Benarkah Masakan Rumah Bisa Diam-Diam "Membunuh" Kita?

on
Jumat, 27 Januari 2017

"Dalam 30 tahun terakhir, terjadi perubahan pola penyakit terkait dengan perilaku manusia. Tahun 1990, penyebab kesakitan dan kematian terbesar di Indonesia adalah penyakit menular seperti ISPA, TBC dan Diare. Sedangkan pada tahun 2010 penyebabnya adalah penyakit tidak menular seperti Jantung, Diabetes, dan Kanker"

Menikmati Virgin (and Private) Beach di Bali Shangrila Beach Club

on
Minggu, 15 Januari 2017

Bali Shangrila Beach Club Candidasa

Who needs vitamin sea? *absolutely not me๐Ÿ˜…* Sesungguhnya karena tingkat kecerdasan naturalis aku rendah, aku ga suka-suka banget sama wisata berbau alam. Kalo emang mau jalan ke pantai, harus memastikan ada hotel atau tempat makan yang adem dan nyaman deket situ. Jadi kalo kepanasan, langsung bisa ngadem๐Ÿ˜

Tapi kemarin, aku sempet berkunjung ke private beach yang dimiliki sebuah hotel di Bali. Pantai ini masih bersih, air lautnya pun masih keliatan bening dan sepiiii banget, karena pengunjungnya ya cuma tamu hotel itu sendiri. Walaupun aku nggak terlalu suka pantai, tapi aku cukup takjub juga liat pantai ini, berasa pantai milik sendiri soalnyaaaaa x)

Gimana ceritanya sih aku bisa sampe disini? Yang udah sering mampir ke blog ini pasti udah tau kalo tahun lalu, aku mendapat kesempatan menjadi blogger yang meliput selebrasi pemenang Joget Cokelat Frisian Flag Kental Manis Cokelat di Bali. Dan hotel ini merupakan hotel tempat aku dan rombongan menginap di malam kedua. Hotel yang aku tempati di malam pertama di Bali juga udah aku review di blog ini yaaa.


Jadi setelah perjalanan panjang di Karangasem dan Candidasa, rombongan pun mengakhiri perjalanan hari kedua ini di sebuah hotel masih di daerah Candidasa yang bernama Bali Shangrila Beach Club. Sayangnya bis kita nggak bisa masuk sampai tepat di depan hotel, jadi kurang lebih 100 meter dari Bali Shangrila Beach Club ini bis kita parkir dan perjalanan dilanjutkan dengan jemputan khusus dari Bali Shangrila Beach Club.

Sesampainya di Bali Shangrila Beach Club kita semua mendapatkan welcome drink berupa orange juice dan langsung dibagikan kunci kamar masing-masing. Alhamdulillah aku dapet kamar di bawah, aku pun langsung buka pintunya menggunakan anak kunci yang diberikan dan taraaaaaaaaa~ kamarnyaaaaaa gede banget!


Bali Shangrila Beach Club Candidasa

Bali Shangrila Beach Club Candidasa

Liat aja dari living roomnya kamar ini. Luas banget kan kalo cuma untuk 1 orang penghuni aja. Living room ini diisi dengan sofa yang agak jadul, plus TV, radio besar yang bisa untuk memutar CD juga, kulkas dan telepon di sudut ruangannya.

Bali Shangrila Beach Club Candidasa

Dan tersedia juga pantry yang terletak pas di depan living roomnya. Pantrynya lengkap banget loh isinyaaaa. Ada microwave, toaster, tea/coffee maker, pisau, talenan, sendok, garpu, segabrek gelas dan cangkir di lemari kabinet gantungnya, plus tempat cuci piring yang udah dilengkapi dengan sabun cuci piringnya juga. Boookk, ini mah berasa nginep di apartemen full furnished ya ๐Ÿ˜…

Bali Shangrila Beach Club Candidasa

Kamar mandinya juga luas dan bersih. Di kamar mandi terdapat dua pintu, yang disamping wastafel terhubung ke living room dan di depan shower terhubung ke bedroom. Amenitiesnya plus wadahnya standard aja,  tapi cukup kok untuk aku pake semalem disini.

