Kebun Binatang Ragunan 2016

Kebun Binatang Ragunan 2016

Kebun Binatang Ragunan 2016

Kebun Binatang Ragunan 2016

Kebun Binatang Ragunan 2016

Kebun Binatang Ragunan 2016

Kebun Binatang Ragunan 2016

Kebun Binatang Ragunan 2016

Kebun Binatang Ragunan 2016

Kebun Binatang Ragunan 2016

Kebun Binatang Ragunan 2016

Kebun Binatang Ragunan 2016

Kebun Binatang Ragunan 2016

Kebun Binatang Ragunan 2016

Kebun Binatang Ragunan 2016

Kebun Binatang Ragunan 2016

Kebun Binatang Ragunan 2016

Kebun Binatang Ragunan 2016

Kebun Binatang Ragunan 2016

Kebun Binatang Ragunan 2016

Kebun Binatang Ragunan 2016

Kebun Binatang Ragunan 2016

Kebun Binatang Ragunan 2016

Kebun Binatang Ragunan 2016

Kebun Binatang Ragunan 2016

Kebun Binatang Ragunan 2016

Kebun Binatang Ragunan 2016

Kebun Binatang Ragunan 2016

Kebun Binatang Ragunan 2016

Kebun Binatang Ragunan 2016

Kebun Binatang Ragunan 2016
All photography by Hepri Prasetio

Foto by Mas Yudi :D


Ada apa di Kebun Binatang Ragunan, kini? - Bukan, mama Dian memberi judul dengan "Ada apa" di depannya bukan karena terpengaruh euforia AADC loh. Tapi karena ingin mengulas tentang Ragunan di tahun 2016 ini. 

Long weeknd kali ini bisa dibilang liburan marathon untuk mama Dian, papa Api, Una dan Abang. Kenapa marathon? Karena sebenarnya kita udah mulai nyolong start liburan sejak hari Rabu ke The Jungle Waterpark di Bogor, dalam rangka family gathering kantornya papa Api. Kemudian hari Kamisnya karena dapet undangan khusus Blogger, Hepri Prasetio Little Family ini holi(day)date bareng sama Tante Nana, Om Tony dan Ale ke Ocean Dream Samudra Ancol. Dan hari Jum'atnya, Oma Yuli ngajakin kita liburang bareng ke Kebun Binatang Ragunan. Dan baru bisa bener-bener istirahat di hari sabtu yang indah ini. 

Lanjut ke perbincangan mengenai kebun binatang Ragunan yaa. Jadi, keluarga besar ini sampai di Ragunan setelah solat jum'at, mobil-mobil sudah terlihat mengular dari jarak kurang lebih 300 meter dari pintu masuk Ragunan. Keliatan sekali cukup banyak masyarakat yang memilih liburan di kebun binatang Ragunan ini ya.

Sampai di pintu masuk ada pengumuman bahwa sejak tanggal 27 April, Kebun Binatang Ragunan menggunakan e-ticketing  dengan menggunakan kartu Jak-Card. Kartu Jak-Card bisa dibeli langsung di kebun binatang Ragunan dengan harga Rp. 30.000 dengan nominal saldo Rp. 20.000 atau Rp. 60.000 dengan nominal saldo Rp. 50.000. Untuk tiket masuknya masih mematok harga Rp. 4.000 untuk Dewasa dan Rp. 3.000 untuk anak-anak berusia 3-12 tahun. 

Kalo nggak salah kita masuk lewat pintu timur, dan Taman Satwa Anak adalah tempat pertama yang kita lihat. Karena masih mau muter-uter, kitapun nggak mampir kesitu dan melanjutkan perjalanan ke binatang-binatang yang lainnya. Rusa, gajah dan jerapah adalah 3 hewan pertama yang kita lihat sebelum kita beristirahat utuk makan siang. Di foto atas ada Abang yang lagi mencoba memberi makan wafer untuk gajah, jangan ditiru yaaa! Karena sesungguhnya tertulis jelas larangan untuk memberi makan hewan disana, untungnya gajahnya juga ogah kok dikasih wafer. Si Abang dicuekin aja sama gajahnya. Hihi.

