I’m Ecomom: Untuk menjadi Ibu yang lebih baik

on
Senin, 31 Oktober 2016
Zaman semakin berkembang, teknologi semakin canggih. Banyak hal yang berubah dari hari ke hari. Mulai dari gaya hidup, kebutuhan sampai pergaulan yang tidak terkendali. Dan jangan lupa juga sama bumi kita, yang semakin hari semakin tua. Sebagai seorang ibu saya juga harus bisa mengantisipasi segala perubahan ini. Gimana caranya supaya saya bisa merubah hidup keluarga saya menjadi lebih baik.

Siapa bilang jadi ibu rumah tangga itu adalah perkara mudah? Terutama untuk ibu yang merangkap menjadi seorang wanita karir juga. Kita harus menjadi seorang ibu untuk anak-anak, jadi seorang istri yang baik untuk suami, juga harus jadi seorang pegawai yang bertanggung jawab pada perusahaan. Tugas dirumah yang menumpuk dan pekerjaan yang dikejar deadline harus berjalan beriringan, tidak boleh ada yang tertinggal satupun.

Ecomom, mungkin istilah yang tepat untuk digunakan sebagai sebutan untuk para ibu yang cerdas. Lebih jelasnya Ecomom adalah istilah untuk seorang ibu cerdas yang tidak hanya berpikir untuk kepentingan saat ini tetapi juga berpikir untuk kepentingan jangka panjang atau untuk masa depan. Cerdas disini adalah tentang bagaimana kita merawat keluarga, mengurus rumah dan isinya, mengelola keuangan rumah tangga, serta pastinya merawat diri kita sendiri.

Pertanyaannya, apakah semua orang harus jadi ecomom? Menurut saya, iya. Sangat baik jika semua ibu di Indonesia ini jadi seorang ecomom, dengan begitu mereka bisa meningkatkan kualitas hidup keluarga dengan baik. Untuk lebih jelasnya, saya akan jelaskan beberapa contoh tindakan yang bisa mendukung kita jadi ecomom.

1.   Menerapkan pola hidup sederhana


Untuk menjadi ecomom, kita juga perlu membiasakan diri untuk menerapkan pola hidup sederhana sedini mungkin. Kita bisa mulai dari soal makanan. Jangan dibiasakan memberi uang jajan dalam jumlah besar untuk sang buah hati, itu hanya akan membuatnya jadi lebih sering jajan diluar dan tidak bisa dikendalikan. Buatkan bekal untuk makan mereka disekolah, itu akan membuat mereka terbiasa makan makanan dari rumah, ketimbang jajan diluar, yang kita tidak tahu aman atau tidaknya makanan tersebut.

Kita sebaiknya bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Atau kebutuhan yang seperti apa? Kebutuhan primer, sekunder, atau tersier. Yang pada intinya hal ini akan membantu kita untuk menciptakan kebiasaan hidup sederhana.

2.    Menyiapkan Kebutuhan Pendidikan anak sejak dini


                                                    
Karena kita bukan lajang lagi yang bisa bebas kesana kemari, bebas pakai uang untuk kesenangan sendiri, kita harus mulai menyiapkan kebutuhan untuk masa depan, misalnya: untuk pendidikan anak.

Sekarang ini banyak bank yang menawarkan tabungan khusus untuk membiayai pendidikan, kita bisa manfaatkan hal tersebut untuk menyimpan uang kita khusus untuk biaya pendidikan anak kita nanti.

3.   Menggunakan produk ramah lingkungan.


Dengan menggunakan produk ramah lingkungan, selain bisa berhemat, kita juga bisa hidup lebih sehat. Misalnya saja kita mengganti penggunaan kantong plastik, menjadi kantong yang terbuat dari kain, yang bisa dipakai berulang-ulang. Atau membawa air minum dari rumah dengan menggunakan tempat minum atau tumbler, sehingga kita sudah meminimalisir pembelian air minum berkemasan plastik diluar.

