Showing posts with label #PostinganCurhat. Show all posts
Showing posts with label #PostinganCurhat. Show all posts

Beberapa waktu yang lalu, jagat sosial media dihebohkan dengan kisah yang diceritakan oleh seorang pria usia 25 tahun di channel youtube pribadinya sendiri, tentang proses pernikahannyaa dengan seorang perempuan usia 17 tahun. Bok, masih SMA loh! 

Pasangan ini tidak berasal dari keluarga kaum menengah kebawah, tapi berasal dari keluarga yang strata sosialnya tinggi, SES-nya tipe A. Pernikahannya bahkan diselenggarakan secara mewah dan megah. Dream wedding jaman sekarang banget deh pokoknya!

FYI, sejak September 2019 kemarin DPR telah mengukuhkan bahwa usia minimal perempuan untuk menikah adalah 19 tahun. Udah ada undang-undangnya nih, pernikahan dibawah usia 19 tahun saat ini disebut dengan 'Pernikahan anak', bukan nikah muda lagi sebutannya.

Dan kebetulan banget pasangan yang viral diatas menikah beberapa minggu sebelum UU batas minimal usia menikah ini disahkan. Beruntung sekali~

Dan sekarang pasangan ini tengah menanti kelahiran anak pertamanya. Menikah di umur 17 tahun dan hamil di umur 18 tahun. Semoga ibu dan bayi sehat sehat dan melalui proses melahirkan dengan lancar dan selamat ya.. Aamiin.

Yaudah sih biarin aja, mereka nikah juga nggak ganggu dan nyusahin hidup orang lain kan?

Iyap bener banget, akupun manusia biasa yang juga nggak sempurna. Yang sesungguhnya memang nggak punya hak untuk mengomentari hidup orang lain.

Tapiiii ada satu hal yang ngebuat aku ngerasa berhubungan dengan kisah diatas adalah, karena aku juga menikah di umur 19 tahun, tepatnya 10 tahun yang lalu.

Bedanya dengan pasangan yang viral ini, aku dan suami cuma terpaut usia 1 tahun. Saat itu, kita berdua mahasiswa sekampus-sekelas yang udah berpacaran selama 1,5 tahun dan akhirnya memutuskan untuk menikah di tahun kedua kuliah.

Kita berdua bener-bener memulai dari dibawah 0 banget rasanya. Dan tahun ini alhamdulillah nggak berasa udah memasuki tahun pernikahan yang ke-10. *Elap keringet, elap air mata*



Postingan ini juga sepertinya terinspirasi dari postingan lama di blog ini. Cerita dari Dian di usia 21 tahun, tentang perasaannya menikah muda dan memiliki anak 2 di usia muda. Postingan ini juga jadi salah satu postingan dengan view dan komen organik terbanyak, dan ngebuat aku terus semangat ngeblog sampe sekarang.


Dian di masa-masa itu sungguh manis dan masih polos banget kayanya. Bukan polos yang mudah dibego-begoin, tapi belom cukup makan asam garam pahit-nya kehidupan😂😂😂

Kayanya Dian 10 tahun dari sekarang juga bakal berpikir yang sama ya pas baca postingan ini?😅

8 tahun sejak postingan itu ditulis, tepatnya saat ini di usia 10 tahun pernikahan aku berharap semoga pembaca postingan itu hanya wanita yang sudah 'terlanjur' menikah muda dan sedang mencari seseorang untuk berbagi pengalaman yang sama. Bukan seorang wanita muda yang tengah galau memutuskan untuk menikah muda atau tidak. Karena setelah menjalani 10 tahun pernikahan usia muda, aku benar-benar tidak merekomendasikan pernikahan di bawah usia 21 tahun :')

Jadi udah berubah pikiran nih dari postingan yang pernah ditulis 8 tahun lalu?

Nggak. Sama sekali nggak. Baca postingan itu setelah 10 tahun pernikahan ngebuat aku flashback ke masa-masa pahit-manis di awal menikah. Aku inget banget menuliskan postingan itu dengan jujur dan dengan suasana hati yang bahagia di masa-masa yang membahagiakan. Kalo nggak salah postingan itu ditulis saat suami udah punya kerjaan tetap pertamanya, dan kondisi keuangan kita udah lumayan stabil dibandingkan sebelumnya. Semua yang ada di postingan berasal dari perasaan yang paling tulus dan jujur. 

Sama sekali nggak ada yang ingin aku rubah dari postingan tersebut. Dan postingan ini ada hanya untuk menambahkan beberapa fakta-fakta yang belum aku rasakan tentang pernikahan muda, saat aku menulis postingan tersebut.