Di dekat kandang Gajah, juga ada semacam mobil kereta terbuka yang ngajak kita muter-muter Ragunan. Sayangnya aku nggak tau berapa harga tiketnya dan berapa jauh muternya, karena rencananya pas pulang baru mau naik itu, tapi sayangnya, pas pulang kita udah keburu capek banget jadi batal deh naik itu.

Selanjutnya kita menuju ke kandang Komodo dan burung unta. Kandangnya komodo ini luas-luas tapi setiap kandang sepertinya hanya diisi satu komodo ya? Begitu juga dengan kandang burung unta, ada dua kandang dengan satu burung unta di setiap kandangnya. 

Kitapun melanjutkan lagi perjalanan ke binatang-binatang selanjutnya. Sempet juga ketemu sama satu arena permainana anak-anak yang cukup luas, dengan mainan yang rata-rata udah terlihat jadul banget. Tapi masih rame siiih. Saking ramenya, mama Dian buru-buru narik Una dan Abang dari tempat itu. "Kita liat binatang lain dulu aja yaaa.." Selanjutnya kita melewati tempat khusus primata yang rame bnget pintu masuknya, dan untuk masuk ke dalamnya kita perlu membayar lagi. Yuk ah karena rame, skip aja.

Selanjutnya kita ketemu salam kandang-kandang hewan lain dengan binatang-binatang yang rata-rata satu kandangnya hanya terisi 1-2 ekor saja. Malah kebanyakan kandang terlihat seperti kandang kosong tanpa penghuni. Yang lebih sering kita lihat malah tukang pecel yang bertebaran di sepanjang area kebun binatang Ragunan ini. Kemudiankandang buaya, buaya-buayanya pun tak terlihat. Ternyata mereka lagi asik berendem di bawah air. Entah karena bosan jadi ajang pertunjukkan atau karena suhu hari itu sangat panas. 

Kemudian ada satu kandang yang baru terlihat aktif binatang didalamnya. Yaitu kandang babi, di kandang ini kita bisa melihat dua babi sedang asik mengunyah dan bermain lumpur. "Halo Peppa pig, halo George!" Sapa duo krucil ke dua babi yang besar dan kecil itu. Mirip sama kartun Peppa Pig kesukaan mereka berdua, bedanya babi disini kelihatan nggak terawat sama sekali :(

Perjalanan berlanjut dengan melewati  danau danau kotor dan tidak terawat yang bertuliskan "Dilarang memancng ikan dari danau kebun binatang Ragunan ini". Opa Herman pun berkomentar "Lah danaunya aja kotor gitu, mana ada ikannya.." Kemudian Una diajak tante Ana melihat kandang kuda nil, tapi kuda nilnya nggak ada. Ntah kemana :(

Selanjutnya sampailah kita di kandang beraneka macam burung. Karena mama Dian sudah lelah, mama Dian bareng Uyut pun cuma duduk di depan kandang burungnya aja. Yang lainnya masuk dan papa Api sibuk moto-motoin. 

Uyut berkomentar bahwa dulunya Kebun Binatang nggak seberantakan ini. Nggak perlu jalan jauh-jauh untuk ngeliat binatang-binatangnya. Kalo nggak salah aku terakhir ke Ragunan jaman TK ya atau SD? Lupa. Tapi yang pasti kebun binatang yang sekarang memang terlihat kotor, berantakan dan kurang terawat.

Cukup lama sih rasanya nungguin mereka keluar lagi dari kandang burung yang cukup besar itu. Dan pas keluar mama Dian liat Abang udah ngerengek-rengek sedih. Ternyata di dalam kandang tadi, Abang nyobain untuk ngasih makan kacang ke salah satu burung yang ada disana. Ngasih makannya sama kaya caranya dia ngasih makan burung di acara Explore The Worldnya Dancow. Kacangnya ditaro di telapak tangan dan disodorin ke burungnya. Kacang pertama dan kedua, burungnya sukses makanan kacangnya. Tapi di kacangnya ketiga ternyata patukannya si burung meleset dan kena patuk deh pinggiran jari Abang. Nggak berdarah sih, cuma kulitnya kekelupas dikit aja. Nggak pake nangis cuma drama-drama dikit aja. Hehe.

