Seberapa besar pengaruh #DietKantongPlastik di Transmart?

on
Minggu, 28 Februari 2016
Assalamu'alaikum :)

Setelah kemarin teman-teman blogger ramai membicarakan tentang peraturan #DietKantongPlastik yang mulai diterapkan diberbagai pasar swalayan diseluruh Jakarta. Akhirnya diawal bulan ini karena ritual belanja bulanan, mampirlah aku ke salah satu pasar swalayan besar di Jakarta. 

Sebelumnya sore itu, aku sempet nanya ke ibu mertua yang baru aja pulang belanja dari Indomaret. Aku : Bu, beneran ya sekarang kantong plastik udah bayar?
Ibu : Eh iya ya? Ibu ngga tau deh, coba kamu liat aja ini struknya..
Dan ternyata dibagian bawah daftar barang belanjaannya tertera 'Diet Plastik ............. Rp 200,-' Wow! Kalo udah liat buktinya dengan mata kepala sendiri, baru bener-bener terasa ya #DietKantongPlastik ini.

Dua ratus rupiah untuk satu kantong plastik yang kita gunakan saat berbelanja, adalah peraturan baru yang ditetapkan pemerintah untuk mendukung kampanye #DietKantongPlastik ini. 

Oke balik lagi ke ritual belanja bulanan tadi ya. Setelah berhasil mengumpulkan semua yang ada di daftar belanjaan, aku segera menuju ke kasir. Nah saat masih mengantri kasir inilah, aku tertarik untuk menelisik seberapa jauhkah gerakan #DietKantongPlastik ini merubah kebiasaan masyarakat membawa barang belanjaan dengan kantong plastik. Ngaruh nggak sih?

Family Time : Perpustakaan Umum DKI Jakarta

on
Senin, 22 Februari 2016
Assalamu'alaikum :)

Ada yang sudah pernah ke Perpustakaan Umum DKI Jakarta? Perpustakaan ini masih terbilang baru karena baru diresmikan bulan Maret tahun 2015 kemarin. Berawal dari rasa ketertarikan setelah baca postingan blognya mbak Fifi Alvianto tentang Perpus ini. Akhirnya hari minggu siang kemarin, Mama Dian, Papa Api, Luna dan Abang berangkat ke perpustakaan yang berada di daerah cikini ini. 

Balik ke jaman kecil dulu ya, kalo ngomongin tentang perpustakaan. Aku terbayang-bayang perpustakaan SD yang horor, nggak boleh berisik, buku-bukunya membosankan, berdebu, sempit dan pokoknya suram deh.  Tapi Perpustakaan Umum DKI Jakarta ini, dari awal pintu masuknya aja, udah memberikan kesan yang super menyenangkan untuk duo krucil aku, Luna (5th) dan Abang (4th).  



"Eh eh liat itu Kak, Bang, gambarnya bagus"
-Papa Api

Me-Time Review : Film Breakfast at Tiffany's

on
Kamis, 18 Februari 2016
Assalamu'alaikum :)

Me Time Review: Film Breakfast at Tiffany's. It's Mama Dian's me time! Sebagai ibu rumah tangga beranak dua dengan waktu me-time yang nggak banyak, me time aku masih seputaran nulis, nonton film, baca buku, gegoleran main hp, dan nonton drama korea. Dan di postingan kali ini, aku mau mereview tentang film yang aku tonton di me-time kemarin.


Breakfast at Tiffany's (1961)

Seorang sosialita muda New York tertarik dengan seorang pria muda yang baru saja pindah ke gedung apartemennya.

Diangkat dari novel karya Truman Capote. Film yang berdurasi 1 jam 55 menit ini bergenre drama komedi romantis. Dengan dua pemeran utamanya, Audrey Hepburn sebagai Holly Golightly dan George Peppard sebagai Paul Varjak.  Film ini memenangkan dua penghargaan Oscar untuk kategori Best Music-Original Song dan Best Music-Scoring of a Dramatic ar Romantic Picture. Dan tiga nominasi dalam kategori Best Actress in Leading Role, Best Writing dan Best Art Direction.

