Pilih-pilih sekolah Luna

11.44.00


Assalamu'alaikum :)
Hola!

Di postingan kali ini aku mau sharing tentang usia sekolah Luna serta masa-masa pilih-pilih sekolah Luna yaaa. Jadi gini, dua tahun lalu aku dan Hepri sempat berdebat hebat tentang usia sekolah Luna. Saat itu usia Luna baru 3 tahun. Aku dengan argumenku sendiri bersikeras untuk memasukan Luna ke salah satu TK/KB yang ada di dekat rumah. Tapi Hepri dengan argumennya sendiri juga menolak untuk memasukan Luna sekolah saat itu. Dan saking keras kepalanya aku waktu itu, aku tetap beli formulir pendaftaran sekolahnya. Dan saking keras kepalanya juga Hepri waktu itu, diapun ngga mau nanda-tanganin formulir pendaftarn yang aku beli itu. "Kamu tanda-tanganin aja sendiri, nanti aku tinggal bayar aja" begitu kata Hepri. Yasudah, daripada jadi istri durhaka.. Ya mending ngalah aja deh. Dan ternyata sebulan setelah  kejadian ini, Hepri ditawari pekerjaan di Brunei, yang memungkinkan aku dan anak-anak juga akan pindah ke Brunei. Untung aja kemarin ngga jadi daftarin Luna sekolah, sayangkan kalo mesti berenti di tengah jalan sekolahnya?

Satu tahun kemudian.. (Atau lebih tepatnya setelah kita batal pindah ke Brunei, setelah kebakaran rumah, setelah tinggal di apartemen, setelah rumah selesai dibangun, dan setelah kita balik lagi ke rumah kebakaran :')



Bulan September 2014 tepatnya, atau sebulan sebelum Luna 4 tahun. Hepri pulang tengah hari dan bawain formulir pendaftaran yang dulu pernah aku beli itu, dan kuitansi pelunasan uang masuk sekolah. Beginilah Hepri kalo emang udah niat mau nyekolahin anaknya. Semuanya di urus sendiri. "Besok ke sekolahnya ya, nyoba seragam.." Luna langsung leloncatan saat itu juga. Ya soalnya anak ini emang udah sering banget ngomong langsung ke papanya kalo dia pengen banget sekolah, beberapa bulan belakang ini :') Saat itu aku sama Hepri rasaya sudah berdamai mengenai usia sekolah Luna. Walaupun dalam hati, aku masih mikir, "Kenapa ngga dari tahun lalu siiih.."

Sebenernya apa sih yang ngebuat aku ngebet nyekolahin Luna diusia 3 tahun?
Jujur aja, faktor terbesar adalah karena lingkungan, dimana saat itu anak-anak dari sepupu aku udah sekolah di usia dini. bahkan ada yang udah sekolah dari 2 tahun loh. Daaan, karena itu lah aku jadi cemas sendiri "Yaaah, ntar anak gue ketinggalan dari sepupu-sepupu seusianya dong?" Belum lagi karena anaknya sendiri pun terkadang kalo ditanyain, "Luna mau sekolah ngga?"dan jawabannya langsung "Mau!"dengan tegas.

Dan sebenarnya apa sih hal paling mendasar yang ngebuat Hepri ngga setuju (pake banget) untuk masukin Luna sekolah di usia 3 tahun? 
Kebetulan ibu mertuaku itu adalah seorang guru SD di salah satu SD Negeri di Jakarta Barat. Dan Beliau menerangkan bahwa, usia wajib untuk anak masuk SD adalah 7 tahun. Hal itu didasarkan pada umur matang anak untuk bisa menerima pelajaran dengan baik. Jadi jika saat itu aku memaksakan Luna untuk mulai sekolah di umurnya yang tiga tahun, kemungkinan Luna lulus TK umur 6 tahun. Umur yang masih 'kurang' untuk masuk ke SD Negeri di jakarta.

Sesuai dengan prinsip aku dan suami, bahwa kita lebih memilih untuk menyekolahkan anak-anak kita ke TK yang berbasis pendidikan agama islam dibandingkan dengan TK international yang menggunakan bahasa bilingual dalam kesehariannya. Alasannya sederhana, karena pendidikan agama kelak yang akan menjadi bekal mereka di akhirat nanti :) Kalo untuk dunianya, inshaallah masih bisa dikejar kemudian kok.

Naaah, jadi dari setahun sebelumnya aku udah terlebih dulu men-survei beberapa TK Islam yang tidak berada jauh dari rumah. Beberapa kerabat menyarankan untuk masuk ke PAUD dulu aja. Kalo setahun yang lalu aku survei cuma liat-liat aja di depan sekolahannya, tahun ini Hepri yang memutuskan untuk survei lebih mendalam ke beberapa TK pilihan kita dan PAUD deket rumah. Setelah survey langsung dan menseleksi kurang lebih tiga-empat sekolah. Akhirnya kita menjatuhkan pilihan kepada salah satu TK Islam yang berjarak kurang lebih satu kilometer dari rumah, yaitu TK Aisyiyah 49 Pulomas. Alasan utamanya adalah simply karena ini TK Islam yang paling deket dari rumah, sekolahannya memang ngga terlalu besar tapi keliatan cukup teduh dan nyaman untuk anak-anak, dan juga uang bayarannya masih terjangkau untuk kita waktu itu yang masih berstatus sebagai keluarga-muda-yang-baru-mulai-membangun-rumah-tangga. Hihi. Kekurangan utama TK Aisyiyah 49 ini yaitu letaknya tepat di depan pasar kaget plus ngga ada parkiran motor/mobil. Jadi kalo pagi pas anter anak sekolah harus siap-siap riweuh sama ramenya pasar. Tapi tenang, kalo jam pulang pasarnya udah bubar. Jadi aman kalo mau jemput :)