Selanjutnya jalan lagi kita ke area-area kandang ular, kandang primata, dan akuarium ikan. Ular-ularnya banyak, setidaknya baru di kandang ular inilah mama Dian baru ngerasain berada di kebun binatang. Tempat ini nggak menipu kaya kandang-kandang lainnya soalnya. KAndang primatanya juga, terisi semua denganberbagai macam jenis primata. Begitupun akuarium ikannya, Rata-rata terisi ikan kok, walaupun cuma ikan-ikan pasaran aja. Bukan ikan-ikan dengan jenis khusus ya maksudnya. 

Selepas dari situpun waktu sudah menunjukan hampir pukul 4 sore. Kita pun berjalan searah dengan pintu keluar. Dan ternyata di dekat pintu keluar ada kolam berisi burung pelikan yang banyaaaak banget. Kolam pelikan ini kayanya jadi kolam yang paling terawat deh yag mama Dian liat sepanjang hari itu. Pelikannya pun terlihat sehat-sehat dan lincah-lincah. 

Selanjutnya adalah pulaaaaang. Lelah banget rasanya muterin kebun bintang Ragunan ini, banyak banget kandang yang kosong ya perasaan. Walaupun begitu pengunjungnya tetap padet banget. Mungkin karena tiket masuknya yang sangat terjangkau harganya juga ya. Tapi kalo menurut aku sendiri sebagai pengunjungnya, nggak apa-apa deh kalo tiketnya naik sampe sepuluh ribu atau dua puluh ribu rupiah yang penting kebun binatang Ragunan lebih terawat lagi baik tempat maupun binatang-binatangnya. 

Kalo untuk empat ribu rupiah worth it nggak? Worth it banget kok. Aku juga maklumlah kalo cuma bayar segitu dan sama sekali nggak berharap melihat hewan-hewan semacam di Taman Safari.

Tips liburan ke Kebun Binatang Ragunan, pertama pastikan kamu menggunakan baju yang nyaman, dan alas kaki yang ramah untuk dipakai berjalan jauh. Kedua jangan berekspektasi terlalu tinggi saat pertama kali menginjakkan kaki di Kebun Binatang Ragunan ini (Biar nggak kecewa :p). Ketiga, untuk yang membawa balita sebaiknya bawa makanan sendiri, karena berbeda di tempat rekreasi lain yang minimal menyediakan kedai fried chicken di dalamnya, disini yang banyak banget tersedia hanya tukang pecel, tukang popmie dan tukang minuman dingin. Rujak juga ada sih, yang jualan sendal boneka, maupun gelang yang bisa dikasi nama juga ada. Keempat, Mungkin sebaiknya masuk lewat pintu utara ya, menuju kolam burung pelikan dan terus berjalan kesebelah kiri melihat akuarium ikan, kandang ular dan juga kandang primata, karena menurut aku cuma itu yang cukup layak dilihat disini. Kelima, sebaiknya parkir mobil di dalam kebun binatang Ragunan aja, jadi kalo capek dan bosen nggak perlu jauh-jauh ambil mobil untuk langsung pulang. Kemarin kita masuk Ragunan langsung ambil kanan ke tempat parkir khusus diluar arena kebun binatang Ragunan. Padahal ternyata bisa ambil jalur yang lurus untuk parkir di dalam Ragunan, walaupun antriannya mobilnya lebih panjang dan lama sih.

Segitu dulu #HolidayReview kali ini. Semoga kedepannya, pemerintah mau lebih membenahi Kebun Binatang Ragunan ini ya. Hingga layak dijadikan tempat rekreasi yang edukatif untuk warganya dan tempat tinggal yang lebih nyaman lagi untuk para binatang-binatang penghuninya. Dan untuk para pembaca blog ini, selamat menikmati hari liburan terahir besok, semoga saat kembali beraktifitas lagi di hari Senin besok, semuanya udah kembali semangat yaaaaa :D

