Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apakah Perselingkuhan Menjadi Penyebab Perceraian Terbesar?

Maraknya berita perselingkuhan yang viral di media sosial beberapa waktu belakangan ini, ngebuat jengah nggak sih? Apalagi di akhir tahun kemarin, kayanya ada lebih dari 3 berita perselingkuhan yang viral secara berurutan.

Secara khusus sih aku bener-bener merasa simpati untuk para korban. Hal yang mereka lalui pasti bener-bener nggak mudah, kalo pada akhirnya mereka sampai memutuskan membuka permasalahan rumah tangganya di media sosial.

Terlepas dari itu, masalah perselangkangan perselingkuhan yang viral ini juga pasti ngasih efek traumatik buat para korban lainnya, dan memunculkan perasaan negatif thinking (dikit) ke suami buat para istri di Indonesia.

Sebenernya, kita cari tahu dulu yuk, apa sih arti perselingluhan yang sebenarnya?

Apa yang dimaksud dengan perselingkuhan?

Perselingkuhan berasal dari kata selingkuh. Menurut KBBI, selingkuh adalah suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri, tidak berterus terang, tidak jujur, curang, serong. Sedangkan perselingkuhan artinya hal berselingkuh.

Sedangkan menurut aku sendiri perselingkuhan adalah suatu bentuk ketidakjujuran dan pelanggaran komitmen dalam hubungan rumah tangga.

Masih banyak juga makna lain dari perselingkuhan. Karena perselingkuhan bukan hanya sekedar tentang berhubungan badan dengan orang lain aja, tapi juga udah bisa dimulai dengan hal-hal kecil seperti menghapus chat yang "mengarah" dengan lawan jenis.

Dari kasus perselingkuhan yang viral di tahun 2023 kemarin, beberapa di antaranya berakhir dengan perceraian. Sedih banget nggak sih, rumah tangga yang udah dibangun setelah sekian lama, kemudian harus hancur karena perselingkuhan?

Sejujurnya aku jadi penasaran juga, dengan maraknya kasus perselingkuhan belakangan ini, apakah perselingkuhan menjadi penyebab perceraian terbesar dalam rumah tangga?

Perselingkuhan: Penyebab Perceraian Terbesar

Emang iya, perselingkuhan menjadi penyebab perceraian terbesar? Setelah aku baca informasi di sana-sini, ternyata: Perselingkuhan bukan merupakan penyebab utama perceraian.

Penyebab Perceraian Menurut Survei dan Seorang Ahli

Menurut data dari Databoks pada tahun 2022, perselisihan dan pertengkaran menjadi penyebab utama perceraian. Poligami dan Zina masuk ke dalam urutan nomer 9 dan 10.

Yah, walaupun kita nggak tahu secara pasti juga sih ya, apa sih yang menyebabkan perselisihan dan pertengkaran ini. Bisa aja karena memang tidak cocok secara personal, atau mungkin karena terjadu misskomunikasi.

Selain data dari Databoks, ada juga nih penelitian yang dilakukan oleh psikolog dan seksolog John Gottman, dalam bukunya yang berjudul "What Predicts Divorce?", Gottman menemukan empat penyebab perceraian dalam rumah tangga.

Berdasarkan penelitian kepada 40ribu pasangan dalam waktu 50 tahun ternyata keempat penyebab perceraian terbesar, yaitu:

  • Penghinaan
  • Kritik
  • Sifat defensif
  • Stonewalling atau perilaku silent treatment.

Kedua fakta tersebut keliatan berhubungan ya, karena penyebab perceraian yang disebutkan oleh Gottman memang menjadi bagian dari perselisihan dan pertengkatan.

Fix deh kalo ada yang bilang bahwa pelakor adalah penyebab utama hancurnya rumah tangga tuh salah besar, ya..

Apakah fakta dan data di atas membuat hati para istri menjadi lebih tenang? Kayanya sih nggak juga yaaa.. Hehehe.

Setelah tau bahwa perselingkuhan bukan penyebab utama hancurnya rumah tangga, aku jadi bisa narik satu kesimpulan sih.

Kenapa Perselingkuhan Tidak Menjadi Penyebab Utama Kehancuran Rumah Tangga?

Padahal perselingkuhan nggak bisa dibilang masalah kecil ya. Banyak banget dampak negatif perselingkuhan kepada pasangan, anak-anak, bahkan keluarga besar.

Kemungkinan perselingkuhan bukan menjadi penyebab terbesar perceraian adalah mungkin pasangan yang melakukan perselingkuhan pada akhirnya benar-benar mau tobat dan berubah, sedangkan pasangan yang diselingkuhi memaafkan dan memberi izin untuk memulai kembali hubungan mereka.

Ih, pasangan dah selingkuh, mau-maunya sih diterima balik lagi! Bego atau gimana siiiiihhh?!

Pasti nggak satu dua orang yang bakal berpendapat seperti itu. Tapi, sebagai sama-sama yang telah menjalani rumah tangga, aku yakin semuanya juga pasti paham bahwa setiap rumah tangga punya masalahnya sendiri.

Rumah tangga adalah bentuk kerjasama seumur hidup antara dua orang pasangan. 

Seandainya si suami selingkuh dan si istri memilih memaafkan, pastinya sang istri juga mengambil keputusan tersebut dengan jutaan pertimbangan. Dan kita nggak akan pernah tau apa yang sudah dialami sang istri tersebut, kecuali kita berjalan sendiri di sepatunya dan melihat melalui matanya.

Kalo liat kasus seperti, baiknya banyak-bnyak didoakan saja yaaaa.. InsyaaAllah semua doa baik akan kembali lagi kepada diri kita sendiri. Aamiin..

Baiklah, sampai disini dulu tulisan pertama di label Obrolan Rumah Tangga ini. Masih banyak yang akan aku bahas dalam label ini, semoga tulisan ini bermanfaat untuk teman-teman semuanya yaaaa~

Semangat semuanyaaaaađź’–

Posting Komentar untuk "Apakah Perselingkuhan Menjadi Penyebab Perceraian Terbesar?"