TK Aisyiyah ini berbasis pendidikan islam, dengan ekstrakulikuler membaca Iqra yang diadakan setiap hari, serta beberapa ekskul lainnya yaitu bahasa inggris satu kali seminggu, menari satu kali per dua minggu, melukis satu kali per dua minggu dan berenang satu kali dalam sebulan. Kegiatan tambahan yang aku suka disini yaitu solat dhuha berjamaah yang dilakukan 3-5 kali dalam seminggu. Untuk hapalannya ngga cuma surat-surat pendek aja, ada hadist-hadist pendek juga loh Bu-ibu . Satu kelas diisi oleh 10-15 murid, dengan  1 guru perkelasnya. Jam belajar untuk Kelompok Bermain (KB) yaitu tiga hari per minggu dimulai dari jam 07.30 - 09.30. TK A, 5 hari seminggu dengan jam belajar dimulai pukul 07.30 - 11.00. TK B juga 5 hari perminggu dengan jam belajar setengah jam lebih lama dibandingkan TK A.

Untuk gedungnya sendiri ngga terlalu besar, terdiri dari dua  kelas besar, satu kelas kecil, satu kamar mandi, dapur, tempat wudhu, halaman bermain dan gudang yang terletak di lantai dua. Untuk biaya masuknya sendiri, untuk TK A (tahun 2014) yaitu Rp 2.500.000,- yang sudah termasuk seragam, uang peralatan sekolah (buku-buku, crayon dll), uang ekskul serta uang Tour Mandiri. Sedangkan uang bayaran perbulannya yaitu Rp. 330.000,- yang sudah termasuk di dalamnya iuran komite dan tabungan bulanan ya.

Jadi sehari setelah Papanya daftarin anaknya sekolah, keesokan harinya Mama Dian sama Luna langsung dateng ke sekolahan untuk ambil seragam. Eh ternyata kepala sekolahnya masih inget loh kalo tahun lalu sebenernya aku sempet beli formulir dan ngga balik-balik lagi buat ambil seragam (Iyap. TK Aisyiyah ini TK yang tahun lalu sempet aku ambil formulirnya, tapi ngga berlanjut lagi karena Hepri ngga setuju menyekolahkan Luna saat itu. Duh malu!). Untungnya kepala sekolahnya baik, dan langsung ngerti waktu aku jelasin alasan kenapa ngga lanjut daftar disitu tahun lalu (Ya ngga ngomong karena ngga dibolehin suami juga sih, tapi karena mendadak ada rencana pindah ke Brunei. (Jadi dua tahun lalu itu memang kita sekeluarga sempet punya rencana pindah ke Brunei karena pekerjaan Hepri, tapi akhirnya batal karena satu dan lain hal. Jadi ini bukan alesan bohong loh yaaaah :p))

Dan disini, kepala sekolahnya kembali ngejelasin ke aku, kalo sebenernya umur Luna saat itu (3 tahun, 11 bulan) dianggap masih kurang untuk masuk ke TK A. Karena kalo aku masukin Luna saat itu ke TK A, umurnya dia saat lulus TK yaitu masih 6 tahun kurang. Umur yang kurang banget untuk masuk ke SD negeri. Kepala sekolahnya sempet memberikan beberapa saran untuk aku dan Hepri yaitu:
(1) Memasukan Luna ke Kelompok Bermain dulu: Saran yang langsung ditolak karena saat itu menurut aku dan Hepri, KB cuma sekolah dengan lebih banyak kegiatan mainnya dan agaknya kurang tepat untuk Luna (sekali lagi, menurut aku dan Hepri ya. Dua orangtua yang masih 'hijau' banget pengalamannya tentang pendidikan anak)
(2) Memasukan Luna ke SD swasta sehabis lulus TK nanti. Karena SD swasta berpeluang lebih besar menerima murid berumur dibawah tujuh tahun.
(3) Mengulang TK B selama dua tahun pelajaran, agar umurnya hampir cukup untuk bisa masuk ke SD Negeri.

Akhirnya kita tetap menyekolahkan Luna di tahun tersebut, berbekal dengan saran nomor (2) dan nomor (3) diatas. Ya sebenernya karena mama Dian udah gemes banget sih mau liat anaknya pake baju seragam juga! Hihi. Naaaah jadi bagaimanakah pengalaman Luna bersekolah di TK Aisyiyah 49 ini? Untuk itu lanjut di postingan setelah ini ya. Oh iya, dan foto sekolahannya sendiri menyusul yaaaa :) (dari kapan tau mau foto dari depan lupa terusss. x)

Thanks for reading ya blogpals!
Wassalamu'alaikum. :)


You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah membaca Adriana Dian's Blog dan meninggalkan komentar disini. Silakan tinggalkan link blog lewat pilihan name/URL ya, jadi bisa aku kunjungi balik. Link hidup yang ada pada komentar akan langsung dihapus. Makaciiii❤︎❤︎❤︎