Kebun Binatang Ragunan
Jalan Harsono RM no.1Ragunan Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Tiket masuk: weekend&weekday Dewasa Rp. 4.000-Anak-anak (3-12 tahun) Rp.3.000
Pembelian tiket menggunakan Jak-Card sebagai e-ticketingnya
www.ragunanzoo.jakarta.go.id























All Photography by Hepri Prasetio

20 tahun yang lalu dengan senang hati aku mengajukan diri untuk duduk di perahu karet dan kemudian ditarik oleh dua lumba-lumba mengelilingi kolam mereka yang super luas itu. Tapi kemudian ditengah kolam mereka yang super luas itu, dua lumba-lumba itu malah pergi meninggalkan perahu karet dengan aku di dalamnya. Aku pun bingung dan ketakutan, "Duh, mama.. Tolong...!"

Liburan ke Ocean Dream Samudra Ancol Yuk! - Itulah secuplik ingatan ketika mama Dian masih berusia 5 tahun. Abis itu gimana? Ya lumba-lumbanya balik lagi dong ya, nganterin perahu karet mama Dian ke pinggir kolam. Dan setelah itu dapet bonus dicium lumba-lumba deh.. Dan sekarang setelah udah tua dan balik lagi nonton lumba-lumba di Gelanggang Samudra Ancol, yang sekarang namanya udah jadi Ocean Dream Samudra Ancol, mama Dian baru tau kalo semua itu memang hanya bagian dari pertunjukkan belaka. Ya nggak mungkin dong ya, mendadak lumba-lumbanya ling-lung ninggalin anak kecil umur 5 tahun di atas perahu karet di kolam yang kedalamannya lebih dari 3 meter itu x)

Dan Alhamdulillah kemarin mama Dian dapet 3 tiket undangan khusus Blogger dari KEB untuk menghabiskan hari pertama liburan itu di Ocean Dream Samudra Ancol. Dan kebetulan juga nih Tante Nana, Om Tony dan juga Ale mau ikutan juga liat lumba-lumba, yaudah deh akhirnya kemarin kita double family holidate. Hihihi.

Sedih sekali cuaca mendung sepagian kemarin dan disusul hujan deras yang turun sampai menjelang siang. Padahal duo krucil dah siap semua tapi kemudian hujan dan mama Dian galau mau berangkat atau nggak. Tapi karena Tante Nana dan Ale juga udah siap-siap, akhirnya kita tetap berangkat hari Kamis siang itu. Hujan udah mulai gerimis ketika kita turun tol Ancol, daaaan mobilnya mulai padat merayap di puteran balik menuju Ancol. Sepertinya lumayan banyak juga ya keluarga yang mau liburan di Ancol ^^

Setelah muter-muter nyari parkiran akhirnya sekitar pukul setengah dua lewat kita masuk ke Ocean Dream Samudra Ancol dengan kondisi cuaca masih gerimis-gerimis santai. Karena duo krucil belum makan siang, mama Dian beli makanan dulu deh untuk dimakan sembari nonton pertunjukkan. 

Pertunjukkan pertama yaitu petualangan lumba-lumba, duo krucil plus baby Ale terpukau liat 4 lumba-lumba lucu dan super lincah muter-muterin kolam mereka. Nggak cuma krucil aja sih yang terpukau, mama papanya juga. Boleh nggak sih bawa pulang satu lumba-lumbanya untuk dipelihara dirumah? Aku mauuuuu :')

Dan kebetulan, dalam rangka liburan panjang ini, Ocean Dream Samudra juga menghadirkan Ocean Butterfly, semacam kubah yang berisi banyak tanaman, bunga dan kupu-kupu! Duh damai banget rasanya masuk ke area Ocean Butterfly itu, duduk sambil menikmati pemandangan kupu-kupu yang beterbangan kesana-kemari. Rasa-rasanya pengen bawa laptop dan nulis disitu deh, damai :') Para krucil juga nggak kalah takjub dan excited banget liat kupu-kupu disana. Hihi.

