikan

    BalasHapus
  26. emang kb suntik ngaruh jd rambut rontokby bun,soalnya akhir2 ini rambut aq jg rontok bgd bun,ak kb suntik yg sebulan sekali,trus tensi jd tinggi jg,padahal biasanya normal,sama bidan di disaranin pake IUD tp msh takut bun,hihi suami jg tanyanya aneh2 klo lepas gmna?blm pasang si untuk sekarang tp pgn coba

    BalasHapus
  27. Mbak, aku bacanya ngiluuuu juga. Walaupun aku juga pasang IUD setahun lalu, tapi pas baca ini agak-agak ngilu gimana gitu... hehehe...

    BalasHapus
  28. Pengen cepet2 pasang IUD tp nunggu mens kok gak dateng2.wlu ngeri smaa ngilu nya seh...

    BalasHapus
  29. Hmm berarti mbak pake iud yg disediakan pemerintah itu ya?
    Aku tanya2bke bidan, yg nova t itu biayanya 700an.

    Diobsgyn juga 700an.

    Tapi uang segitu lumayan juga sih *gede maksudnya*
    Dan aku galau... mau yg gratis atau yg bayar

    BalasHapus
  30. Assalamualaikum bunda..
    Aku juga baru pasang iud hari ini di puskesmas.bener kok pemasangannya ga terasa sakit tapi abis pemasangan perut q rasanya kram ya..apa karna q pasangnya 2 hari sesudah haid selesai kali ya??maklum bun q kerja shift jadi waktunya bisanya pas off kerja..hihihi

    BalasHapus
  31. terima kasih postingannya...saya ibu 2 org anak melahirkan 2x sc,2012,2013,kb implan 3 th,1 bulan pake pil kb,mens hr ke 4 memutuskan untuk kb iud di puskesmas ciracas hari jum'at tgl 7 okt 2016 ..bayarnya cuma pake ktp dki yaaa..a.k.a gratissss...tiss tisss..tapi sayang nya pemasangan iud aq horor banget bunsay...di karena kan uk.rahim yg kecil 6cm,n mulut rahim yg kelewat kecil ,yg nangganin aq sampe 2 bidan dan 1 dokter obgyn,bidan pertama di dampingi dokter nyerah,...sangking kecil nya lubangnya...lanjut bidan ke 2 di dampingi dokter ...akhirnya berhasiiiil...wak waw...horor bangets banget...tapi bismillah semoga di ridhoi allah,belum coba berhub.sama suami..karena masih ada efek pasca pasang iud,mules,n spotting lagii..

    BalasHapus
  32. terima kasih postingannya...saya ibu 2 org anak melahirkan 2x sc,2012,2013,kb implan 3 th,1 bulan pake pil kb,mens hr ke 4 memutuskan untuk kb iud di puskesmas ciracas hari jum'at tgl 7 okt 2016 ..bayarnya cuma pake ktp dki yaaa..a.k.a gratissss...tiss tisss..tapi sayang nya pemasangan iud aq horor banget bunsay...di karena kan uk.rahim yg kecil 6cm,n mulut rahim yg kelewat kecil ,yg nangganin aq sampe 2 bidan dan 1 dokter obgyn,bidan pertama di dampingi dokter nyerah,...sangking kecil nya lubangnya...lanjut bidan ke 2 di dampingi dokter ...akhirnya berhasiiiil...wak waw...horor bangets banget...tapi bismillah semoga di ridhoi allah,belum coba berhub.sama suami..karena masih ada efek pasca pasang iud,mules,n spotting lagii..

    BalasHapus
  33. Salam kenal mba Dian.

    Wah bisa jadi wawasan nih buat saya. Tapi masih agak ngerasa takut gitu sih pakai model KB ini. Untuk saat ini saya masih pakai kb suntik. Meskipun siklus menstruasi jadi agak berantakan...

    BalasHapus
  34. Hi Mbak Dian, Thanks untuk ceritanya, bener-bener kasih gambaran tentang pemasangan IUD. Saya disarankan untuk menggunakan KB IUD oleh beberapa orang namun sampai sekarang masih takut, hehe. Mungkin nanti aja setelah punya anak kedua.. :D

    BalasHapus
  35. Hay bundsay
    Aku mau sharing
    Buat semua yg udah pake iud
    Aku stelah pasang seminggu ini perut aku keram..
    Itu kenapa ya??
    Mohon di jawab ya bundsay..

    BalasHapus
  36. Iih serem bgt sih dngrnya,sya jg mau psng iud tp blm berani,klo psng gtu bs pke obat bius biar g kerasa skit

    BalasHapus
  37. Iih serem bgt sih dngrnya,sya jg mau psng iud tp blm berani,klo psng gtu bs pke obat bius biar g kerasa skit

    BalasHapus
  38. Aku udah pasang alhamdulillah... Di rumah sakit bayar 900rb.. Mahal bgt yaa 😅 tp biarinlahhh semoga hasilnya cocok and bagus aamiin.. Pasangnya juga gak lama kok, paling lama ya itu 5 menit 😊

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca Adriana Dian's Blog dan meninggalkan komentar disini. Silakan tinggalkan link blog lewat pilihan name/URL ya, jadi bisa aku kunjungi balik. Link hidup yang ada pada komentar akan langsung dihapus. Makaciiii❤︎❤︎❤︎