Bali Shangrila Beach Club Candidasa

Kamar tidurnya pun... kegedean kalo ditidurin sendirian๐Ÿ˜‚ Aku ga ngomongin bed-nya ya, bed-nya asik kok ditidurin sendirian, tapi luas kamarnya ini loh. Pas didepan tempat tidur ini masih ada space yang cukup luas, ada jendela gede dan TV berukuran besar juga disamping jendela itu. 

Ada meja riasnya juga di pojokan yang agak jadul gitu gayanya. Lemarinya pun gede banget, di dalemnya ada setrikaan dan meja setrikanya๐Ÿ˜…  Pas masuk ke kamar ini, aku langsung membuat kesimpulan kalo aku nggak akan tidur di dalem kamar ini. Aku langsung nutup tirai jendela dulu, terus nyalain TV kamar kenceng-kenceng biar berasa rame. Seriously, kamar segede ini enaknya buat nginep bareng papa Api, Una dan Abang. Kalo sendirian gini selain ngerasa sepi banget ya aku takut  juga laaaaahhhhhh๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Akhirnya malam itu aku memutuskan untuk tidur di sofa living room dengan dialasi bed cover dari tempat tidur yang ada di kamar dan video-call sama papa Api biar nggak takut sekaligus untuk melepas rindu sampe aku ketiduran. Tanpa ditemenin papa Api di video call, mungkin aku nggak akan bisa tidur. Makasi cintakuuu❤❤

Bali Shangrila Beach Club Candidasa

Seperti di hari sebelumnya, aku udah tau kalo setiap pagi bakal dibangunin oleh morning call dari hotel. Jadi pagi itu aku berhasil bangun duluan, dan ngangkat si morning call dari petugas hotel dengan nggak gelagapan-karena-efek-baru-bangun-tidur. Horeeeeeeee๐Ÿ˜†๐Ÿ˜† Selesai mandi dan siap-siap aku langsung keluar kamar dan terpukau liat bagian luar kamar yang aku tempati semalem. Wuah, termyata bentuknya bangunan tersendiri gitu ya. Private banget, bagian depan selain ada berandanya, juga sama dengan bagian belakang yang masih dikasih space untuk pemisah dengan kamar lain sekaligus bisa untuk jemur baju atau handuk karena tersedia jemurannya juga disitu. 

Bali Shangrila Beach Club Candidasa

Dan pas disamping kamar adalah kolam renang yang nggak terlalu besar, tapi bersih dan kelihatannya nyaman untuk berenang kok๐Ÿ˜ Aku pun langsung cuss ke tempat sarapan yang letaknya tepat di sebelah kolam renang.

Bali Shangrila Beach Club Candidasa

Bali Shangrila Beach Club Candidasa

Restonya Bali Shangrila Beach Club ini nggak besar-besar banget, semi outdoor tanpa pendingin ruangan. Menu breakfastnya juga standard aja sih, dan sayangnya nggak tersedia cukup banyak untuk pilihan nasi gorengnya. Selain nasi goreng ada mi gorengnya juga dan seperti biasa ada roti, sereal juice, susu dan buah-buahan. Selesai sarapan aku langsung gatel mau foto-foto sudut-sudut lain di Bali Shangrila Beach Club ini.

Bali Shangrila Beach Club Candidasa

Bali Shangrila Beach Club Candidasa

Bali Shangrila Beach Club Candidasa

Jadi letaknya Bali Shangrila Beach Club ini pas banget di tepi pantai, kalo dari kamar aku ke bibir pantainya jaraknya nggak nyampe 50 meter. Di pagar pembatas bercat biru putih yang ada di atas itu, ada tangga turunan untuk menuju ke bibir pantai. Di sepanjang dalam pagar ini juga disediakan sofa bed untuk para tamu yang mau berjemur. 

Bali Shangrila Beach Club Candidasa

Ini dia pantainyaaaaaa, sepi bangeeeet. Beneran pantai milik sendiri rasanyaaaaa. Airnya pun terlihat masih bersih dan bening, recomended banget kalo mau snorkeling disitu. Tersedia juga perahu-perahu yang bisa mengantarkan kita ke tengah laut. 