Setelah puas melihat kupu-kupu, pertunjukan selanjutnya adalah Underwater Theather, pertunjukkan akuarium raksasa di dalam ruangan yang sejuk. Lumayan lah ya abis gerah-gerahan di tempat lumba-lumba kita bisa ngadem disini :D Underwater Theater menghadirkan cerita tentang alam bawah laut dengan para lumba-lumba dan mermaids. Sayangnya, ketenangan bawah laut ini terancam oleh ulah penyelam yang ingin mencuri terumbu karang dengan menggunakan bom. Untungnya, dengan bantuan penyelam-penyelam lain dan para lumba-lumba, nelayan nakal ini bisa ditangkap dan alam bawah laut pun kembali terjaga. Nggak cuma seru liatin para mermaids dan lumba-lumba, Underwater Theater ini juga mengajarkan anak-anak tentang pentingnya menjaga kelestarian bawah laut loh..

Pertunjukkan selanjutnya adalah pertunjukkan terakhir hari itu, yaitu Singa Laut dan Sahabat. Pertunjukkan ini menghadirkan singa laut, beruang madu, burung kakaktua dan berang-berang yang lucu. Walaupun cukup sebel karena penuh dan banyak orang yang berdiri di depan-depan kemudian menghalangi pandangan mama Dian ke pentasnya. Tapi untungnya anak-anak duduk di tempat yang lebih tinggi jadi mereka tetap bisa ketawa-ketawa ngeliat para singa laut dan hewan lainnya.

Sesungguhnya ada 5 pertunjukkan di Ocean Dream Ancol yaitu, Sinema 4D, Pentas Scorpion PiratesWater Stuntman, Underwater Theater, Singa Laut & Sahabat dan Petualangan Lumba-Lumba. Tapi sayang sekali hari itu mama Dian cuma bisa nonton 3 pertunjukkan karena baru dateng sekitar siang hari, tapi tiga krucil tetep happy banget kok. Terima kasih Ocean Dream Samudra Ancol dan KEB untuk undangannya. 



Nggak perlu keluar kota, sebenernya di dalam kota juga lumayan banyak kok tempat liburan seru yang edukatif. Aku tak sanggup soalnya meleburkan diri bersama kemacetan di tol yang super panjang itu, jadi mama Dian lebih memilih liburan didalam kota ajalah. Hihi. Selamat menikmati liburan panjang ya semuanyaaaaa~

Ocean Dream Samudra Ancol
HTM Ancol: Weekday Rp. 25.000 - Weekend dan libur nasional Rp. 30.000
HTM Ocean Dream Samudra Ancol: Weekend&weekday Rp 150.000 (Gratis member club Dolphin untuk masuk ke Ocean Dream Samudra selama 1 tahun)
HTM Bundling Ocean Dream Samudra Ancol dan Seaworld: Rp. 160.000
Jam buka: Weekday 09.00-16.00 - Weekend 09.00-17.00



Tahun ini tahun pertama Una dan Abang merayakan hari Kartini, dan perayaan hari Kartini di TK Aisyiyah 49 tempat duo krucil ini sekolah bisa dibilang cukup unik. Kenapa unik? Karena selain bertempat di Taman Kota Waduk Ria Rio, perayaan Kartini yang digabung sekaligus dengan foto-kelas-tahunan ini cukup menggunakan baju bebas dan diisi dengan lomba-lomba santai bertema olahraga. 

Walaupun nggak pake baju adat, tapi anak-anak tetap dikenalkan dengan kartini dan lambang negara kita burung garuda, lewat hiasan kepala yang mereka gunakan. Acara pun dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Ibu Kita Kartini.

Una sama Abang excited banget dengan perayaan hari Kartini kemarin, mungkin karena kegiatannya di outdoor juga ya. Anak kecil mana sih yang nggak suka lari-larian di taman? Hihihi. Setelah acara dibuka dengan cerita singkat tentang Kartini, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Ibu Kita Kartini. Kemudian acara dilanjutkan dengan kegiatan foto kelas, lomba dan makan-makan.

