My Blue Bird App, Penghuni Setia Ponsel Pintarku

09.18.00




Jaman masih gadis dulu, aku bukan tipe-tipe cewek yang doyan jalan. Jaman itu masih belum perlu-perlu banget lah ya naik taksi. Jaman sekolah masih naik angkutan umum. Jaman awal kuliah naik bis. Waktu masih pacaran sama suami saat kuliah,  baru deh dianter jemput naik motor. Setelah menikah juga kemana-mana naik motor.

Tapi setelah punya anak, semuanya berubah. Terlebih aku dan suami belum punya mobil pribadi ya. Kita nggak tega kalo kemana-mana bawa anak naik motor. Mulai saat itu semakin akrab lah aku sama transportasi umum yang bernama taksi. Sejak saat itupun, aku mulai berteman dengan Blue Bird.

Kita udah mulai akrab sama Blue Bird mulai dari jaman nyari Blue Bird mesti ke pinggir jalan besar atau ke tempat tongkrongannya terdekat. Pesen langsung melalui telepon ke customer servicenya juga pernah. Hingga kemudian, kita tau bahwa Blue Bird meluncurkan aplikasi booking taksi online yang dulunya masih bernama Blue Bird Group Taxi Mobile Online Reservation, dan kini bernama My Blue Bird.



Jadi kalo dihitung-hitung, udah lebih dari 3 tahun aplikasi My Blue Bird menjadi penghuni tetap smartphone aku.  Dua kali ganti ponsel pintar, dan nggak pernah lupa untuk download aplikasi My Blue Bird lagi. Hubungan aku dengan Blue Bird yang tadinya cuma sekedar cukup-kenal-aja, kemudian berubah menjadi lebih mesra sejak munculnya aplikasi pemesanan taksi online Blue Bird yang kini bernama My Blue Bird.

Semenjak punya anak juga, aku dan suami menjadikan Blue Bird teman setia setiap bolak-balik dari rumah sendiri ke rumah mertua. Sebagai menantu yang baik tentunya mengunjungi mama kedua aku jadi rutinitas wajib dong. Dan bawa anak naik motor itu nggak memungkinkan, karena jarak dari Pulomas-Jakarta Timur ke Cengkareng-Jakarta Barat bisa dibilang cukup jauh ya.



Sebagai customer tentu kita maunya 'beli' apa-apa yang praktis dong ya. Aplikasi My Blue Bird juga merupakan aplikasi pemesanan taksi secara online paling pertama yang aku kenal. Dan aplikasi My Blue Bird ini menjawab kebutuhan kita sebagai keluarga dengan dua anak balita, untuk menggunakan taksi tanpa perlu cari-cari ke pinggir jalan atau buang-buang pulsa telepon untuk menghubungi CS-nya. Praktis dalam satu genggaman, aktif 24 jam sehari, dan bisa pesen taksi dimana aja.

Dulu inget banget pertama cobain aplikasinya, pelan-pelan banget dan takut salah. *maklum masih awam banget plus gaptek juga. Hihi* Karena itu pertama kalinya nyoba booking taksi via aplikasi. Sempet ngerasa keren sama fitur pencari lokasi lewat GPS-nya. Nggak perlu repot-repot masukin alamat, aplikasinya udah tau ya alamat kita. Hihi.

Rumah aku sendiri kebetulan ada di daerah yang nggak terlalu jauh dari jalan besar, jadinya mudah ditemukan pasti sama para taksi. Tapi rumah mertua masuk ke dalam gang rumah dinas, jalan di depannya pun bisa dibilang jalan buntu karena terhalang portal. Sempet khawatir bisa ngga ya taksinya ke sini, mau nggak ya..? Tapi percobaan pertama pesen taksi dari rumah mertua langsung sukses. Setelah dapet taksinya. pak supirnya langsung nelpon kita untuk nanya dimana ancer-ancer lengkapnya. Dan sampe sekarang, Alhamdulillah nggak pernah sekalipun ditolak atau nggak nemu taksi kalo pesen lewat aplikasinya.

