Showing posts with label #KEB. Show all posts
Showing posts with label #KEB. Show all posts

"Mah aku suka nulis.. Nanti kuliah ambil sastra aja ya.."
"Duh, jadi penulis nggak ngehasilin duit, ambil jurusan lain aja selain sastra."

Tentang Una dan Cita-Citanya. Ada yang punya permasalahan yang sama juga kah seperti aku jaman SMA dulu? Waktu itu aku yang hobinya nulis cerita dan bercita-cita jadi novelis, nggak dibolehin kuliah jurusan Sastra Indonesia. Karena menurut mama, jadi penulis "kurang" menghasilkan uang. Kalo saat itu JK. Rowling udah jadi penulis terkaya, aku mungkin bakal ngajak mama debat kali tentang opini "penulis yang nggak menghasilkan uang."

Kebalikan dari mama, sebagai ibu muda modern masa kini *apa sih istilahnya xp*, aku berniat untuk nggak mengekang Una memilih jurusan kuliahnya. Aku berniat untuk dukung semua keputusannya, tetap tapi pendidikan nomer 1 ya. Walaupun nanti dia cuma jadi ibu rumah tangga aja, mama Dian dan papa Api setuju kok untuk menguliahkan Una setinggi-tingginya.

Una, the doctor soon to be

Kalo sekarang ditanya cita-citanya apa, jawaban Una adalah "Mau jadi dokter." Sepertinya Una selalu terpesona sama dokter yang megang stetoskop yang lagi periksa Una waktu sakit. Mama Dian sih seneng banget kalo anaknya mau jadi dokter. Tapi sesuai nggak sih sebenernya profesi itu untuk Una, sesuai jugakah dengan bakat dan minatnya? 

Kebetulan banget nih, hari Sabtu tanggal 28 Agustus kemarin mama Dian menghadiri sebuah talkshow dari KEB dan Jiwasraya, yang mencerahkan pikiran mama Dian banget tentang Una dan cita-citanya.


Talkshow #KEBJiwasraya ini bertempat di HK Cafe Sarinah, dan dimulai setelah jam makan siang. Dibuka dengan sapaan dari MC cantik dan sambutan dari maketu kesayang kita semua yaitu mak Icoel yang menyampaikan bahwa TalkShow yang berjudul "Persiapan Pendidikan Anak Menghadapi Persaingan Global" ini tercipta atas sinergi antara KEB dan Jiwasraya. Acara ini pun bakal menghadirkan 3 narasumber yaitu Mira Sahid - Founder KEB, Elizabeth T. Santosa - Psikolog, dan T. Guntur Priyonggodo - Ka. Cab. Jiwasraya. 


Acara Talk Show pun dimulai dengan pertanyaan dari Makpon Mira Sahid kepada Miss Lizzie, tentang anak-anaknya yang punya banyak banget minat. Dan makpon jadi bingung, sebenernya yang mana sih bakat dan minat anak-anaknya yang sebenarnya, agar bisa segera diarahkan sedari kecil. Setelah ngangguk-ngangguk cantik, miss Lizzie pun segera menjawab pertanyaan Makpon sekaligus menjelaskan kepada kita semua tentang cara mengidentifikasi bakat anak-anak dari 8 kecerdasan majemuknya.


Miss Lizzie membuka penjelasannya tentang cerita dari Taylor Swift penyanyi muda yang sukses meraih banyak piala Oscar, dan perjalanan karirnya yang bisa dibilang sangat amat nggak mudah, perlu banyak pengorbanan untuk mencapai kesuksesannya yang sekarang ini. Tapi semua itu dimulai tentu aja dari orangtuanya yang menyadari bakat Taylor Swift sejak kecil dan langsung mengarahkan dan memotivasinya hingga sukses seperti sekarang ini.

Nggak ada yang nggak pintar. Semua anak pintar dengan kecerdasannya masing-masing. Setuju bu-ibu? SETUJU DONG! Jadi mama Dian harus mulai darimana ya untuk mendukung cita-cita Una? Miss Lizzie pun menjabarkan tiga langkah di bawah ini.



Jadi langkah pertama dan yang paling penting adalah mengidentifikasikan potensi anak kita. Salah satunya bisa melalui metode dari Howard Gardner yaitu Multiple Intelligences, atau biasa disebut juga 8 kecerdasan majemuk. Manusia umumnya memiliki 8 kecerdasan majemuk dibawah ini, namun biasanya hanya 1-2 kecerdasan yang bersifat dominan. Dan dari kecerdasan yang dominan itulah membentuk bakat dan minat mereka yang sesungguhnya, hingga kita sebagai orangtua bisa mengetahui kelak anak-anak bisa jadi apa sih dengan kecerdasan majemuk dominan yang mereka miliki tersebut?