Terus kenapa? Emangnya apa aja yang terjadi selama tahun ke-3 hingga tahun ke-10 tahun pernikahan?

BANYAK. BANGET. *mulai horor*

Sekarang aku bakal sharing tentang minus-minusnya menikah muda. CATATAN PENTING: Apa yang aku sharing disini, sepertinya nggak akan bisa disamakan dengan pernikahan-pernikahan muda yang lainnya. Karena setiap pasangan punya keadaan, masalah, dan kelebihannya masing-masing. Jadi masalah yang aku tuliskan disini nggak bisa dipukul rata dengan pernikahan muda yang lain, ya.

1. Pengorbanan

Semua baik-baik aja, semua terasa membahagiakan, tapi tetep rasanya rumput tetangga memang selalu lebih hijau. Dengan jadi satu-satunya mahasiswi yang menikah saat sedang kuliah. Aku juga jadi satu-satunya ibu muda di angkatan, di ruang lingkup pertemanan. 

Di masa-masa itu kalo buka sosmed pasti ngeliat kesibukan temen-temen yang mulai ngelamar kerja disana-sini. Pamer tempat kerja dan kesibukan pekerjaannya. Kehidupan yang berbanding 180 derajat dengan aku yang sibuk di rumah ngurus anak-anak.Dan kebetulan, suami emang lebih menginginkan aku jadi ibu rumah tangga aja. Jadi memang nggak pernah ada opsi jadi working mom sejak awal. 

Sayang banget kan kuliahnya dan gelarnya kalo nggak kerja? Yha gapapah, lumayan lah kuliah dan gelarnya untuk ngisi kolom 'Pendidikan Terakhir Ibu' di formulir daftar sekolah. huehehehehheheeee.

Nikah muda berarti, dateng ke nikahan temen seangkatan dengan bawa anak-anak. Ada masanya cuma aku doang yang bawa anak. Ada juga masa-masa anak-anak aku jadi anak paling besar diantara anak-anak teman seangkatan. *emang udah pasti jadi anak yang paling besar sih ya😅

Ada masa-masa gabisa ikutan kumpul karena mesti jagain anak-anak. Dan pas yang lain udah punya anak juga, kemungkinan nggak akan bisa playdate bareng karena jarak umur anak-anak yang jauh diatas anak-anak temen seangkatan. Saat anak-anak aku udah bisa ditinggal karena udah pada besar dan mandiri, temen-temen lain masih sibuk ngurus anak-anaknya yang masih kecil-kecil jadi susah buat ngumpul lagi.

Saat ini Una Abang udah pada SD, sementara temen-temen seangkatan rata-rata anaknya masih usia balita. Kalo playdate dapat dibayangkan, anak aku ga akan bisa 'main-main bareng' anak-anak temen.  Kebetulan juga Una Abang bukan tipe yang ngemong anak kecil. Huhu. Pasti Una Abang bakal sibuk sendiri berdua kalo bikin playdate bareng temen-temen seangkatan mama Dian😅

Sungguhlah sesungguhnya umur aku termasuk yang paling muda diantara temen seangkatan, tapi sekarang setelah 10 tahun menikah muda, aku jadi yang berasa paling 'tua' diantara yang lainnya. Ehe ehe ehe ehe.

Ngerasa jadi yang 'paling tua' diantara teman-teman seangkatan, tapi tetep jadi yang paling muda diantara buibu temen sekolah anak-anak. Samapi saat ini udah gabung di 2 circle pertemanan buibu yaitu buibu TK dan buibu SD. Daaaaaaan, aku tetap jadi yang paling muda diantara semuanya.

Ini agak PR banget jaman pertama kali nyemplung ke circle pertemanan buibu TK. Karena rata-rata mereka lahir minimal tahun 80-an, dan aku lahir tahun 91. Kebanyang nggak sih, harus bergaul dan berusaha mengakrabkan diri dengan buibu yang usianya rata-rata 5 tahun diatas aku?

Buibu TK waktu itu alhamdulillah welcome-welcome banget. Baik-baik semuanyaaa💗 Permasalahannya ada di dalam diri aku sendiri yang kadang suka bertanya-tanya "Bisakah aku ikrib dengan buibu ini?"

Alhamdulillah akhirnya bisa! Dengan cara termudah yaitu, 'meng-ibu-ibu-kan' diri sendiri. Perlahan-lahan aku mulai membiasakan diri dengan obrolan tentang masakan, rumah tangga, urusan ranjang (yang ini masih belom kebiasa sampe sekarang) (karena buibu ini kadang sudah sangat ekspert dan dalam sekali obrolannya, dan kupingku belom terbiasa😅), KB dan lain lain, dan lain-lainnya. 

