Apa yang Harus Orangtua Lakukan Saat Anak Dibully?

08:56:00

"Mungkin akan ada saatnya dimana seorang ibu keliru saat berpikir dia bisa melindungi anak-anaknya selamanya. Saat itu juga, dia harus sadar dia harus mengajari anaknya untuk mulai melindungi dirinya sendiri"

Apa yang Harus Orangtua Lakukan Saat Anak Dibully? Saat Luna masuk ke SD, aku tau kalo lingkungannya akan jauh berbeda dari TKnya dulu. Nggak akan ada mama Dian lagi yang 100% ngedampingin Luna, ketemu teman yang lebih beragam lagi, adaptasi dengan lingkungan baru dan segala penyesuaian lainnya.

Sempat dihantui juga oleh pemberitaan maraknya perundungan atau tindakan bully di sekolah-sekolah. Ada banyak banget berita perundungan yang beredar, mulai dari anak yang dipukul hingga meninggal! Atau beredarnya video perundungan anak-anak dikelas yang dimulai dengan cemoohan kemudian merembet ke kekerasan. It's HAUNTED me as a mom. 

Aku nggak ngerti dan nggak mau bayangin gimana rasanya jadi orangtua korban perundungan tersebut. Sakit. Banget. Pasti. Satu hal yang aku tau, anak-anak pelaku perundungan harus diberi pengertian yang mendalam dan pelajaran supaya mereka nggak mengulangi tindakan itu lagi ke teman-teman yang lainnya. Ini bahasa baiknya ya, kalo bahasa kasarnya mah: Sini kalo perlu bantuan, gue datengin tuh anak satu-satu!

Sampai akhirnya, it happens to Luna. Mungkin keliatannya cuma perundungan kecil aja. Tapi saat itu ngebuat Luna sedih, pastinya sebagai ibunya aku bakal 1000 kali lipat lebih sedih daripada Luna.

Saat Luna dibully

Kejadian ini sekitar 6 bulan yang lalu..

Hari itu sebelum berangkat sekolah Luna request sesuatu yang nggak biasa "Mah nanti mama ikut (mobil) jemputan Luna ya ke sekolah.." Padahal Luna ikut jemputan sekolah udah hampir 2 minggu, dan biasanya pun dia berani sendiri. Jadi aku pikir dia cuma bercanda aja dan aku jawab "Ya nggak mungkin lah Kak.. Emang mama-mama temennya Kakak pada ikut jemputan juga? Nggak kan?" Luna pun cuma diem dan geleng-geleng kepala aja saat itu.

Kemudian semua normal-normal aja sampe mendadak pas pakein Luna sepatu, Luna nangis sesenggukan dan cerita kalo di mobil jemputan rambutnya selalu ditarik-tarik sama kakak kelasnya. Mama Dian kaget banget liat Luna nangis. Karena Luna bukan tipe anak yang cengeng, dirumah pun jarang banget nangis. Seringnya cuma ngambek marah-marah dan nangis dalam sebulan itu masih bisa diitung jari. Tapi pagi itu dia nangis sesenggukan yang sampe liatnya pun ngga tega. Akupun langsung coba nenangin Luna sampai dia berenti nangis dan janji akan ngasitau ke bapak jemputan supaya kakak kelasnya berenti gangguin Luna.

Nggak berapa lama setelah itu, setelah Luna udah berenti nangisnya dan tenang lagi, mobil jemputan Luna dateng. Aku langsung ngasitau ke bapak jemputan tentang masalah narik-narik rambut ini. Kakak kelasnya pun aku tegor baik baik "Kak, jangan tarik-tarik rambut Luna ya.. Kasian sakit Lunanya.." Kakak kelasnya pun langsung ngeles sambil nuduh temennya yang lain. 

Karena ini adalah peringatan pertama aku pikir cukuplah ya dengan diomongin secara baik-baik.

Jam pulang sekolah, akupun nunggu jemputan Luna depan rumah sambil harap-harap cemas. Pas jemputan sampe depan rumah, Luna turun dengan ceria sambil dadah dadah sama kakak yang narik-narik rambutnya itu.. Aku langsung lega banget sambil nanya "Kok tadi dadah dadah sih Na sama kakak itu?" "Iya mah tadi kakaknya udah minta maaf dan ga tarik-tarik rambut Una lagi.." Alhamdulillah.. Lega banget dengernyaaaa :')

Alhamdulillah aku bersyukur banget masalahnya selesai hari itu juga. Luna keliatan bener-bener nggak ada beban saat turun dari mobil jemputan. Alhamdulillah degan sekali pemberitahuan kakak kelasnya ngerti dan langsung selesai ya masalahnya. 

