Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

LiterasiDigital Pusat Investasi Pemerintah untuk Usaha Mikro

Pernah ngeliat nggak sih usaha kecil yang rame banget pembelinya, tapi jualannya masih konvensional alias belum merambah ke dunia jual beli online? Sayang banget kan, padahal kalo penjual tersebut mencoba menjual produknya secara online, pastinya akan memperluas pasarnya.

Apalagi saat ini, semua sektor sudah pasti terkena dampak pandemi Covid-19. Tak terkecuali para pelaku usaha ultra mikro. Terutama untuk para pelaku usaha mikro yang masih berjualan secara konvensional, pendapatan mereka mungkin sudah berkurang dan tidak lagi sebesar saat sebelum pandemi.

Untuk mengatasi meluasnya dampak pandemi ini, pemerintah pun melakukan berbagai langkah demi memastikan kehidupan sosial ekonomi masyarakat bisa terus berjalan. Salah satunya lewat Pusat Investasi Pemerintah yang memberikan pelatihan literasi digital bagi pelaku usaha mikro agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

Tentang Usaha Mikro atau Ultra Mikro

Usaha Mikro adalah usaha produktif milik perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria sebagai usaha mikro. Kriteria ini diatur oleh pemrintah dalam undang-undang nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil Menengah.

Dua poin kriteria usaha mikro adalah memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 50.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 300.000.000,-.

Selain itu terdapat juga dua klasifikasi untuk mengidentifikasikan sebuah usaha mikro yaitu Livelihood atau usaha mikro yang sifat dan tujuannya untuk mencari nafkah semata, dikenal di sektor informal misalnya pedagang kaki lima. Kemudian Micro yaitu usaha mikro yang sudag cukup berkembang, namun belum dapat menerima pekerja yang bersifat subkontrak serta belum dapat melakukan ekspor produk.

Seperti namanya usaha mikro adalah usaha-usaha kecil dengan bidang yang beragam. Namun, walaupun kecil namun memiliki peran yang besar dalam perputaran keuangan di Indonesia.

Tentang Pusat Investasi Pemerintah (PIP)

Pusat Investasi Pemerintah atau PIP merupakan unit organisasi non eselon di bidang pembiayaan usaha mikro, kecil dan menengah yang berada di bawah serta bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan melalui Direktur Jenderal Perbendaharaan. PIP menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

PIP merupakan Badan Layanan Umum (BLU) yang melaksanakan koodinasi dana atau coordinated fund pembiayaan Ultra Mikro (UMi) dengan memberikan fasilitas maksimal 10juta rupiah kepada debitur yang tidak bida mengakses pembiayaan perbankan dan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sumber pendanaan ini berasal dari APBN, hibah serta kerjasama pendanaan dan investasi.

Lebih dari separuh penerima manfaat kredit UMi mengambil pinjaman senilai 2,5 juta rupiah dengan mayoritas pinjaman yang diambil berkisar antara tujuh bulan hingga setahun. Sementara pelaku usaha mikro yang memanfaatkan UMi sebagian besar merupakan perempuan dengan usia diatas 40 tahun.

Supaya penyalurannya lebih mudah dan cepat, UMi disalurkan melalui Lembaga Keuangan Bukan Bank dengan pola langsung (one step) atau two step melalui linkage koperasi atau lembaga keuangan mikro seperti PT Pegadaian (Persero), PT Bahana Artha ventura, serta PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Hingga semester I 2020, PIP telah menyalurkan kredit UMi senilai Rp. 7.038.961.333.211,- bagi 2.257.021 di 464 kabupaten atau koya di 34 provinsi melalui 43 mitra penyalur LKBB. Diharapkan melalui kredit UMi dapat terjadi kemandirian usaha di seluruh masyarakat.

Pentingnya Melek Digital untuk Pelaku Usaha Mikro


Di tengah pandemi ini tentunya bukan hanya fasilitas koordinasi dana saja yang dibutuhkan oleh para pelaku usaha mikro, tetapi juga bantuan lain seperti pelatihan literasi digital agar para pelaku usaha mikro dapat merambah pasar yang lebih luas lagi.

Pusat Investasi Pemerintah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementrian Keuangan memberikan literasi digital bagi pelaku usaha mikro sebagai salah satu jalan keluar bagi bisnis dari konvensional ke digital yang diharapkan dapat membantu usaha mikro agar dapat menjangkau pembeli yang selama ini tidak dapat tergarap.

Ibu Ririn Kadariyah sebagai Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah menuturkan nahwa dengan beralih ke digital, debitur Ultra Mikro (UMi) bisa menjangkau calon pembeli yang tidak bisa datang langsung ke tempat usahanya dan juga bisa memperluas pasar mereka.