Selesai menikmati angin laut di tepi pantai, aku balik lagi ke kamar untuk beberes koper dan ngebawa koper tersebut untuk dikumpulkan di depan resepsionis. Karena kita akan melanjutkan perjalanan di Bali hari ketiga itu. Oh iya, di samping meja resepsionis juga tersedia banyak novel dan DVD yang bisa dipinjam secara gratis, sayangnya aku lupa foto dari deket. Dan kenapa sih novelnya harus berbahasa inggris semua? Uhuhuhuuu 

Bali Shangrila Beach Club Candidasa

Selanjutnya disamping kiri meja resepsionis tersebut, kalo kita jalan beberapa langkah kita bakal sampe ke depan Bali Shangrila Beach Club ini. Sesuai dengan tampilan kamarnya yang sederhana, wajah depan Bali Shangrila Beach Club ini juga cukup sederhana. 

Menurut pendapat aku sendiri menyenangkan kok menginap di Bali Shangrila Beach Club ini, karena pantainya pas banget di depan mata! Sepi pula pantainyaaaaaa. Yang perlu dirubah dari Bali Shangrila Beach Club ini mungkin interior kamarnya, berasa agak jadul soalnya. Serta sarapannya, untuk wisatawan lokal yang maunya makan nasi pas sarapan, agaknya menu sarapannya berasa kurang beragam deh. 

Bali Shangrila Beach Club ini juga pas banget untuk pasangan yang mau honeymoon dan cari-cari tempat yang sepi dan romantis gitu untuk berdua. Keuntungan terbesarnya Bali Shangrila Beach Club ini adalah pantainya. Waktu aku menginap disana kemarin, kebanyakan tamunya yang terlihat adalah turis asing, yang keliatannya menikmati sekali virgin beach di Bali Shangrila Beach Club ini.

Would definitely love to stay here again next time. Semoga tahun ini bisa balik lagi ke Bali bareng Una, Abang dan Papa Api yaaaa. Aaamiin!

Bali Shangrila Beach Club
Dusun Samuh Candidasa, Karangasem, Bali
http://www.balishangrila.net/

Mudahnya Belanja Online Menggunakan UANGKU

on
Rabu, 11 Januari 2017

Belanja Online? Siapa yang hobi belanja online? *sayaaaaa ๐Ÿ˜›๐Ÿ˜›๐Ÿ˜›* Namanya juga bu-ibu yaaaa, pasti suka lah ya yang namanya belanja. Tapi beberapa bulan terakhir, aku akui kalo aku jadi agak males belanja online, karenaaaaa males transfer-transfernya. Ribeeeettt. Kebetulan di handphone memang cuma tersedia sms banking, nggak pake m-banking karena nanti makin khilaf kalo lagi belanja online. Sms banking juga sering nggak bisa dipake, karena aku tak punya pulsa๐Ÿ˜…soalnya seringnya dirumah dan kalo internetan modal wifi aja. Jadi kalo belanja online, aku mesti isi pulsa dulu buat transfer via sms banking atau jalan langsung ke ATM. Ribet khaaaannnn? Belom lagi pake foto-foto bukti transfernya, nungguin seller verifikasi transferan dulu dan lain-lain dan lain-lain. 

Tapi kemudian ternyata di akhir tahun kemarin dalam dunia perbelanjaan online ada sebuah terobosan baru bernama UANGKU. Kebetulan aku juga udah pernah cerita tentang UANGKU di blog ini. Jadi UANGKU itu merupakan e-wallet yang menyimpan e-money kita. Tapi ada satu perbedaan signifikan UANGKU dibanding e-wallet lainnya yaitu adalah bisa digunakan untuk online shopping di Instagram.


Sejujurnya aku yang rada gaptek sempat memandang sebelah mata tentang UANGKU ini. "Duh, pasti ribet deh transfer-transfer pake UANGKU.." Hingga akhirnya, kemarin aku nyobain langsung belanja online di online shop IG @Hijabvara menggunakan UANGKU. Dan ternyata proses bayar menggunakan UANGKU itu simpel banget! Jadi gimana sih cara berbelanja di instagram menggunakan UANGKU?


Pertama, pastikan kamu berbelanja di online shop yang menerima pembayaran dengan UANGKU ya. Lalu belanja aja seperti biasa, saat sudah sampai di totalan akhir, minta Payment Request via UANGKU. Kemudian tunggu sampai kita mendapatkan SMS dari UANGKU mengenai Payment Request dari online shop tersebut. 