Kemudian aku mikir, aku nggak bisa terus-terusan ngejadiin diri aku tameng untuk Luna. Kebetulan Luna ini tipe anak yang ngalahan dan selalu nerima aja kalo lagi main sama temennya. Mau nggak mau, aku mesti mulai menjadikan Luna anak yang lebih berani lagi.

Setelah Luna dibully

Setelah kejadian ini akupun jadi mikir beberapa pencegahan awal supaya Luna nggak gampang dibully sama temen-temennya:

Pertama dan yang paling penting adalah mengingatkan Luna bahwa dia nggak boleh ngisengin temennya sedikitpun. Whats goes around, comes back around kan? Saat kita nggak mau anak kita dibully, kita juga harus mengajarkan anak kita untuk nggak membully teman-temannya.

Kedua, begitu juga sebaliknya kalo sampe dia diisengin sama temennya dia harus cerita dirumah. Selalu menanyakan "Ada cerita apa disekolah hari ini?" Setelah Luna pulang sekolah. Tujuannya supaya Luna mau lebih terbuka lagi sama aku sendiri, mamanya.

Cobalah untuk "lebih" mendengarkan lagi anak-anak kita. Nggak cuma dari setiap cerita yang dia ceritakan ya. Tapi juga dari perilaku sehari-harinya dirumah, jangan sampe dia dibully di sekolahnya tapi dia takut nggak mau cerita. Jangan sampai suatu hari anak-anak kita selalu murung di rumah sampai kita nggak tau apa sebabnya. 

Ketiga, yakinkan anak-anak kita bahwa mereka adalah ciptaan Allah yang berharga untuk kita, orangtuanya. Ingatkan mereka supaya lebih menyayangi dirinya dan nggak membiarkan orang lain menyakiti dirinya. Ingatkan mereka bahwa mereka nggak boleh mengijinkan orang lain merendahkan diri mereka sendiri. Mereka berharga, mereka akan selalu dicintai dan dibutuhkan oleh kita, orangtuanya.

Dan seperti yang terjadi kemarin. Kalo sampe dia udah terlanjur dibully, hal pertama yang aku lakuin adalah :

• Menenangkan dia, dan mendengarkan ceritanya dengan sungguh-sungguh 
• Mengadukan ke penanggung jawab lingkungannya/bahkan ke orang tua anak tersebut,
• Memberitahukan ke anak yang bersangkutan secara tenang dan baik-baik.
• Sekali lagi mengingatkan bahwa segala bentuk bully itu nggak baik walaupun cuma ngelempar-lempar pensil atau penghapus temen dengan tujuan untuk menggoda temannya 

Aku yakin sesungguhnya pembully-an bisa dicegah mulai dari kita sendiri sebagai orangtua. Dengan cara MENGEDUKASIKAN KEPADA ANAK-ANAK KITA BAHWA BERLEBIHAN DALAM MENGANGGU TEMAN ADALAH HAL YANG TIDAK BAIK. Karena menurut aku sendiri, pembully-an besar di kemudian hari sesungguhnya dimulai dari pembully-an kecil yang dibiarkan saat mereka kecil.

Rantai pembully-an itu pasti bisa diputuskan dimulai dari anak-anak kita sendiri. Dan itu nggak terlepas dari peran kita sebagai orangtuanya. 

Aku tau nggak akan selamanya bisa ngedampingin Luna ngelawan jahatnya dunia ini. Tapi aku rasa aku bisa mulai mengajari dia semua hal yang aku tau untuk jadi lebih kuat dan pelan-pelan mengajari Luna untuk mulai berani melindungi dirinya sendiri. Aku. Pasti. Bisa!

Hayuklah buibu milenials, mari kita bersma-sama bergandengan tangan memutus rantai pembully-an mulai dari anak-anak kita sendiri. Tindak pembully-an awalnya dimulai dari tindakan keusilan kecil yang mereka anggap bukan apa-apa, namun jika dibiarkan akan meninggalkan trauma besar kepada korban dan mendorong si pelaku untuk melakukan tindakan pembully-an yang lebih lagi dari sebelumnya.