Begitu juga dengan circle pertemanan buibu SD. Aku mengulangi pola yang sama. So far sejauh ini mama mama teman sekelas Una dan Abang baik baik sekali. Dan aku selalu nemu beberapa orang yang klop banget untuk diajak ngobrol hal-hal receh. 

Inget inget aja pokoknya, kalo mau nikah muda, persiapkan diri untuk lebih banyak bergaul dengan buibu yang umurnya mungkin agak jauh diatas kita di ruang lingkup pertemanan sekolah anak-anak yaaa~


2. Ekonomi yang belum stabil

Aku dan suami bener-bener mulai dari dibawah 0. Karena kita nikah pas masih sama-sama kuliah. Suami dapat kerjaan tetap pertamanya setelah anak kedua kita lahir tepat beberapa bulan setelah kita lulus kuliah. 

Beruntungnya aku punya suami yang berjuang banget untuk aku dan anak-anak. Sebagai lulusan anak broadcast kerjaan kita ga bakal jauh-jauh dari TV atau production house (PH). 

Suami pertama kali kerja sebagai editor dan kameramen di PH-PH untuk dokumentasi wedding, kemudian jadi editor termuda di sebuah PH besar untuk stasiun TV. Sempet ke Brunei juga, kerja sebagai editor di PH TV disana. 


Balik ke Indo karena nggak bisa ajak aku dan anak-anak kesana, kemudian lanjut freelance di PH-PH dokumentasi wedding. Kemudian gabung ke sebuah perusahaan sebagai desain grafis, dan sekarang alhamdulillah udah jadi manajer desain di perusahaan tersebut. Lagi-lagi, manajer dengan usia paling muda😅

Suami pasti juga punya strugglingnya sendiri di dunia kerjaan yang nggak aku tau dengan pasti. Tapi saat ini kita udah ada di fase kondisi keuangan yang jauh lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Semua juga nggak terlepas dari bantuan keluarga kami berdua.

Saat ini aku masih tinggal di rumah orangtua. Kenapa nggak ngontrak rumah sendiri dari awal nikah? Saat itu aku ngerasa nggak cukup PD untuk ngurusin anak sendiri. Saat itu juga aku masih nitipin anak ke mama saat aku kuliah dan PKL. Agak repot ya kalo ngontrak rumah sendiri.

Keinginan buat tinggal mandiri pun selalu ada. Bukannya aku nggak pernah nyoba loh. Aku pernah tinggal di Apartemen pas anak-anak batita. Sungguh nikmat sekali ngurus anak dua sendirian tanpa nanny tanpa ART. Rasanya 24 jam nggak cukup sehari ya, mesti ngurus anak-anak, masak, nyuci baju, beres-beres unit. Benar-benar nikmat yang nggak akan pernah terlupakan seumur hidup!😅

Alhamdulillahnya aku bisa ngehandle semua dengan cukup baik, cuma stress aja pas anak dua rewelnya barengan dan aku sendirian di unit karena suami kerja. Huhuhuhu. 

Saat itu aku dan suami kaya udah mencapai satu goals yang kita idam-idamkan dari awal menikah yaitu tinggal mandiri. Tapi semua berubah saat akhir bulan dan kita menyadari bahwa nggak ada sisa penghasilan suami untuk ditabung. Jadi saat itu penghasilan suami udah ngepas aja untuk biaya sewa Apart dan biaya hidup sehari-hari. Nggak ada tabungan padahal saat itu kita mesti siap-siap juga untuk biaya sekolah Una yang mau masuk Playgroup. 

Akhirnya dengan berat hati ditambah kelegaan yang luar biasa, kita balik lagi ke rumah orantua aku dengan pertimbangan menghemat pengeluaran dan akses yang lebih dekat untuk playgroup Una.


Dibandingkan beli rumah setahun kemudian kita malah memutuskan untuk membeli mobil terlebih dahulu. Tentu saja bukan untuk gaya-gayaan, tapi lebih ke kebutuhan karena saat itu anak dua udah nggak bisa lagi dibawa naik motor. Dan waktu itu ibu mertua juga mesti bolak-balik RS karena harus operasi pengangkatan kista di rahimnya. Jadi untuk lebih memudahkan mobilitas kita berempat dan memudahkan ibu mertua untuk berobat ke RS, akhirnya saat itu kita memutuskan untuk membeli mobil. 

