3 Alasan Nggak Nonton Dilan 1990

on
Sunday, 11 February 2018

"Jangan rindu, berat. Kamu tak akan sanggup. Biar aku aja.."

Tsailah, familiar banget nggak sih sama kata-kata itu akhir-akhir iniiiihhhhhh? Ada pasti ya yang saking familiarnya sama kata-kata itu, sampe bosen dengernya? Atau kira-kira ada juga mungkin yang belum tau, kata-kata itu asalnya dari mana?

Kata-kata diatas asalnya dari film Dilan 1990 yang sampai saat ini, sekitar hampir 3 minggu penayangannya sudah meraih 4,3 juta penonton. Angka tersebut bahkan mengalahkan angka penonton terbanyak dari film Indonesia paling laris di tahun 2017 yaitu, Pengabdi Setan.

Kebayang nggak sih sekeren apa film Dilan 1990 sampai bisa menyedot penonton sebanyak itu? Jadi kamu, termasuk yang udah nonton atau yang belum nonton filmnya?

Sesuai judul dari postingan diatas, kalo aku sendiri termasuk yang nggak nonton filmnya. Kenapa? Nanti aku jelasin alasannya dibawah ini yaaaa.

FYI, aku adalah salah satu pembaca novel Dilan 1990 (Thanks to Ochi yang udah minjemin novelnyaaa❤) Kesan aku tentang novel karya seniman multitalenta-Kang Pidi Baiq ini adalah, penulisannya khas banget ya. Banyak kata-kata gombalan yang super sweet dan konflik percintaan ala anak SMA dengan latar belakang Bandung tahun 90'an.

Kebetulan tahun segitu aku belum lahir, jadi seru aja dapet penggambaran Bandung tahun 90-an dari novel Dilan 1990 ini. Ehe ehe ehe. *info nggak penting, abaikan.

Sesungguhnya keputusan aku untuk nggak nonton filmnya berawal dari novelnya juga sih. Dan 3 alasan aku nggak nonton film Dilan 1990 ini adalah pendapat pribadi aku sendiri ya. Jadi kalo ada alasan yang di aku masuk tapi di kamu nggak, wajar pasti lah karena pendapat, selera dan pandangan  setiap orang beda-beda yaaa *piss dulu ah😘

Jadi kenapa nggak ikutan nonton Dilan 1990?

1. Karena ceritanya nggak 'masuk' di aku banget

Dengan latar belakang pelajar SMA, aku yang sudah jadi ibu muda dengan 2 anak berasa kurang dapet  'klik' dengan ceritanya. Malah dibeberapa gombalannya Dilan ke Milea, aku sempet mikir "Ya ampun, basi amat sih gombalnya. Cian anak kecil, belom tau dia gimana kehidupan yang sesungguhnya" Soo sorry Dilan, that "Cinta Monyet" thingy its not so into me :')

2. Tentang pemeran Milea yang akan menjadi Ayudia di film Teman Tapi Menikah

"Ditto kok sama Milea?" "Itu bukan Milea tapi Ayudia!" (Sumber foto: showbiz.liputan6.com)

Jadi beberapa hari setelah film Dilan 1990 dirilis, pas lagi asik-asik scrolling-scrolling di Instagram aku nemu foto Vanesha Prescila dan Adipati Dolken yang lagi pelukan mesra di sebuah acara. Aku langsung mikir, "Oh mereka pacaran kah?" Ternyata pas aku baca keterangannya, Vanesha dan Adipati Dolken akan menjadi pasangan kekasih di film yang diangkat dari kisah cinta Ayudia Bing Slamet dan Ditto dalam novel Teman Tapi Menikah. Dan kabarnya peluk peluk mesra itu dalam rangka promo filmnya(?) sih. 

Dimasa-masa awal film Dilan 1990 rilis. Aku ingin menikmati penggambaran Vanesha dan Iqbal sebagai Milea dan Dilan, tapi kenapa foto foto rangkul mesra Adipati sama Vanesha udah beredar siiih. Padahal film mereka baru akan ditayangkan Maret besok loh. 

Aku langsung kepikiran ke novel Dilan yang merupakan trilogi. Mungkinkah filmnya akan dibuat trilogi juga serupa novelnya? Jadi nanti Milea, jadi Ayudia, terus jadi Milea lagi gitu? Aku kan jadi bingung, mau ngeship Vanesha sama Iqbaal atau Vanesha sama Adipati :') 

3. Karena beberapa novel memang lebih baik berbentuk film hanya dalam kepala pembacanya saja

"The book is a film that take place in the mind of reader. That's why we go to movies and say 'Oh, the book is better'" -Paulo Coelho

Persis seperti quote Paulo Coelho diatas, beberapa novel memang lebih baik hanya menjadi film dalam pikiran aku aja. The movie that i made in my head based on Dilan 1990 novel, was beautiful. And thats enough. Dan sejujurnya aku nggak terlalu suka ending asli di novelnya, jadi film Dilan 1990 yang di kepala aku udah punya happy endingnya sendiri😛

Jadi 3 alasan itulah yang ngebuat aku nggak pengen nonton film Dilan 1990. Remeh yaaa? Ah bilang aja lagi nggak punya uang makanya nggak nonton kebioskop kan? Apa mau nunggu lebaran dulu biar bisa nontonnya di tipi ajah? Wahahahahahaaa. 

Seperti yang aku bilang diatas kalo setiap orang pasti punya pandangan, pendapat dan selera masing-masing. Jadi semoga nggak ada yang merasa tersakiti dengan postingan ini yaaaaa🙏

Sekian dulu deh postingan receh malam ini. Jadi kamu udah nonton Dilan 1990 atau belum? Yang udah nonton, boleh nggak sih aku denger pendapatnya tentang film Dilan 1990 di kolom komen di bawah? Dan yang belum nonton, kira-kira alasannya sama juga kaya aku nggak yaaa? *peace yoo😚
2 comments on "3 Alasan Nggak Nonton Dilan 1990"
  1. aku juga deh nungguin Dilan di malam takbiran atau malam taun baru wkwkwkk *emak2 ga modal :D

    sabar..sabar..sabar hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahahahahahaaa. Nunggu 4 bulanan lagi berarti yaaaa :p

      Delete

Terima kasih sudah membaca Adriana Dian's Blog dan meninggalkan komentar disini. Silakan tinggalkan link blog lewat pilihan name/URL ya, jadi bisa aku kunjungi balik. Link hidup yang ada pada komentar akan langsung dihapus. Makaciiii❤︎❤︎❤︎

Custom Post Signature

Custom Post  Signature