***

Poster filmnya yang super jadul, nggak menghalangi niat aku untuk nonton film yang melambungkan nama Audrey Hepburn ini. Awalnya sih agak ragu ya pas mau mulai nonton film ini. Kualitas gambarnya jauh dari kualitas gambar drama korea yang biasa aku tonton. *yaiyalah, kan beda jamaaaannn* Tapi adegan awal di film ini, jadi magnet tersendiri untuk aku nerusin nonton film ini.

Breakfast at Tiffany's, awalnya aku kira film ini bercerita tentang kehidupan seorang gadis yang bernama Tifffany dan kehidupan mewahnya. Tapi ternyata, awal cerita dibuka dengan adegan sebuah taksi yang menurunkan seorang wanita muda yang terlihat sangat berkelas. Audrey Hepburn turun dari taksi itu dengan gaun dan perhiasan mewahnya. Turun dimana?  


Tiffany and Co.

Update Perkembangan Kasus Jessica-Mirna di BaBe

on
Kamis, 11 Februari 2016
Assalamu'alaikum :)
Hola!

Terlebih dahulu aku mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya untuk keluarga Mirna Salihin, semoga tetap diberikan kesabaran dan ketabahan hingga kasus tragis ini berhasil diselesaikan ya. Aaamiin. 

Update Perkembangan Kasus Jessica-Mirna di BaBe. Akhir-akhir ini siapa sih yang nggak penasaran sama kelanjutan kasus terkenal 'kopi sianida' ini?Terlepas dari berbagai macam polemik yang mengiringinya, kasus ini memang tergolong misterius sekali ya. Aku pun sebagai warga masyarakat biasa jadi ikutan penasaran. Serasa baca ending komik conan yang bersambung ke nomer selanjutnya.

Walaupun tersangka telah ditetapkan, yang tidak lain dan tidak bukan adalah teman ngopi Mirna, yaitu Jessica. Tapi bukti-bukti yang kuat belum dimunculkan polisi ke media. Alasannya tentu saja menunggu persidangan. Motifnya pun masih sebatas praduga-praduga aja ya. 

Sekarang setiap hari kerjaan aku adalah searching tentang perkembangan kasus ini. Penggemar cerita detektif mana sih yang nggak akan penasaran sama kasus ini? Mulai dari penggemar Conan hingga NCIS pasti nggak akan berenti baca update-an kasus ini ya, sambil mengira-ngira apa motif Jessica jika memang dia benar-benar pelaku pembunuhan ini. Makanya, kita-kita ini penasaran banget sama bukti-bukti kuat yang masih disembunyikan polisi. Mungkin semua disebabkan oleh naluri detektif kita yang mulai tumbuh sejak awal mula kasus ini.

Awalnya, aku selalu search tentang berita Jessica-Mirna ini di web browser ponsel aku. Terus, kemudian aku ngerasa kok ribet ya kalo baca berita lewat web browser gini. Sampai akhirnya, ketemulah aku dengan satu aplikasi untuk membaca berita dari berbagai macam portal berita. All in one. Satu aplikasi yang memudahkan kita untuk membaca berita dari berbagai macam sumber. Loadingnya cepet, tampilannya enak, dan beritanya lengkap dan selalu update setiap harinya. Ini dia aplikasinya

SLT #PILLOWTALK #2

on
Senin, 08 Februari 2016
Assalamu'alaikum :)
Hola!

Kembali lagi di salah satu project menulis aku, yang udah lamaaaaaa banget nggak dilanjutin. *Dasar moody writer!* Buat yang penasaran apa itu SLT Project atau Sweety Little Thing about Hubby and Wifey ini sila baca disini ya: "Sweety Little Thing"- A random writing project

SLT ini udah lama banget aku cuekin, entah kenapa tiap ada kejadian lucu antara aku dan suami, trus baru mau aku tulis. Eh akunya males nulis buru-buru, kemudian malah lupa. Lupaan banget nih Diannya. Hehe. Lanjut aja deh langsung  ke SLT ke-2 aku yang judulnya PillowTalk yaa




Lingkungan Pertemanan Baru: Bu-Ibu TK

on
Minggu, 07 Februari 2016
Assalamu'alaikum :)
Hola!