Lalu untuk di rumah, jika kita menggunakan kulkas, ada baiknya kulkas yang kita gunakan adalah kulkas ramah lingkungan. Karena saya sendiri pun menerapkan hal tersebut. Saya pake kulkas yang sudah punya teknologi econavi, yaitu sensor yang bisa mendeteksi kondisi pemakaian si kulkas itu sendiri, jadi secara otomatis dia bakal memaksimalkan penghematan energi.

4.   Meluangkan banyak waktu dengan keluarga


Untuk saya dan sebagian orang yang menjadi ibu sekaligus wanita karir, mungkin ini hal yang sulit. Karena kami harus membagi waktu kami yang hanya sedikit untuk keluarga dan pekerjaan. Tapi bukan mustahil, disela-sela kesibukan kita, kita juga bisa mencurahkan banyak perhatian untuk mereka.

Misalnya saya, setiap pagi saya pasti siapkan sarapan untuk mereka, sarapan bersama mereka, siangnya saya akan menghubungi mereka bagaimana pelajaran disekolah, apa sudah makan atau belum, dan hal-hal lain untuk mencurahkan perhatian kita. Malamnya, kalau saat saya pulang kerja mereka belum tidur, saya akan menyempatkan untuk berbincang2 sejenak menanyakan kegiatan mereka hari ini. Atau sekedar bersenda gurau sambil mereka memijit pundak saya.

Dan saat weekend tiba, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk berkumpul bersama suami dan anak-anak saya. Kami terkadang jalan-jalan keluar, tapi lebih sering menghabiskan waktu dirumah dengan nonton film bersama, atau memasak bersama. Yah, pokoknya kegiatan yang bisa jadi pelepas rindu karena selama seminggu kita sulit menikmati waktu bersama.

5.   Menghemat penggunaan air


Sebagai Ibu, kita juga bisa mengendalikan penggunaan air dirumah. Selain menghemat air, sebenarnya ini juga berdampak pada pengurangan biaya air yang harus dibayar (kalau seperti saya yang pakai air PAM).

Coba deh kita cari tahu apa sumber panggunaan air yang paling banyak dan bisa kita minimalisir? Mandi? Mandi memang menggunakan banyak air tapi sulit bagi kita menghemat air untuk mandi. Menyiram tanaman? Bisa, saya biasanya menyiram tanaman hanya di pagi hari sebelum berangkat ke kantor. Mencuci? Bisa, kalau kita bisa lebih cerdas memilih mesin cuci. Saya sendiri sekarang mesin cuci yang bisa lebih menghemat air karena memiliki teknologi econavi inverter yang memiliki tiga sensor yang mampu membaca kondisi cucian, untuk mendeteksi berapa banyak cucian, suhu air yang digunakan, serta bahan pakaian yang dicuci. Selain menghemat air, kita juga bisa menghemat waktu dan energi.

****

Begitulah, kurang lebih hal-hal yang bisa kita lakukan untk menjadi seorang ecomom. Berpikir dengan cerdas, bertindak dengan hati-hati, dan selalu memikirkan sesuatu untuk jangka panjang, bukan hanya untuk saat ini saja. Maka dari itu saya katakan kalau semua ibu seharusnya bisa menjadi seorang ecomom. Kenapa? Ya, karena kita ingin hidup kita dan keluarga jadi lebih baik dalam segala hal, baik itu kesehatan, keuangan atau kebahagiaan. Walaupun kedengarannya seperti hal sepele, tetapi hal-hal tersebut akan berdampak besar kepada kita nantinya. Semua hal diatas akan menentukan bagaimana hidup kita dikemudian hari.