Dari 8 kecerdasan diatas, sebenarnya kita sebagai orangtua udah mulai bisa mengira-ngira nih, yang mana sih kecerdasan dominan yag dimiliki oleh anak-anak kita? Tapi sebelum mulai mengidentifikasikan kecerdasan anak kita, boleh juga mengidentifikasikan kecerdasan diri sendiri loh bu-ibu. Kira-kira kalo bu-ibu dominan yang mana nih? Kalo mama Dian sih rasa-rasanya lebih dominan kecerdasan intrapesonalnya ya. Kecerdasan yang membuat kita mampu lebih mengenali diri sendiri. Ngebuat mama Dian jadi senang menghabiskan waktu untuk diem aja di dalam kamar, di depan komputer untuk mikir dan nulis. Naaah, kalo Una, udah keliatan banget nih punya hobi dan bakat yang cenderung mengarah ke salah satu kecerdasan majemuk diatas.


Yaitu adalah bakat menggambar. Yang bikin mama Dian takjub dari gambar-gambar Una adalah gambarnya bisa bercerita. Dan Luna bisa menggambarkan mimik wajah yang pas untuk karakter-karakter di gambarnya. Dari gambar diatas, mama Dian udah bisa mengidentifikasi kecerdasan yang Una miliki, yaitu kecerdasan visual. Selain menggambar, Una juga suka sama bikin-bikin sesuatu, atau bahasa kerennya crafting. Dia suka main playdough, gambar, mewarnai, pokoknya hobi-hobinya dia memang cenderung mengarah ke kecerdasan visual banget. Dan dari keterangan miss Lizzie, ternyata si anak dengan kecerdasan visual yang dominan bisa jadi ahli bedah juga loh. Waaaah, berarti Una bisa banget nih ya jadi dokter waktu dia besar nanti.

Langkah kedua dari mendukung cita-cita Una adalah mengarahkan dan membina bakat yang dia miliki. Dengan cara menyediakan banyak alat-alat crafting mulai dari kertas kosong, kertas origami, kain flanel, gunting, lem, pensil warna, spidol, cat air dan lain-lainnya. Pokoknya semua itu mama Dian sediakan di rumah untuk Una, supaya Una bisa semakin mengasah kecerdasan visualnya. 

Yang terakhir adalah memotivasi. Langkah terakhir ini mama Dian lakukan dalam bentuk pendampingan langsung waktu Una lagi asik gambar dan crafting, serta menyampaikan apresiasi atas semua karya-karya yang Una buat. Kalo menurut mama Dian sih semua gambar atau craft yang Una buat bagus, walaupun sampai sekarang belum pernah menang lomba mewarnai sih. Hehe.

Dukungan materiil untuk cita-cita Una

Pokoknya disini mama Dian nyatakan bahwa mama Dian dukung 100% secara moril kalo Una mau jadi dokter. Tapi gimana dukungan secara materilnya? Kebetulan mama Dian punya temen yang jadi dokter juga dan sempet ngulik-ngulik biaya kuliahnya, dan itu WOW banget yaaaa. Bisa untuk beli rumah di pinggiran kota lah. Ratusan juta lah ya kalo ditotal-total. Kepikiran sekitar 13 tahun lagi, jamannya Una kuliah nanti, berapa ya kira-kira biayanya? *mulai stress*

Untungnya, di Talk Show #KEBJiwasraya hadir juga Bapak Guntur selaku perwakilan dari Jiwasraya yang memberikan bu-ibu-yang-cemas-akan-biaya-kuliah-anak-anaknya-di-masa-depan ini sebuah solusi yang mencerahkan.

Sebelumnya Bapak Guntur cerita sedikit nih tentang Jiwasraya. Jiwasraya ternyata merupakan satu-satunya perusahaan asuransi jiwa milik negara (BUMN), jadinya dana kita bakal terjamin aman di Jiwasraya. Jiwasraya juga memiliki banyak kantor cabang serta agen-agen asuransi yang tersebar di seluruh Indonesia. Plus, pembayaran preminya bisa lewat ATM, jadinya praktis banget nih nggak pake repot.