Dan alhamdulillah tahun ini tepat sebelum pandemi, cicilan mobil udah LUNAS! Huhuhuhuhuhuhuu. Bahagia. Banget. Setelah ini tentunya aku dan suami kepikiran untuk beli rumah. Tapi kita berdua sepakat untuk punya rumah di Jakarta, biar nggak jauh-jauh dari sekolah dan tempat kerja suami. Tapi tau kan rumah di Jakarta ngga ada yang murah, sampe sekarang pun kita nggak tau gimana caranya bisa beli rumah di Jakarta. Huahaahahhahahahahahahaaaaa. Niat, doa dan ikhtiar dulu aja ya pokoknya!

Lagi dan lagi rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau, ya. Begitupun aku melihat kehidupan teman-teman seangkatan di sosial media. Rata-rata udah pada punya rumah sendiri, keren keren sekaliiiii. 

Dari situ aku mengambil kesimpulan, kayanya memang beda ya menikah muda dan menikah di usia matang. Untuk pasangan yang menikah di usia yang matang, sepertinya punya kondisi keuangan yang lebih stabil dibandingkan aku dan suami yang memulai dari dibawah 0. 

3. Godaan dari luar dan dalam

5 tahun pertama katanya merupakan masa-masa pernikahan yang terberat. Lalu apakah tahun ke-6 dan seterusnya masalah-masalah yang menimpa akan lebih ringan? TENTU SAJA TIDAK! Bahkan masalah-masalahnya bisa lebih berat dari 5 tahun pertama. Tapi masalah di tahun ke 6 dan seterusnya akan terasa lebih mudah dihadapi karena kita sudah melewati uji kekompakan dan kasih sayang di 5 tahun pertama. Jadi semua masalah yang kita hadapi di 5 tahun pertama, akan jadi 'bekal' kekuatan untuk menghadapi masalah ditahun ke 6 dan seterusnya. *tsailah, sok bijak amat😅

Untuk pasangan yang nikah muda, pasti cobaan di 5 tahun pertama bakal terasa berat karena ego di usia muda masih berapi-api banget. Butuh banyak kewarasan, kesabaran, pengorbanan, air mata dan kekuatan cinta kayanya untuk melewati semua masalah di 5 tahun pertama. Pengalaman menghadapi masalah di 5 tahun pertama pernikahan di usia muda  kayanya aku tulis terpisah aja ya, bakal super panjang kalo ditulis disini😅

Oh iya, permasalahan lain tentang rumput tetangga. Ada kalanya rumput tetangga mati dan keadannya jauh lebih buruh dari rumput kita sendiri. Kadang selain ngebuat aku jadi bersyukur (atas rumput sendiri yang masih cukup hijau), juga ngebuat aku insecure.

Beberapa sepupu yang usianya sepantaran aku dan suami juga, memutuskan juga untuk menikah muda di bawah usia 20 tahun. Semuanya keliatan baik-baik aja sampe akhirnya mereka mengumumkan perceraian mereka. Dan perceraian mereka jadi suatu pertanyaan besar di kepala aku. Kenapa? Ada Apa? Nggak bisakah mereka bertahan? Apa aku akan berakhir seperti itu juga?

Sebenarnya hal ini sih cuma ketakutan aku sendiri, yang ngebuat aku ngerasa berjalan di atas lantai kaca. Sekuat apa kaca ini bertahan, apa kaca ini bakal hancur tiba-tiba?

Aku juga nggak ngerti kenapa sampai sekarang masih sering dihinggapi ketakutan-ketakutan seperti itu saat melihat orang-orang di usia sepantaran aku bercerai. Mungkin cuma ketakutan dan ke-over-thingking-an aku ajah. Tapi semoga lantai kaca ini tetap kuat bertahan dan kelak akan jadi lantai marmer yang lebih kuat untuk aku injak, ya.

Kemudian, godaan perselingkuhan. Ini sih ya, nggak cuma mengancam pasangan yang menikah dari usia muda aja, tapi juga pernikahan di segala usia. Godaan-godaan ini udah pasti bakal ada. Lebih perkuat 'benteng' hati dan jiwa aja ya kalo menghadapi masalah ini. Role model aku seandainya menghadapi masalah seperti ini tentu saja Gigi-nya Raffi Ahmad, beberapa tahun yang lalu kabar perselingkuhan suaminya tersebar hingga ke seluruh negeri, tapi dia masih tetap kuat dan bertahan sampai sekarang. Keren sekaliiii~

[Baca juga: Selingkuh]

Semoga kamu, yang saat ini sedang menghadapi masalah ini, tetap kuat ya. Aku nggak memaksakan kamu untuk bertahan, tapi semua masalah selalu punya jalan keluar dan semoga kamu diberikan jalan keluar yang terbaik untukmu dan untuk keluargamu ya.. Aamiin!