Karena setiap ibu bisa menjadi ecomom. Karena setiap ibu bisa menjadi ibu yang lebih baik lagi. Orang-orang seperti saya yang punya kesibukan diluar rumah, kita juga bisa menjadi seorang ecomom serta membuat hidup kita dan keluarga selalu aman, nyaman dan membahagiakan. Bukan hanya untuk hari ini tapi juga besok, besoknya lagi, seterusnya dan seterusnya, untuk selamanya. J

Nikmatnya Tur Cokelat Bali bersama Frisian Flag Kental Manis Cokelat (Day 4 and Day 5 - Selesai)

on
Kamis, 27 Oktober 2016
Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Dolphin Tour The Lovina Bali

Hari keempat di Bali, nggak berasaaaaa. Besoknya udah bakal balik lagi ke Jakarta. Kalo dijadwal yang sudah dibagikan sebelumnya, hari keempat ini acaranya cukup padet karena selebrasi Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag Kental Manis Cokelat akan diakhiri sore ini. Besoknya udah acara bebas ajaaa. Oleh karena itu dengan semangat 45 aku memulai hari keempat di Bali ini dengan, bangun duluan!

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Dolphin Tour The Lovina Bali
Iyap, bangun duluan sebelum di morning call. Dari semalem udah sadar kalo di kamar hotel yang aku tempati itu nggak ada teleponnya. Waaaah, gimana morning callnya besok? Mana jadwal kita di hari ke empat itu adalah bangun jam 6 kurang dan langsung menuju pantai untuk mengejar lumba-lumba. Yaudah akhirnya aku pasang alarm jam setangah 6 kemudian bangun langsung cuci muka gosok gigi dan ganti baju. Ga pake mandi! Hihihi. Untungnya pas udah kelar pake baju dan lagi nyiapin kamera, pintu kamar diketok sama karyawan hotelnya. Dia menginfokan untuk segera kumpul ke beach club dan memulai dolphin tour kita. Dalam hati aku ngomong "Oh ini morning callnya?" Untung gue dah siap duluan xp

Dan aku pun langsung menuju Beach Clubnya The Lovina ini, sempet agak muter-muter karena The Lovina ini luas banget dan jalan menuju Beach Clubnya agak tersembunyi gitu. Akhirnya sampe juga di Beach Clubnya The Lovina yang letaknya pas di pinggir pantai! Woaaaah liat deh pemandangan jam 6 pagi di Bali. Langitnya masih kemerah-merahan gitu. 

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Dolphin Tour The Lovina Bali

Aku pun langsung naik ke salah satu perahu, bareng seorang blogger dan buzzer kenamaan-mbak Shasya dan dua orang pemenang Joget Cokelat. Iyap, satu perahu cuma bisa diisi sama 4 orang aja. Da kita pun langsung melaju ke tengah laut. Jauh bangeeeetttt. Beneran jauh banget ke tengah laut untuk mencari lumba-lumba yang biasanya muncul di jam-jam segini. 

Sesampainya di tengah laut. Seisi kapal bareng sama rombongan kapal lain yang banyak banget, kepalanya pada celingukan nyariin lumba-lumba. Apakah kita akan menemukan lumba-lumba?

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Dolphin Tour The Lovina Bali

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Dolphin Tour The Lovina Bali

Sampe akhirnyaaaa, muncullah beberapa lumba-lumba yang lagi berenang bareng di permukaan air. Woaaahhhhhh, seneng banget liatnyaaa. Seneng karena mereka berenang secara alami, ga perlu dipaksa-paksa atau diumpan makanan dulu kaya di pertunjukkan lumba-lumba yang biasanya. Hehe. Kata bapak kapalnya, biasanya mereka bisa sampe loncat gitu ke atas permukaan air, tapi yang kali ini cuma muncul sedikit-sedikit aja karena ombaknya lagi kenceng. Nggak apa-apa deh, liat siripnya aja aku bahagia kok. Dan mama Dian langsung keingetan sama Una, Abang dan Papa Api, semoga kita bisa kesini lagi berempat yaaaaa. Aaaamiin!