Bismillah, semoga anak-anak kita dijauhkan dari segala macam bentuk pembully-an ya, baik itu sebagai korban maupun pelaku. Aaaaaminnn! 

Oh iya, udah mulai masuk lagi setelah liburan panjang kan? Semoga buibu semua tetap semangat mendampingi anak-anak di semester genap ini yaaaa😘😘😘
25 comments on "Apa yang Harus Orangtua Lakukan Saat Anak Dibully?"
  1. Miris banget memang dengan pem-bullyan yang terjadi di Indonesia. Awalnya emang cuma bercanda dan itu mereka anggap lucu. Padahal efeknya ke psikis anak :( Mulai sekarang harus ekstra hati-hati menjaga anak ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaaa, berita pembullyan akhir akhir ini emang sadis ya? Sebagai ibu jadi berasa makin deg-degan.. Selain ekstra hati-hati juga harus semakin memperkuat bonding sama anak sendiri, supaya mereka bisa segera cerita kalo ada apa-apa ya kan..? Huhuhu

      Delete
  2. Makasih banget lho sharing-nya, Mbak. Emang klo dibiarin bisa berpengaruh banget ke anak.

    Saya sendiri punya temen di-bully sama temen-temennya sewaktu SMP, padahal SMP-nya di kota kecil. Dia nggak bisa cerita ke siapa-siapa karena waktu itu cuma tinggal bareng kakek neneknya (orang tua kerja di Jakarta, dia dititipin di sana). Waktu saya kenal dia semasa masih mahasiswa, dia jadinya minderan banget, serba takut salah kalau persoalannya sama temen, dan paling nggak bisa ngambil keputusan sendiri (sekalipun itu hal yang penting buat dia)

    Emang paling baik anak udah dari kecil mulai dibekali. Salut deh sama mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, ternyata efeknya memang besar sekali ya mbak. Sampe berpengaruh ke perilaku masa depannya ya? Huhu. Iyes, aku yakin semoga para ibu bisa memutus rantai pembullyan dengan edukasi dari anaknya masing-masing yaaa. Aaaaaminnn

      Delete
  3. Luna diiket rambutnya oleh mama hingga kelihatan lucu dan menggemaskan ya? Mungkin kakak kelasnya ngga tahan dengan keiimutan Luna. Bisa jadi kakak kelas Luna memang iseng atau tertarik dengan Luna tapi cara untuk ingin kenalan begitu. Semoga Luna tambah kuat ya dan bisa bilang "tidak" atau "berhenti" kalau Luna merasa tidak nyaman dengan perlakuan anak lain.
    Semoga kejadian perundungan ini tidak terjadi lagi di kalangan anak-anak sekolah karena support system dan pengawasan orang dewasa yang semakin baik dan ppreventif.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rambutnya pendek dan cuma digerai aja padahal :') Iyaaa, itulah bagian tersulitnya, mulai mngajarkan LUna berani mengutarakan suaranya. Aaaaaminnn, semoga lingkungan sekolah anak-anak sekarang bisa punya pengawasan yang lebih baik lagi ya supaya tindakan perundungan nggak semakin banyak.. Huhuhuu

      Delete
  4. Paling miris emang denger berita pembullyan di media-media gitu.
    Apalagi yang dibully masih anak-anak. Kasian mental dan perasaannya pasti terganggu kalo dapat bullyan terus. 😢

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, bisa berpengaruh ke masa depannya juga ya.. :'(

      Delete
  5. mamahku paling gak bisa anaknya kesenggol dikit, aku inget banget waktu adik cowokku kelas 4 SD, abis sholat ashar di masjid komplek trus adikku di smack down rame sama temen2nya ... ada satu temen akrabnya yg lapor ke rumah dan mamahku langsung samperin siapa aja yg smack down adikku ... abis itu pada gak berani macam2 sih sama adik cowokku

    jadi ortu kudu tegas dan jangan diem ketika ada bully, peluk jauh luna

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah mamah idaman <3 Kalo yang udah masuk kategori fisik gitu emang baiknya samperin langsung ya, apalagi kalo anak sama ortunya nggak tau diri dan nggak mau minta maaf. Huhuhuuu. Setuju banget sama mamanya ibu Ayya, salam buat mamanya juga ya bu Ayyaaaaa <3