Selanjutnya langsung masuk aja ke app UANGKU kamu, dan lihat di menu bagian bawah, pilih Payment Req. Kemudian pilih Payment Request dari online shop tersebut. Pastikan lagi jumlahnya dan pilih Pay Now.


Selanjutnya masukan pin dan Selesai! Selesai? Iya, selesai! Cuma beberapa kali tap, pembayaran belanja kamu udah beres! Nggak perlu screenshoot jugaaa, karena si seller secara otomatis juga sudah menerima pemberitahuan dari  UANGKU tentang pembayaran kita. Kan, mudah banget kaaaan?๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Saat barang dikirim, UANGKU juga akan mengirimkan notifikasinya kepada kita via sms. Nah, misalkan barang yang kita beli nggak sampe-sampe atau pas sampe ternyata barangnya nggak sesuai. Kita bisa langsung komplain ke UANGKU, agar dana yang tadi kita transfer ditahan dulu sampe masalah anatara kita dan seller tersebut diselesaikan. 

Oh iya, kalo si seller nggak kunjung mengirim barang setelah lewat 3 hari kita transfer, dana tersebut kembali masuk ke akun UANGKU kita. Kemarin kebetulan aku belanja pas tanggal 30 Desember dan karena libur tahun baru, seller baru mengirim pesanan aku di tanggal 3 Januari. Pas ditanggal 2 Januari tengah malem aku menerima pemberitahuan kalau dana yang udah aku transfer dikembalikan lagi karena seller belum mengirimkan pesanan aku. Keesokan harinya aku konfirm lagi ke seller mengenai dana yang dikembalikan tersebut, dan aku minta supaya Payment Requestnya diulang. Alhamdulillah bisa dan di tanggal 3 Januari itu aku bayar lagi via UANGKU dan dihari itu juga pesanan aku dikirim. Horeeee!


Satu hari kemudian, hijab aku udah sampe! Wuah, cepat sekali kaaaaan. Simpel banget rasanya social shopping menggunakan UANGKU. FYI, online shop di Instagram yang telah bekerja sama dengan UANGKU juga merupakan online shop yang sudah terpercaya. Jadi In Shaa Allah nggak akan deh ada cerita, ditipu sama online shop instagram yang sudah bekerja sama dengan UANGKU. Sayangnya, saat ini belum terlalu banyak online shop yang bekerja sama dengan UANGKU. Mungkin masih tahap diseleksi juga ya online shopnyaaaa, semoga kedepannya makin banyak deh online shop yang bekerja sama dengan UANGKU yaaaaa๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Mama Dian wearing Yuki Shawl from @Hijabvara. Love it! Thank you UANGKU dan Hijab Vara๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’

Basa-Basi Minta Oleh-Oleh, Basi Banget Nggak, Sih?

on
Jumat, 06 Januari 2017

Sering nggak sih kita denger kalimat "Jangan lupa oleh-oleh yaaa" untuk orang yang lagi liburan ataupun travelling?  Sesungguhnya, kalo menurut aku sendiri si kalimat "Jangan lupa oleh-oleh yaaa" ini merupakan kalimat basa-basi yang ditujukan ke orang yang pergi travelling tersebut. Biasanya sih, awal mulanya "Wah mau travelling? Asik banget! Jangan lupa oleh-oleh ya!" Kalimat "Jangan lupa oleh-oleh" itu jadi semacam kalimat yang pas untuk melengkapi kalimat sebelumnya. 

(Baca juga tulisan Mak Muthia: Minta oleh-oleh? Ini etikanya!)

Eh tapi mungkin ada juga ya yang nggak memaksudkan itu untuk basa-basi, alias emang mau nitip oleh-oleh beneran. Kalo untuk aku sendiri sih, kata-kata "Jangan lupa oleh-oleh" itu biasanya diucapkan untuk keluarga deket aja. Tapi kalo emang mau nitip oleh-oleh ke yang bukan keluaga dekat, biasanya aku menetapkan 3 peraturan ini:

1. Jelaskan oleh-oleh yang kita inginkan

Misalnya ada temen yang mau ke korea, pengennya sih nitip face mask yaaa. Di Korea kan lucu-lucu plus murah-murah pula. Jadi langsung aja jelasin "Nitip ini dooong!" Tujuannya biar dia nggak kebingungan kalo mau beliin oleh-oleh untuk kita.