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Dolphin Tour The Lovina Bali


Selesai mengejar lumba-lumba, bapak kapalnya ngjak kita untuk ngasih makan ikan di laut. Setelah rundingan berempat, akhirnya kita oke-in aja ajakan bapak kapalnya. Perahu pun melaju lagi ke arah tepian laut. Nah di tempat yang airnya agak bening, sampe keliatan karangnya gitu. Bapak kapal pun berenti dan mengeluarkan sebungkus roti. Terus roti-rotinya dicelupin gitu ke air laut dan.. ikan-ikannya pada dateng. Banyak bangeeeet! Hello fish~

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Fish Feeding The Lovina Bali

Sayang banget lagi asik-asiknya ngasih makan ikan, Mas Andra salah satu pemenang Joget Cokelat yang sekapal sama kita tiba-tiba kena mabuk laut. Dan lagipula memberi makan ikan ini sebenernya di luar agenda kita, karena takut ditinggal rombongan lainnya, akhirnya kita langsung aja cuss ke The Lovina lagi.

Sesampainya di Beach Clubnya The Lovina, ternyata kita jadi perahu pertama yang sampe. *padahal kita kira kita bakal jadi yang terakhir sampe x)* Yasuda deh, aku sama mbak Shasya langsung cuss sarapan aja. Setelah sarapan aku langsung balik lagi ke kamar untuk mandi, ganti baju dan packing lagi! Kemudian kita kembali melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnyaaaa~

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Pura Ulundanu

Dan tujuan kita selanjutnya adalah, Pura Ulundanu. Siapa yang belom tau Pura Ulundanu, coba dikeluarin dulu uang 50 ribuannyaaaa. Nah, disitu ada gambar Pura Ulundanu. Kaya di foto di bawah ini..

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Pura Ulundanu

Selain dikelilingi danau, Pura Ulundanu ini juga dikelilingi sama taman yang luas dan indah bangeeet. Bunga-bunga dan rumput hijau dimana-mana. 

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Pura Ulundanu

Ngeliat background cantik dan rumput hijau gini kita langsung nggak menyia-nyiakannya untuk Joget Cokelat bareng disitu. Semua pun kumpul dan mulai joget cokelat, "Hingga tetes terakhir~"

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Pura Ulundanu

Aku pun sempet foto-foto juga disini bareng tim bloggernya Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag. Jangan lupa baca keseruan Tur Cokelat Bali di blognya mbak Shasya www.pashatama.com dan mbak Tuty di www.tutyqueen.com yaaaaa.

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Pura Ulundanu

Selesai Joget Cokelat, hujan deras mengguyur Pura Ulundanu, kita pun langsung balik menuju bis lagi. Dadah Pura Ulundanu❤

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Pura Ulundanu

Eits, ternyata ada pasangan yang sedang melakukan prewedd juga loh disiniii. Semoga lancar ya pernikahannya hingga hari H ya Bli dan Ayu' *sok kenal*

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Pura Ulundanu

Sesampainya di Bis, kita pun langsung menuju ke Mentari Restoran yang letaknya pas di depan Pura Ulundanu ini. Rame bangeeet restorannya, dan ada pisang goreng saus fla yang rasanya enyak banget disiniiiii. Nyam-nyam.. Kenyang makan kita pun langsung masuk bis lagi dan mengunjungi tempat terakhir yang tertera di jadwal kita.

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Pod Chocolate Bali
Sesampainya di Pod, kita disambut dengan banyak gajah dan beruang lucu. Woaaah, berasa di kebun binatang. Hihihihii. 


Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Pod Chocolate Bali

Kenalan sekalian yuk sama si anak gajah yang namanya Juni Saraswati, karena lahirnya pas di bulan Juni dan di hari Saraswati! Halo Juni dan mama Juniii♥

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Pod Chocolate Bali

Lalu di Pod cokelat kita juga bikin cokelat sendiri sekaligus ikutan Tur Cokelatnya. Yang udah aku tulis di postingan blog sebelum ini ya. Baca yuk: Darimanakah Asal Mula Cokelat? 