Yang terkhir dari poin godaan ini adalah masalah yang sumbernya dari keluarga besar. Ini yang kadang nggak bisa kita perkirakan ya. Aku dan suami kayanya sepakat untuk fokus ke keluarga kecil kami aja saat menghadapi masalah ini. Karena masalah dari keluarga besar biasanya ada diluar kendali kita berdua. Lebih baik fokus ke dalam hal yang bisa kita kendalikan aja, seperti pikiran-pikiran kita sendiri. It works lah, karena pada akhirnya yang bisa mengendalikan jalan pernikahan kita ya cuma aku dan suami aja, kan?

Baiklah, untuk saat ini, kayanya cukup 3 poin diatas aja yang aku tuliskan, ya. Mungkin aku bakal bikin tulisan semacam ini lagi di tahun ke 20 pernikahan? Aamiin.. Doakan saja yaaa~

Semoga yang berniat nikah muda juga dan udah mampir ke tulisan aku sebelumnya, menjadikan tulisan ini sebagai bekal dalam menjalani pernikahan muda-nya nanti. Untuk yang sudah menikah muda, ketahuilah bahwa aku juga merasakan semua yang kamu rasakan, kamu pasti bisa melewati semuanya dengan baik! Aamiin.. *peluk jauh*


Dibalik semua cobaan-cobaan diatas, aku bersyukur sekali mampu melewati 10 tahun pernikahan dan sampai ditahun ke 10 ini dengan baik :') Alhamdulillah.. Jadi kalo ada yang iri liat 'rumput di pekaranganku', percayalah sesungguhnya warnanya nggak sehijau yang kamu lihat kok😉

Sampai disini dulu deh, semoga tulisan ini bermanfaat untuk pembacanya yaaaaaaa. Aamiin.. Untuk yang mau sharing-sharing tentang pengalaman menikah muda, atau mau tanya-tanya tentang hal-hal seputar menikah muda, boleh langsung aja komen di bawah ini yaaaa. InsyaaAllah akan aku balas secepatnya! 

Sejak sebulan yang lalu akun facebook resmi Big Bad Wolf Indonesia 'menyebarkan' VIP tiket kepada blogger dan vlogger untuk menghadiri preview sale mereka. Jadi BBW Jakarta 2017 baru resmi dibuka tanggal 21 April, nah untuk event preview sale ini digelar sehari sebelum dibuka yaitu tanggal 20 April. Sebagai seorang blogger penggila buku aku langsung daftar dooongggg via email. Tapi lamaaaaa banget dapet balesannya. Eh kemudian ada lagi pendaftaran VIP Tiket ini di komuntas blogger kesayangan yang bekerja sama dengan salah satu bank partner BBW 2017 ini. Ya aku daftar lagi doooonggg, karena ngira kalo VIP tiket dari akun resmi BBW-nya nggak dapet.

Eh beberapa hari kemudian aku dapet email dari akun resmi BBW kalo aku dapet 1 VIP tiketnya yang berlaku untuk 2 dewasa. Tapi aku baru sadar kalo tanggal 20 April itu jatuh di hari Kamis, suami kerja, dan lokasi BBW Jakarta 2017 ini yaitu ICE BSD ini jauuuuhhhh bangeeeet dari rumah. Nggak mungkin aku berangkat sendiri sambil gandeng anak dua kan. Repot dan mihil pula taksi onlinenya xp

Eh nggak berapa lama kemudian aku dapet email lagi dari bank partner BBW 2017 ini, yang mengatakan bahwa aku juga dapet tiket VIP-nya. Yang juga berlaku untuk 2 dewasa dan anak-anak dibawah 12 tahun bisa masuk tanpa tiket. Duh makin galau dong ya karena dapet dobel tiket VIP. Kalo nggak diambil sayang, lagipula aku jadi merasa nggak bertanggung jawab sebagai blogger yang udah 'dipilih' untuk dapet tiket VIP-nya. Dan lagi dari tahun lalu aku pengeeeeeeeeennnnnnnn banget dateng ke event BBW ini. Karena hamparan buku itu adalah surga😍😍😍

