Too much thing! #PostinganCurhat

15.59.00

Assalamu'alaikum
Hola Blogpals!

Too much thing i wanna share about. Too much thing happen in this month. Too much decision that i have to make. Mungkin sedikit share disini bakal mengurangi beban yang ada ya. Hehe

I love this month! i mean, July. Akhirnya setelah sebulan ayank ke Brunei dia pulang juga. Hehe. Kangen super, super kangen! Kangennya tuh kadang rasanya kaya nahan nafas dalam waktu lama. :) Alhamdulillah akhirnya dia balik tanggal 1 juli kemarin, setelah sebelomnya bilang ke aku kalo pulangnya bakal diundur, tapi ternyata pulangnya tetap dan nggak diundur. Hihi. Bahagia!

Tapi, ternyata, suami aku pulang dengan ngebawa berapa kabar nggak enak. Dia bisa aja dipanggil lagi untuk balik kesana kapan aja. Atau mungkin nggak lebaran di jakarta. Sedih :'( Dan yang terburuknya adalah, seandainya dia mesti balik lagi kesana, dia nggak akan bisa langsung bawa aku dan anak-anak. karena pengurusan ijin tinggal untuk aku dan anak-anak bakal makan waktu lama sampe berbulan-bulan kabarnya. Dan kita berdua bingung, dan juga sedih ya atas hal ini.


Aku pikir, aku gak akan sanggup kalo jauh dari dia lagi sampe berbulan-bulan. Suami akupun gitu. Kalo lagi asik main sama anak-anak dia pasti bilang, "Kalo gini rasanya, jadi nggak pengen balik ke Brunei lagi deh.." :'(

Banyak banget hal yang dipertaruhkan sebenernya ya, diantaranya kerjaan lama yang terpaksa ayank inggalin untuk ke brunei, dan sekolah Kakak. Banyak pengorbanan yang udah dibuat, dan akan sia-sia kalo dia nggka balik kesana. 

Keputusan ini bener-bener keputusan sulit ya. Pilihan realnya kebagi dua. Dia nggak balik ke Brunei dan stay lagi disini, deket sama aku dan anak-anak tapi gaji yang dia dapet turun lagi ke angka yang sama dari sebelumnya. Atau dia balik kesana, jauh dari aku dan anak-anak dengan gaji dua setengah kali lipat dari jakarta.

Sampe akhirnya, setelah berpikir-berpikir dan berpikir. Keputusan yang kita ambil adalah *bismillah* DIa nggak jadi balik ke Brunei dan kita nggak jadi pindah kesana :)

Agak cengeng ya alesannya cuma karena dia susah jauh dari aku dan anak-anak. Dan akupun susah jauh dari dia. Belom lagi anak-anak yang sekarang lengket sama papanya. 

Keputusan ini bukan sembarang keputusan ya, aku udah banyak minta petunjuk sama Allah. Berdoa, berdoa dan berdoa semoga diberikan yang terbaik. Dan tampaknya memnag inilah jawabannya. :) 


Kebahagiaan itu bukan diukur dari uang yang kita punya. Kebahagiaan terdekat itu ada dalam keluarga kita sendiri :)

So, goodbye Brunei. Terima kasih udah memberi banyak pengalaman untuk suami aku dan juga aku sendiri. Nggak tertutup kemungkinan mungkin suami aku bakal balik lagi kesana kalo ada freelance kerjaan :) Hihi.

Bismillah, masih terus berdoa sama allah semoga keputusan yang kita ambil ini tepat dan diberikan kemudahan untuk jalan selanjutnya. Aaaaaaminn


Thank you for walking here Blogpals!
Maaf kalo postingannya gak penting. Hihi
Wassalam :)


You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah membaca Adriana Dian's Blog dan meninggalkan komentar disini. Silakan tinggalkan link blog lewat pilihan name/URL ya, jadi bisa aku kunjungi balik. Link hidup yang ada pada komentar akan langsung dihapus. Makaciiii❤︎❤︎❤︎