Selesai Tur Cokelat, kitapun kembali lagi ke bis dan menuju ke Grand Ixora Hotel Kuta. Dan malam itu aku habiskan dengan packing-packing, karena besok aku bakal balik lagi ke Jakartaaaaa♥


Hari kelima di Bali, jadwal sebenarnya adalah pagi hari  jam bebas, makan siang,  belanja oleh-oleh di Krisna dan kemudian sorenya terbang kembali ke Jakarta. Kalo aku beda. Karena kebetulan minta tiket balik pagi sama mbak Mala, jadinya aku balik duluan dan belanja oleh-oleh sendiri di Krisna dianter pak supir taksi. Hihii. Nggak sempet foto-foto di Krisna, karena aku mengejar pesawat, jadi belanjanya asal ambil aja. Akhirnya banyak yang lupa dibeli oleh oleh untuk ini dan itu x) Selesai belanja langsung cuss ke Bandara. Alhamdulillah gerbang check in malah belom dibuka. Ihihihiii.

Pas pesawat mau take off, aku sempet dadah-dadah dulu sama tanah Bali, senengnya udah bisa menghabiskan waktu 5 hari disni, mengenal Bali lebih dekat lagi, dan makin mencintai kekayaan alam dan budaya yang ada di Indonesia. Nggak berasa ternyata keseruan Tur Cokelat Bali berakhir juga saat itu. Sedih juga rasanya karena pisah sama rombongan Tur Cokelat Bali yang super seru tapi seneng juga akhirnya bakal ketemu Una Abang dan Papa Api lagiiii :')

Setelah dari sini aku kayanya nggak akan lupa untuk terus minum susu kental manis cokelat Frisian Flag yang pastinya mengandung susu yang berkualitas, karena berasal dari peternakan sapi berkualitas juga dan juga kaya akan karbohidrat, vitamin, lemak serta 9 vitamin dan 5 mineral. Dan yang pastinya, karena rasa cokelatnya yang nikmat bangeeet!

Terima kasih banyak atas kesempatan yang telah diberikan ya Frisian Flag. Terima kasih telah memilih Adriana Dian's Blog sebagai media dalam perjalanan Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag ini. Terima kasih untuk semua orang dalam rombongan Tur Cokelat Frisian Flag. Terima kasih juga untuk pembaca yang telah setia membaca rangkaian tulisan perjalanan Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag ini. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menghibur untuk semua pembacanya yaaaaa~


Baca tulisan selengkapnya tentang Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag di:

Nikmatnya Tur Cokelat Bali Bersama Frisian Flag Kental Manis Cokelat (Day 2 and Day 3)

on
Selasa, 25 Oktober 2016
Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Membatik Popiler Batik Bali

"Belajar membatik itu belajar sabar.." 
- Ibu Pembatik di Popiler Batik Factory

(Baca dulu: Nikmatnya Tur Cokelat Bali Bersama Frisian Flag Kental Manis Cokelat (Day 1))
Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Membatik Popiler Batik Bali
Hari kedua di Bali bersama Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag Kental Manis Cokelat dimulai dengan morning call jam 7 pagi oleh resepsionis Grand Ixora Hotel. Boookkk, lagi enak-enaknya tidur denger dering telpon aku langsung loncat dan iya-iya bego aja pas resepsionis hotelnya ngomong kalo udah jam 7. Baiklah kemudian langsung cuss mandi , packing koper, dan turun untuk sarapan. Setelah semua rombongan selesai sarapan, kita pun langsung menuju bis dan memulai petualangan hari kedua di Bali dengan membatik di Popiler Batik Factory di daerah Tohpati Bali.

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Membatik Popiler Batik Bali

Segera setelah menjejakkan kaki di popiler Batik Factory, tourguide kita Pak Made langsung menjelaskan langkah-langkah membuat batik. Yang dimulai dengan memanaskan lilinnya dulu lalu setelah lilin cair, kita mulai bisa menebalkan motif batik kita di kain dengan lilin menggunakan canting. Setelah selesai, kain tersebut dicelupkan di larutan pewarna dan kemudian dihapus lilinnya, dikeringkan dan jadi deeehhhhh. Keliatannya gampang, tapi sebenernya mah prosesnya nggak semudah yang aku tulis diatas. Hihi.