Akhirnya akupun langsung puter otak biar bisa dateng ke BBW ini tanpa ongkos sendiri, cara pertama adalah ngerayu kakak supaya ikut. *Biar aku bisa numpang mobilnya x)* Tapi sayangnya dia ga bisa hari itu karena kerja. Akupun lanjut puter otak lagiii dan memutuskan untuk merayu pak suami tercinta. Tadinya mau minta pak suami ijin cepet pulang kantor biar bisa agak sore ke BBWnya, sayangnya hari itu kerjaan dia banyaaaak banget. Akhirnya kilta tetep pergi ke BBWhari itu  walaupun baru berangkat sehabis dia pulang kantor. Horeeeeeeey!!! Alhamdulillah papa Api mau anter walaupun capek pulang kerja. Akupun langsung dari sore siap-siap berangkat ke BBW, mulai dari beli nasi padang untuk bekel makan dijalan sampe siap-siap nunggu di depan gang, biar pas papa Api lewat langsung kita bisa masuk mobil dan cuss langsung berangkat ke ICE BSD.

Dan ICE BSD itu JAUUUUUUHHHHHH banget ternyata ya dari Jakarta Timur! Berangkat jam 6-an lewat, sampe sana jam 8 malem. Sesampainya disana, papa Api nurunin aku di depan pintu masuk buat nuker email dengan tiket sementara papa Api nyari parkir. Alhamdulillah nggak ada drama pas nyari parkir😅 karena banyak parkiran kosong malem itu. Hihi.

Kemudian dengan dua tiket VIP di tangan, akupun langsung nge-brief anak-anak di sepajang jalan menuju pintu masuk BBW supaya mereka nggak ngambil buku banyak-banyak. EH tiba-tiba ada mbak-mbak cantik yang nyamber omongan aku dari belakang dengan sinis.

"Ibu yakin mau beli buku disini? Saya aja pengen nangis antri dari jam 5 sampe sekarang belom kelar-kelar. Akhirnya saya tinggal aja tuh belanjaan di dalem. Beneran deh, pengen nangis!"
Aku pun cuma ngangguk-ngangguk aja sampe akhirnya mbak-mbak itu belok ke toilet. Walaupun mbaknya ngomong dengan nada sinis, tapi aku kasian sih sama raut mukanya, keliatan capeeeekkkkkk banget. Karena itu aku langsung ganti brief ke anak-anak "Kalo nggak bisa beli buku disini, kita beli di toko buku biasa aja ya sayang.." 😂 Alhamdulillahnya anak-anak langsung nge-okein omongan akuuuu. Alhamdulillaaaaah~~

Big Bad Wolf 2017

Ada apa di Big Bad Wolf 2017

Jam buka Big Bad Wolf 2017

Akhirnya sampai juga di depan pintu masuk BBW 2017 tepat di depan Hall 7 ICE BSD ini. Setelah menunjukkan tiket kepada petugas jaga yang ada di depan, mari kita menenggelamkan diri diantara tumpukan-tumpukan buku iniiiiii~

Ada apa di Big BAd Wolf 2017

Ada apa di Big BAd Wolf 2017

Ada apa di Big BAd Wolf 2017

Ada apa di Big Bad Wolf 2017

Ada apa di Big Bad Wolf 2017

pas baru masuk disisi sebelah kiri aku ngeliat ada tempat penjual makanan sekaligus playground yang disediakan untuk anak-anak. Dan selain itu adalah hamparan rak buku dimana-mana. Luas banget ya 4 hall yang disewa untuk BBW 2017 ini, kabarnya lebih luas dibanding BBW 2016 kemarin loh. 

Buku anak apa aja yang ada di Big Bad Wolf 2017

Buku anak apa aja yang ada di Big Bad Wolf 2017

Buku anak apa aja yang ada di Big Bad Wolf 2017

Buku anak apa aja yang ada di Big Bad Wolf 2017

Buku anak apa aja yang ada di Big Bad Wolf 2017

Buku anak apa aja yang ada di Big Bad Wolf 2017

Pilihan bukunya banyak, ada buku lokal tapi cuma sedikiiit. Dan tetap dirajai oleh buku-buku import untuk dewasa hingga anak-anak. Buku dewasanya nggak cuma novel aja, ada buku agama, kerajinana tangan dan banyak lagi macemnya. Untuk buku anak di BBW 2017 ini ada flash card, buku cerita, buku aktifitas, soft book, hard book, puzzle book, giant book dan masih ada banyaaaaaaaaak lagi macemnya. 