Namun tentunya, beralih ke pasar online/digital tidak bisa dengan mudah dilakukan. Karena kurangnya pengetahuan dalam menggunakan sosial media secara maksimal. Mulai dari foto produk, penulisan caption, perluasan jangkauan calon pembali dan lain sebagainya.

Pelatihan Literasi Digital untuk Memperluas Pasar Usaha Mikro

Pelatihan PIP untuk Ultra Mikro


PIP memiliki kewajiban untuk meningkatkan kapasitas debitur UMi melalui pelatihan-pelatihan. Karena tujuan pemerintah adalah meningkatkan kualitas pelaku usaha mikro sehingga dapat naik kelas ke program pemerintah memlalui penyaluran Kredit Usaha Mikro termasuk pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas debitur.

Untuk itulah PIP sebagai Badan layanan Umum yang menyalurkan UMi mencari jalan keluar untuk kendala yang dihadapi oleh para pelaku usaha mikro saat akan terjun ke dunia digital.

PIP juga meyakini bahwa perubahan orientasi penjualan melalui dunia digital dapat menjadi salah satu bentuk adaptasi kebiasaan baru bagi UMKM di Indonesia. Jika pelaku usaha mikro gagal beradaptasi dengan kondisi saat ini, maka target penyaluran dan penyebaran pembiayaan UMi akan menjadi terhambat.

Jika para debitur UMi terhambat untuk berkembang makan akan terjadi peningkatan jumlah penduduk yang terjebak dalam garis kemiskinan dan menggeser kelompok tersebut menjadi masyarakat yang kembali bergantung pada bansos.

Pelatihan Ultra Mikro Siap Online

Pelatihan Ultra Mikro Siap Online


PIP menggandeng Jagoan Indonesia untuk melakukan upgrading metode pemasaran secara online bagai pengusaha UMi. Tiga hal yang dikembangkan adalah:

Social Media Handling. Para peserta pelatihan akan didampingi oleh mentor dan tim untuk melakukan penetrasi pemasaran memlalui sosial media instagram dan menawarkan produk mereka di market place.

Connecting to Marketplace. Peserta akan dibantu oleh tim mentor memfasilitasi dan mengoptimalisasi pembuatan akun marketplace, Google Business dan lain sebagainya.

Design Packing. Pelatihan pembuatan design kemasan juga akan diberikan agar produk lebih menarik penampilannya apabila dijual secara online.

Manfaat mengikuti Pelatihan Ultra Mikro Siap Online

Rofik Purniawati, Rofiknes pemasok jamur putih Semarang yang telah mengikuti pelatihan Ultra Mikro Siap Online ini menuturkan bahwa tidak mudah mengikuti kegiatan ini dikarenakan merupakan sebuah hal yang baru. Namun ia menyadari bahw untuk maju maka dibutuhkan kemauan untuk belajar. Ia juga berharap dengan mengikuti pendampingan maka usahanya akan bisa lebih maju dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas lagi.

Bantuan kredit ultra mikro yang ia terima membuat usaha budidaya jamur yang merupakan upayanya untuk meningkatkan perekonomian keluarga dapat berjalan dan kini mulai diterima oleh pasar di kota semarang.

Yuyun Wahyuni pemilik Nadena Hijab Yogyakarta juga mengatakan bahwa bantuan kredit ultra mikro membuat bisnis hijabnya dapat lebih berkembang palagi kini dengan adanya pendampingan memanfaatkan sosial media. Ia mengatakn bahwa dengan adanya pendampingan ini bisnisnya berkembang lebih cepat karena semakin banyak orang yang tahu mengenai produk hijab yang ia buat.

Pandemi ini memang melemahkan kita semua. Namun dengan dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, tentunya kita bisa saling menguatkan di masa yang sulit ini. Semoga program pelatihan Literasi Digital dari PIP untuk para pelaku Usaha Mikro dapat membantu usaha mereka kembali berjalan lancar dan juga meningkatkan dan memperbaiki perekonomian pelaku usaha mikro dan juga perekonomian Indonesia, ya.. Aamiin.