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Membatik Popiler Batik Bali

Siapa aja yang ikutan membatik di Popiler Batik Factory ini? Semua pemenang Joget Cokelat pastinya dong. Termasuk Mas Andra, salah satu pemenang Joget Cokelat yang asalnya dari Jogja. Karena mas Andra berasal dari Jogja jadi kemahiran membatiknya tak peru diragukan lagi lah yaaa.

Setelah selesai membatik, sekarang saatnya kainnya dicelupkan ke pewarna dulu, biar semakin cantik. Nah sambil menunggu kainnya diwarnai, aku sempet juga ngelongok ke souvenir shopnya Popiler Batik Factory ini. 

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Membatik Popiler Batik Bali

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Membatik Popiler Batik Bali

Isinya batik-batik hias yang cantik dan ciamik banget. Aku nggak terlalu perhatiin semua harganya tapi salah satunya kisaran harganya 1jutaan. Dan menurut aku itu sepadan banget sama seni yang terkandung di setiap gambarnya.

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Membatik Popiler Batik Bali


Setelah puas ngadem dan ngelongok-ngelongok Souvenir Shopnya, mama Dian juga sempet foto dulu di Popiler Batik Factory ini. Tadinya nggak mau foto, tapi Una Abang minta dikirimin foto mama Dian. Yaudah, akhirnya minta fotoin mak Tuty deh, makasi fotonya ya maaaak :D

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Membatik Popiler Batik Bali

Nggak berapa lama kemudian, akhirnya selesai juga proses pewarnaan kain kita. Tuh liat hasilnya, bagus bagus kaaaaan? Yuk setelah membatik, kita lanjut ke tempat selanjutnyaaaaa

Tempat selanjutnya yang kita jajaki adalah Desa Adat Tenganan Pegringsingan. Eh eh sebelum mengeksplor desa ini, kita foto grup dulu dong yaaa.

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Desa Adat Tenganan Bali

Setelah dapet beberapa jepretan yang oke, mari kita mulai jalan-jalan di desa adat Tenganan Pegringsingan iniiii..

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Desa Adat Tenganan Bali

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Desa Adat Tenganan Bali

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Desa Adat Tenganan Bali

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Desa Adat Tenganan Bali

Desa adat Tenganan Pegringsingan ini masih cukup terasa kental peraturan adatnya. Pun dari lingkungannya, bentuk rumahnya, balai pertemuannya dan Puranya. Mayoritas mata pencaharian masyarakatnya adalah bercocok tanam dan beternak ayam maupun kambing.

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Desa Adat Tenganan Bali

Ada juga yang menjual kerajinan tangan khas desa Tenganan ini, lukisan tangan pada media kayu seperti yang ada di foto di bawah ini.

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Desa Adat Tenganan Bali

Saat jalan-jalan di desa adat Tenganan, pas banget matahari lagi terik-teriknya. Alhamdulillah semua orang dikasih pinjeman payung satu-satu. Payungnya multifungsi banget, karena nggak cuma bisa untuk melindungi kita dari sinar matahari, tapi juga bisa untuk properti foto. Hihihii. 

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Desa Adat Tenganan Bali

Setelah selesai mengeksplor desa adat Tenganan ini. Sekarang saatnya lanjut ke tujuan berikutnya sebuah tempat yang berbau-bau cokelat. Hmmmmmm.. Dimanakah itu?

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Charlie's Chocolat Factory Bali
Iyap, kita berpetualang ke Charlie's Chocolate Factory. Nama ini agaknya mengingatkan kita dengan sebuah judul film nggak siiih? Yang ada Willy Wonkanya ya kaaan? Hihi. Kenapa namanya Charlie's Chocolat Factory? Nyontek dari nama film atau gimana ya? Lebih lengkapnya lanjut baca aja yaaaa.