Keamanan taksi Blue Bird terjamin.

Dan sejak sebulan yang lalu, aku lagi aktif-aktifnya ngeblog dan bisa dibilang cukup sering ikut acara blogger gathering dimana-mana. Blogger gathering yang pertama, perginya ditemani sama suami dan anak-anak ke suatu tempat di daerah Menteng. Blogger Gathering yang kedua, karena suami kerja, jadi yang pergi cuma aku sama anak-anak. Walaupun saat itu lagi maraknya taksi online jenis lain, suami secara  terang-terangan pesen ke aku, "Kamu naik Blue Bird ya, jangan yang lain. Biar nggak ribet, pesen lewat aplikasi onlinenya aja."

Kenapa harus Blue Bird? Karena Blue Bird itu nggak diragukan lagi keamanannya. Blue Bird juga punya customer service dan layanan GPS 24 jam. Pengemudinya terpercaya, armadanya juga bersih dan nyaman.  Karena aku pergi sambil bawa dua anak kecil, jadi pertimbangannya banyak. Mobil harus nyaman, pengemudi harus baik dan menyetir dengan benar. Kalo ada apa-apa dijalan pun, aku bisa langsung komplain ke kantornya kan.

Nggak perlu panik kalo ada barang yang ketinggalan.

Dan khususnya seorang ibu-ibu yang kalo jalan bawa anak kecil, Barang bawaannya juga pasti ngga sedikit. Kalo naik Blue Bird, nggak perlu khawatir kalo ada barang yang ketinggalan. Kalo aku lupa nyatet berapa nomer pintu dan nama supirnya pun, taksi yang aku naiki tadi tetap bisa dilacak loh. Telepon langsung aja ke customer servicenya, sebutin barang apa yang ketinggalan dan keterangan jam berapa aku naik taksinya, dari mana, kemana dan berapa argonya. Inshaallah, taksi tersebut bisa terlacak dan barang yang hilang bisa kembali lagi ke tangan kita.

Aplikasi #MyBlueBird mudah dan praktis.

Aplikasi My Blue Bird ini selalu ada di smartphone aku. Aplikasi ini cukup simpel, nggak terlalu ribet dalam proses pemesanannya. Jadi buat yang belum pernah nyobain aplikasi ini, kamu bisa download di AppStore, PlayStore atau BlackBerry World kamu. Proses awal registrasinya pun mudah, cukup pilih daerah domisili dan nomer HP kamu. Kemudian kode aktivasi akan dikirimkan langsung melalui SMS. Setelah kamu memasukkan kode aktivasi, masukan nama, tanggal lahir dan email kamu. Kemudian aplikasi My Blue Bird siap digunakan. Berikut aku berikan sedikit infografis singkat tutorial memesan taksi via aplikasi My Blue Bird ya.







Selama 3 tahun aku menggunakan aplikasi ini, Alhamdulillah nggak pernah sekalipun mengalami kendala saat proses pemesanan taksinya. Setelah mendapatkan driver, biasanya driver tersebut akan menelpon langsung untuk memastikan lokasi penjemputan. Lewat tracking GPS yang ada di aplikasi ini juga kita jadi bisa mengecek, dimana keberadaan taksi pesanan kita.

Aku menggunakan aplikasi My Blue Bird ini, nggak cuma untuk pergi bertigaan atau berempatan aja sama keluarga keciku. Aku pun pernah memesan armada Blue Bird MVP (Taksi Blue Bird dengan armada Mobilio) untuk berpergian bareng rame-rame mengantar Eyang ke bandara. Blue Bird MVP memang bisa memuat lebih banyak penumpang dibandingkan Blue Bird yang biasa. Jadi di aplikasi ini, kamu juga bisa memilih ya, mau taksi sedan biasa untuk penumpang maksimal 4 orang atau taksi Blue Bird MVP untuk penumpang maksimal 7 orang. Ada juga pilihan Silver Bird, Silver Bird Van dan Lifecare Taxi, taksi yang terakhir ini merupakan taksi yang dikhususkan untuk penumpang disabilitas.