45 komentar untuk "LiterasiDigital Pusat Investasi Pemerintah untuk Usaha Mikro"

  1. Pembiayaan UMi (Ultramikro) ini helpful ya Mbak bagi pelaku usaha yg livelihood, soalnya kl mereka mengajukan kredit ke bank sudah pasti gak masuk kriteria kan ya, bank biasa minta agunan dan lain-lain. Program pelatihan literasi digital ini bagus sekali untuk para pelaku usaha miko ya

    BalasHapus
  2. Pemerintah berarti ga nanggung2 ya kasih bantuannya. selain mempermudah pinjaman modal, juga ada pelatihan2 penting untuk usaha di dunia digital ini

    BalasHapus
  3. Aku jadi inget pelajaran Mikro dan Makro di bangku kuliah smester awal.hihihi
    Berati untuk mengikuti pelatihannya bisa langsung chat di banner diatas ya mom? Lumayan ini untuk menambah wawasan

    BalasHapus
  4. Zaman sekarang, mau usaha apapun harus melek teknologi ya mbk. Khususnya mengelola web dan media social untuk pemasaran.
    Keren banget pelatihannya..

    BalasHapus
  5. bagi pengusaha mikro, adanya pelatihan digital dari PIP sungguh bentuk dukungan banget mba, soalnya aku ngerasain gimana jadi pedagang mikro di era pandemi seperti skrg ini

    BalasHapus
  6. Kalau saya sebetulnya udah sejak lama berpikir kalau UMKM memang sudah saatnya melek digital. Karena kalau bisa dimaksimalkan potensi berkembangnya cukup besar. Pandemi ini semacam mendorong para pengusaha mikro untuk mau berubah supaya bisa bertahan

    BalasHapus
  7. Di masa pandemi sekarang ini, pelatihan dan pendampingan pemerintah buat pelaku UMKM memang diperlukan, biar mereka bisa terus bertahan.

    BalasHapus
  8. Pemerintah memberikan bantuan fasilitas maksimal 10 juta rupiah ya ... semoga yang memperolehnya bisa memanfaatkannya semaksimal mungkin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaamiin. Semoga bantuannya tepat sasaran ya Mbak. Dan bisa berguna buat usaha ekonomi mikro

      Hapus
  9. wah makin bagus ya programnya PIP, hal ini pasti bakal ngebantu banget sama perkembangan usaha para UMKM, karena digital saat ini menjadi salah satu hal yang wajib dikuasai dengan menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam usaha, karena semuanya sudah serba online

    BalasHapus
  10. Nah iya, sekarang sudah banyak banget yang bisa dilakukan secara online maka semua pelaku bisnis, tak terkecuali pelaku usaha ultra mikro perlu banget belajar literasi digital.

    BalasHapus
  11. usaha mikro juga harus melek digital ya sekarang supaya gak tertinggal. Bagus juga nih pelatihan & pendampingan yang diberikan oleh PIP supaya mereka bisa memasarkan produknya lebih luas lagi

    BalasHapus
  12. Semoga pelatihan yang diselenggarakan PIP ini bisa membantu para pelaku UMKM untuk bisa lebih mengembangkan diri dan bertahan di situasi pandemi seperti sekarang.

    BalasHapus
  13. Kalo ada pelatihan seperti ini, insyaALLAH bisa membuka wawasan dan menghadirkan peluang buat para pengusaha UMKM.
    Semogaaa selalu ada jalan keluar yg terbentang ya.

    BalasHapus
  14. Bagus ya ini programnya, banyak usaha kecil yang bingung beralih dari konvensional ke online, adanya pendampingan bikin jadi lebih terarah

    BalasHapus
  15. Zaman sekarang usaha Mikro atau Ultra Mikro memang harus melek digital sih. Biar nggak kalah saing dan tetep maju.

    BalasHapus
  16. Bagus banget nih PIP membantu para pelaku UKM untuk meningkatkan penjualannya. Apalagi dalam kondisi pandemi corona sekarang, menjamur wirausaha terutama makanan. Modal, marketing dll penting sekali. Rata2 online ya jd kudu punya strategi terbaik.

    BalasHapus
  17. Peran pemerintah yang seperti ini nih mba yang dibutuhkan para pelaku usaha mikro yaitu latihan tentang digitalisasi. Tentunya banyak orang yang masih awam cara berjualan di sosial media.

    BalasHapus
  18. Pelatihan literasi digital gini tuh penting banget deh untuk pengusaha mikro, apalagi disaat sekarang ini. Karena sekarang sudah merambah ke online dan mereka harus mengikuti perkembangan zaman juga ya.

    BalasHapus
  19. Mantap PIP...
    Pelatihan ini sgt dibutuhkan oleh pelaku usaha mikro nih...

    BalasHapus
  20. wah keren keren ini pelatihannya ga cuma seminar tapi pendampingan dengan mentor yaa soalnya UKM tuh kadang blank banget urusan digital. Dengan adanya mentor jadi lebih terarah.

    BalasHapus
  21. Keren banget programnya... Ikut seneng baca testimoni dari para pengusaha yang udah ikut pelatihannya...