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Charlie's Chocolat Factory Bali

Untuk sampai di Charlie's Chocolat Factory kita mesti jalan dulu sekitar 5-10 meter, karena bisnya nggak muat masuk ke jalanan kecilnya. But it's ok, jalanannya masih aman dan dikelilingi sama hutan kelapa yang cukup bersih kok. Eh tapi kalo jalan-jalan malem disini kayanya serem juga yaaaa x)

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Charlie's Chocolat Factory Bali

Jadi Charlie's Chocolat Factory ini letaknya pas dipinggir laut, sesampainya disini mata kita langsung disegerin sama laut dan ombaknya, belum lagi angin lautnya. Seger bangeeeet. Dan ada ayunan yang mengarah ke laut gitu. Keren banget yaaaaaaaaaaa?

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Charlie's Chocolat Factory Bali

Dan akupun nggak tahan pengen nyobain ayunan ini juga, tapi buat foto aja. Nggak berani berayun, depannya ada turunan terjal dan anginnya kenceng banget soalnya, aku takut kebawa angin dan nyusruk x)

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Charlie's Chocolat Factory Bali

Eh tadi kita mau ngomongin darimana nama Charlie's Chocolat Factory ini berasal kan ya? Jadi begini, nama asli dari pemilik tempat ini adalah Charlie, dan Charlie membuka kafe yang menyediakan semua minuman berbau chocolate disini. Kalo nggak salah Charlie pun punya perkebunan cokelat yang letaknya juga di Bali. Kalo yang ada di Chocolat Factory ini cuma kafenya aja. Aku sih suka sama look-nya tempat ini, bangunan-bangunannya lucu. Dan suasana yang dipinggir pantainya juga oke banget. 

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Charlie's Chocolat Factory Bali

Nah disni kita juga Joget Cokelat bareng lagi loh. Setelah itu nggak lupa juga milktoast pake minuman cokelatnya Charlie's Chocolat Factory ditambah dengan susu kental manis cokelat Frisian Flag. Kombinasi yang enak bangeeeeeeet, super perfecto! 

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Charlie's Chocolat Factory Bali

Setelah puas main ayunan, Joget Cokelat dan minum Cokelat Frisian Flag kita pun lanjut lagi ke tempat selanjutnya. Dadah ayunan Charlie's Chocolat Factory! Semoga suatu saat kita bisa ketemu lagi yaaa, bareng Una, Abang dan Papa Piii. Aaamiin :D

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Taman Ujung Bali
Selanjutnya adalah Taman Ujung. Rencana awalnya kita mau makan malam di Taman Ujung secara outdoor sembari menyaksikan pertunjukan tari Bali. Tapi eh tapi sayang sekali hujaaaan. Padahal udah ditata-tata gitu mejanya.. *puk-puk mas-masnya yang udah angkatin meja dan kursi ini satu-satu*

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Taman Ujung Bali

Ada apa aja di Taman Ujung ini? Yang pastinya ada kolam renang yang terbuka untuk umum serta tersedia villanya juga. Villanya oke-oke banget namun suasana disini cukup sepi, menurut aku pas sih untuk pasangan yang lagi honeymoon maupun untuk penulis yang membutuhkan ketenangan untuk mencari inspirasi. *tsailah*

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Taman Ujung Bali

Dan ada apa lagi? Sesuai namanya Taman Ujung, ya ada Tamannya juga dong. Yang luasnya, ampuuuunnnn luas banget. *urut-urut kaki pas inget muterin taman ini x)* Tapi tamannya keren bangeeeet, ala-ala taman kerajaan gitu. Rindang, hijau, ada jembatan batunya, ada kolamnya dan banyak bunga-bunganya juga. Recommended banget banget banget kalo mau dipake untuk Prewedd Photoshoot.

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Taman Ujung Bali

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Taman Ujung Bali

Dan jangan lupakan tangganya saudara-saudara! Aku yakin rombongan Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag pasti nggak akan melupakan tangga-tangga nan tinggi ini. Turunnya mah nggak berasa, pas naiknyaaaa. Duh duh duh duh *mijet mijet kaki lagi* Pokoknya kalo ditanya apa yang paling berkesan dari Taman Ujung ini, jawabannya adalah tangganya. Hihihihihiii.