Tuhkan, pesen taksi Blue Bird via aplikasi My Blue Bird nggak cuma praktis serta keamanan taksinya aja yang terjamin. Tapi kita juga bisa memilih taksi yang kita butuhkan.

Blue Bird dan aplikasi My Blue Bird merupakan pasangan yang klop banget. Di satu sisi aku membutuhkan transportasi yang aman dan nyaman, dan disisi lain aku juga perlu kemudahan untuk menjangkau transportasi itu. Dan aplikasi My Blue Bird ini menjawab semuanya.

Tulisan ini diikutsertakan pada My Blue Bird Blogging Competition yang diselenggarakan oleh PT Blue Bird Tbk.

You Might Also Like

29 komentar

  1. Lebih praktis ya mak pakai aplikasi, kemana-mana jadi gak repot.

    BalasHapus
  2. iya selama ini aku pengguna setia taxi Blue Bird

    pernah di Kembangan kebun Jeruk, menuju ke Lippo Mall Puri,
    aku dicegat paksa beberapa supir taxi aneh dengan taxi warna putih dengan stok mobil jaman baheula, mereka menawarkan 70 ribu "tarif dasar aja bu," kata mereka kepedean

    aku tertawa geli, karena ngecek ongkos grab bike yang hanya 10 ribu rupiah. Akhirnya aku nyebrang jalan, cegat taxi Blue Bird dan hanya kena tarif 26.000! Aduuuh... kebayang betapa sedihnya kalo ada orang daerah tertipu!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Supir asal tembak gitu emang ngeselin ya Maaak. Mudah-mudahan ngga ada yang ketipu ya.. Huhuhu

      Hapus
  3. Sampe saat ini cuma blue bird si yang masi kupercaya...
    Wah aku baru tau ada jenis mpv loh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju! Iya MVP belom lama ini soalnya diluncurkannya.. Tapi sekarang armada yg MVP juga udah mulai banyak bertebaran di jalan-jalan.. Hehe

      Hapus
  4. udah makin enak aja, dulu mah pas mau pesen taksi mesti telpon dulu, mending angkatnya cepet. Huh.

    Sekarang udah enak dan cepat karena aplikasi ini :)

    BalasHapus
  5. Hmm, tidak ada ulasan tentang harga atau promo-promonya, saya tipikal buyer yang lihat harga dulu, hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Woaaaah, aku kelupaan nih nulis harganya. KEasikan bahas aplikasinya aja. AKu bahas disni aja yaaaa. Wehehehee.

      Intinya sih cost Blue Bird ini sebenernya sama aja sama para taksi online di jam peak hour. Tapi kalo keamanan kan tetep Blue Bird ya nomer satu, kalo mahal dikit gapapalah, yang penting aman dan tenang kalo ada ketinggalan barang. Hehehee

      Hapus
  6. Sayang banget di sini gak ada BlueBird :( Pernah tanya sih pas acara Blogger Camp kemarin. Katanya, di Malang kena demo oleh taksi pangkalan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaaaaah sayang banget yaaa. Semoga Blue Bird bisa segera memperbanyak armadanya untuk kota malang ya Mbak..

      Hapus
  7. Dan akhirnya setelah demo kemarin menghasilkan inovasi, blue birth pake aplikasi.. hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebetulnya aplikasi Blue Bird ini ada sebelum munculnya aplikasi untuk para taksi online Mak.. Hihihi. Aku justru lebih kenal aplikasi My Blue Bird ini dibanding aplikasi taksi online lain. Hehehee

      Hapus
  8. Dan akhirnya setelah demo kemarin menghasilkan inovasi, blue birth pake aplikasi.. hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebetulnya aplikasi Blue Bird ini ada sebelum munculnya aplikasi untuk para taksi online Mak.. Hihihi. Aku justru lebih kenal aplikasi My Blue Bird ini dibanding aplikasi taksi online lain. Hehehee