Bapak Guntur juga memperkenalkan satu produk asuransi yang bisa mengcover kegalauan kita sebagai ibu-ibu dalam perencanaan biaya pendidikan anak-anaknya. Yaitu, JS Prestasi. Apa sih JS Prestasi itu?
Jadi dengan sejumlah premi bulanan yang kita bayarkan di JS Prestasi, yang bisa kita mulai sejak anak berusia 3 bulan hingga 5 tahun. Kita sudah 'mengamankan' dana kuliah untuk anak-anak kita dimasa depan.

Untuk tahun 2015 kemarin, Jiwasraya sudah memperkirakan biaya kuliah sebesar 250juta untuk beberapa PTN di Indonesia. Besaran 250juta tersebut sudah termasuk buku kuliah,  biaya kuliah dan seluruh biaya hidup selama 4 tahun mengenyam pendidikan bangku kuliah. Tahun lalu aja 250 juta, gimana 13 tahun lagi cobaaaa? *makin stress*

Jangan stress dulu bu-ibu, menurut aku sendiri sih JS Prestasi ini cocok banget untuk mengamankan biaya kuliah anak-anak kita. Nggak cuma biaya kuliah sih, setiap anak kita masuk SD, SMP dan SMA, JS Prestasi akan mengeluarkan uang asuransinya untuk mengcover kebutuhan pendidikan anak-anak kita. Belum lagi manfaat tambahan lainnya yaitu uang asuransi yang dibayarkan saat si tertanggung meninggal dunia, kecelakaan maupun cacat tetap total. *kalo yang ini sih amit-amit semua yaaa*

Yang tertarik sama asuransi JS Prestasi Jiwasraya ini langsung aja cuss buka webnya di www.jiwasraya.co.id untuk segera mencari agen asuransi Jiwasraya yang akan mebantu menjelaskan lebih lengkap lagi mengenai produk JS Prestasi ini.

Persiapan biaya pendidikan Una

Kalo aku sendiri sejauh ini emang belum terikat dengan asuransi pendidikan manapun. Karena belum tertarik sih ya sebenernya. Tapi pastinya setelah menyadari betapa mahalnya biaya pendidikan jaman sekarang, dari TK aja udah berasa bok! Apalagi kalo Una beneran mau jadi dokter, pastinya mama Dian perlu banget nabung dari sekarang!

Persiapan biaya pendidikan Una yang lagi aku jalanin saat ini baru dalam bentuk tabungan emas aja. Mudah-mudahan cukup sih dan nggak akan kepake ataupun ilang emas-emasnya sampe nanti Una kuliah yaaa. Aaaaamiin. Dan nggak tertutup kemungkinan sama sekali untuk mulai ikut asuransi pendidikan. 

Tapi aku tuh orangnya masih suka makein uang tabungan. Agak nggak rela aja kayanya masukin sejumlah duit yang baru bisa keliatan dalam beberapa tahun kedepan. Aku maunya tabungannya yang keliatan. Kaya emas atau uang tunai. Makanya masih suka galau nih mau ikutan asuransi atau nggak. Mudah-mudahan sih ya kedepannya dikasih rejeki yang berlebih lagi juga, untuk daftarin dua anak mama Dian ke JS Prestasi. Aaaaamiinn. 

Acara Talk Show #KEBJiwasraya ini akhirnya berakhir setelah selesainya sesi pertanyaan, pengumuman pemenang pertanyaan terbaik dan live twit. Setelah itu seperti biasa, para emak eksis dulu poto-poto bareeeng. Hihi. Terima kasih KEB dan Jiwasraya yang udah menghadirkan acara yang super bermanfaat banget dan berhasil menjawab kegalauan yang tersimpan selama ini di hati mama Dian. 

Inshaallah setelah ini mama Dian akan lebih ngedukung lagi cita-cita Una, dan akan tetap menstimulus 8 kecerdasan majemuknya. Dan sebagai ibu yang pasti mau yang terbaik untuk anaknya, mama Dian mulai sekarang bakal lebih serius juga merencanakan biaya pendidikan anak-anak di masa depannya. Mudah-mudahan lancar-lancar deh ya semuanya sampe Una dan Abang lulus S2 atau S3 ya. Aaaaaaamiiinn.

Kalo bu-ibu yang dirumah gimana nih, udah taukah anak-anaknya dominan di kecerdasan majemuk yang mana? Dan gimana persiapan biaya pendidikannya? Pada mulai stress kaya aku juga nggak ya kalo mikirin biaya kuliah anak-anak? x)

Custom Post Signature

Custom Post  Signature