Postingan kali ini aku mau mengulas tentang lingkungan pertemanan. Jadi lingkungan pertemanan apa aja sih yang kita punya? Kalo aku sendiri lingkungan pertamanan yang biasa-biasa aja ya, teman-teman SD, teman-teman SMP, teman-teman SMA, teman-teman kuliah. Karena dari SD sampe SMA aku sekolah di Jakarta Utara sementara rumah aku sendiri di Jakarta Timur plus aku bukan orang yang suka keluar rumah, jadilah aku ngga punya circle of friend di lingkungan tetangga. Teman-teman yang nggak jauh dari rumah paling temen-temen remaja mesjid di deket rumah, kebetulan pas SMA aku sempet gabung jadi remaja mesjid. Jadi paling ngga masih punya teman di satu kelurahan lah yaaa. Hihi. Naaaah lanjut, karena setelah kuliah aku langsung jadi ibu rumah tangga. Hilanglah kesempatan aku dapet teman-teman dari lingkungan pekerjaan. Hingga pada akhirnya, masuklah aku ke satu lingkungan pertemanan yang nggak pernah aku duga-duga sebelumnya. Nggak pernah terbayangkan bakal punya lingkungan pertemanan baru ini. Lingkungan pertemanan apakah itu? Betul sekali! Sesuai judul postingan ini, Lingkungan pertemanan dari ibu-ibu wali murid TK tempat anak-anak aku sekolah.


Semua berawal dari..
Jujur aja sebenernya dari awal nggak gampang ya bergaul dengan ibu-ibu yang paling deket umurnya 2 tahun di atas aku. Ternyata salah satu sisi negatif menikah muda dan punya anak di umur 19 adalah nggak dapet teman sebaya di lingkungan ibu-ibu TK ini. Dian yang friendly dan gampang SKSD-an pas jaman SD SMP SMA Kuliah  hilang sudah. Yang tersisa cuma Dian yang sering jemput anak pulang sekolah sambil duduk di pojokan sekolah, nunduk aja dan sibuk main HP sendiri. 

Bukan, ini bukan sama sekali salahnya ibu-ibu yang lain. Cuma kayanya aku aja ya yang berubah jadi pendiem, nggak banyak ngomong karena segen, nggak bisa ngobrol dan becanda lepas lah ya kalo sama orang yang lebih tua. Ibu-Ibu TK disini ramah-ramah kok sebenernya. Tapi ya mungkin karena aku ngerasa ada perbedaan umur yang jauh yang akhirnya jadi penghalang sendiri untuk aku dan mereka. Atau mungkin cuma aku aja sendiri yang membuat penghalang itu?


Ih cuma ibu-ibu doang. Emang kenapa sih kalo nggak gaul sama mereka. Apa ruginya coba?

#1 at 2016

on
Sabtu, 06 Februari 2016
Assalamu'alaikum :)
Hola!

Udah super lama banget nggak posting. Bentar lagi jadi blog angker kali ya x) Sampe kelewatan deadline satu kompetisi blog juga. Padahal postingnnya dah selesai, pas mau di publish, liat tgl deadlinenya udah lewat. Sediiiihhh :(( Akhirnya di longweekend ini membulatkan tekad untuk sedikit merubah tampilan blog biar semangat posting lagi! Gimana-gimana? Lebih oke yang sekarang atau yang kemarin? Hehe. Aku sengaja pilih hitam-putih biar lebih bersih dan seger diliat mata. Tadinya udah mau lepas nama 'The Young Mother juga'. Tapi masih berat dan belom nemu nama penggantinya. Umur 24 jalan 25 ini masih bisa dibilang ibu muda kan yaaa? Iya! Udah iyain aja biar cepet x)) Haaaaahhh, super banyak banget ini hal-hal yang mau ditulis di blog. Semoga ga males-males lagi yaaa Diaaaann. Targetnya adalah 1 bulan 1 posting. Harus! Inshaallah :)

Oke mari kita lanjut ke postingan selanjutnya!
Wassalamu'alaikum :)

Custom Post Signature

Custom Post  Signature