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Taman Ujung Bali

Untungnya setelah puas menaiki tangga untuk sampai ketempat semula, kita langsung disambut dengan makan malam yang akhirnya diadakan secara indoor dengan menu-menu yang duh enaknya masih bikin ngiler sampe sekarang. Suka banget sama sajiannya Taman Ujung ini. Setalah selesai dinner, kita pun melanjutkan lagi perjalanan ke The Shangrila Beach Club Candidasa untuk bermalam disana. Keindahannya Shangrila Beach Club bakal aku ceritain di postingan sendiri yaaaa. Tungguin ;)

Keesokan harinya, kita dimorning call lagi jam 7 sama pihak hotel. Waks, yang kali ini lebih kelimpungan lagi pas di morning call, karena kamarnya luas banget dan aku jadi nggak ngerti dimana letak telponnya. Huahahaaa. Kemudian setelah mandi, siap-siap, packing lagi, dan keluar sarapan kita pun lanjut lagi berpetualang di hari ketiga di Bali bersama Frisian Flag.

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Chocolate Massage The Pond Bali

Tujuan pertama kita di hari ketiga adalah Chocolate Massage di The Pond Ubud, yang udah aku ceritain di post sebelumnya. Yang belom baca, silakan baca disini ya: Nyoklatnya Spa Cokelat di #TurCokelatBali Frisian Flag Kental Manis Cokelat.

Setelah seger abis di massage dan kenyang makan siang di The Pond Restoran, kita pun langsung naik bis lagi untuk menuju ke tempat berikutnya yaitu:

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Kintamani Danau Batur Bali

Tur Cokelat Bali Nikmatnya Cokelat Frisian Flag - Kintamani Danau Batur Bali


Kintamani adalah daerah dataran tinggi di Bali, disini ada gunung dan danau Batur yang sayangnya kemarin cuma bisa kita lihat dari kejauhan aja. Bis kita nggak berenti di tempat yang bisa dapetin spot foto oke sih. Soalnya pas di tempat yang ada danau dan gunungnya berjejer secara jelas, disitu nggak ada parkiran. Jadi foto yang aku dapet cuma foto diatas ini. Tapi aslinya danau dan Gunung Batur ini indaaaaaahhhh banget. Udara dan kabutnya  lebih dingin daripada puncak. 

Agak heran sih ke Bali malah ke daerah dataran tinggi yang super sejuk ini, aku celingukan nyariin sumber air (baca: pantai) yang jadi ciri khasnya Bali. Kalo ke Bali nggak liat pantai rasa-rasanya ada yang kurang yaaa. Hihii. 

Dan ditempat yang dingin banget iniii, kita juga dibuatin segelas susu kental manis cokelat Frisian Flag anget yang hangat dan nikmat cokelatnya langsung sampai ke hati. Pas banget diminum dingin-dingin begini, minumnya juga hingga tetes terakhir~ 

Setelah puas liat danau dan gunungnya dan menikmati segelas susu kental manis cokelat Frisian Flag, kita pun melanjutnya perjalanan lagi selama hampir 3 jam untuk sampai ke Lovina. Bok perjalanannya lama bangeeeet, dari yang tadinya ga pengen pipis jadi pengen pipis dan sampe kenyang tiduran di bis. Hihihi. Kita bener-bener muterin Bali deh hari itu. All day full OTW. Tapi seruuuuu! Hihi. Hingga akhirnya, alhamdulillah sampai juga di Aditya Restoran untuk makan malam. Makanannya oke, pun sajian tari Balinya juga oke banget. Abis kenyang dinner, kitapun langsung melanjutkan perjalanan ke The Lovina Resort yang keren bangeeeeeetttt. Ntar aku review terpisah aja yaaa. Hihi

Dan begitulah akhir perjalanan hari kedua dan ketiga yang seru bangeeeettt! Di hari ke empat masih banyak banget kegiatan seru lainnyaaaaa, salah satunya adalah mengejar lumba-lumba di tengah laut. Tunggu ceritanya di postingan terakhir tentang #TurCokelatBali yaaaaaaaa~

Custom Post Signature

Custom Post  Signature