Buku apa aja yang ada di Big Bad Wolf 2017

Ini dia nih novel idaman aku. Aku udah punya versi terjemahannya tapi PENGEN BANGET juga punya versi aslinya doooonggggggggg. Covernya bagus-bagus banget pula yaaaa. Dan harganya murah siiih kalo menurut aku mah, The Mortal Instrumen untuk 6 buku cuma 400ribu ajah! Murah banget kaaaannnnnnnnnnnnnn?!

Penitipan Buku di Big Bad Wolf 2017

Oh iya ngak jauh dari kasir juga ada tempat penitipan buku 24 jam. Plus costumer service tempat kita bisa tanya-tanya juga. Semua kakak-kakak BBW 2017 ini ramah-ramah banget loh. Jadi kalo mau tanya bisa langsung ke kakak-kakaknya aja. Walaupun belum tentunjuga mereka hapal 5 juta judul buku yang ada di BBW 2017 ini. JAdi kalo ngerasa agak dilempar sana-sini pas nanya buku, ya sabar aja yaaaa. Akupun kalo disuruh ngapal 5 juta buku yang ada disini juga nggak sanggup kok. Hihiii.

Antrian kasir di Big Bad Wolf 2017

Kemudian perhatian akupun langsung teralikahn oleh antrian ditengah-tengah rak buku ini.. ini ngantri apa yah, kok ditengah-tengah gini? Belanjaannya juga pada nggak sedikit, ada yang sampe borong dua troli loh kaya foto yang diatas ini. Aku langsung mikir, itu beli buku sebanyak itu pasti langsung mau punya perpus pribadi gitu atau untu perpustakaan sekolah gitu yaaaa..

Antrian kasir di Big Bad Wolf 2017

Ternyata antrian tadi yang berada di tengah rak buku, menuju ke sini. Ke dalam pembatas besi ini. Mari kita lihat lebih jelasnya lagi di foto-foto di bawah ini yaaaa~

Antrian kasir di Big Bad Wolf 2017

Antrian kasir di Big Bad Wolf 2017

Antrian kasir di Big Bad Wolf 2017

Antrian kasir di Big Bad Wolf 2017

Tuh lihatlaaaahhh, panjang banget kan antriannyaaaa. kalah deh antrian wahana di Dufan😂 Kabarnya bahkan 5 jam baru sampe ke kasirnya😅 Ternyata ini yang dimaksud mbak-mbak sinis di depan tadi. Pantes dia antri dari jam 5 sampe jam 8 malem nggak kelar-kelar. Soalnya gini sih antriannyaaaaaaa😓 

Akhirnya mama Dian, papa Api, Una dan Abang nenilih untuk keluar ke pintu keluar tanpa belanja buku apa-apa. Ya gimana dong, kalo baru antrijam setengah 10-an gini, bisa pulang jam berapa kitaa? Belom lagi besok kerja dan sekolah khaannnnn? Huhuhuu. Sedih banget sih cuma numpang lewat diantara tumpukan-tumpukan buku ini, tapi mungkin sisi positifnya dompet mama Dian amaaannn malem itu. Hihihihihihiiiii. 

Preview Sale Big Bad Wolf 2017

Baiklah, kita pun akhirnya kembali ke parkiran sembari menghibur Una dan Abang yang BT parah karena nggak beli buku disana. Ngga papa ya kiddos, tahun depan kita balik lagi kesini dan belanja yang banyak deeeehhh, kalo perlu mama DIan bakan nabung tiap bulan buat ikut BBW 2018 tahun depan. Hihihihiii. See you next year yaaaa BBW 2018! 💝

***

Tambahan cerita:

Tadinya aku pikir antrian panjang mengular gitu lumrah dan lazim banget di BBW. Ternyata nggak loh, antrian di preview sale itu bukan merupakan hal yang biasa. Awalnya aku pikir yang dapet tiket VIP cuma blogger vlogger aja, ternyata kabarnya pengguna kartu kredit bank partnet BBW 2017 ini juga dapet tiket VIPnya. Makanya rame parah yaaaa. Bahkan kabarnya lebih rame preview salenya dibandingin hari biasa BBW-nya.  Pihak BBW di official aku instagramnya pun sampai memberikan permohonan maaf kepada pengunjung di preview salenya.


Baiklaaaaah, dengan setulus hati aku memaafkanmu kok BBW 2017😊😊😊 Semoga kalo pun ada preview sale BBW lagi di BBW tahun depan, pelayanannya bisa lebih baik lagi yaaaaaaa. Aaaaamiiinnn!