Seru banget ngeliatin kelasnya Abang difoto, kelas PlayGroup ini rata-rata anak-anaknya nggak bisa diem, jadi butuh effort lebih untuk dapetin foto yang bagus. Ada yang mau difoto malah lari-larian, ada yang teriak-teriakan, ada yang nggak fokus malah liat kemana. Beda banget sama kelasnya Una, TK B yang anak-anaknya lebih dewasa (anak 6-7 tahun emang lebih dewasa kan dibanding anak 3-4 tahun? :D), 5 jepretan kelar, kalo kelasnya Abang sepertinya ada lebih dari 15 kali jepretan ya. Dan mungkin hasil yang bener-bener bagus cuma 2-3 foto kali yaaa x)

Untuk lombanya, kelas PlayGroup mengadakan lomba mengumpulkan bola, TK A lomba balap kuda-kudaan, TK B lomba lari estafet dan balap bakiak. Dan seperti biasa, lomba mengumpulkan bola di PlayGroup dihiasi dengan drama saling tabrak yang berakhir dengan air mata. Tapi seru liatnya, krucil-krucil pada lari-larian kesana kemari ngambilin bola. Hihi. Kalo Kakak Una lomba balap bakiak, walaupun menang kalah tetap dapet hadiah tapi mama Dian tetap semangatin Kakak Una. Biasalah yaaa, yang lomba anaknya, yang heboh emaknya x)

Selesai lomba, anak-anak pun makan bersama dan tepat disaat matahari mulai terik-teriknya sekitar jam 10, kita udah bersiap-siap pulang dan kembali ke sekolah. Duo krucilnya mama Dian senng banget hari itu, selain karena puas abis lari-larian di taman mereka juga bawa pulang hadiah dua tas baru. Yang keesokan harinya langsung dipake ke sekolah. Hihihi.







Daaaaan, ini juga pertama kalinya mama Dian ngeliat langsung keseluruhan Taman Kota Waduk Ria Rio ini. Padahal taman kota ini nggak jauh dari rumah, tapi entah kenapa nggak terlalu tertarik sama taman ini karena nggak ada playgroundnya maupun alat olahraga. Sepertinya taman ini memang dikhususkan untuk penghijauan ya, bisa banget juga untuk jogging atau sekedar duduk-duduk santai sambil menikmati pemandangan waduk di depannya. Kemarin aku dateng sekitar jam 8 pagi, dan masih seger banget udaranya. Burung-burungnya banyak beterbangan kesana-kemari. Rumput, tanaman dan pohonnya semua terawat rapi. Pas kemarin aku kesana memang lagi banyak petugas yang bersih-bersih dan rapi-rapiin rumut-rumput serta tanaman disana.

Padahal taman ini sudah berumur 3 tahun lamanya, tapi masih keliatan bersih dan baru. Pohon-pohonnya juga sudah cukup lebat, jadi ngebuat taman ini semakin kelihatan adem dan asri banget. Waduknya pun bersih. Secara keseluruhan, sepertinya taman kota waduk Ria Rio ini memang sangat terawat dan masih berfungsi sesuai dengan fungsi awalnya.












Tapi akhirnya kembali lagi, aku percaya kalo memang nggak ada sesuatu yang sempurna kan? Begitu juga dengan wifi di taman kota waduk Ria Rio ini. Dulunya di awal berdiri, wifi gratis memang jadi salah satu fasilitas sekaligus magnet taman kota ini, tapi kemarin pas aku disana, nggak ada satu wifipun yang aktif. Atau memang belum diaktifkan pagi itu?Entahlah..

Dibalik kekurangan kecilnya itu, yang pasti semenjak berdirinya taman kota waduk Ria Rio ini, dampak banjir di daerah pulomas dan sekitarnya semakin berkurang setiap tahunnya. Masih belum telat kan ya kalo mau mengucapkan terima kasih untuk pemerintah DKI Jakarta yang telah menghadirkan taman kota waduk Ria Rio ini :) Semoga kelak kedepannya Jakarta semakin cantik dan semakin layak ditinggali untuk semua penduduknya yaaa.

Dan semoga semakin banyak taman kota-taman kota cantik lain yang tersebar diseluruh penjuru Jakarta. Selain untuk penghijauan, taman kota ini juga bisa jadi sarana rekreasi gratis juga kan untuk para warganya? Kalo kamu, udah main ke taman kota mana aja di Jakarta? Kalo di kota lain, taman kotanya kaya apa yaaa?

Custom Post Signature

Custom Post  Signature