2. Jangan lupa diganti uangnya ya!

Setelah menjelaskan barang spesifik yang aku mau, pastinya nggak lupa untuk nitip uang juga dong. Setelah ngomong "Nitip ini dong!" bakal aku lanjutin dengan "Minta no rekening sekalian plis, nanti uangnya aku transfer ya.." Atau kalo emang barangnya kecil aja dan bisa dibeliin dulu pastinya aku bakal bilang "Ntar aku ganti uangnya yaaa"

3. Memastikan kalo barang yang kita titip itu, tempat belinya nggak jauh dari tujuan liburannya

Sebelum nitip oleh-oleh tanya duluuu, "Eh ngelewatin tempat ini nggak sih? Kalo lewat titip dooong" Atau bisa juga "Nitipnya kalo ketemu pas jalan aja, kalo nggak ketemu nggak usah bela-belain nyari ya.." Karena bakal ngerepotin banget kan, kalo barang yang kita titip ternyata tempat belinya jauh dari tujuan liburannya.

Pokoknya inti dari 3 peraturan diatas adalah, jangan ngerepotin! Karena tujuan orang liburan dan travelling kan mau santai dan seneng-seneng yaa, bukan untuk dititipin ini itu๐Ÿ˜…

Jadi sebaiknya kalimat basa-basi "Jangan lupa oleh-oleh yaaa", diganti aja dengan "Selamat liburan, selamat menikmati perjalanannya yaaaa". Soalnya basa-basi minta oleh-oleh, basi banget nggak siiih?

2017


Hello! It's me~~ *eh kenapa malah nyanyi yaaaa๐Ÿ˜…*

Waaaaah nggak berasa ya udah 2017 ajaaaa, yang punya cicilan cicilan pasti happy ya, karena jangka waktu cicilannya berkurang setahun. Hihi. Ngomongin tahun baru, sebenernya apa sih yang paling berasa disetiap pergantian tahun ? Yak, betuul! Ganti kalender di rumah ๐Ÿ˜

(Baca juga tulisan mak Arinta: Tahun baru, antara evaluasi, resolusi dan prediksi)

2016 untuk aku sendiri jadi tahun yang cukup bersinar, mulai dari awal april yang gabung di KEB, kemudian Mei ganti domain TLD, dan kemudian menghadiri banyak event-event blogger bahkan sampai diundang ke Bali sebagai blogger untuk meliput selebrasi sebuah event. Blogging sendiri bisa dibilang changing my life. Aku yang bercita-cita jadi penulis, jadi menyalurkan hobbi nulis aku lewat blog ini. Lewat blog juga jadi bisa banyak ketemu temen baru, ketemu banyak relasi baru, ketemu keluarga baru, bahkan sampe ketemu banyak penulis dan novelis handal yang punya profesi sebagai blogger juga. Aku bahagia!

Di 2016 juga si kakak lulus TK, pas temen-temennya masuk SD, aku memutuskan untuk cuti setahun dulu sekolahnya. Sepertinya mama Dian dulu nyekolahin kakak terlalu cepet, biarlah setahun ini disambi bimbel juga sembari menebus waktu bermainnya yang kurang. 

Naaaaahhh, 2017! Pengennya tahun ini gimana ya? Yang pasti lebih baik lagi dari tahun sebelumnya yaaaa. Mama Dian makin rajin ngeblog, atau balik lagi nulis fiksi melanjutkan cita-cita lama yang belum terwujud, yaitu mengeluarkan novel sendiri. Aaamiin!

Semoga di tahun ini juga keadaan menjadi lebih baik untuk semua saudara-saudara muslim kita di luar sana. Semoga ujian-ujian yang menimpa mereka segera berakhir dan bisa berganti menjadi ketenangan dan kedamaian ya.. Aaamiin :'

Tahun ini juga si kakak mau memulai lembaran baru pendidikannya di sebuah sekolah dasar. Doain juga supaya mama Dian cepet ilang galaunya ya tentang pilih-pilih sekolah si kakak. Semoga kakak dapet sekolah yang terbaik dan semoga dia betah ya di sekolah barunyaaaaa! Aaamiin

Selamat memasuki tahun 2017 semuanyaaaa! Semoga 2017 ini lebih baik dari 2016 kemarin yaaaaaaa❤❤❤

Mari tetap semangaaaaattt๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

Custom Post Signature

Custom Post  Signature