    BalasHapus
  22. kita harus melek banget nih pengetahuan mengenai literasi digital ini nih apalagi usaha mikro ya

    BalasHapus
  23. Semoga lebih banyak lagi ya pelaku usaha mikro yang bisa merasakan manfaat dari pelatihan PIP ini ya

    BalasHapus
  24. Pelaku usaha mikro dan menengah (UMKM) memang menjadi salah satu pihak yang cukup terpukul dengan adanya pandemi seperti sekarang. Semoga pelatihan PIP ini bisa menjadi solusi ya

    BalasHapus
  25. Mantap nih pelatihannya. Smg umkm semakin maju dg adanya ini. Paling enggak masalah resesi ekonomi bs teratasi ya

    BalasHapus
  26. Wuih keren nih pelatihannya. Bikin pelaku usaha mikro bisa naik level deh. Semoga ya pelatihan seperti ini, bahkan program mengenalkan dunia digitalnya bisa meningkatkan kualitas sekaligus omzet.

    BalasHapus
  27. Jaman sekarang serba online, jadi umkm memang harus berbenah juga kalo pngen omzet nambah. Nah, ikut pelatihan yang diadakan pemerintah bisa jadi menaikkan kelas usaha juga ya

    BalasHapus
  28. Salut sama Pemerintah.
    Ayo...kita dukung langkah besar ini dengan menggunakan sebaik-baiknya bantuan dari PIP.

    BalasHapus
  29. Apalagi di masa pandemi seperti ini ya mba semuanya serba dilakukan online termasuk pemasaran produk ukm

    BalasHapus
  30. Upaya ini dilakukan pemerintah agar usaha mikro bisa naik kelas ya mbak ..keren deh. Semoga banyak yang memanfaatkan dan tepat sasaran. Karena go digital untuk usaha tu saat ini sudah semacam hal yang wajib...

    BalasHapus
  31. DI CImahi juga banyak nih pelatihan-pelatihan umkm dan ada pendampingannya juga.

    BalasHapus
  32. senang banget pemerintah mau ambil bagian untuk mendukung para usaha mikro. Semoga dengan adanya dukungan ini para pengusaha mikro bisa lebih berkembang ya ka :)

    BalasHapus
  33. Semoga pelatihan dan pendampingan gini bikin usaha mikro bangkit dan melejit ya. Efek dominonya kan ke masyarakat juga, biar kesejahteraan kita pun meningkat.

    BalasHapus
  34. Bagus sekali ini program pemerintah dengan PIP nya pendampingan buat para pelaku usaha mikro agar lebih berkembang dan tetap survive di masa pandemi

    BalasHapus
  35. Waahh kemaren PIP ngasi keringanan dalam angsurannya, sekarang malah dikasi pelatihan buat usaha mikro, alhamdulillah para pengusaha menjadi semakin terdepan, terbantukan dan melek digital dalam mempromosikan usaha mereka.

    BalasHapus
  36. pandemi ini memang memaksa kita untuk nerpikir kreatif dan tepat guna ya mbak. Dan bagi pelaku umkm konvensional gini, adanya pelatihan tentu sangat membantu sekali.

    BalasHapus
  37. Dukungan pemerintah untuk usaha ultra mikro memang luar biasa ya..Bukan hanya dari sisi pembiayaan..dari sisi SDM dan lainnya juga disupport. Semoga makin maju nih pengusahanya..

    BalasHapus
  38. bersyukur banget ada program ini karena memang masih banyak pelaku usaha dan bisnis menengah yang belum berani go online, karena edukasi yang terbatas. dengan begini bisa dimaksimalkan.

    BalasHapus
  39. Keren ya program PIP Usaha Mikro ini. Ngasih modal, kemudian ngasih kelonggaran dalam hal pembayaran kredit saat pandemi, dan sekarang ada pelatihan digital juga. Semoga banyak yang mendapat manfaatnya :)

    BalasHapus
  40. Pelatihannya sangat bermanfaat banget bagi pelaku usaha mikro memang dijaman sekarang ini semua hal kan online sudah seharusnya umkm melek digital agar bisa berkembang trus usahanya

    BalasHapus
  41. Program PIP ini oke ya. Memang umkm harus merambah digital di masa sekarang, biar terus maju

    BalasHapus
  42. Bener banget nih,UMKM gak bisa dipandang sebelah mata,karena dari mereka orang luar negeri jadi tahu produk lokal. Semangat berwirausaha.

    BalasHapus
  43. Alhamdulillah semoga banyak pelaku usaha ultra mikro yang terbantu dengan program ini ya...

    BalasHapus
  44. Nah bener banget nih. Dengan adanya pelatihan digital untuk usaha mikro, diharapkan bisa membuka lebih banyak peluang untuk UKM yaaa

    BalasHapus