      Hapus
  9. Asli belum pernah naik Taksi dalam bentuk apa pun :D Tapi, sekarang semua serba pakai aplikasi ya. Dulu, kalau nyari ojek kudu jalan kaki jauuuh dulu ke pangkalan baru dapet. Sayangnya, di Mojokerto belum ada beginian. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi. Jaman memang sudah berubah ya Mak. Semoga Blue Bird segera bisa menjamah Mojokerto yaaa. Hehehe. Aaaamiiinn

      Hapus
  10. Selalu cantik ni mak Dian infografisnya :-* :-* asik pake aplikasi bisa ketauan tarifnya ya, soalnya aq juga suka pake blue bird, cuma suka h2c nungguin argo finalnya brp wekeke

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya aku juga suka deg-degan sih kalo nungu argo final. Wehehehee. alhamdulillah ya sekarang udah bisa memperkirakan argonya. Hihii. Udah download My Blue Bird belom Mak Dew? Hihihi

      Ah mak Dew bisya ajaaaah. Infografis buru-buru iniiihh, hanya Mak Dew nih yang tau cerita dibalik layarnyaaaa. Weheheheheee

      Hapus
  11. Sy dr dulu jg cm percaya bluebird, armada nya byk. Klo layanan ada yg ga enak tinggal ngadu lgsg di respon. Jd klo pke aplikasi ini jd kebantu bgt ya.. Tinggal klik2 aja gak ngabisin pulsa lg buat telpon2 wkwkwk hemat beb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju Beb, Hemat pulsa yaaaahhh. Lebih praktis pula. Hehehee

      Hapus
  12. zaman sekarang semuanya menjadi mudah dengan adanya handphone pintar. karena bisa mendownload banyak aplikasi yang membantu kita. seperti aplikasi bluebird di atas. itu juga memudahkan seseorang untuk memesan taksi, jadi tinggal tunggu taksi datang. tak perlu susah2 nunggu lewat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betuuulll. Lebih praktis lebih nyaman dan lebih aman! :D

      Hapus
  13. Wah, ternyata sudah 3 tahun ada applikasi blue bird ya.. Aku malah kalo perlu taksi nelpon ke pool or kalau di mall kan suka ada antrian taxi.. Apa aplikasinya seperti gojek gitu ya mba

    BalasHapus
  14. Blue Bird emang inovatif ya mba, cuma sayang jarang yg tau ada aplikasi ini. Bahkan banyak yg menyangka ada aplikasi ini utk menepis keriuhan demo kemarin hihihi... Padahal udah lama kan ya aplikasinya. Di Semarang juga udah lama ada aplikasi ini.

    BalasHapus
  15. Enak, Mbak, kalau sudah pakai GPS, gak perlu jelasin panjang lebar di mana posisi kita...Saya naik taksi baru hitungan jari hehe, keseringan naik angkot kalau daerahnya masih bisa dijangkau angkot :D

    BalasHapus
  16. andalan saya juga ini mak. dulu pas masih di ibukota. dulu rumah saya dekat pool blue bird di ciledug. pesan via telpon, datanglah si biru. antar super dekat juga mau tuh. urusan bawa bayi imunisasi dari ciledug ke jurang mangu pondok aren ya oke aja. bahkan pernah bawa anak ke dokter cuma sampe klinik yang ditempuh ga sampe 10 menit juga mau. alhamdulillaah deh.

    BalasHapus
  17. Kakak saya punya aplikasi ini mbak.. emang oke sih..

    BalasHapus

Terima kasih sudah membaca Adriana Dian's Blog dan meninggalkan komentar disini. Silakan tinggalkan link blog lewat pilihan name/URL ya, jadi bisa aku kunjungi balik. Link hidup yang ada pada komentar akan langsung dihapus. Makaciiii❤︎❤︎❤︎