      Delete
  6. inilah yg saya khawatirkan saat anak memasuki dunia sekolahnya, takut2 klo jadi korban bullying

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, apalagi berita tentang perundungan anak-anak sekolah sekarang semakin banyak dan sadis ya :'(

      Delete
  7. Ya ampun..sedih ya mak, sampe nangis sesenggukan git kaka Una. Tapi Alhamdulillah langsung selesai ya mak. Cepet banget berubahnya anak2 ya. Siangnya jadi cs gitu. Huhu mak dian bener banget, qt ga bakal bisa dampingin anak terus, qt harus bekalin dia keberanian juga jaga diri yg baik ya. Tfs mak dian

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya alhamdulillah nih mak Dew.. Huhuhuuu. Setuju banget sama mami Gavin, semoga di generasi anak-anak kita nanti bisa bebas atau minimal berkuranglah ya tingkat kejadian pembullyannyaaaa. Aaaaaminnn

      Delete
  8. Kadang yang ngebully itu gak sadar kalau dia lagi ngebully karena menanggap itu hal biasa, becandaan biasa. Jadi sepertinya udah harus ada kurikulum ektra di sekolah kita untuk hal semacam ini. Biar gak ada yang kena bullyan lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, apalagi dengan maraknya pembullyan akhir akhir ini ya. Sampe divideoin loh sama temen temennya :'( Sedih banget liatnya..

      Delete
  9. kadang-kadang memang sebagai orangtua kita harus mundur selangkah dan membiarkan anak-anak menyelesaikan permasalahannya sendiri. Kenapa? kalo nggak gitu, gimana caranya mereka tahu cara melindungi diri?
    problem is dunia di luar sana keras dan kita ngga bisa kontrol interaksi anak kita sama siapa aja. Bagus banget mba, membekali luna dari sekarang menurut aku sudah hal yang paling bener. Emang si kalo masi SD kita masih bisa kontak sama ortu2 lainnya, tapi coba deh ntar pas udah gedean? biasanya suka adaaaa aja tuh ortu yang lepas tangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener, pada akhirnya orangtua harus mulai membiarkan anak membela dirinya sendiri ya. KArena orangtua nggak akan ada selamanya di sisi anaknya kan.. Huhu. Iyaaa, jangan sampe makanya, anak-anak SD sekarang nganggeo bully jadi hal biasa, mau jadi apa nanti mereka pas udah SMP SMA kan? :'(

      Delete
  10. Penting bgt ya anak mau terbuka sama orang tua

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, penting juga kita sebagai orangtua mendekatkan diri ke anak supaya anak mau lebih terbuka lagi sama kita ya..

      Delete
  11. miris memang dengan pembullyan di tempat sekolah
    saya juga dulu SMP korban bully, untung gak sampe parah si

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sekarang makin makin aja nih tindakan perundungannya. Nggak SD SMP SMA :'( serem kalo liat video video pembullyan yang beredar.. Huhuhu

      Delete
  12. Setuju, Mbak. Sebaiknya anak juga harus belajar membentengi dirinya. Orang tua gak bisa setiap saat melindungi.

    Kejadian yang sama ma keponakan saya, Mbak. Suka dibully juga sama temannya. Tapi ketika dilaporkan ke orang tuanya malah gak percaya. Katanya anaknya kalau di rumah penurut. Setelah keponakan saya berani membela dirinya, udah gak dibully lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah ya mabk Myra, pada akhirnya anak-anak memang harus dibekali keberanian untuk melindungi dirinya sendiri ya.. Dan setiap orangtua harus lebih-lebih lagi mengawasi anak-anaknya ya..

      Delete
  13. Kasihan sebenarnya luna dan korban bully lainnya karena bisa berdampak negatif untuk masa depannya

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca Adriana Dian's Blog dan meninggalkan komentar disini. Silakan tinggalkan link blog lewat pilihan name/URL ya, jadi bisa aku kunjungi balik. Link hidup yang ada pada komentar akan langsung dihapus. Makaciiii❤︎❤︎❤︎

Custom Post Signature

Custom Post  Signature