Kalo kamu gimana? Udah ke BBW blom? Gimana-gimanaaaa, kena antri parah kasirnya ngga? Atau mungkin yang udah ke BBW tahun lalu, antrinya separah ini juga nggak sih? Cerita-cerita di kolom komen yaaaaaaaa😚😚😚

Assalamu'alaikum :)



Welcome April! Bulan April ini adalah bulan April yang ke 25 untuk aku. 24 bulan April telah berlalu dan sekarang, mari menikmati bulan April yang ke 25~

Seperempat abad, ngga berasa ya.. Kalo menengok ke belakang, aku bingung kalo ditanya udah ngelakuin apa aja? Menurut aku di angka 25 ini aku harus sudah lebih siap lagi untuk fase-fase kedewasaan selanjutnya. Mengurangi drama-drama yang nggak perlu, mengurangi tuntutan-tuntuan yang nggak penting, dan fokus ke cita-cita dan tujuan hidup aku selanjutnya.

Jadi ibu yang baik mulai 5 tahun yang lalu jadi cita-cita terbesar aku, yang harus dijalani setiap hari dengan pembelajaran yang ngga ada habisnya. Tapi impian masa kecil aku juga masih tetap jadi impian sampai sekarang, dan akan terus jadi impian sampe aku jadikan itu kenyataan. Aku mau jadi penulis! Penulis fiksi yang berhasil menerbikan novelnya di sebuah penerbitan besar. Boleh minta aminnya? :)

Dan sebagai peringatan umur yang ke 25, aku juga udah mengganti nama blog, yang tadinya The Young Mother, kemudian jadi Adriana Dian's Blog. 25 masih bisa dibilang ibu muda kan yaaa? Tapi gapapa gantinya sekarang aja. Kalo tahun-tahun depan, hati aku bakalan makin sakit ngelepas nama The Young Mother :')

Sekarang aku mau curhat tentang beberapa permintaan aku di angka 25 ini, boleh kan yaaa? *mulai kode*

1. Do'a dan harapan
Nggak ngasih hadiah nggak apa-apa, nggak ngasih selamat juga gapapa banget. Minta do'anya aja boleh ya, semoga mama Dian di tahun ini bisa jadi istri yang lebih baik lagi, anak yang lebih baik lagi, ibu yang lebih baik lagi, jadi blogger yang lebih baik lagi dan segera bisa menyelesaikan cerita fiksinya yang dua tahun belakangan masih stuck di prolognya aja. Minta aminnya lagi boleh kan..? :')

2. Hadiah
*ehem* sesungguhnya ini kode berat buat yang ngerasa aja. Laki-laki suka bingung kan ngasih kado apa ke perempuan yang dia sayang. Semoga postingan ini bisa memberikan petunjuk untuk laki-laki itu ya x) Beberapa bulan belakangan emang banyak banget yang mau dibeli, mulai dari:

Kamera
 Penting banget loh ini untuk menunjang aktifitas ngeblog aku. Biar makin kece kan foto-foto diblog ini?



Buku
Sebagai pengisi me-time. Aku butuh beberapa buku baru. Diantaranya, buku terbarunya Robert Galbraith yang judulnya Career of Evil plus buku parenting dari pengarang Ummu Balqis dan Aditya Mulya


  Baju Baru
Wanita mana yang ngga suka kalo dibeliin baju baru? :3 Kebetulan banget aku lagi perlu busana muslim pesta baru untuk pergi ke kondangan yang berderet di bulan ini. Kamu nggak perlu bingung kalo mau beliin aku baju. Cukup pilih-pilih aja busana muslim pesta yang ada di Zalora. Semuanya aku suka dan nggak akan nolak kalo dihadiahin ini :')

http://www.zalora.co.id/product-index/busana-muslim-pesta/


http://www.zalora.co.id/product-index/busana-muslim-pesta/



3. Follow aku dong!
Siapa tau ada teman-teman yang baca postingan ini dan berbaik hati mau ngefollow twitter dan instagram aku sebagai hadiah ulang tahun. Boleh banget kok, follow instagram aku @adrianadian dan twitter aku @adrianadian yaaaa. Pasti aku follow balik :3

Udah segitu aja ya wishlist-nya. Kalo kebanyakan nanti pada bingung :3 Selamat datang 25!  Semoga semuanya berjalan dengan baik di angka 25 ini ya. Dan kalaupun akan ada banyak cobaan yang menghadang, inshaa Allah akan mama Dian hadapi dengan tegar, sabar dan ikhlas. Semangaaaaaaaat!

Thank you for walking here :)
Wassalamu'alaikum


Custom Post Signature

Custom Post  Signature